Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Digital Extension of Digital Literacy Competence for Islamic Religious Education Teachers in the Era of Digital Learning Reksiana; Abuddin Nata; Dede Rosyada; Maila Dinia Husni Rahiem; Abdulbosit R. Rafikjon Ugli
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v21i2.9719

Abstract

Purpose –This study aims to analyze the digital literacy competence of Islamic Education teachers at Al-Fath Cirendeu Junior High School, South Tangerang City State Junior High School 3, South Tangerang State Junior High School 6, and Darussalam Ciputat Junior High School. Design/methods/approach – This study used the phenomenological qualitative research method. Research data was obtained through interviews, observations, and documentation studies. The participants in the study were eight Islamic Education teachers and four principals at Al-Fath Cirendeu Middle School, South Tangerang State Middle School 3, Darussalam Ciputat Middle School, and South Tangerang State Middle School 6. The data analysis used in this study was Saldana's Thematic Analysis. Findings – The finding of this dissertation is that the digital literacy competence of PAI teachers in four schools is still at the level of simple learning media users. The data in this study shows that the application of the digital literacy competence of PAI teachers is limited to ICT media users such as YouTube, PPT, Quizizz, Google Classroom, and Google Form which are used as learning media for preparation, delivering material, and learning assessment. Meanwhile, the creation of digital teaching materials has not been able to be done. Research implications/limitations – Practically, the results of the dissertation can provide input to Islamic Education teachers in four schools and Islamic Education teachers, practitioners and education policy makers (government) regarding the implementation of digital literacy competencies in learning and in developing a digital literacy competency model in learning that leads to sustainable curriculum development.
Upaya Orang Tua dalam Mengembangkan Perilaku Prososial Anak Usia Dini Rahiem, Maila D.H.
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 6 No. 1 (2023): January-April 2023
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v6i1.440

Abstract

Perilaku prososial merupakan aspek penting dari perkembangan sosial dan psikologis anak. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana upaya orang tua dalam mengembangkan perilaku prososial anak usia dini (AUD). Metode penelitian kualitatif eksploratif digunakan sebagai metode penelitian. Data dikumpulkan lewat wawancara dan pengumpulan dokumen. Dua puluh dua orang tua terlibat dalam penelitian ini. Data menunjukkan bahwa upaya mengembangkan perilaku prososial yang dilakukan orang tua adalah: 1) mencontohkan kepada anak perilaku prososial, 2) membiasakan anak berperilaku prososial, 3) mengajak anak berdikusi tentang perilaku prososial, 4) memberitahu dan menasehati anak untuk berperilaku prososial. Orang tua memegang peranan penting dalam pengembangan perilaku prososial anak. Untuk mendidik anak kasih sayang, sopan santun dan membantu orang lain secara optimal, maka kajian terkait isu ini penting dan dibutuhkan.
Orang Tua dan Regulasi Emosi Anak Usia Dini Rahiem, Maila D.H.
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 6 No. 1 (2023): January-April 2023
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v6i1.441

Abstract

Regulasi emosi sangat penting bagi kehidupan sehari-hari anak-anak karena mempengaruhi pemahaman anak tentang situasi sosial, bagaimana mereka merespons, berperilaku, dan berbahagia. Selain itu, kemampuan regulasi emosi menjadi bekal keterampilan yang dibutuhkan anak di masa dewasa. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana orang tua membantu anak usia dini (AUD) meregulasi emosi mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan dengan cara peneliti mewawancarai 24 orang tua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun dan berdomisili di Jabodetabek. Data dianalisis secara tematik dengan tahapan kodifikasi, klasifikasi, perbaiki dan penemuan tema. Data menunjukkan bahwa orang tua membantu anak meregulasi emosi dengan cara: 1) menenangkan dengan memberi perhatian kepada anak, 2) mendiskusikan dan mendengarkan penjelasan penyebab emosi, 3) menasehati dan memberi penjelasan, 4) mengalihkan emosi anak dengan kesenangan anak, dan 5) membujuk dan memberikan anak keinginannya atau hadiah. Praktik yang dilakukan oleh orang tua dalam meregulasi emosi AUD belum semuanya tepat dan bahkan ada yang berdampak kontra-produktif. Orang tua perlu terus menambah pengetahuan tentang pengasuhan agar dapat mendidik anak sebaik-baiknya.
A Comparison of Science Integration Implementation in Two State Islamic Universities in Indonesia Sayuti, Wahdi; Rahiem, Maila D.H.
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5240

Abstract

The transformation of IAIN (State Institute for Islamic Studies) into UIN (State Islamic University) cannot be isolated from discourses on identity, concepts, aspirations of the standard of Islamic education and its goal to incorporate the principle of integration of science. However, since the transformation of these institutions, the integration of science practice still appears at the normative-philosophical level and is not yet in the empirical-implementation domain. The aim of this study is, therefore, to reveal and explain the implementation of the integration of the science concept at the technical-operational level, which focuses on the curriculum design and learning process at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. The results of the study showed that these two universities have similarities in the concept of the integration of science and have almost the same objectives, i.e., decreasing the dichotomy of science between religious and general science. However,  UIN Maulana Malik Ibrahim Malang has a more organized and structured approach to the idea of integration, from theory and framework to the practice of curriculum design and the learning process. Perubahan status kelembagaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tidak bisa dilepaskan dari  diskursus tentang identitas, gagasan, ekspektasi terhadap mutu lembaga pendidikan Islam dan sekaligus mengemban misi tentang pentingnya integrasi keilmuan. Namun demikian, sejak perubahan status kelembagaan ini, integrasi keilmuan yang dikembangkan di UIN ini nampaknya masih berada pada tataran normatif-filosofis dan belum menyentuh wilayah yang lebih empirik-implementatif. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan implementasi integrasi keilmuan ke dalam tataran yang lebih teknis operasional, yang dalam penelitian ini difokuskan pada pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara substantif, kedua perguruan tinggi Islam memiliki kemiripan konsep integrasi keilmuan dan memiliki tujuan yang hampir sama, yakni menghilangkan dikotomi keilmuan, antara ilmu agama dan ilmu umum. Namun, jika dibandingkan antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, maka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dinilai lebih terencana dan sistematis dalam merumuskan konsep integrasi keilmuannya, dari mulai perumusan konsep dan paradigma sampai pada operasionalisasi penyusunan kurikulum dan proses pembelajaran.
Persepsi dan Makna Tradisi Bajapuik bagi Masyarakat Minang Perantauan di Pasar Minggu Jakarta Selatan Putri Aulia; Maila D.H Rahiem; Cut Dhien Nourwahida
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 12 No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, June 2023
Publisher : Laboratory of Anthropology Department of Cultural Science Faculty of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i2.1839

Abstract

This research explores the perspectives and meanings of the Bajapuik tradition for the Minangkabau diaspora community in Pasar Minggu, South Jakarta. The study utilizes an explorative descriptive qualitative method. The researcher interviewed 2 ninik-mamak figures and 10 Minangkabau community members who have participated in the Bajapuik tradition. The research data indicates that: 1) The Minangkabau diaspora community interprets the Bajapuik tradition as a courtship tradition; 2) The importance of the involvement of ninik-mamak in leading the implementation of the Bajapuik tradition; 3) The Bajapuik tradition performed in diaspora has undergone changes in its implementation procedures; 4) The determination of the Japuik money is influenced by the social status of the man. The researcher concludes that the implementation of the Bajapuik tradition in the diaspora has experienced changes and shifts based on its original cultural values, but it is still carried out and preserved by involving traditional figures and the Minangkabau community to provide cultural understanding of the Bajapuik tradition.