Hidayat, Dini
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Faktor Risiko terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung Santoso, Herman Budi; Susiarno, Hadi; Hidayat, Dini
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 3 November 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v6i3.555

Abstract

Tujuan: Diperlukan identifikasi faktor risiko yang bisa menyebabkan BBLR. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui faktor risiko yang bisa menyebabkan BBLR meliputi faktor sosiodemografi, maternal,  janin, dan lingkungan.Metode: Penelitian menggunakan metode case control. Sampel berjumlah 126 orang. Pengambilan data berupa data rekam medis dengan instrumen menggunakan lembar ceklist mengenai faktor risiko sosiodemografi, maternal janin, dan lingkungan. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil: Faktor yang berpengaruh terhadap BBLR di antaranya usia (p-value 0,000), paritas (p-value 0,000), penghasilan (p-value 0,028), perdarahan antepartum (p-value 0,042), ketuban pecah dini (p-value 0,009), hipertensi (p-value 0,000), Kekurangan energi kronis (p-value 0,031), anemia (p-value 0,015), ibu perokok (p-value 0,006), gemeli (p-value 0,0016), hidramnion (p-value 0,042), prematur (p-value 0,000), kelayakan air (p-value 0,016) dan kelayakan sanitas (p-value 0,006). Sementara itu faktor yang tidak berpengaruh terhadap BBLR di antaranya pendidikan (p-value 0, 934), pekerjaan (p-value 0,312), TB paru (p-value 0,257), dan ibu minum alkohol (p-value 0,257). Hasil analisis multivariat didapatkan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR secara berurutan yaitu gemeli (OR 42,218), prematur (OR 17,639), kelayakan air (OR 14,769), perokok (OR 12,462), hipertensi (OR 7,228), anemia  (OR 4,407), paritas (OR 3,116),  ketuban pecah dini (OR 1,674), usia (OR 1,245), dan kelayakan sanitasi (OR 1,230).Kesimpulan:  Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap BBLR yaitu Gemeli.Risk Factors on Low Birth Weight Infants at Hospital Bhayangkara Sartika Asih BandungAbstractObjective: Required identification of risk factors that can cause LBW. So the aim of this research is to know the risk factors that can cause LBW including sociodemographic, maternal, fetal and environmental factors.Method: Research using methods case control. The sample is 126 people. Data collection was in the form of medical record data with instruments using checklist sheets regarding sociodemographic, maternal and environmental risk factors. Data were analyzed using test who squares.Results: Factors that influence LBW include age (p-value 0.000), parity (p-value 0.000), income (p-value 0.028), antepartum hemorrhage (p-value 0.042), premature rupture of membranes (PRM) (p-value 0.009), hypertension (p-value 0.000), Chronic energy deficiency (p-value 0,031), anemia (p-value 0.015), smoking mothers (p-value 0.006), twins (p-value 0.0016), hydramnios (p-value 0.042), premature (p-value 0,000), water qualification (p-value 0.016) and sanitary feasibility (p-value 0.006). While the factors that do not affect LBW include education (p-value 0.934), work (p-value 0.312), pulmonary TB (p-value 0.257), and the mother drinks alcohol (p-value 0.257). The results of the multivariate analysis showed that the factors influencing the incidence of LBW were sequential (OR 42.218), premature (OR 17.639), water adequacy (OR 14.769), smokers (OR 12.462), hypertension (OR 7.228), anemia (OR 4.407), parity (OR 3.116), premature rupture of membranes (OR 1.674), age (OR 1.245) and sanitation feasibility (OR 1.230).Conclusion: The most influential risk factor for LBW is Gemelli.Key words: Gemelli, Low Birth Weight Babies, Risk Factors,
Hubungan Tingkat Keparahan Infeksi Covid-19 pada Wanita Hamil dengan Luaran Maternal dan Perinatal di RSUPP Betun Kabupaten Malaka Heryawan, Iwan; Hidayat, Dini; Susiarno, Hadi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i1.566

