Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EKOKRITIK DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE: ECOCRITICISM AND EDUCATIONAL VALUES IN THE NOVEL KEEP BEING STUPID DON'T BE SMART BY TERE LIYE Hasmiati; Azis; Andi Agussalim
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 4 (2025): APRIL-MEI TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i3.3532

Abstract

Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang bertujuan mengkaji aspek ekokritik dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis delapan aspek ekokritik menurut Greg Garrard. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat terhadap kutipan langsung, narasi, dan dialog yang relevan dalam teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek ekokritik Garrard ditemukan dalam novel, dengan rincian: pencemaran/polusi (12 data), posisi (10), gembala (30), hutan belantara (7), bencana (14), tempat tinggal (13), binatang (6), dan bumi (8). Temuan ini menegaskan bahwa novel tidak hanya menjadi media ekspresi estetis, tetapi juga sarana edukatif dalam menyuarakan isu lingkungan dan membangun kesadaran ekologis. Studi ini merekomendasikan integrasi kajian sastra berbasis ekokritik dalam kurikulum pendidikan sebagai upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan bumi.
IMPLEMENTATION STRATEGY OF MULTICULTURAL EDUCATION BASED ON ISLAMIC VALUES AT SMP SUMBARRANG Azis; Ismail, Hilmi; Ismail
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 4 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1198

Abstract

Multicultural education plays a vital role in promoting moderate and inclusive Islamic values, particularly in pluralistic school environments. This study explores the implementation strategies of multicultural education based on Islamic values at SMP Sumbarrang. Using a descriptive qualitative method, data were gathered through participatory observation, semi-structured interviews with 12 informants (teachers, principal, and students), and documentation analysis. The findings reveal that Islamic values such as tolerance (tasamuh), brotherhood (ukhuwah), justice (‘adl), and compassion (rahmah) align with the core principles of multicultural education. However, the implementation remains normative and lacks systematic integration into both learning activities and school programs. The study recommends the development of a multicultural-based Islamic education (PAI) curriculum, targeted teacher training, and enhanced collaboration among schools, parents, and communities. These efforts are essential to cultivating an educational environment that respects diversity. The study contributes to the advancement of a contextual Islamic education model suitable for plural societies. Pendidikan multikultural penting untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif, terutama di lingkungan sekolah yang plural. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi implementasi pendidikan multikultural berbasis nilai-nilai Islam di SMP Sumbarrang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan (guru, kepala sekolah, siswa), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti toleransi (tasamuh), persaudaraan (ukhuwah), keadilan (‘adl), dan kasih sayang (rahmah) selaras dengan prinsip pendidikan multikultural. Namun, implementasinya masih bersifat normatif dan belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran dan program sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural, pelatihan guru, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Temuan ini memberi kontribusi dalam pengembangan model pendidikan Islam yang kontekstual dan relevan dengan masyarakat majemuk.
Differentiated Learning to Improve Student Learning Outcomes in Islamic Religious Education Subjects in Grade VII at SMPN 35 (Boarding) Kaur in the 2024/2025 Academic Year Azis
Journal of Islamic Pedagogy and Educational Development Vol. 1 No. 1 (2025): Islamic Pedagogy and Educational Development
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64565/jiped.v1i1.7

Abstract

Background: This study aims to improve student learning outcomes in Islamic Religious Education subjects. This study uses differentiated learning that is currently developing in the world of education, especially in the current Independent Curriculum, which involves three elements, namely visual, auditory, and kinesthetic. Method: This research is a classroom action research that is divided into two cycles and begins with a pre-cycle. Each cycle consists of planning, implementing actions, observation, evaluation, and reflection. The research was conducted on grade VII students in the first semester (odd) at SMPN 35 (Boarding) Kaur in the 2024/2025 academic year. Results: The results of the study carried out on 10 students, in the pre-cycle activities the number of students who completed was 2 students (2%), while students who had not completed were 8 students (8%), with an average score of 69.4%. In cycle I, there was an increase in the number of students who completed 7 students (7%) while students who had not completed were 3 students (3%) with an average score of 75.9%. Then in cycle II, there was a very high increase compared to the previous cycle, namely students who had reached the KKM were 9 students (9%), while students who had not completed were 1 student (1%) with an average score of 77.8%. Conclusion: This study shows that the application of differentiated learning can improve the learning outcomes of Islamic Religious Education in class VII students of SMPN 35 (Berasrama) Kaur in the 2024/2025 academic year.
PKM Literasi Cerpen Digital Peduli Lingkungan Biota Laut Bagi Guru dan Siswa SMA Negeri 20 Makassar: PKM Digital Short Story Literacy Cares for Marine Biota for Teachers and Students of SMA Negeri 20 Makassar Juanda, Juanda; Azis; Andi Agussalim AJ; Iswan Afandi
BIDIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): BIDIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bidik.v6i1.8248

