Dian Ihwana Ansyar
Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Neger Alauddin Makassar, Makassar

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita Pada Masa Pandemi Covid 19 di Puskesmas Kabupaten Gowa Jayadi, Yusma Indah; Syarfaini, Syarfaini; Ansyar, Dian Ihwana; Alam, Syamsul; Sayyidinna, Dhika Avri
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 2, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i2.21998

Abstract

Sekitar 45% kematian pada anak di bawah usia 5 tahun terkait dengan kekurangan gizi. Balita gizi kurang dan gizi buruk dalam pemulihan merupakan kelompok rentan yang perlu mendapat penanganan untuk perbaikan status gizinya yaitu pemberian makanan tambahan (MT) sekalipun di masa pandemi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program Pemberian Makanan Tambahan (MT)-anak balita yang telah terlaksana di empat puskesmas Kabupaten Gowa di masa pandemi. Penelitian ini berjenis kualitatif dilakukan pada 26 sampai 29 Maret 2021 di empat puskesmas di Kabupaten Gowa, yaitu Puskesmas Taeng, Puskesmas Bontomarannu, Puskesmas Pallangga, dan Puskesmas Samata. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas Taeng, Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Pallangga dan Samata, dan kader Puskesmas Bontomarannu. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam menggunakan daftar pertanyaan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah program Pemberian MT balita pada keempat puskesmas masa pandemic Covid 19 dalam proses perencanaannya berjalan baik, karena setiap tahunnya program MT selalu terlaksana di empat puskesmas. Dalam pelaksanaan program PMT masih terdapat hambatan diantaranya cuaca yang kurang mendukung sehingga terjadi pergeseran waktu dan kesadaran masyarakat. Sedangkan dalam proses pemantauan keseluruhannya dilakukan oleh pihak puskesmas, pencatatan dan pelaporan dilakukan meski dengan kendala yang ditemukan pada masyarakat ketidaktepatan sasaran karena penerima MT membagikan MT pada yang lain. Dalam proses evaluasi program PMT pada balita masih adanya kendala dari sarana, peran ibu balita dan peran lintas sektor dalam proses peningkatan status gizi, juga tidak dilakukannya uji daya terima. Dari penelitian ini didapatkan simpulan bahwa evaluasi program pemberian makanan tambahan pada balita mulai dari input, proses perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi program, berusaha dilaksanakan oleh keempat puskesmas dengan cukup baik walaupun ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan.
Eating pattern and educational history in women of childbearing age Syamsul Alam; Dian Ihwana Ansyar; Muhammad Fais Satrianegara
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.962 KB) | DOI: 10.24252/as.v12i1.14185

Abstract

Chronic energy deficiencies often occur and attack women of childbearing age. this illustrates insufficient energy and protein intake and it can result in health and unbalanced nutritional patterns. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and educational history with the incidence of chronic energy deficiency in women of childbearing age in Gunturu Village, Herlang District, Bulukumba, Province of South Sulawesi. This research was conducted in 2019 with a total sample of 359 people,  the design of this study was cross sectional study, data collection through interviews using questionnaires and direct observation, data of Chronic energy deficiencies obtained through LiLA measurements, consumption patterns obtained through interviews using the FFQ Form, and it was analyzed statistically with the chi square test. The result shown that the eating patterns of most respondents were in the good category and did not experience KEK. While the majority of respondents with less eating patterns did not experience KEK. Respondents who had never attended school, respondents had completed elementary / junior high / high school education, and respondents who graduated from tertiary institutions mostly did not experience KEK. The absence of a statistically significant relationship between diet and education was likely to be influenced by the proportion of WUS who experience a lower KEK that was 45 people than WUS who did not experience KEK as many as 314 people. Researchers hope that the community can maintain healthy living behaviors by managing a good diet, like watching the type of food consumed
Komparasi Hubungan Faktor Predisposisi dan Faktor Penguat dengan Kepatuhan Pengobatan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Pulau dan Non Pulau Kota Makassar Dian Ihwana Ansyar; Andi Zulkifli Abdulllah; Darmawansyah
Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020): Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kjkm.v2i2.227

