Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

METODE ADDITIVE RATIO ASSESSMENT ( ARAS ) UNTUK REKOMENDASI SEPEDA MOTOR YAMAHA PADA PT. YAMAHA DETA BAHANA CIREBON Erwin Fauzi; Susi Widyastuti; Ilman Kadori
INFOKOM Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL INFOKOM STIKOM POLTEK CIREBON
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan merupakan alat yang digunakan sebagai alat bantu manusia untuk bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu kendaraan yang ada pada saat ini adalah sepeda motor. Banyaknya pilihan Sepeda Motor mengakibatkan konsumen bingung untuk menentukan pilihan sepeda motor yang sesuai dengan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk membantu konsumen mengambil keputusan mengenai pemilihan sepeda motor Yamaha sesuai kebutuhan dan keinginan. Pemilihan tersebut menggunakan Sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode Additive Ratio Assessment (ARAS) untuk membantu konsumen memberikan rekomendasi sepeda motor mana yang akan dipilih, sehingga keputusan dapat tercapai dengan benar dan mendapatkan rekomendasi pilihan sepeda motor Yamaha yang diinginkan. Berdasarkan proses perhitungan dan hasil perangkingan dengan menempatkan data alternatif sebanyak 21 alternatif beserta 5 kriteria yang diantaranya yaitu jenis motor, suku cadang, jenis speedometer, jarak tempuh per liter dan harga. Semua data kemudian di konversikan menjadi bentuk matriks untuk proses mendapatkan hasil nilai akhir. Setelah dilakukan proses perhitungan, dapat diputuskan bahwa motor direkomendasikan pada beberapa data yang masuk dalam perhitungan dengan nilai akhir perangkingan adalah alternatif ke-19 (Xmax 250) dengan nilai 0,8917046. Data Alternatif ke-19 yaitu motor Yamaha Xmax 250 terpilih menjadi rekomendasi terbaik setelah dilakukan proses perhitungan secara keseluruhan
METODE ARAS UNTUK REKOMENDASI SEPEDA MOTOR YAMAHA PADA PT. YAMAHA DETA BAHANA Susi Widyastuti; Erwin Fauzi
INFOKOM Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan merupakan alat yang digunakan sebagai alat bantu manusia untuk bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu kendaraan yang ada pada saat ini adalah sepeda motor. Banyaknya pilihan Sepeda Motor mengakibatkan konsumen bingung untuk menentukan pilihan sepeda motor yang sesuai dengan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk membantu konsumen mengambil keputusan mengenai pemilihan sepeda motor Yamaha sesuai kebutuhan dan keinginan. Pemilihan tersebut menggunakan Sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode Additive Ratio Assessment (ARAS) untuk membantu konsumen memberikan rekomendasi sepeda motor mana yang akan dipilih, sehingga keputusan dapat tercapai dengan benar dan mendapatkan rekomendasi pilihan sepeda motor Yamaha yang diinginkan. Berdasarkan proses perhitungan dan hasil perangkingan dengan menempatkan data alternatif sebanyak 21 alternatif beserta 5 kriteria yang diantaranya yaitu jenis motor, suku cadang, jenis speedometer, jarak tempuh per liter dan harga. Semua data kemudian di konversikan menjadi bentuk matriks untuk proses mendapatkan hasil nilai akhir. Setelah dilakukan proses perhitungan, dapat diputuskan bahwa motor direkomendasikan pada beberapa data yang masuk dalam perhitungan dengan nilai akhir perangkingan adalah alternatif ke-19 (Xmax 250) dengan nilai 0,8917046. Data Alternatif ke-19 yaitu motor Yamaha Xmax 250 terpilih menjadi rekomendasi terbaik setelah dilakukan proses perhitungan secara keseluruhan.
IMPLEMENTASI METODE MABAC UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN PADA YOGYA GRAND KOTA CIREBON Virgiyanti; Susi Widyastuti; Dimas Pambudi Subagyo
INFOKOM Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi kinerja karyawan adalah sebuah proses penilaian kinerja atau evaluasi yang diberikan oleh perusahaan untuk mengukur kualitas kinerja karyawan. Dalam proses evaluasi kinerja karyawan memiliki tenggang waktu selama enam bulan sekali dan jumlah karyawan yang bekerja berjumlah lebih dari 150 menyebabkan pihak manager memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan penilaian terhadap karyawannya. Selain itu, tujuan dari melakukan evaluasi kinerja karyawan juga diharapkan dapat menilai kinerja karyawan secara adil dan efektif. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang suatu sistem yang dapat mampu mengevaluasi kinerja karyawan menggunakan metode Multi -Attributve Border Approximation Area Comparison (MABAC). MABAC merupakan salah satu metode sistem pendukung keputusan yang bersifat multikriteria. Adapun kriteria yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja karyawan adalah Kehadiran (C1), Tanggung Jawab (C2), Kerjasama dan Komunikasi (C3), Sikap (C4) dan Kepatuhan (C5). Berdasarkan hasil peneltian ini yang diperoleh dari perhitungan metode MABAC merupakan data berupa rangking dan Implementasi metode MABAC ini memberikan informasi kepada bagian Manager / Supervisor sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan evaluasi kinerja karyawan dengan menghasilkan daftar karyawan yang akan dipromosikan dan dievaluasi.
METODE ARAS (ADDITIVE RATIO ASSESSMENT) PENENTUAN PENERIMA BANTUAN PUPUK DI DINAS KETAHANANPANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN MAJALENGKA Susi Widyastuti; Asep Kosasih; Afrizal Malik Fajar
Journal of Computation Science and Artificial Intelligence (JCSAI) Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Computation Science and Artificial Intelligence (JCSAI)
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/jcsai.v3i1.25

Abstract

Kabupaten Majalengka di Jawa Barat memiliki potensi pertanian yang kaya, dengan fokus utama pada komoditas seperti padi, jagung, dan kedelai. Namun, penyaluran bantuan pupuk oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Majalengka kepada kelompok tani menghadapi tantangan dalam menentukan penerima yang berhak. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya data yang terkumpul dan proses analisis manual yang memakan waktu. Penelitian ini menghadirkan solusi dengan menerapkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan Metode Additive Ratio Assessment (ARAS), yang didasarkan pada prinsip intuitif bahwa alternatif harus memiliki rasio terbesar untuk menghasilkan solusi yang optimal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ARAS berhasil memberikan peringkat yang akurat, dengan kelompok tani "LEUWEUNG SALAM" mendapatkan peringkat tertinggi, yaitu 0.7270. Dengan demikian, implementasi ARAS dapat membantu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Majalengka dalam meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan pupuk ke kelompok tani yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Abstract Majalengka Regency in West Java boasts a rich agricultural potential, with a primary focus on commodities such as rice, corn, and soybeans. However, the distribution of fertilizer assistance by the Majalengka Regency Department of Food Security, Agriculture, and Fisheries to farmer groups faces challenges in determining eligible recipients. This issue is primarily attributed to the lack of collected data and the time-consuming manual analysis process. This study offers a solution by implementing a Decision Support System (DSS) using the Additive Ratio Assessment (ARAS) method, which is based on the intuitive principle that alternatives must have the highest ratio to yield an optimal solution. The results of this research demonstrate that the application of ARAS successfully provides accurate rankings, with the "LEUWEUNG SALAM" farmer group receiving the highest rank of 0.7270. Thus, the implementation of ARAS can assist the Majalengka Regency Department of Food Security, Agriculture, and Fisheries in enhancing the efficiency of fertilizer distribution to farmer groups that meet the established criteria.