Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF “PASITUKAL” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA KELAS III DI SD MUHAMMADIYAH SENGGOTAN Wulandari, Yuyun Ovi; Komalasari, Mahilda Dea
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 3 No. 2 (2023): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v3i2.1750

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) membuktikan kelayakan media pembelajaran interaktif “pasitukal”; 2) membuktikan efektivitas media pembelajaran interaktif “pasitukal”;3) membuktikan kepraktisan media pembelajaran interaktif “pasitukal” untuk meningkatkan kemampuan berhitung. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model Borg & Gall. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III yang terdiri dari kelas III A sebanyak 20 siswa dan III B sebanyak 15 siswa di SD Muhammadiyah Senggotan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dengan persentase. Hasil penelitian ini adalah: 1) hasil kelayakan media pembelajaran berdasarkan validasi terhadap materi, diperoleh persentase 73,68% dengan kategori “layak” dan hasil validasi terhadap media diperoleh persentase 91,30% dengan kategori “sangat layak”; 2) hasil efektivitas media pembelajaran berdasarkan perhitungan uji N-Gain Score pada kelas III A diperoleh 58% dengan kategori “cukup efektif”, sementara pada kelas III B diperoleh 56% dengan kategori “cukup efektif”; 3) hasil kepraktisan media berdasarkan respon guru diperoleh 81,82% dengan kategori “sangat baik”, sedangkan berdasarkan respon siswa pada uji coba terbatas diperoleh persentase 81%-100% dengan kategori “sangat baik” dan pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase 81%-100% dengan kategori “sangat baik”, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif “pasitukal” terbukti layak, efektif dan praktis digunakan untuk meningkatkan kemampuan berhitung.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA KELAS I SD NEGERI 1 KEDALON WONOSOBO Aulia, Adinda Nurani; Komalasari, Mahilda Dea
Jurnal PGSD Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal PGSD Indonesia
Publisher : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the teacher’s role for the character building of student’s independence in the first grade in SD Negeri 1 Kedalon Wonosobo. This research use qualitative method for collecting the data using observation, interviews, and documentation. Secondary data was analyzed by using qualitative analysis technique. Examination of the validity of the data used triangulation techniques and triangulation of sources. Interviews were conducted on principals, the teacher of grade one, and  the student who in the grade one with the aim of obtaining data and information about the teacher's role in shaping the independent character of students in frist grade at SD Negeri Kedalon Wonosobo.The results of the research on the role of teachers in the character building of students who in the grade one at SD Negeri 1 Kedalon Wonosobo, teachers can shape the character of students' independence because , the teacher who got the responsibility to teach them or who got their own class, it can make a deal directly with their students and have a longer intensity of meetings with students when compared to principals and other educators. The teacher plays a role in directing and guiding students so that they have maturity in speaking or acting through words and actions. Teachers try to be able to guard and enforce discipline, both to themselves, students, and others. The teacher guides them to learn, to understand, and to solve the problems with themself                                                                                            Keyword : character education, roles of teachers, students independence
A symbolic-philosophical kawung batik–based mathematical mindset intervention in STEAM education: A conceptual design Saefudin, Abdul Aziz; Komalasari, Mahilda Dea; Hardyanto, R. Hafid; Astuti, Erni Puji; Pramitasari, Dian Putri; Diniyah, Diva Al
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v11i2.27638

Abstract

Research on the relationship between mathematical attitudes and cultural values is lacking, especially in non-Western educational contexts. This study proposes mindset interventions based on the philosophical and symbolic interpretations of Kawung Batik, a Javanese motif expressing harmony, resilience, self-reflection, and social connectivity. The methodology combines theoretical literature with a cultural-symbolic understanding of Kawung's relevance. Saefudin et al. (2023) identified six psychological dimensions of mathematical mindset: beliefs about ability, reactions to adversity, attitudes toward failure, appreciation of effort, openness to critique, and perceptions of peer success. The symbolic constructs are carefully aligned with these dimensions. The framework includes four STEAM pedagogical designs: reconstructing geometric shapes, algorithmically producing patterns, studying batik materials and processes, and critically reflecting on cultural significances. These scenarios stimulate emotional and cognitive development and promote a culturally integrated mathematical identity. The proposed methodology reframes culture as a powerful tool for transforming students' mathematics learning experiences. This study lays the groundwork for classroom-based research, including iterative design studies to confirm the model's pedagogical and affective effects.
WORKSHOP PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERDIFERENSIASI BAGI GURU MADRASAH ALIYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Saefudin, Abdul Aziz; Komalasari, Mahilda Dea; Pramitasari, Dhian Putri
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23201

