Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Exploration of Gender Issues in the Practice of Endogamous Marriage: Phenomenological Study on the Meaning of Endogamous Marriage for Women in Arab Villages of Palembang Lilis Sukmawati; Ajuan Tuhuteru; Nazayla Putri
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 6 No. 1 (2026): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/yd25fv52

Abstract

The practice of endogamous marriage is still maintained by a number of communities in Indonesia, a social and cultural tradition, one of which is the Arab community in Palembang. This tradition is often associated with efforts to maintain the purity of lineage (family line), family honor, and the continuity of kinship. This article aims to analyze the meaning of endogamous marriage for women in the Arab community of Palembang. A qualitative approach using phenomenological methods was used to explore women's experiences and subjective meanings of endogamous marriage through interviews, observations, and relevant literature reviews. The results of the study show that endogamous marriage is interpreted as a social mechanism to maintain lineage identity and strengthen family solidarity. This marriage practice places women in a relatively limited position in determining their partners. Nevertheless, women in the Palembang Arab community show a more reflective meaning by negotiating their roles as housewives, educators, and social relations with their partners (husbands). These findings indicate that the practice of endogamy is not only related to cultural traditions but also to the dynamics of gender relations in society.
Mengulik Komunikasi Antarpersonal Masyarakat Negeri Waraka dalam Merawat Kerukunan Antarumat Beragama Ajuan Tuhuteru; Lilis Sukmawati
Jurnal Studi Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Studi Sosial dan Politik
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jssp.v8i1.20018

Abstract

Gesekan sosial antar pemeluk agama selalu ada disetiap lingkungan masyarakat yang majemuk juga termasuk dinamika sosial masyarakat. Karenanya, menghilangkan secara total sangatlah sulit tetapi berupaya menekan untuk tidak terjadi gesekan sosial sangatlah mungkin, jika dilakukan dengan kesadaran dari semua pihak. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi komunikasi antarpersonal masyarakat Waraka dalam merawat kerukunan antarumat beragama. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode etnografi komunikasi. Lokasi penelitian di Waraka, kabupaten Maluku Tengah. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan pencatatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi antarpersonal masyarakat waraka terbangun melalui kegiatan muamalah, hari-hari besar keagamaan, perayaan-perayan adat dan rapat resmi. Selain itu dalam membangun komunikasi antarpersonal, masyarakat waraka menghadirkan sikap terbuka, empati, kepatuhan, dan mendayagunakan kekuatan antara satu dengan lainnya dalam menjaga keharmonisan antarpemeluk agama. Meskipun demikian, intensitas komunikasi antar masyarakat waraka tidak begitu kuat, karna ruang public seperti pasar desa dan wisata pantai sebagai tempat pertemuan berbagai komunitas agama yang ada dalam membangun hubungan komunikasi yang intes belum maksimal digunakan masyarakat. Tetapi juga tidak adanya fasilitas olahraga bagi generasi muda, sehingga menghadirkan rasa canggung satu sama lain tatkala berjumpa dalam satu kegiatan resmi ataupun sehari-hari.