Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Instilling Islamic Values on STEAM Learning in Early Childhood Education to Produce Islamic Scientist Rahmatullah Rahmatullah; Ratna Faeruz; Dzikri Rahmat Romadhon; Maila D. H. Rahiem
THUFULA Vol 10, No 2 (2022): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v10i2.16358

Abstract

In Indonesia, most early childhood education institutions are affiliated with Muslim groups to educate future intellectuals who are clerics or knowledgeable about religion and scientists who advance science. This study aims to determine how teachers of Islamic Kindergarten/Raudhatul Athfal integrate Islamic values into STEAM instruction. The qualitative phenomenological method was employed in the research. The study enrolled 44 teachers and principals from eight Islamic Kindergartens/Raudhatul Athfal in five cities/districts throughout three provinces. The research revealed that instructors of Islamic Kindergarten/Raudhatul Athfal instill Islamic values into the STEAM curriculum by 1) integrating Islamic thematic; 2) conducting Tarbiyah Imaniyah and Islamiyah; 3) utilizing technological media, and 4) referencing the Qur'an and Hadith. The researchers concluded that implementing Islamic-based STEAM learning in Islamic Kindergarten/Raudhatul Athfal is characterized by reoccurring themes, which are subsequently translated into STEAM learning activities. The researchers urge Islamic Kindergarten/Raudhatul Athfal teachers to incorporate Islamic values throughout all STEAM curriculum components continuously. 
Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup di Raudhatul Athfal Nisa Fadhliyah Rahmani; Maila D.H. Rahiem
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.1.12-25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan guru terhadap implementasi pendidikan lingkungan hidup (PLH) di Raudhatul Athfal (RA). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara 20 orang guru RA di Jakarta Utara, observasi 2 RA di Jakarta, dan pengumpulan dokumen. Data menunjukkan bahwa PLH di RA diimplementasikan dengan cara: 1) menciptakan suasana dan lingkungan belajar untuk anak belajar langsung dari lingkungannya, 2) melakukan kegiatan pembiasaan menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan RA, 3) merencanakan program kegiatan pembelajaran lingkungan dengan ditulis dalam Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes), serta 4)  memasukkan nilai melestarikan lingkungan ke dalam pembelajaran. Perilaku peduli lingkungan penting ditanamkan sejak dini. Namun pelaksanaannya perlu perencanaan dan pemahaman yang komprehensif agar strategi yang digunakan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Penelitian ini menjadi masukan untuk pengembangan lebih lanjut dari PLH di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini.
Pemahaman Guru tentang Makna Pendidikan Agama bagi Anak Usia Dini Maila D.H. Rahiem
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4211

Abstract

Guru tidak dapat mengajar sesuatu yang mereka tidak tahu dan hanya dapat mengajar dengan baik jika mereka paham benar apa yang diajarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman guru tentang makna pendidikan agama bagi anak usia dini (AUD). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif eksploratif. Narasumber penelitian adalah 35 guru TK di Jabodetabek. Data menunjukkan bahwa guru memahami makna pendidikan agama bagi AUD sebagai bimbingan pemahaman dan pengamalan agama, pendidikan moral dan karakter, pembelajaran tentang ketuhanan dan keimanan, bekal, dasar dan pedoman kehidupan, dan pendidikan yang penting dan wajib. Temuan penelitian dapat menjadi informasi untuk pengembangan pendidikan agama di PAUD dan program pendidikan guru PAUD di perguruan tinggi.
Peran Dan Upaya Orang Tua Dalam Menumbuhkan Kepedulian Sosial Anak Usia Dini Akan Peristiwa Sosial Kemanusiaan: Pelajaran Dari Pandemik Covid-19 Ana Dienka Madania; Maila D.H. Rahiem
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v9i1.17139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi bagaimana peran dan upaya orang tua dalam menumbuhkan kepedulian Anak Usia Dini (AUD) akan berbagai peristiwa sosial yang terjadi di masa COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Narasumber penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun berjumlah 20 orang. Data menunjukkan peran dan upaya orang tua dalam menumbuhkan kepedulian sosial kemanuasiaan anak adalah: 1) orang tua memberikan contoh nyata perilaku kepedulian sosial kepada anaknya, 2) orang tua mengulang-ulang contoh perbuatan peduli sosial dan memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukannya, 3) orang tua memberikan contoh kepada anak anaknya sikap empati kepada mereka yang terdampak COVID-19, dan 4) orang tua memotivasi anak untuk membantu mereka yang kesulitan akibat terdampak COVID-19. Masa kritis COVID-19 sudah terlewati, namun varian baru masih muncul dan ancaman wabah dan bencana bisa terjadi kapan saja di masa depan. Orang tua merupakan orang terdekat bagi anak. Dalam kesulitan dan kemalangan mereka menjadi tempat anak mendapatkan perasaan aman dan dari orangtua Anak belajar untuk memahami dan beradapatasi dengan situasi dan kondisi. 
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT KRAMAT TUNGGAK PASCA BERDIRINYA MASJID JAKARTA ISLAMIC CENTRE Maila D.H. Rahiem; Cut Dhien Nourwahida
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 4, No 1 (2023): Dinamika Sosial Pada Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v4i1.10378

