Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Laboratory Research

Profil Resistansi Antibiotik dan Hipermukoviskositas Klebsiella pneumoniae Isolat Berbagai Spesimen Klinis Aminah, Aminah; Trisna, Citra; Lokida, Dewi
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jomlr.v2i2.677

Abstract

Klebsiella pneumoniae merupakan patogen oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, saluran pernafasan, dan sepsis. Bakteri ini menjadi salah satu spesies ESKAPE yang merupakan patogen nosokomial dan berpotensi virulen dan resistan terhadap antimikroba dan termasuk kedalam daftar spesies prioritas untuk penelitian dan target pengembangan antibiotik baru menurut WHO. Karakteristik hipermukoviskositas menjadi salah satu biomarker yang dapat membedakan K. pneumoniae hipervirulen dengan strain klasik. Oleh karena itu penentuan resistansi antibiotik dan hipermukoviskositas K. pneumoniae akan dilakukan untuk menentukan patogenisitas bakteri ini secara klinis dan membantu pencapaian terapi antimikroba yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter strain isolat K. pneumoniae yang berasal dari berbagai sampel klinis (urin, saluran pernafasan, atau darah) berdasarkan resistansi antimikroba dan sifat hipermukoviskositasnya. Data dikumpulkan dilakukan dengan melakukan string test dan uji sensitivitas antibiotik yang diikuti dengan interpretasi hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa K. pneumoniae isolat darah, jaringan, pus, dan sputum induksi yang positif string test memiliki pola resistansi antibiotik yang bervariasi.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Aminah, Aminah; Trisna, Citra; Aliyudin, Muhamad
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jomlr.v3i1.885

Abstract

Kejadian hiperkolesterolemia yang terjadi pada sebagian besar masyarakat di antaranya akibat tidak menjaga perilaku dan gaya hidup, seperti acuh dalam pilihan makanan, dan aktivitas fisik rendah sehingga berdampak pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Rebusan air daun salam memiliki kandungan zat aktif saponin, katekin, quercetin, tanin, serta kandungan lain seperti vitamin C dan serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia di Kelurahan Karang Sari Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan pretest dan post-test one group untuk melihat dampak pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata kadar kolesterol penderita kolesterol tinggi sebelum intervensi sebesar 240 mg/dL menjadi 233 mg/dL. Setelah dilakukan intervensi dengan pemberian air rebusan daun salam, diperoleh rerata penurunan kadar kolesterol sebesar 7 mg/dL. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p value  0,031, artinya terdapat pengaruh air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar kolesterol di Kelurahan Karang Sari Kota Tangerang.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Endofit pada Batang dan Daun Tanaman Songgolangit (Tridax procumbens (Lour.)) Hamtini, Hamtini; Nurhati, Wida; Rahmita, Mellysa; Trisna, Citra; Rahmawati, Juli; Shufiyani, Shufiyani
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.141 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i1.430

Abstract

Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tumbuhan secara simbiotik dengan membentuk koloni selama periode tertentu dari siklus hidupnya dan dapat menghasilkan metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan bakteri endofit dari obat tradisional adalah tanaman Songgolangit (Tridax procumbens (Lour)). Tanaman ini merupakan tanaman herba menahun yang digunakan sebagai tanaman obat yang hampir seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri endofit serta mengetahui jenis bakteri endofit yang terdapat pada batang dan daun tanaman Tridax procumbens. Bakteri endofit diisolasi dari batang dan daun tanaman Tridax procumbens menggunakan metode sterilisasi permukaan kemudian dikulturkan pada media Trypticase Soy Agar (TSA) + antibiotik nistatin 100 ppm lalu diidentifikasi melalui pewarnaan Gram serta dilakukan preservasi bakteri endofit pada agar miring Trypticase Soy Agar (TSA) dan gliserol 40%. Hasil penelitian diperoleh 25 isolat bakteri endofit yang terdiri dari 16 isolat bakteri pada batang dan 9 isolat bakteri pada daun tanaman Tridax procumbens. Isolat bakteri endofit yang diperoleh dari pengamatan Gram didapatkan hasil 17 isolat bakteri endofit Gram (+) dan 8 isolat bakteri endofit Gram (-). Jumlah bakteri endofit di dalam tanaman tidak dapat ditentukan secara pasti, namun bakteri endofit dapat dideteksi dengan mengisolasi pada media agar dan Teknik isolasi yang tepat.
Kadar CD4 Sebelum dan Sesudah Pemberian Obat Antiretroviral (ARV) Pada Pasien Positif HIV di RSU Kota Tangerang Selatan Trisna, Citra; Aminah, Aminah; Wahyudi, Mochammad Rezza
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.286 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i1.434

