Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Audit Complexity, Financial Distress, dan Firm Age Terhadap Audit Delay Dengan Audit Fee Sebagai Pemoderasi Lubis, Salsabila; Napisah, Napisah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Audit Complexity, Financial Distress, dan Firm Age terhadap Audit Delay dengan Audit Fee sebagai variabel pemoderasi. Audit delay masih menjadi permasalahan yang sering terjadi pada perusahaan publik di Indonesia karena dapat menurunkan relevansi dan ketepatan waktu informasi laporan keuangan bagi para pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan objek penelitian perusahaan sektor properti & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024 dengan populasi sebanyak 90 perusahaan dengan jumlah sample terpilih sebanyak 30 perusahaan berdasarkan kriteria tertentu. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan regresi data panel serta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan alat statistik Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Audit Complexity, Financial Distress, dan Firm Age berpengaruh terhadap Audit Delay. Secara parsial, Financial Distress dan Firm Age berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay, sedangkan Audit Complexity tidak berpengaruh signifikan. Pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa Audit Fee tidak mampu memoderasi hubungan Audit Complexity terhadap Audit Delay, namun Audit Fee mampu memoderasi hubungan Financial Distress dan Firm Age terhadap Audit Delay. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi keuangan dan umur perusahaan merupakan faktor utama yang memengaruhi lamanya penyelesaian audit, sementara peran audit fee sebagai pemoderasi bersifat terbatas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi manajemen perusahaan, auditor, dan investor dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi audit delay, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi, khususnya di Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang.
Pengaruh Komite Audit, Kualitas Audit, dan Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan dengan Umur Perusahaan sebagai Pemoderasi Ardiansyah, Chandra; Napisah, Napisah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan (Tobins Q) pada perusahaan sektor industri yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2020 – 2024, dengan variabel independen yaitu komite audit, kualitas audit dan struktur modal dengan umur perusahan sebagai variabel pemoderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor industri yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Pada tahun penelitian, 2024, terdapat 65 perusahaan industri yang terdaftar. Penentuan sampel dari populasi sebanyak 65 perusahaan dengan metode purposive sampling menjadi 34 sampel setelah mengeluarkan data outlier perusahaan. Alat yang digunakan untuk menganalisis data adalah microsoft office excel 2016, dan digunakan untuk menganalisa melalui pendekatan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program software EViews 12. Hasil penelitian menunjukan dari tujuh hipotesis yang di usulkan pada penelitian ini. (1) Komite Audit, Kualitas Audit, dan Struktur Modal secara simultan (Bersama-sama) berpengaruh terhadap Nilai Peruahaan. (2) secara parsial bahwa Komite Audit (KA) berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. (3) secara parsial bahwa Kualitas Audit (AQMS) tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. (4) secara parsial bahwa Struktur Modal (SM) berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. (5) bahwa Umur Perusahaan tidak memoderasi hubungan antara Komite Audit terhadap Nilai Perusahaan. (6) bahwa Umur Perusahaan tidak dapat memoderasi hubungan antara Kualitas Audit terhadap Nilai Perusahaan. (7) bahwa Umur Perusahaan memoderasi hubungan antara Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan.
Penguatan Kesiapan Kredit UMKM melalui Pengembangan Early Warning System Kesehatan Keuangan Erliana, Erliana; Napisah, Napisah; Fitriyana, Fina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v5i1.359

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun masih menghadapi permasalahan pengelolaan keuangan yang berdampak pada rendahnya kesiapan memperoleh akses pembiayaan formal. Kondisi tersebut juga ditemukan pada UMKM JAWARA Bojongsari Kota Depok, dimana sebagian pelaku usaha belum melakukan pencatatan transaksi secara sistematis, belum memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta belum memiliki alat ukur kesehatan keuangan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapan kredit melalui pengembangan dan validasi Early Warning System (EWS) kesehatan keuangan UMKM berbasis rasio keuangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pendampingan melalui tahapan observasi, penyampaian materi, simulasi penggunaan instrumen EWS, pendampingan, dan evaluasi hasil. Kegiatan melibatkan 26 pelaku UMKM sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa instrumen EWS mampu membantu peserta melakukan identifikasi kondisi usaha secara lebih terstruktur. Rekapitulasi hasil menunjukkan sebanyak 23% peserta berada pada kategori sehat, 58% kategori cukup sehat, dan 19% kategori perlu pendampingan. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan dan kesiapan memperoleh akses pembiayaan secara lebih berkelanjutan.