Abstract

Kramat Tunggak, which operated from 1970 to 1999, was Southeast Asia's largest prostitute district. Following the demise of the localization, an Jakarta Islamic Centre (JIC) mosque was built. Changes in the function of the area have an impact on the quality of life in the neighborhood. The research examined the social changes that have happened among the residents of Kramat. This study employed a descriptive qualitative methodology. The data was acquired through observation, in-depth interviews, and a review of relevant documents. Eight Kramat Tunggak  locals, one Jakarta Islamic Centre Mosque manager, and one RT chair participated in this study. The study discovered that several social changes occurred in Kramat Tunggak following the establishment of the Islamic Centre Mosque. Kramat Tunggak's people have undergone social transformations: 1) increased comfort and security of the residential area, as well as the tranquility of the community in carrying out life activities; 2) creating new jobs for the community, particularly as traders; 3) increased community participation in religious activities; 4) the community is liberated to engage in activities and interact in the Kramat Tunggak neighborhood. Encouraged by these advances, the residents of Kramat Tunggak should continue to make excellent use of the Jakarta Islamic Centre Mosque and the resources it provides to improve their social, cultural, religious, and economic life.Kramat Tunggak, yang beroperasi dari tahun 1970 hingga 1999, merupakan lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara. Menyusul ditutupnya lokalisasi, masjid Jakarta Islamic Centre dibangun. Perubahan fungsi kawasan berdampak pada kualitas kehidupan di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Kramat Tunggak pasca berdirinya Masjid Jakarta Islamic Centre. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Peneliti mewawancarai 8 orang masyarakat Kramat Tunggak, 1 orang pengurus Masjid Jakarta Islamic Centre dan 1 orang ketua RT. Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Kramat Tunggak Pasca Berdirinya Masjid Jakarta Islamic Centre antara lain: 1) meningkatnya kenyamanan dan keamanan daerah tempat tinggal, serta ketenangan masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan; 2) memberikan wadah lapangan pekerjaan bagi masyarakat terutama sebagai pedagang dengan adanya masjid Islamic Centre; 3) meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan; dan 4) masyarakat menjadi lebih leluasa berkegiatan dan berinteraksi di sekitar wilayah Kramat Tunggak. Didorong oleh kemajuan ini, warga Kramat Tunggak harus terus memanfaatkan Masjid Islamic Centre dengan baik dan sumber daya yang disediakannya untuk meningkatkan kehidupan sosial, budaya, agama, dan ekonomi mereka.
Persepsi Orang Tua tentang Konsep dan Capaian Perkembangan Moral dan Agama Anak Usia Dini Maila Rahiem
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i1.160