Abstract

Rendahnya pengendalian Diabetes Melitus (DM) seperti menjalani pengobatan berakibat pada peningkatan kasus kematian baik di wilayah pulau maupun non pulau. Masalah kepatuhan dalam menjalani terapi merupakan masalah medis serius yang dihadapi tenaga profesional kesehatan baik di wilayah pulau maupun non pulau Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai hubungan faktor predisposisi (lama menderita DM tipe 2, tingkat pengetahuan dan Health locus of control internal) dan faktor penguat (dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan) dengan kepatuhan pengobatan pada penderita DM tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 158. Sampel dipilih secara proportionate stratified random sampling di antaranya 31 sampel di wilayah pulau Puskesmas Barrang lompo dan 127 sampel di wilayah non pulau Puseksmas Antang. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penderita DM tipe 2 yang kurang patuh terhadap pengobatan di wilayah pulau yaitu 38.7% sedangkan di wilayah non pulau sebesar 37.0%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan (p=0,046; OR=6,435 95% CI; 1,037-39,930) dengan kepatuhan pengobatan DM tipe 2 di wilayah pulau. Ada hubungan bermakna secara statistik antara Health locus of control Internal  (p=0,004; OR=4,469 95%CI; 1,632-12,238), Dukungan keluarga (p=0,007; OR=4,520 95%CI; 1,508-13,550), dan Dukungan tenaga kesehatan (p=0,016; OR=13,781 95%CI; 1,620-117,247) dengan kepatuhan pengobatan DM tipe 2 di wilayah non pulau. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dari pelayanan kesehatan melalui media tertentu di wilayah pulau dan Peningkatan Pemantauan Keberhasilan pengobatan diabetes dari tenaga kesehatan di wilayah non pulau.
Analisis Determinan Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dian Ihwana Ansyar; Andi Zulkifli Abdullah
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 1 (2022): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kepatuhan pengobatan masih menjadi masalah medis serius yang dihadapi tenaga profesional kesehatan. WHO telah melaporkan bahwa sebanyak 50% pasien dengan penyakit kronis tidak memakai obat-obatan mereka sesuai resep dokter dan Indonesia menunjukkan hanya dua pertiga saja dari yang terdiagnosis yang menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Antang Kota Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional study yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Antang pada bulan Februari-Maret 2018 dengan jumlah sampel 127 penderita DM Tipe 2. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita DM Tipe 2 sebagian besar patuh terhadap pengobatan yaitu sebesar 63%. Determinan yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada penderita DM tipe 2 adalah status pekerjaan (p= 0,002<0,05; OR=3,350 95%CI 1,552-7,232), komplikasi DM Tipe 2 (p= 0,003<0,05; OR=0,310 95%CI 0,140-0,685), pengetahuan (p= 0,041<0,05; OR=2,750 95%CI 1,017-7,436), Health Locus Of Control (HLOC) internal (p= 0,000<0,05; OR=6,160 95%CI 2,565-14,791), dukungan keluarga (p= 0,003<0,05; OR=7,600 95%CI 2,725-21,199), dukungan tenaga kesehatan (p=0,000<0,05; OR=24,139 95%CI 3,002-194,131). Dukungan tenaga kesehatan merupakan determinan yang paling berhubungan dengan kepatuhan pengobatan diabetes mellitus tipe 2 (p= 0,018<0,05 ; OR=13,746 95% CI 1,554-121,617). Kata Kunci: kepatuhan pengobatan, diabetes mellitus tipe 2, Pengetahuan, health locus of control, dukungan tenaga kesehatan
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Makan Mahasiswa di Kota Makassar  Tri Addya Karini; Zilfadhilah Arranury; Dian Ihwana Ansyar; Dian Rezki Wijaya; Ria Anggraeni Syahrir
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 2 (2022): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet, sebagai bagian dari perkembangan teknologi informasi banyak sekali memberikan kemudahan untuk penggunanya dan telah masuk dalam semua bagian sendi kehidupan. Penggunaan internet dan media sosial saat ini bukan hanya untuk kebutuhan edukasi semata, namun juga dipergunakan untuk hiburan, belanja, media sosial dan hal lainnya. Hasil Survei Pangan tahun 2018 menemukan bahwa penduduk yang berusia di atas 10 tahun di Indonesia mempunyai perilaku konsumsi makanan berlemak, berkolesterol, dan makanan gorengan 40,7%, konsumsi maknan asin 26,2%, dan konsumsi makanan manis 53,1%, dan perilaku kurang konsumsi sayur dan buah mencapai 93,6%. Berbanding lurus dengan penggunaan internet yang juga semakin meningkat. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melihat bagaiman hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku makan, khususnya mahasiswa yang notabene merupakan kelompok yang menggunakan gadget sangat aktif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel sebanyak 86 reseponden, yang diambil secara purposive sampling. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian yaitu tidak ada hubungan durasi penggunaan media sosial dengan perilaku makan, hal tersebut ditunjukkan dengan p-value= 0,624 > 0,05. Tidak ada hubungan frekuensi penggunaan media sosial dengan perilaku makan, hal tersebut ditunjukkan dengan p-value= 0,440> 0,05. Ada hubungan akses media sosial terkait informasi makanan dengan perilaku makan. Hasil p-value= 0,125> 0,05 dengan nilai ORcrude (95% CI)= 2,805 (1,123-7,005). Kata kunci: internet, perilaku makan, social media
A: Studi Banding Pelayanan Pangan Rumah Sakit Islam Negeri dan Swasta di Makassar Yusma Indah Jayadi; Rezki Nurfatmi; A. Syamsiah Adha; Sukfitrianty Syahrir; Dian Ihwana Ansyar; Ichsanul Ahkam
Journal of Health Science and Prevention Vol. 7 No. 1 (2023): JHSP Vol 7 No 1 - 2023
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jhsp.v7i1.898