Abstract

Tujuan: Tingkat keparahan infeksi Covid-19 pada wanita hamil bisa menyebabkan luaran maternal dan perinatal yang berbeda-beda. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui hubungan tingkat keparahan infeksi Covid-19 pada wanita hamil dengan luaran maternal dan perinatal.Metode: Penelitian menggunakan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 90 orang. Pengambilan data berupa data rekam medis dengan instrumen menggunakan lembar ceklist mengenai luaran maternal dan luaran perinatal.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan luaran maternal pada kelompok variabel hipertensi, persalinan prematur, obesitas, dan mortalitas lebih besar dari 0,05 (nilai p>0,05) yang berarti tidak signifikan atau tidak bermakna secara statistik. Hasil luaran maternal pada kelompok variabel preeklampsia dan ketuban pecah dini lebih kecil dari 0,05 (nilai p<0,05) yang berarti signifikan atau bermakna secara statistik. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa terdapat perbedaan persentase yang signifikan. Pada luaran perinatal variabel berat badan perinatal, derajat asfiksia dan mortalitas perinatal lebih kecil dari 0,05 (nilai p<0.05) yang berarti signifikan atau bermakna secara statistik dengan demikian dapat dijelaskan bahwa terdapat perbedaan persentase yang signifikan secara statistik antara variabel berat badan perinatal, derajat asfiksia, dan mortalitas perinatal pada kelompok tingkat keparahan infeksi Covid-19.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat keparahan infeksi Covid-19 dan luaran maternal pada kelompok prekemlasia dan ketuban pecah dini. Terdapat Hubungan bermakna antara tingkat keparahan infeksi Covid-19 dan luaran perinatal pada berat badan perinatal, derajat asfiksia, dan mortalitas perinatal.Correlation between Severity Level of Covid-19 Infection in Pregnant Women and Maternal and Perinatal Outcomes at RSUPP Betun Kabupaten MalakaAbstractObjective: The severity of Covid-19 infection in pregnant women can cause different maternal and perinatal outcomes. So the aim of this study was to correlation determine the severity of Covid-19 infection in pregnant women against maternal and perinatal outcomes.Method: Research using cross-sectional method. The sample is 90 people. Data collection was in the form of medical record data with instruments using checklist sheets regarding maternal and perinatal outcomes.Results: The results showed that maternal outcomes in the variable group hypertension, preterm labor, obesity and mortality were greater than 0.05 (p value> 0.05), which was not significant or not statistically significant. Meanwhile, the maternal outcome in the variable group of preeclampsia and premature rupture of membranes was less than 0.05 (p value <0.05), which was significant or statistically significant, thus it could be explained that there was a significant percentage difference. In the perinatal outcome, the variables of perinatal weight, degree of asphyxia and perinatal mortality were less than 0.05 (p value <0.05) which means significant or statistically significant. Thus it can be explained that there is a statistically significant percentage difference between the variables of perinatal weight, degree of asphyxia and perinatal mortality in the Covid-19 infection severity group.Conclusion: There is a significant relationship between the severity of Covid-19 infection and maternal outcomes in the pre-eclampsia and premature rupture of membranes groups. There is a significant relationship between the severity of Covid-19 infection and perinatal outcomes in perinatal weight, degree of asphyxia and perinatal mortality.Key words: Covid-19 infection severity, maternal outcome, perinatal outcome.
Neonatal Outcome in Relation to Cardiotocography Interpretation During Pregnancy Megantoro, Izzati Faustina; Pribadi, Adhi; Nurdiawan, Windi; Hidayat, Dini; Ritonga, Mulyanusa
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i2.718

