Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Anggapa

Perencanaan dan Perancangan Panti Werdha dengan Tema Arsitektur Perilaku di Kecamatan Sukolilo, Surabaya Antonius Wijaya, Melvin; Shirleyana; Rosilawati, Hana
Jurnal Anggapa Vol 2 No 2 (2023): ANGGAPA Volume 2 No 2 November 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v2i2.619

Abstract

Pada masa tuanya, lanjut usia (lansia) mengalami berbagai penurunan aspek seperti aspek biologis, psikologis, dan sosialnya. Dengan adanya peningkatan populasi lansia di Kota Surabaya, kebutuhan akan Panti Werdha juga bertambah. Maka, dengan adanya perencanaan dan perancangan Panti Werdha di Kota Surabaya dengan tema Arsitektur Perilaku akan membantu mewadahi aktivitas lansia dan kebutuhan akan Panti Werdha. Metode perancangan yang digunakan adalah Architectural Programming yang terdiri dari tahap persiapan, identifikasi masalah, pengumpulan data primer dan sekunder, analisa, konsep perancangan hingga desain arsitektur. Lokasi perancangan berada di Jalan Puri Sukolilo Taman Kota Surabaya. Tema Arsitektur Perilaku diwujudkan berupa perilaku spasial pada konsep mikro bentuk, teritorialitas pada konsep mikro ruang, serta penerapan teritorialitas dan privasi pada konsep mikro tatanan massa. Hasil penerapan konsep kedalam desain adalah terdesain tiga jenis massa bangunan yang memiliki bentuk berbeda-beda agar lansia tidak kehilangan arah, penataan ruang dan desain penanda pada ruang yang memudahkan lansia untuk berorientasi, serta penataan massa yang ditata untuk memberikan kesan terlindungi secara privasi bagi lansia. Perencanaan dan Perancangan Panti Werdha dibuat dengan mempertimbangkan berbagai kajian dan analisa, maka diharapkan perancangan Panti Werdha menjadi lebih optimal.
Tinjauan Teori Vitruvius pada Desain Gubuk dengan Konsep Tumpeng di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Andarini, Risma; Shirleyana
Jurnal Anggapa Vol 3 No 1 (2024): ANGGAPA Volume 3 No 1 April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v3i1.664

Abstract

Dalam rangka pendampingan petani dan peningkatan produktivitas padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi bekerja sama dengan IAI Jatim utnuk membuat acara Archifarming-Architextile. Gubuk sawah yang biasanya tidak didesain secara khusus, dicoba untuk memasukkan unsur arsitektur ke dalam desainnya agar menarik namun tetap bermanfaat. Hal ini merupakan bentuk penghormatan kepada para petani yang menjadi tonggak utama keberadaan Kabupaten Ngawi sebagai lumbung padi di Jawa Timur. Metode perencanaan dan pembangunan yang digunakan meliputi tahap persiapan (pra rancangan), tahapan perancangan termasuk analisa sistem dan bahan yang digunakan, dan tahap konstruksi (implementasi) di lapangan. Penerapan teori Arsitektur Vitruvius dalam perancangan gubuk sawah di Ngawi meliputi tiga hal. Pertama, Firmitas, menonjolkan kekuatan dan kekokohan Gubuk Tumpeng di tengah-tengah area sawah. Kedua, Utilitas, gubuk yang didesain mampu berfungsi sesuai dengan yang seharusnya, menjadi tempat peneduh dan beristirahat bagi petani. Ketiga, Venustas, bagaimana desain gubuk tidak hanya memberikan fungsi tapi memberi nilai estetika di tengah-tengah sawah.
Perencanaan dan Perancangan Day Care Berbasis Montessori dengan Tema Arsitektur Perilaku di Surabaya Setiawati, Marcelina; Shirleyana; Rosilawati, Hana
Jurnal Anggapa Vol 3 No 2 (2024): ANGGAPA Volume 3 No 2 November 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v3i2.740

Abstract

Pola hidup masyarakat beberapa negara dipengaruhi oleh pertumbuhan teknologi informasi dan globalisasi. Di mana ada tuntutan ekonomi yang tinggi dan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan, semakin banyak perempuan yang bekerja akan berdampak pada peran orang tua pada pola pengasuhan anak. Dengan bertambahnya jumlah populasi manusia di Kota Surabaya, menyebabkan adanya peningkatan dalam jumlah anak, sehingga permintaan akan kebutuhan day care juga bertambah. Maka dengan adanya perencanaan dan perancangan day care berbasis Montessori dengan pendekatan Arsitektur Perilaku akan menjadi solusi dalam memfasilitasi aktivitas anak dan memenuhi kebutuhan akan day care. Metode yang digunakan adalah metode Donna P. Duerk,1993 yang meliputi fakta, isu, manfaat, tujuan, performance requirements dan konsep. Lokasi perancangan terletak di Jl. Gading Pantai No. 15 B, Kota Surabaya. Konsep makro yang digunakan adalah "Funtastic". Mikro bentuk, fantastic diterapkan melalui permainan garis fasad. Konsep mikro ruang mencakup penerapan teritori dan prinsip Montessori. Mikro lansekap menciptakan suasana menyenangkan, memberikan kebebasan yang terarah. Hasil penerapan konsep menghasilkan massa bangunan tunggal yang terjaga keamanannya. Penataan letak dan desain ruang dibuat untuk memudahkan akses anak-anak. Penataan massa dirancang memberikan kesan menyenangkan namun terlindungi. Perencanaan dan perancangan day care dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kajian dan analisis, sehingga diharapkan desain day care menjadi lebih optimal.
Perencanaan dan Perancangan Museum Seni Rupa di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Meldy, Jerremia Octa; Shirleyana; Rosilawati, Hana
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.769