Abstract

Abstract. This community service initiative seeks to enhance the competencies of educators within the  Mathematics Teachers' Working Group at Madrasah Aliyah DI Yogyakarta in the design and execution of differentiated mathematics instruction and the cultivation of effective pedagogical practices. The methodology comprises five stages: needs assessment, conceptual and practical training, mentorship in material development, classroom execution, and evaluation and reflection. A total of 145 educators engaged in this series of activities. The findings indicated an average enhancement in teacher comprehension scores of 29.4%, with 87.5% of participants successfully creating quality lesson plans, 30% documenting effective practices, 95% engaging actively in all activities, and 85% reporting high satisfaction with the program. This activity fostered enhancements in pedagogical competence, instructional creativity, and reinforced a culture of collaboration and professional reflection among educators. This community service model possesses the capacity for replication and further enhancement within other teacher communities on a continuous basis.     Abstrak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Madrasah Aliyah DI Yogyakarta dalam mendesain dan mengimplementasikan pembelajaran matematika yang terdiferensiasi dan menyusun praktik baik pembelajaran. Metode yang digunakan mencakup lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan konseptual dan praktik, pendampingan penyusunan perangkat ajar, implementasi di kelas, serta evaluasi dan refleksi. Sebanyak 145 orang guru mengikuti rangkaian kegiatan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rerata skor pemahaman guru sebesar 29,4%, sebanyak 87,5% peserta berhasil menyusun modul ajar berkualitas, 30% menghasilkan dokumentasi praktik baik, 95% berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan, dan 85% menyatakan kepuasan tinggi terhadap program. Kegiatan ini mampu mendorong perubahan positif dalam kompetensi pedagogik, kreativitas instruksional, serta penguatan budaya kolaborasi dan refleksi profesional guru. Model pengabdian ini berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut dalam komunitas guru lain secara berkelanjutan.
Living Values Education Program (LVEP) Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik Dalam Kurikulum Merdeka Apriani, An-Nisa; Komalasari, Mahilda Dea
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(2).227-235

Abstract

Kurikulum Merdeka telah berhasil mengintegrasikan pendidikan  karakter melalui profil pelajar pancasila, namun tantangan-tantangan  dalam  implementasi  masih  terlihat. Seperti kurangnya pemahaman dan penerapan guru dalam mengintegrasikan  pendidikan  karakter profil pelajar Pancasila dalam  proses  pembelajaran sehingga berdampak pada krisis moral peserta didik. Dalam menghadapi  tantangan  ini,  salah satu strategi atau model pembelajaran yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran untuk  memastikan integrasi pendidikan  karakter yang efektif  dan  konsisten guna memperkuat profil pelajar Pancasila pada peserta didik yaitu Living Values: An Educational Program (LVEP). Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tentang cara penguatan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum Merdeka melalui Living Values Education Program (LVEP). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan tinjauan pustaka. Prosedur pengumpulan data penelitian  terdiri  dari:  1) editing; 2). organizing;  dan  3) finding.Uji  validitas  yang  digunakan  yairu triangulasi sumber data.Teknik analisis data yang digunakan antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian  data (display  data),  selanjutnya penarikan  kesimpulan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Living Values Education Program dapat diterapkan oleh guru-guru sebagai salah satu strategi atau program unggulan dalam penguatan profil pelajar Pancasila bagi peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik memiliki moral yang baik dan berakhlak mulia. LVEP mencakup aktivitas-aktivitas nilai seperti berefleksi, berimajinasi, berdialog, berkomunikasi, berkreasi, mebuat tulisan, kkarya seni, lagu-lagu, dan bermain dengan nilai-nilai yang diajarkan. Aktivitas LVEP dirancang untuk mengajak pesreta didik untuk memikirkan diri sendiri, orang lain dan dunia serta mendalami, mengalami, dan mengeksplorasi tentang nilai dalam kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik memperoleh pengalaman langsung yang bermakna. Kata Kunci: Living Values Education Program, Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka
PELATIHAN PEMBUATAN E-MODUL INTERAKTIF HYPERMEDIA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL GURU SD Komalasari, Mahilda Dea; Lukitoaji, Beny Dwi; Gularso, Dhiniaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5587

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 menuntut guru sekolah dasar memiliki keterampilan literasi digital yang memadai agar dapat merancang pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Namun, hasil pemetaan di Komunitas Belajar Sri Gunting, Bantul, menunjukkan sebagian besar guru masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi, belum pernah mengikuti pelatihan teknologi pembelajaran, serta minim dalam menghasilkan media interaktif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualitas pembelajaran di kelas. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru melalui pelatihan pembuatan e-modul interaktif berbasis hypermedia. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan 20 guru sekolah dasar. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan literasi digital, workshop pembuatan e-modul, pendampingan, serta uji coba pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan 85% guru berhasil menghasilkan e-modul interaktif, 18 e-modul dinyatakan layak digunakan, dan skor literasi digital meningkat rata-rata 30 poin. Uji coba kelas memperlihatkan peningkatan partisipasi siswa sebesar 35% serta tingkat kepuasan guru mencapai 90%. Program ini menyimpulkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan kompetensi digital guru, memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui penguatan diferensiasi dan Profil Pelajar Pancasila.