Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN METODE PROBLEM-BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA Ratnawati, Wahyu; Hirusetyadi, Bambang; Ngafif, Abdul; Dewi, Puspa
Jurnal Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v11i2.9000

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan membaca siswa kelas VIIID SMPN 3 Kertek, Wonosobo. Dari hasil tes diagnostik, rata-rata nilainya adalah 67,83 yang mengindikasikan bahwa kemampuan membacanya masih rendah karena dibawah KKTP 70. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penerapan metode Problem-based Learning pada subjek penelitian siswa kelas VIIID SMPN 3 Kertek, Wonosobo. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment One Group Pre-test Post-test karena penelitian dilakukan pada satu kelompok yaitu kelas VIIID SMPN 3 Kertek, Wonosobo. Dalam penerapan Problem-based Learning, peneliti mengikuti sintak yaitu orientasi siswa pada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa berdasarkan nilai rata-rata yang meningkat menjadi 72,50. Hasil observasi Profil Pelajar Pancasila menunjukkan bahwa pada dimensi gotong royong, peserta didik sudah menunjukkan sikap kerjasama, pada dimensi kreatif siswa dapat mengembangkan kosakata secara luas dan pada dimensi bernalar kritis siswa sudah mampu mengidentifikasi informasi yang terdapat didalam teks. Adanya perubahan kompetensi dan perubahan perilaku di atas menunjukkan bahwa metode Problem-based Learning terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VIIID SMPN 3 Kertek, Wonosobo.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DENGAN METODE CIRC BERBANTU CARD GAME Kusmiati, Titin; Ngafif, Abdul; Dewi, Puspa; Widiyono, Yuli
Jurnal Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v11i2.9001

Abstract

Rendahnya kemampuan membaca di SMPN 2 Sruweng menjadi latar belakang penelitian. Hasil tes diagnostik menunjukkan bahwa subjek penelitian yaitu kelas VIIIB kemampuan membacanya masih rendah dengan indikasi rata-rata nilainya 60 dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) sebesar 37,5%. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa yang menjadi subjek penelitian. Dengan menerapkan metode penelitian One Group Pre-test Post-test, peneliti menerapkan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantu Card Games dengan sintak mengamati, mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan. Hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan rerata hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 75,31 dengan KKTP yaitu 100%. Dari hasil observasi Profil Pelajar Pancasila pada dimensi gotong royong,  59,30% peserta didik sudah menunjukan sikap kerjasama dan pada dimensi mandiri dan kreatif, 78,12% sudah mampu menjawab pertanyaan pada sebuah teks yang disajikan secara mandiri. Melihat adanya perubahan kompetensi dan perubahan perilaku berdasarkan hasil post-test di atas, maka penerapan CIRC berbantu Card Game mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VIIIB SMPN 2 Sruweng.
IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING BERBANTU TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA Kaaf, Lutfi Al; Hendarto, Eko; Ngafif, Abdul; Dewi, Puspa; Widiyono, Yuli
Jurnal Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v11i2.9002

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahanya keterampilan menulis peserta didik kelas VIII A SMPN 2 Karangsambung, Kebumen. Mengambil nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) 70, hasil asesmen awal menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta didik yaitu 66 dan masih dibawah KKTP. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menulis peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis peserta didik melalui implementasi discovery learning berbantu talking stick pada peserta didik kelas VIII A sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan Quasi Experiment One Group Pre-test Post-test sebagai desain penelitian dikarenakan penelitian dilakukan pada satu kelompok yaitu kelas VIII A SMPN 2 Karangsambung, Kebumen. Pada pelaksanaannya, peneliti mengikuti sintak yaitu pemberian rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan menarik kesimpulan. Hasil asesmen akhir menunjukkan peningkatan keterampilan menulis siswa dengan indikator rata-rata nilai adalah 78. Hasil observasi Profil Pelajar Pancasila menunjukkan bahwa pada dimensi mandiri, peserta didik mampu mencari ide karya tulis secara mandiri, pada dimensi bergotong royong, peserta didik menunjukkan sikap kerjasama dalam memecahkan masalah, pada dimensi kreatif siswa dapat mengembangkan idenya menjadi karya tulis. Perubahan kompetensi dan perubahan perilaku menunjukkan bahwa metode discovery learning berbantu talking stick mampu meningkatkan keterampilan menulis peserta didik kelas VIIIA SMPN 2 Karangsambung, Kebumen.
The Analysis of Personal Writing in Freedom Writers Movie and Its Application in Teaching Writing Hasanah, Uswatun; Chasanah, Zulia; Ngafif, Abdul
Linguistics and ELT Journal Vol 13, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v13i1.30999