Abstract

Surabaya memiliki potensi besar untuk pengembangan fasilitas seni rupa yang representative sebagai pusat pertumbuhan seni dan budaya di Jawa Timur. Namun saat ini, belum terdapat museum seni rupa yang komprehensif di Surabaya yang mampu mewadahi berbagai bentuk ekspresi seni rupa dan sekaligus menjadi pusat edukasi serta rekreasi bagi masyarakat. Pendekatan arsitektur kontemporer dipilih karena kemampuannya dalammenciptakan bangunan yang inovatif, fungsional, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mampu mengakomodasi kebutuhan ruang pamer yang dinamis dan fleksibel. Metode yang digunakan meliputi studi literatur terkait perencanaan museum, prinsip-prinsip arsitektur kontemporer, analisis tapak, serta studi preseden. Hasil perancangan ini dapat menghasilkan sebuah konsep museum seni rupa yang ikonik di Surabaya, yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah apresiasi seni, tetapi juga sebagai landmark kota yang mencerminkan kemajuan arsitektur dan budaya.
Perencanaan dan Perancangan Buddhist Center di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis Yong, Valerie Crystalia; Shirleyana; Andarini, Risma
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.851

Abstract

Di Kota Surabaya, Buddhist Center yang ada masih terbatas berupa vihara hingga cetiya yangberskala kecil. Hal ini menyebabkan kurangnya fasilitas yang memadai dan lengkap sehinggaaktivitas yang dapat dilakukan oleh umat beragama Buddha di Kota Surabaya untukmemperoleh informasi serta melakukan kegiatan peribadatan menjadi terbatas. Oleh karenaitu, dengan adanya perencanaan dan perancangan Buddhist Center di Kota Surabaya denganpendekaan Arsitektur Simbolis akan memberikan kemudahan bagi umat Buddha khususnyadi Kota Surabaya untuk mewadahi segala aktivitas keagamaan dalam wilayah yang strategis.Metode desain yang digunakan menggunakan metode Donna P. Duerk dengan proses yangmeliputi fact, issue, goal, performance requirements dan concept. Tema arsitektur simbolisdiwujudkan melalui bentuk bangunan yang berbentuk stupa sebagai lambang agama Buddhayang mudah ditangkap oleh masyarakat. Stupa sebagai lambang yang bermakna pencerahanjuga memberikan kesan dan ciri khas yang mudah ditangkap secara visual dalammendeskripsikan fungsi dari bangunan. Perencanaan dan Perancangan Buddhist Centerdiharapkan dapat menjadi referensi ilmu, wawasan serta pengetahuan dalam pengembanganilmu Arsitektur, khususnya perancangan gedung ibadah.
Perencanaan dan Perancangan Sensory Museum Perjuangan Bangsa Indonesia sebagai Tempat Fun-Education di Kota Surabaya Tema: Arsitektur Simbolis Hionasis, Albert Sebastian; Andarini, Risma; Shirleyana
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.853

Abstract

Dari tahun ke tahun terlihat dari jumlah kunjungan terdapat penurunan minat masyarakat terhadap museum konvensional. Museum perlu melakukan pendekatan baru yang mengintegrasikan teknologi kini ke dalam program pembelajaran museum. Para pengunjung tidak hanya melihat secara visual, tetapi juga seolah-olah diikutsertakan dalam peristiwa yang diceritakan dalam museum. Maka, dengan adanya perencanaan dan perancangan sensory museum perjuangan Bangsa Indonesia akan membantu memberikan edukasi sejarah dengan pendekatan yang berbeda dari museum konvensional. Buku Architectural programming dari Donna P. Duerk digunakan sebagai metode perancangan yang melibatkan identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, konsep perancangan, dandesain arsitektur. Lokasi perancangan berada pada Jalan Taman Jayengrono, Surabaya. Tema arsitektur simbolis menggunakan konsep makro Pancasila pada perancangan sensory museum. Bentuk bangunan mengimplementasikan simbol dan sifat dari setiap sila Pancasila, mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Pada konsep mikro diterapkan sila-sila dan juga pengalaman sensori pada setiap ruang pameran. Perencanaan dan Perancangan Sensory Museum Perjuangan Bangsa Indonesia Sebagai Tempat Fun-Education Di Kota Surabaya Tema: Arsitektur Simbolis ini dibuat berdasarkan kajian dan analisa yang telah dilakukan dan diharapkan perancangan museum dapat menjadi lebih optimal.