Abstract

Institutional and industrial food delivery is an integrated program consisting of planning, procuring, storing, processing foodstuffs, and serving or serving food on a large scale. This feeding activity must be guided by the PGRS to ensure quality food so that patients can accelerate the healing process. The implementation of institutional food even though it is guided by PGRS, in fact in the field there are differences in its application, especially in hospital nutrition installations.  This study aims to compare the management of food organizations and services in the nutrition installation of Islamic hospitals and general hospitals. This research is a type of qualitative research in May 2022 with a demonology approach, namely describing the implementation of management in food delivery activities at the Nutrition Installation of Faisal Islamic Hospital and Pelamonia Hospital.  The subjects in this study were the head of the hospital, processing personnel, nutritionists, waiters and patients' families.  The study of data collection through in-depth interviews using a list of questions. Differences in the implementation of management in food delivery activities at the Nutrition Installation of Faisal Islamic Hospital and Pelamonia Hospital which include good kitchen requirements, the needs of officers in nutrition installations, planning for food needs, procurement of foodstuffs, officers who process foodstuffs, prerequisites for processing foodstuffs, and food distribution officers. : It is expected for the Faisal Islamic Hospital and Pelamonia Hospital to evaluate by the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 73 of 2013 concerning Guidelines for Hospital Nutrition Services.
Portrait of Metabolic Syndrome by Gender in A Rural Area of Gowa Regency Sadarang, Rimawati Aulia Insani; Bujawati, Emmi; Wijaya, Dian Rezki; Ansyar, Dian Ihwana; Haerana, Bs Titi; Nildawati, Nildawati
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 4, Issue 2, February 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v4i2.45475