Abstract

Personal writing, as depicted in the film “Freedom Writers,” offers valuable insights for writing instruction, particularly for students from diverse and challenging backgrounds. This study aims to investigate how personal writing activities—such as diaries and reflective journals—can be applied to foster self-expression, emotional growth, and identity development in the classroom. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through content analysis of the movie and supported by relevant literature. The findings reveal that integrating personal writing into teaching not only enhances students’ motivation and writing abilities but also creates a more supportive and engaging learning environment. These results suggest that personal writing strategies can empower students, boost their confidence, and promote authentic written communication.
Role Play as Pedagogical Tool to Enhance Speaking Skills: Students’ and Lecturer’s Perception Widyani, Annisa Fitri; Ngafif, Abdul; Basuki, Basuki
Scripta : English Department Journal Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Department of English Language Education, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/scripta.v12i2.6414

Abstract

The research aims to explore the students’ perception and to know the lecturer’s perception of role play as a pedagogical tool to enhance English speaking skills. Then, it explores the perceptions of the third-semester students and a Public Speaking course lecturer as its respondents. The use of role-play as a pedagogical tool to enhance English speaking skills in the Public Speaking course at Universitas Muhammadiyah Purworejo is the main topic of this research. Employing a qualitative descriptive design, data were collected through questionnaires and in-depth interviews involving 50 students and one lecturer. The results revealed that both students and the lecturer viewed role play positively, highlighting its effectiveness in improving speaking fluency, boosting confidence, and increasing engagement. Role play provided realistic and interactive contexts for students to apply language skills while reducing anxiety and promoting active participation. However, challenges such as nervousness and lack of preparation were noted, indicating the need for supportive learning environments. These findings suggest that role play should be integrated more frequently into speaking classes to foster communicative competence and real-life speaking readiness.
Comparative Analysis of Learning Outcomes Between Conventional and Google Classroom-Assisted Learning at Vocational High School Handhianto, Rievaldy; Chasanah, Zulia; Ngafif, Abdul
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8277

Abstract

The urgency in this study lies in how student learning outcomes are influenced by the use of the digital application Google Classroom during the learning process. This study aimed to compare students’ learning outcomes between conventional learning and Google Classroom–assisted learning in a Vocational High School context. A quantitative approach employing a quasi-experimental non-equivalent control group design was used. The participants consisted of 45 tenth-grade students at SMK YPT Purworejo, Central Java, Indonesia, selected through purposive sampling. One class served as the experimental group receiving instruction through Google Classroom, while the other class was taught using conventional learning methods. Students’ learning outcomes were measured using a post-test achievement test. The data were analyzed using descriptive statistics, assumption testing, the Mann–Whitney U test, and effect size analysis. The results indicated that students in the Google Classroom–assisted learning group achieved higher mean scores than those in the conventional learning group. The Mann–Whitney U test revealed a marginally significant difference between the two groups (p = .050). Furthermore, the effect size analysis indicated a moderate effect (r = 0.29), suggesting meaningful practical value. Overall, the findings indicate that Google Classroom–assisted learning tends to support better learning outcomes than conventional learning in Vocational High Schools, although its effectiveness depends largely on pedagogical integration rather than technology use alone.
Posyandu Remaja Sebagai Sarana Pendidikan Karakter dan Pencegahan Kenakalan Remaja di Desa Rebug Ngafif, Abdul; Sukron, Sukron; Istikomah, Istikomah; Herlambang, Monika; Istifani, Duwik; Hidayat, Slamet Nur; Sena, Rucy Bayu; Pratama, Pria Duta; Windawati, Wulan Ayu; Yunior, Nava Arlinda; Rahmawati, Nurlia
Jurnal Gerakan Mengabdi untuk Negeri Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/gemari.v4i1.7515

Abstract

Meningkatnya frekuensi kenakalan remaja telah mencapai titik mengkhawatirkan karena mulai merambah ke ranah kriminalitas dan tidak lagi terbatas pada wilayah kota maupun desa, akibat mudahnya akses informasi melalui telepon genggam. Berangkat dari kondisi tersebut, KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Rebug, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo dengan tujuan mencegah merebaknya kenakalan remaja melalui pengadaan Posyandu Remaja yang berfokus pada pendidikan karakter. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggandeng Polsek dan Koramil Kemiri, di mana program diisi dengan sosialisasi kenakalan remaja oleh Bhabinkamtibmas, wawasan kebangsaan oleh Babinsa, serta edukasi pencegahan perilaku NAKAL (Narkoba, Alkohol, Kekerasan, Asusila, dan Liar). Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan sosialisasi serta bertambahnya pemahaman mereka mengenai bahaya kenakalan remaja dan pentingnya nilai kebangsaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Posyandu Remaja dapat menjadi wadah efektif untuk membangun karakter remaja sekaligus mencegah perilaku menyimpang. Rekomendasi tindak lanjut adalah memperluas keterlibatan pihak lain, seperti bidan desa untuk memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja, serta menjadikan Posyandu Remaja sebagai program berkelanjutan yang terintegrasi dengan kegiatan masyarakat desa.