Abstract

Introduction: The aim of this study is to evaluate the interrelation between neonatal outcome (neonatal asphyxia status) and cardiotocography interpretation during pregnancy.Methods: This is an observational analytical study employing a cross-sectional approach involving patients delivering at Hasan Sadikin General Hospital in 2023. The inclusion criteria were patients who gave birth with cardiotocography interpretation and neonatal outcome recording at 32-37 weeks of gestation. The exclusion criteria were fetal with congenital anomalies and multiple pregnancy. This study utilized secondary data from patient case notes. This study employed non-probability consecutive sampling. Descriptive and analytical statistics were performed.Result: The result of this study indicates abnormal cardiotocography patterns are significantly associated with higher incidences of asphyxia (p=0.0001). No significant difference was found between incidence of asphyxia with the type of delivery and birth weight. There was also no significant difference between Cardiotocography category II and III based on the maternal and neonatal factors.Conclusion: This study concluded that the significant relationship between CTG results, and neonatal asphyxia underscores the importance of CTG monitoring in predicting and managing fetal distress.Luaran Neonatus berdasarkan Pemeriksaan Kardiotokografi pada KehamilanAbstrakPendahuluan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara hasil neonatal (status asfiksia neonatal) dan interpretasi kardiotokografi selama kehamilan.Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan pasien yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin pada tahun 2023. Kriteria inklusi adalah pasien yang melahirkan dengan interpretasi kardiotokografi dan pencatatan hasil neonatal pada usia kehamilan 32 – 37 minggu. Kriteria eksklusi adalah janin dengan anomali kongenital dan kehamilan ganda. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari catatan kasus pasien. Penelitian ini menggunakan metode sampling konsekutif non-probabilitas. Statistik deskriptif dan analitik dilakukan.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola kardiotokografi abnormal secara signifikan terkait dengan insiden asfiksia yang lebih tinggi (p=0.0001). Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara insiden asfiksia dengan jenis persalinan dan berat lahir. Tidak ada perbedaan signifikan antara kategori Kardiotokografi II dan III berdasarkan faktor maternal dan neonatal.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan signifikan antara hasil CTG dan asfiksia neonatal menekankan pentingnya pemantauan CTG dalam memprediksi dan mengelola distress janin.Kata kunci: Kardiotokografi, Neonatal, Distress janin, APGAR
The Critical Role of CT Imaging in Detecting Acute Neurological Complications of Eclampsia: A Case Series Ronosulistyo, Ayu Angelina; Zulvayanti, Zulvayanti; Hidayat, Dini; Nurdiawan, Windi; Susiarno, Hadi; Pusianawati, Dini; Weningtyas, Vyanda Sri
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.924

Abstract

AbstractIntroduction: An intracranial hemorrhage (ICH) is a rare condition but potentially life-threatening event, especially in pregnancy, and could happen in patients with eclampsia. At Hasan Sadikin General Hospital (RSHS), several eclampsia cases are admitted annually, some with worsening neurological conditions. Neuroimaging using CT-Scan is indicated in patients with seizures, decreased consciousness, or visual disturbances to detect intracranial pathology.  Case: We reported three cases of maternal eclampsia, two patients' chief complaint was seizures, but all of our patients were unconscious. All of our patients had a previous history of pre-eclampsia in the last pregnancy. All of our patients performed a CT scan performed in postpartum patients as a neurologic examination. All of our patients have worse outcomes. The Medical and Health Research Ethics Committee of the Faculty of Medicine, Padjajaran University with Ref no: DP.04.03/D/XIV.6.5/71/2025.Conclusion: Neuroimaging in patients with seizure-induced worsening of the condition has an important role in identifying other abnormalities, specifically intracranial hemorrhage. In this study, we conclude that patients with seizures in pregnancy should be screened with neuroimaging (computed tomography scan) to rule out central nervous system pathology, thereby improving the patient's condition and reducing maternal mortality.Keywords: CT scan, Convulsion, Eclampsia, Pregnancy Peran Kritis Pencitraan CT dalam Mendeteksi Komplikasi Neurologis Akut pada Eklampsia: Seri KasusAbstrakPendahuluan: Perdarahan intrakranial (PIK) merupakan kondisi langka namun berpotensi mengancam jiwa, terutama pada kehamilan, dan dapat terjadi pada pasien eklampsia. Neuroimaging menggunakan CT-Scan berperan dalam deteksi dini perburukan kondisi pasien dengan penurunan kesadaran.Kasus: Penelitian ini melaporkan tiga kasus eklampsia maternal, keluhan utama dua pasien adalah kejang, namun semua pasien pada penelitian ini tidak sadar. Semua pasien memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya pada kehamilan terakhir. Semua pasien melakukan CT scan sebagai pemeriksaan neurologis. Semua pasien memiliki hasil yang lebih buruk. Komite Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan Ref no: DP.04.03/D/XIV.6.5/71/2025.Kesimpulan: Neuroimaging pada pasien dengan kondisi yang memburuk akibat kejang memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kelainan lain, khususnya perdarahan intrakranial. Dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa pasien dengan kejang selama kehamilan harus diskrining dengan neuroimaging (pemindaian tomografi terkomputasi) untuk menyingkirkan patologi sistem saraf pusat sehingga memperbaiki kondisi pasien dan mengurangi angka kematian ibu.Kata kunci: CT scan, Eklampsia, Kehamilan, Kejang
Case Report: Family’s Role in Mentoring Adolescent Pregnancy Ichsan, Muhammad; Hidayat, Dini
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.856