Abstract

Metabolic syndrome is an important indicator in efforts to control non-communicable diseases. The incidence of metabolic syndrome is directly proportional to the incidence of obesity while the prevalence of metabolic syndrome varies based on sociodemographic characteristics and lifestyle. Efforts to identify metabolic syndrome in the community are a crucial step to identify early the potential for hypertension, coronary heart disease, stroke and diabetes mellitus. This study aims to identify components of metabolic syndrome based on gender. Cross sectional study is the research design that underlies data collection on risk factors for metabolic syndrome which is carried out through interviews and measurements of height, weight, waist circumference, blood pressure and cholesterol levels using NCEP-III criteria as the basis for identifying metabolic syndrome. Data analysis used the Chi-Square test. The metabolic syndrome component in the form of obesity is identified in men and women using different indicators. Both men and women have experienced increases in systolic blood pressure and cholesterol levels. A history of smoking was the only risk factor for metabolic syndrome with a statistically significant difference in proportion between men and women. Behavioral modifications such as eating patterns, rest, and others according to the guidance of the Koran and hadith are needed to minimize the incidence of metabolic syndrome.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Percontohan sebagai Edukasi Pemanfaatan Pada Masyarakat Dusun Jambua Ansyar, Dian Ihwana
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 1, Issue 1, March-August 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat keluarga merupakan alternatif pengobatan dan perawatan mandiri dengan menggunakan tanaman obat berkhasiat. 90,3% masyarakat di dusun Jambua mengkonsumsi ramuan buatan sendiri. Namun ternyata mayoritas masyarakat di dusun jambua tidak mengetahui bahwa ramuan buatan sendiri itu sudah termasuk pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan sekitar 53,8% masyarakat tidak memanfaatkan tanmaan obat keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan sekaligus membuat toga percontohan bagi keluarga dusun Jambua. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilaksanakan pada hari Rabu-kamis,15-16 Desember 2021 di Dusun Jambua, Kec. Cenrana Kab. Maros. Metode kegiatan dilakukan dengan praktik langsung pembuatan tanaman obat keluarga percontohan yang dilakukan di Halaman Masjid. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik karena masyarakat telah memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga dan dapat memanfaatkan tanaman obat keluarga sebagai ramuan buatan sendiri. Diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat dapat membuat sendiri tanaman obat sendiri di halaman rumah sebagai pencegahan maupun pengobatan alternatif bagikeluarga.
Papan Wicara sebagai Media Promosi Kesehatan Larangan Merokok Pada Siswa Sekolah Dasar Ansyar, Dian Ihwana
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 1, Issue 1, March-August 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan perilaku merokok cenderung dimulai dari usia semakin muda saat ini. Perilaku merokok cenderung lebih banyak terjadi pada usia muda tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. pendidikan kesehatan memiliki efek yng signifikan terhadap perubahan tingkat pengetahuan remaja tentang dampak bahaya merokok. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan peringatan pada anak siswa SDN 171 Kaluku terkait bahaya merokok melalui pembuatan papan dan pemasangan papan wicara yang didukung oleh penyuluhan kesehatan. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilaksanakan pada hari kamis-jumat,16-17 Desember 2021 di Dusun Jambua, Kec. Cenrana Kab. Maros. Metode kegiatan dilakukan dengan pembuatan dan pemasangan papan wicara di sekitar area SDN 171 Kaluku Dusun Jambua. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik karena siswa SDN 171 mengetahui bahaya merokok melaui penyuluhan dan dapat teredukasi melalui papan wicara sebagai media promosi kesehatan tentang larangan merokok. Tim pengabdian dan masyarakat Dusun Jambua berharap upaya yang dilakukan ini dapat mengurangi perilaku merokok di Dusun Jambua khusunya pada anak-anak dan remaja.
Increasing maternal knowledge through counseling on the consumption of risky foods in children aged 2-10 years Alam, Syamsul; Ansyar, Dian Ihwana; Junita, Syamsurya; Putri, Ayuni; Magfirah, Fifi
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 3, Issue 1, September-February 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v3i1.45000

Abstract

Nutritional status of thin, short, and fat that is high enough indicates food intake that is still unbalanced. Children's food intake is influenced by diet, when food supply, physical activity, and snack habits. One of the efforts to reduce the consumption of risky foods (instant snacks) is the implementation of the IEC program (communication, education, and information). The type of research used is observational with a descriptive approach and the sampling techniques used are simple random sampling and purposive sampling. The entire study population was mothers living in Bontona hamlet, Kanreapia village, Tombolo Pao District, Gowa Regency, totalling 32 respondents. In the implementation of the program, the results of increasing maternal knowledge were obtained after counselling activities on excessive consumption of risky foods (instant snacks) in children aged 2-10 years. Through this activity, it is hoped that mothers can practice the knowledge they have in parenting, especially the practice of providing nutritious food