Abstract

Banyak kajian yang membahas bagaimana cara menanamkan nilai moral dan agama anak usia dini (AUD), namun sulit menemukan kajian yang membahas apa sesungguhnya konsep dan capaian dari perkembangan moral dan agama AUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua tentang konsep dan capaian perkembangan moral AUD. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif eksploratif sebagai metode inkuiri, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan pengumpulan dokumen. Narasumber wawancara adalah 66 orang tua yang memiliki anak berusia 3-7 tahun, berdomisi di Jabodetabek. Teknik analisis data tematik digunakan dengan cara data dikodifikasi, klasifikasi, dan rektifasi untuk ditarik kesimpulan tema. Data menunjukkan bahwa pengembangan moral dan agama adalah pondasi dan pedoman hidup bagi AUD; moral dan agama adalah saling terkait dan tidak bisa dipisahkan; moralitas adalah akhlak, karakter, sopan santun dan ketaatan pada aturan; keberagamaan adalah kepercayaan kepada adanya Tuhan dan beribadah sesuai keyakinan; capaian pengembangan moral ditunjukkan dengan anak bersikap baik, sopan, mengikuti aturan; dan capaian pengembangan agama ditunjukkan oleh ketaatan beragama, mengenal Allah, dan rajin beribadah. Pemahaman akan konsep dan capaian akan menjadi rujukan dan landasan rancangan program penanaman nilai moral dan agama yang tepat guna dan metode yang efektif, di rumah maupun di lembaga pendidikan.
PERAN DAN UPAYA ORANG TUA DALAM MENANAMKAN SIKAP RESILIENSI ANAK USIA 4-6 TAHUN Roro Nasroh Latifah; Maila D.H. Rahiem
Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol. 10 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigated the influence and efforts of parents in building resilience in children ages 4-6. This investigation employed qualitative exploratory methods. Researchers gathered information through interviews and documentation procedures. Researchers interviewed 19 parents in the Cikande, Serang, Banten area who have children aged 4 to 6 years. According to the data, parents instilled a resilient attitude in their children by: 1) teaching children the meaning of loss; 2) demonstrating to children how to be patient during disasters/misfortunes; 3) providing a sense of security and comfort so that children feel they always have support and strength; 4) instilling in their children the belief that they can overcome adversity; and 5) encouraging their children to persevere in the face of hardship. This study recommends that parents continue to become more conscious of the importance of instilling a resilient attitude in children, and that educators and educational institutions continue to organize outreach programs for strategies to instill a resilient attitude in children from a young age.
Persepsi dan Makna Tradisi Bajapuik bagi Masyarakat Minang Perantauan di Pasar Minggu Jakarta Selatan Putri Aulia; Maila D.H Rahiem; Cut Dhien Nourwahida
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12, Issue 2, June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i2.1839

Abstract

This research explores the perspectives and meanings of the Bajapuik tradition for the Minangkabau diaspora community in Pasar Minggu, South Jakarta. The study utilizes an explorative descriptive qualitative method. The researcher interviewed 2 ninik-mamak figures and 10 Minangkabau community members who have participated in the Bajapuik tradition. The research data indicates that: 1) The Minangkabau diaspora community interprets the Bajapuik tradition as a courtship tradition; 2) The importance of the involvement of ninik-mamak in leading the implementation of the Bajapuik tradition; 3) The Bajapuik tradition performed in diaspora has undergone changes in its implementation procedures; 4) The determination of the Japuik money is influenced by the social status of the man. The researcher concludes that the implementation of the Bajapuik tradition in the diaspora has experienced changes and shifts based on its original cultural values, but it is still carried out and preserved by involving traditional figures and the Minangkabau community to provide cultural understanding of the Bajapuik tradition.
Home Visit Sebagai Metode Pembelajaran Anak Usia Dini Pada Masa COVID-19 Maila D.H. Rahiem; Amelia Novi
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v7i1.9838

Abstract

The aim of this study was to investigate and assess parents' and teachers' views of the home-visiting program as a method of early childhood education during the COVID-19 outbreak. Exploratory qualitative research employed as methods of inquiry. Twelve resource persons were interviewed (3 teachers and 9 parents). The data revealed, parents and teachers perceive that using home visits has a number of benefits and drawbacks. The benefits are as follows: 1) more effective than online; 2) make learning materials easy for children to understand; 3) pique children's interest and excitement for learning; and 4) eliminate the need for parents to assist their children with their tasks. Meanwhile, the downsides include the following: 1) it was inconvenient for parents because they were needed to entertain teachers and other children; 2) some pupils couldn't study because home visits were far away from their homes.; 3) additional media and learning activities preparation; 4) additional time and energy was wasted; and 5) the risk of exposure to COVID-19 was increased. The researchers recommend that additional study be conducted with a larger and more diverse sample size in order to obtain a more complete picture of this issue.
Stories and Storytelling for Moral Education: Kindergarten Teachers’ Best Practices Maila D.H. Rahiem; Nur Surayyah Madhubala Abdullah; Husni Rahim
Journal of Early Childhood Education (JECE) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jece.v2i1.15511

Abstract

Habituation is the most common used form of moral education in early childhood education in Indonesia. However, this method has been found to be insufficient in contributing fully to young children’s moral development. An alternative method currently being promoted is the narrative method which involves the use of stories and storytelling. These two techniques provide children with justification to do good deeds and allow them to be critical of their actions. This research examined the best practices of teachers in the use of narrative method for the Moral Education of young children. Best practices show how we can use them to improve the teaching of Moral Education among young children and can serve as useful alternative to habituation. The findings revealed that there are five ways in which the kindergarten use stories and storytelling in teaching and learning moral education for young children, namely: to repeat the story; to include clear example; to explain the story; to dramatize the story; and to modify the story.