Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG EKOWISATA MANGROVE DI DESA KARANGGULI, KABUPATEN KEPULAUAN ARU Litamahuputty, Samuel; Selanno, Debby A J; Wawo, Mintje
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 21 No 1 (2025): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol21issue1page45-55

Abstract

Karangguli Village, Aru Islands Regency has a mangrove forest area that has been developed into an ecotourism area known as Ursia Guli Agroecotourism. However, in its management, there are several problems that can adversely affect the sustainability of the resources and environment of the area. The purpose of this research is to analyze the suitability and carrying capacity of mangrove ecosystem areas in Kuranggali Village. This research was conducted in November-December 2023 in Karangguli Village, Aru Islands Regency. Data collection was carried out at three observation stations using purposive sampling method. Mangrove ecotourism suitability data is based on five parameters, namely mangrove type, mangrove thickness, mangrove density, tides and biota associated with mangroves. Carrying capacity analysis is based on ecological potential and the time used to utilize the tourist area. The results obtained 9 mangrove species from 3 families, with the highest density owned by Rhizophora apiculate species and the lowest Xylocarpus granatum. Mangrove thickness at the three stations were 250 m, 221 m and 200 m respectively. The type of tides in the study area is double daily. Biota associated with mangroves consist of fish, molluscs, crustaceans, reptiles and birds. The suitability of mangrove ecotourism in Karangguli Village at station I is categorized as “Very suitable” with value of 2.50%, at stations II and III it is categorized as “Suitable” with value of 2.30% and 2% respectively. The carrying capacity of mangrove ecotourism in Karangguli Village can accommodate 68 tourists/day. ABSTRAK Desa Karangguli, Kabupaten Kepulauan Aru memiliki kawasan hutan mangrove yang telah dikembangkan menjadi kawasan ekowisata dikenal sebagai Agroekowisata Ursia Guli. Namun dalam pengelolaannya, terdapat beberapa permasalahan yang dapat berdampak buruk bagi keberlanjutan sumberdaya dan lingkungan kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kesesuaian dan daya dukung kawasan ekosistem mangrove di Desa Kuranggali. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2023 di Desa Karangguli, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru. Pengambilan data dilakukan pada tiga stasiun pengamatan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data kesesuaian ekowisata mangrove didasarkan pada lima parameter yaitu jenis mangrove, ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, pasang surut dan biota yang berasosiasi dengan mangrove. Analisis daya dukung didasarkan pada potensi ekologis serta waktu yang digunakan untuk memanfaatkan kawasan wisata. Hasil penelitian diperoleh 9 spesies mangrove dari 3 famili, dengan kerapatan tertinggi dimiliki oleh spesies Rhizophora apiculata dan terendah Xylocarpus granatum. Ketebalan mangrove pada ketiga stasiun masing-masing 250 m, 221 m dan 200 m. Tipe pasang surut pada daerah penelitian yaitu harian ganda. Biota yang berasosiasi dengan mangrove terdiri dari ikan, moluska, crustacea, reptile dan burung. Kesesuaian ekowisata mangrove di Desa Karangguli pada stasiun I dikategorikan “Sangat sesuai” dengan niai IKW 2,50%, pada stasiun II dan III dikategorikan “Sesuai” dengan nlai IKW masing-masing yaitu 2,30% dan 2%. Daya dukung ekowisata mangrove Desa Karangguli mampu menampung 68 orang wisatawan/hari. Kata Kunci: Ekowisata, kesesuaian, daya dukung, mangrove, Desa Karangguli
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Eco Enzyme dan Sabun Eco Enzyme di Negeri Hatu, Maluku Tuhumury, Novianty C; Retraubun, Alex S W; Selanno, Debby A J; Wawo, Mintje; Abrahamsz, James; Sahalessy, Arielno; Sumiyanti, Sumiyanti
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i3.1704