Abstract

Kasus HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kasus HIV/ AIDS di Provinsi Banten menduduki urutan ke-8 provinsi dengan kasus HIV/ AIDS tertinggi. Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang sistem imunitas yang menyebabkan penderitanya menjadi rentan terserang penyakit. Jika HIV tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan penderita jatuh pada kondisi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penanganan HIV/AIDS dilakukan dengan terapi Antiretroviral yang bertujuan untuk menekan replikasi virus. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kadar CD4 sebelum dan sesudah diberikan terapi ARV. Desain penelitian kuantitatif eksperimental dengan pendekatan pre dan post terapi. Pengambilan sampel dilakukan kepada 82 pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan. Analisa data dilakukan dengan dengan uji T berpasangan pada data berdistribusi normal. Hasil penelitian berdasarkan kelompok rentang usia, persentase tertinggi yaitu pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 26 orang (31,71%). Persentase jenis kelamin laki-laki lebih tinggi daripada perempuan yaitu sebanyak 63 orang (76,83%). Berdasarkan persentase stadium klinis, persentase tertinggi didapatkan pada stadium ke IV sebanyak 47 orang (57,31%). Jumlah CD4 rata-rata sebelum pengobatan adalah 200,146 sel/µL meningkat menjadi rata-rata 262,598 sel/µL setelah mendapat pengobatan ARV. Hasil Paired T Test didapatkan nilai p value < 0,05, hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai CD4 pasien sebelum dan sesudah pemberian obat ARV. Pemantauan dalam mengkonsumsi ARV untuk melihat keberhasilan pengobatan harus menjadi perhatian pasien HIV.
Korelasi Kadar Kreatinin Serum Pasien Thalassemia yang Mendapatkan Deferasirox di RSU Kabupaten Tangerang Yuniar, Isna; Rachmawati, Nurmeily; Trisna, Citra
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.262 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i2.500

Abstract

Thalassemia adalah penyakit genetik yang terjadi akibat penurunan sintesis salah satu rantai utama pada hemoglobin. Penyakit ini ditandai dengan tidak terbentuknya atau berkurangnya rantai globin baik α maupun β yang merupakan komponen utama penyusun molekul hemoglobin normal. Orang yang memiliki kelainan thalassemia biasanya melakukan transfusi untuk meningkatkan hemoglobin dalam darah dan menggunakan kelasi besi sebagai terapi setelah transfusi. Salah satu jenis kelat besi adalah deferasirox. Khelasi besi ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal. Salah satu pemeriksaan untuk mengetahui fungsi ginjal adalah pemeriksaan kreatinin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin serum dan hubungan usia, jenis kelamin, serta frekuensi transfusi dengan gambaran kadar kreatinin serum pada penderita thalassemia yang mendapatkan deferasirox tipe khelasi besi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional menggunakan uji statistik beda independent t test dengan jumlah sampel 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar kreatinin adalah 0,433 mg/dL dengan nilai minimal 0,2 mg/dL dan nilai maksimal 0,7 mg/dL. Analisis data yang diperoleh dilakukan dengan uji statistik independent t test berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kadar kreatinin serum yang ditandai dengan uji statistik diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,213 > 2,04. Pada variabel umur, jarak transfusi, dan lama transfusi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar kreatinin serum yang ditandai dengan uji statistik pada perolehan thitung < ttabel yaitu 0,639, 1,056 dan 0,684 < 2,04.