Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Respon Fisiologi pada Pembibitan Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) terhadap Aplikasi Cahaya LED (Light Emitting Diode) Herwitarahman, Alifiya; Poerwanto, Roedhy; Sopandie, Didy; Matra, Deden Derajat
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.939 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.38250

Abstract

Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan mangga endemik Kalimantan Selatan dengan status langka di alamnya berdasarkan IUCN-red list. Kasturi dengan masa juvenil yang panjang sehingga menyebabkan awal pembuahan yang lama. Penggunaan cahaya buatan dengan lampu LED-light emmiting diode diketahui dapat memperpendek juvenilitas karena meningkatkan efisiensi fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan respon fisiologi dari bibit mangga Kasturi menggunakan lampu LED. Penelitian ini menggunakan rancangan petak tersarang dengan faktor utama lampu LED dan faktor kedua aksesi sebagai perlakuan yang disarangkan. Faktor utama terdiri dari tiga taraf yaitu LED merah, putih dan biru, sedangkan faktor kedua terdapat tiga taraf yaitu aksesi Cuban, Pelipisan, dan Kasturi. Penggunaan LED memberikan beberapa perbedaan respon terhadap kandungan klorofil, LED merah menunjukan nilai paling tinggi pada kandungan klorofil a, tetapi tidak ada pengaruh pada klorofil b dan rasio klorofil. Penyinaran LED biru menunjukkan nilai absorsi cahaya, konduktansi stomata, transpirasi, dan laju fotosintesis yang lebih tinggi pada aksesi Kasturi. Lampu LED biru meningkatkan kandungan glukosa, sedangkan lampu LED putih membuat kandungan fruktosa yang lebih tinggi dibandingkan lampu lain dan mempengaruhi ketebalan daun yang lebih tebal. Berdasarkan penelitian ini monokromatik LED memberikan pengaruh berbeda pada setiap karakter fisiologis, yang berpengaruh pada percepatan masa juvenil. Kata kunci: fotosintesis, fruktosa, glukosa, rasio klorofil
Pengaruh Frekuensi Pemberian NPK terhadap Kualitas Buah Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Kurniawan, Nafi’; Susanto, Slamet; Matra, Deden Derajat
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51580

Abstract

Pamelo atau jeruk besar (Citrus maxima (Burm.) Merr.) merupakan salah satu jenis jeruk di Indonesia yang mempunyai ukuran buah lebih besar dibandingkan dengan jenis jeruk lain. Produksi dan kualitas buah pamelo masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi selera konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rekomendasi frekuensi pemupukan NPK yang tepat untuk meningkatkan kualitas buah pamelo. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan IPB dan Laboratorium pascapanen AGH dari bulan Desember 2019 sampai Juni 2020. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu frekuensi pemupukan yang terdiri atas 4 perlakuan, yaitu kontrol tanpa pemupukan (P1), pemupukan setiap 2 minggu (P2), 4 minggu (P3), dan 8 minggu (P4), dengan dosis setiap aplikasi 0.5 kg per tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil menunjukkan bahwa tanaman dari perlakuan P3 menunjukkan hasil nyata lebih tinggi bobot buah, diameter buah dan lingkar buah dibandingkan kontrol. Bobot bagian buah secara proporsional meningkat dengan semakin tingginya bobot buah. Proporsi bagian dapat dimakan (BDD) berkisar antara 62-64% tidak berbeda nyata antar perlakuan. Perlakuan frekuensi pemupukan tidak berpengaruh nyata pada kandungan PTT, ATT dan vitamin C. PTT berkisar antara 9,8-10,6 °Brix, ATT berkisar antara 0.49-0.64%, Vitamin C berkisar antara 36.6-38.0 mg 100 g-1. Jumlah tunas vegetatif dan generatif yang muncul selama periode perkembangan buah sangat rendah, tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Kata kunci: bagian dapat dimakan, kualitas eksternal, kualitas internal, pupuk majemuk, varietas Nambangan