Abstract

Introduction: Adolescent pregnancy negatively affects maternal and infant health, leading to preterm birth, low birth weight (LBW), and intrapartum hemorrhage, all of which contribute to increased maternal and neonatal mortality. It is also associated with unintended pregnancies and unsafe abortions. Deliveries by mothers under 20 years old are associated with higher neonatal, infant, and under-five mortality rates and a greater risk of stunting. Infant health outcomes are heavily influenced by maternal nutritional status. Case Report: A 15-year-old adolescent (Mrs. S) was brought by her aunt to Ahmad Ripin District Hospital, Muaro Jambi, on November 10, 2022, for antenatal assessment. Initial examination showed a body mass index (BMI) of 16 (underweight; <18.5), for which a total gestational weight gain target of 12.5–18 kg was recommended. Her MUAC was 21 cm and hemoglobin (Hb) 9 g/dL. The case underscores the crucial role of a strong family support system in achieving adequate weight gain in pregnant adolescents, given its significant association with maternal health during pregnancy and infant birth weight. Conclusion: this case highlights the importance of healthcare education and monitoring in adolescent pregnancy. It shows that when combined with the family’s role as a supporter, these factors can effectively protect maternal and infant health, resulting in positive outcomes.Laporan Kasus: Peranan Keluarga dalam Pendampingan Kehamilan Remaja Abstrak Pendahuluan: Kehamilan remaja berdampak negatif pada kesehatan ibu dan bayi. Beberapa dampak negatif tersebut adalah bayi prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan perdarahan persalinan yang berujung pada kenaikan kematian maternal–neonatal. Kehamilan pada remaja juga berkaitan dengan kehamilan tidak diinginkan dan aborsi tidak aman. Persalinan pada ibu <20 tahun berkontribusi pada tingginya kematian neonatal, bayi, dan balita, serta meningkatkan risiko stunting. Luaran bayi sangat dipengaruhi status gizi ibu. Laporan Kasus: Seorang ibu Ny.S berusia15 tahun, pertama kali dibawa oleh bibinya ke Rumah Sakit Daerah Ahmad Ripin, Kabupaten Muaro Jambi, pada tanggal 10 November 2022 untuk memeriksakan kehamilannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, Ny.S memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 16 yang berarti kurang dari 18,5 (gizi kurang) harus meningkatkan berat badannya sebesar 12,5 sampai 18 kg. Ny.S memiliki nilai LILA 21 cm, dan kadar Hemoglobin 9 gr/dl. Dalam menyukseskan pertambahan berat badan remaja yang hamil diperlukan peranan keluarga yang berkualitas untuk menjadi support system terbaik karena berhubungan dengan kesehatan ibu selama kehamilan serta berat badan bayi saat lahir. Kesimpulan: Berdasarkan laporan kasus ini, peran keluarga sebagai pendamping kehamilan remaja terbukti efektif menjaga kesehatan ibu dan bayi. Di samping itu, pengetahuan tentang kesehatan ibu dan bayi pada tingkat individu (faktor pengetahuan ibu) serta dukungan tenaga kesehatan juga berkontribusi signifikan terhadap luaran yang baik.Kata kunci: kehamilan remaja; kesehatan ibu dan bayi: peran keluarga