Abstract

The processing of fruit peel waste into an eco-enzyme is a simple and environmentally friendly technology. This community service program aimed to empower the community through the production of eco-enzyme and eco-enzyme soap in Negeri Hatu. This PKM activity was conducted on May 24, 2025, in Negeri Hatu, Leihitu Barat District, Central Maluku Regency, involving 23 women from the local women's service group. The methods used included lectures and training on the production of eco-enzyme and eco-enzyme soap. Participants were provided with a mini-handbook to facilitate understanding of the material. Subsequently, participants were trained in groups to produce eco-enzyme and eco-enzyme soap. Participant enthusiasm was evident from the various questions raised regarding the eco-enzyme and its benefits. After the activity, participants gained knowledge and understanding of the eco-enzyme and its production process, which they had previously lacked. The results of the activity showed that participants successfully practised the production of eco-enzyme and eco-enzyme soap. It is expected that participants will be able to process fruit peel waste into an eco-enzyme in every household as a concrete step toward reducing organic waste and increasing family economic value.
Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Kulit Buah Pisang Bagi Jemaat Gereja Sumber Kasih, Kota Ambon Tuhumury, Novianty C; Selanno, Debby A J; Sahalessy, Arielno; Wattimury, Reggi J
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah organik dapat menimbulkan penyakit, bahkan dapat menyebabkan pemanasan global akibat dari gas metana yang dihasilkan selama proses penguraian. Penanganan sampah organik seharusnya dilakukan dengan konsep ramah lingkungan yaitu diolah menjadi eco enzyme. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi sampah kulit buah, gula merah dan air yang dibuat dengan mudah, ramah lingkungan dan tidak mahal. Kegiatan PKM bertujuan untuk mengolah sampah kulit buah pisang menjadi eco enzyme dan sabun eco enzyme. Kegiatan ini berlangsung pada 7 Juni 2025 di Jemaat GPM Sumber Kasih Ambon yang melibatkan 57 orang terdiri dari kaum bapak, ibu dan pemuda gereja. Metode PKM yang diterapkan yaitu ceramah melalui pemberian materi dan tanya jawab serta pelatihan. Dalam pelaksanaan PKM, peserta sangat antusias membuat eco enzyme dan sabun eco enzyme. Berbagai pertanyaan kritis yang ditanyakan dari peserta menunjukan bahwa peserta PKM ingin mengetahui lebih dalam tentang eco enzyme. Kegiatan PKM ini dinyatakan berhasil karena keseluruhan peserta (100%) menjawab telah memahami materi yang diberikan serta mampu membuat eco enzyme dan sabun eco enzyme pada sesi pelatihan.
Dampak Pemanfaatan Ruang terhadap Kelestarian Mangrove di Teluk Ambon, Indonesia Matitaputy, Enrico; Retraubun, A. S. W.; Selanno, Debby A. J.; Papilaya, R.L.; Puturuhu, F.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1482

Abstract

Perkembangan Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku dan kota Orde I dalam lingkup wilayah Provinsi Maluku memicu perkembangan struktur dan pola ruang meluas ke kawasan pesisir. Dampak pembangunan yang tidak terkendali turut mempengaruhi ekosistem mangrove berupa berkurangnya luasan lahan hutan mangrove di beberapa wilayah di Kota Ambon. Dengan mengamati komunitas mangrove di Teluk Ambon dilakukan pada wilayah perairan pantai Negeri Passo, Waiheru, Nania, Negeri Lama, dan Poka, yang mewakili wilayah Teluk Ambon Dalam dan Negeri Tawiri, yang mewakili wilayah Teluk Ambon Luar. Dengan metode eksploratif dan teknik pengolahan data citra, pengamatan dan analisa dampak. Hasil penelitian menunjukan pengurangan luasan hutan mangrove dipengaruhi oleh wilayah pemanfaatan untuk permukiman penduduk, jembatan dan Pelabuhan, Pasar Mardika, Hotel/Penginapan, Restoran dan Café, tempat rekreasi, fasilitas kesehatan, penambangan bahan galian C, pertanian, docking, perikanan tangkap, perikanan budidaya, tempat pembuangan sampah, Dampaknya adalah komunitas mangrove tidak banyak ditemukan pada Teluk Ambon Bagian Luar karena pengaruh arus dan gelombang yang relatif besar dan perairan Teluk Ambon Bagian Luar ekosistem mangrove hanya ditemukan pada wilayah pantai Negeri Tawiri. Komposisi spesies mangrove pada wilayah Teluk Ambon secara keseluruhan, diperoleh 19 Spesies mangrove sejati tergolong dalam 10 famili dan 13 genus. Jumlah spesies mangrove pada perairan Teluk Ambon lebih rendah dibandingkan jumlah spesies mangrove di Indonesia. Indikator dampak juga ditunjukkan dengan nilai kualitas air sungai yang tidak sesuai dengan baku mutu (bau, warna, DO, BOD, COD dan keberadaan E. coli), semakin meningkatnya sampah padat yang dihasilkan, serta tingginya sedimentasi pada beberapa wilayah mangrove di perairan Teluk Ambon