Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH FERMENTASI LIMBAH BUAH DURIAN MENGGUNAKAN TRICHODERMA SP. TERHADAP KUALITAS NUTRISI Fitriyani, Dewi; Ramadhan, Rahmad Fani; Saefulhadjar, Deny
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i1.2154

Abstract

Industri pakan ternak menghadapi tantangan dalam penyediaan bahan pakan sumber protein karena masih bergantung pada impor dan harga bahan yang fluktuatif. Limbah buah durian berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan alternatif melalui fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dosis Trichoderma sp. terhadap kualitas nutrisi limbah buah durian yang difermentasi, dengan parameter protein kasar, lemak kasar, kadar air, dan kadar abu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan Duncan. Substrat yang digunakan berupa campuran limbah buah durian dan ampas tahu (80:20), difermentasi selama 10 hari dengan variasi dosis inokulum Trichoderma sp. sebesar 0% (P0), 0,5% (P1), 1% (P2), 2% (P3), dan 4% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap semua parameter. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 0,5% Trichoderma sp. (P1) dengan peningkatan protein kasar hingga 10,68%, dan penurunan lemak kasar menjadi 10,38%.
IDENTIFIKASI KADAR SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK PEGAGAN Centella asiatica SEBAGAI BAHAN FEED ADDITIVE ALAMI Ilham, Muhamad Aripin; Mansyur, Mansyur; Ramadhan, Rahmad Fani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i4.64907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak pegagan (Centella asiatica) yang tumbuh pada dataran tinggi. Pegagan memiliki senyawa metabolisme sekunder yang terdiri dari flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, dan senyawa lainnya. Senyawa metabolit ini memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antimikroba sehingga dapat digunakan sebagai bahan feed additive untuk menggantikan antibiotic growth promotore dan antioksidan sintetis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan mengumpulkan sampel pegagan dari 30 titik di sekitar area Bandung raya, Jawa Barat, Indonesia. Metode maserasi digunakan untuk mengekstrak sampel. Senyawa metabolit sekunder yang diukur dalam penelitian ini adalah flavonoid, triterpenoid, tanin, dan saponin. Senyawa tersebut diukur dengan metode spektrofotometrik. Hasil penelitian ini menunjukan kadar flavonoid yang terukur sebesar 132,34 ± 11,12 mg EK/g berat kering, triterpenoid 17,83 ± 2,84 mg EAU/g berat kering, tanin 64,59 ± 21,85 mg EKa/g berat kering, dan saponin 171,77 ± 74,91 mg ED/g berat kering. Berdasarkan hasil tersebut, pegagan memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan feed additive alami untuk menggantikan antibiotic growth promotore dan antioksidan sintetis.
Uji Kualitas Fisik Pelet Berbasis Hijauan Kering Kaliandra (Calliandra calothyrsus) dengan Bahan Pengikat Berbeda Daniel, Sandro Sahat; Mansyur, Mansyur; Ramadhan, Rahmad Fani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i4.63226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bahan pengikat pada pembuatan pelet kaliandra (Calliandra calothyrsus) terhadap kualitas fisik pelet. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima jenis perlakuan, yaitu P1: kaliandra 80% + tepung gaplek 20%, P2: kaliandra 80% + tepung gaplek 15% + molases 5%, P3: kaliandra 80% + molases 10% + tepung gaplek 10%, P4: kaliandra 80% + molases 15% + tepung gaplek  5%, dan P5: kaliandra 80% + molases 20% sebanyak 4 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji secara lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Peubah yang diamati adalah durabilitas, densitas, berat jenis, dan daya serap air. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penggunaan bahan pengikat berpengaruh nyata terhadap durabilitas pelet, densitas pelet, dan daya serap air pelet, namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat jenis pelet. Kualitas fisik pelet terbaik diperoleh pada pelet dengan komposisi kaliandra 80% + molases 5% + tepung gaplek 15% dengan durabilitas 92%, densitas 498,03 kg/m3, berat jenis 1,15 g/cm3, dan daya serap air 49,19%.