Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Penggunaan Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Pakan Magot Andrew Kurniawan Vadreas; Afifah Afifah; Ruzita Sumiati; Rina Rina; Doni Marzuki; Rajimar Suhal Hasibuan
Jurnal Andalas: Rekayasa dan Penerapan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jarpet.v2i2.28

Abstract

PKM ini bermulai dari program Walikota Padang terkait Kampung Tematik. Salah satu kampung tematik itu adalah Kampung Tematik Eco Enzyme yang berada di Desa Andalas yang diselenggarakan oleh Bank Sampah Unit Andalas Sepakat. Pada Kampung Tematik Eco Enzyme ini terdapat pembudidayaan MAGOT yang berhubungan dengan pengolahan Eco Enzyme. Hal ini berkaitan erat dari sampah organik yang diolah untuk pembuatan Eco Enzyme nantinya akan digunakan sebagai pakan untuk pembudidayaan magot. Oleh karena itu tujuan dari PKM ini adalah sebagai bentuk peranan Perguruan Tinggi khususnya Politeknik Negeri Padang untuk membantu Kampung Tematik Eco Enzyme dalam mengoptimalkan pakan magot yang akan diberikan dengan menggunakan mesin pencacah sampah organik. Dalam pengoperasian mesin pencacah sampah organik ini menggunakan Standar Operasional (SOP) yang sudah diuji di labor Teknik Mesin Poltiteknik Negeri Padang, sehingga saat pengoperasian mesin tidak terjadi kesalahan baik secara teknis maupun personal. Diharapkan PKM ini dapat membantu masyarakat Kampung Tematik Eco Enzyme dalam mengoptimalkan hasil budidaya magot.
Pengaruh Orientasi Pasar Terhadap Kinerja Usaha: Studi Pada Usaha Coffe Shop di Kota Padang Afifah; Mohammad Fauzan; Gustina; Willson Gustiawan
ABEC Indonesia Vol. 10 (2022): 10th Applied Business and Engineering Conference
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientasi pasar adalah budaya yang ada dalam suatu usaha dimana seluruh komponen usaha berkeyakinan bahwa peningkatan nilai pelanggan akan menggerakkan kinerja usaha. Komponen untuk mengukur apakah sebuah usaha berorientasi pasar salah satunya dikemukan oleh Narver dan Slater (1990) yakni: orientasi pesaing, orientasi pelanggan dan koordinasi antar fungsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pengusaha coffe shop di Kota Padang sudah berorientasi pasar dan jika sudah berorientasi pasar adakah hubungannya dengan kinerja usaha mereka. Diketahui coffe shop menjadi salah satu bentuk usaha yang mengalami pertumbuhan dari segi jumlah di Kota Padang, hampir disetiap sudut kota berdiri coffe shop dengan berbagai skala usaha. Untuk menjawab tujuan penelitian disebarkan kuesioner secara online maupun offline pada 103 responden secara accidental sampling. Kuesioner didesain berdasarkan komponen orientasi pasar Narver dan Slater meliputi: orientasi pelanggan dan orientasi pesaing. Untuk komponen koordinasi antar fungsi tidak diukur sebab dalam usaha coffe shop di Kota Padang tidak ada fungsi-fungsi kerja yang jelas, pada umumnya pemilik sekaligus sebagai karyawan dan antar karyawan juga tidak ada unit kerja khusus. Kuesioner juga memuat pertanyaan yang berkaitan dengan kinerja usaha. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasilnya pemilik coffe shop di kota Padang sudah mempunyai orientasi pada pasar. Orientasi yang mereka miliki tersebut mempunyai dampak terhadap kinerja usahanya. Dampak yang ditimbulkan masih kecil yakni 9%. Dampak yang kecil tersebut dapat saja disebabkan oleh masih rendahnya pengimplementasian orientasi pasar dalam menjalankan usaha atau disebabkan oleh factor-faktor lain yang tidak terdeteksi dalam variable penelitian.
Identifying the level of virtual tourism technology knowledge of tourism awareness groups in the City of Padang Alhapen Ruslin Chandra; Afifah Afifah; Alfatah Haries; Rafidola Mareta Riesa; Tuti Azra
Jurnal Pariwisata Pesona Vol 8, No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpp.v8i1.9325

Abstract

Virtual tour is a tourism activity that is carried out through web browsing using media such as images or videos to provide users with the feeling of being in the tourist destination. This activity can also be used as a means to promote tourist attractions. One group that is expected to adopt this virtual tour technology is Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), as this group has a role in promoting local tourist attractions.  Virtual tour is a relatively low-cost promotional tool compared to other promotional media, yet with a wider reach of audience. This research aims to identify the understanding and ability of Pokdarwis Padang City related to the acceptance of virtual tour technology. This study was conducted through questionnaires involving 48 leaders and members of Pokdarwis of Padang City, where technical knowledge, ease of use, and perception of the benefits of virtual tour formed the basis of the questions. Descriptive analysis results show that the majority of Pokdarwis members lack of adequate knowledge of virtual tour and the appropriate use of technology in creating virtual tour. On the other hand, Pokdarwis members are already able to use social media but lack of adequate technical skills in creating virtual tour content.
The Multinational Enterprises Strategies in Emerging Economies Willson Gustiawan; Manh-Trung Phung; Afifah Afifah
International Journal of Management Science and Application Vol. 3 No. 1 (2024): ijmsa
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/ijmsa.v3i1.134

Abstract

The purpose of this paper is to review international business articles, particularly what strategies in emerging economies and multinational enterprises subsidiaries strategies. There are two main papers utilized, the first one is Hoskisson, Eden, Lau and Wright's 2000 article, entitled Strategy in Emerging Economies. Strategy formulation and implementation by private and public enterprises in a variety of regional contexts and from three major theoretical perspectives: institutional theory, transaction cost economics, and the resource-based view of the firm. The second paper is Amy J Hillman and William P Wan's 2005 article, The Determinants of MNE Subsidiary Political Strategies: Evidence of Institutional Duality. Using recent theoretical advances in institutional theory that acknowledge that MNE subsidiaries face pressures for isomorphism both within the corporation (internal legitimacy) and within the host country (external legitimacy). A common thread can be drawn between these two articles, namely the use of institutional theory in determining the strategy for multinational enterprises.