Abstract

Cerpen sebagai karya sastra oleh pengarangnya merefleksikan fenomena yang terjadi disekitar pembaca seperti tema-tema lingkungan yang berkaitan dengan biota laut. Tujuan PKM ini adalah menjadikan siswa dan guru peduli pada kerusakan lingkungan yang berkaitan dengan biota laut. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, workshop, dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah siaswa dan guru telah mampu dalam literasi cerpen digital. Judul cerpen tersebut adalah: Pengelana Laut karya Linda Christanty; Laut Mengambil Cintaku, Harin Botan, Yang Bernyanyi pada Malam Dingin; Pemanggil Kematian karya Jemmy Piran; meningkatnya pemahaman dan kepedulian siswa dan guru terhadap kerusakan lingkungan yang berkaitan dengan biota laut, seperti pelarangan menangkap ikan dengan menggunakan bom ikan dan menjaga polusi air laut dari pembuangan sampah. 
PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF DALAM TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP MAHAPUTRA TELLO MAKASSAR: The Use of Effective Sentences in Descriptive Texts by Students In Grade VII of Mahaputra Tello Junior High School In Makassar Aqiqah Am, Andi; Azis; Wijayanti, Tuti
Journal of Applied Linguistics and Literature Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Applied Linguistics and Literature
Publisher : Study Program of Indonesian Language Education, Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/jall.v3i1.8776

Abstract

This study aims to describe various forms of errors in sentence usage by seventh-grade students at Mahaputra Junior High School when writing descriptive texts, with a focus on sentence effectiveness. This study uses a descriptive qualitative method, in which data is collected through students' descriptive texts and then analysed to identify errors. The study data consisted of 11 students' descriptive texts, which were presented in tabular form with students coded using letters of the alphabet, while errors were marked with numbers. The results of the analysis showed that the use of effective sentences in students' descriptive texts did not meet the requirements for effective sentences as a whole. From a total of 11 texts, various errors were found that indicated a lack of understanding among students regarding the aspects of sentence effectiveness. These findings indicate that there is still much room for improvement in terms of composing sentences that are more effective and in accordance with the applicable rules.
Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Siswa Kelas I di UPT SDN 1 Bangkala Barat Kabupaten jeneponto: Indonesian Vocabulary Mastery of Grade I Students at UPT SDN 1 Bangkala Barat, Jeneponto Regency Nopiyanti, Nopiyanti; Asia M, Asia M; Azis
Journal Studies in Indonesian Language and Literature Vol. 2 No. 2 (2025): Journal Studies in Indonesian Language and Literature
Publisher : Journal Studies in Indonesian Language and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the mastery of Indonesian language comprehension in grade I at UPT SDN 1 Bangkala Barat. The type of research used is quantitative descriptive research. The sample in this study was 22 grade I students at UPT SDN 1 Bangkala Barat, Jeneponto Regency, which were obtained using purposive sampling techniques from the population of this study, which amounted to 122 people. The focus of this study is the mastery of Indonesian language comprehension consisting of nouns, verbs, adjectives, and conjunctions in grade I students at UPT SDN 1 Bangkala Barat, Jeneponto Regency. The data collection technique in this study used a questionnaire as the main instrument in data collection. The data analysis technique used in this study was a data analysis technique in the form of descriptive statistics. The results of this study revealed that the highest mastery of Indonesian vocabulary of first-grade students at UPT SDN 1 Bangkala Barat, Jeneponto Regency was in the adjective category, where 13 students (59.1%) were classified as very good. In the verb category, 9 students (40.9%) were classified as very good, but the same number were also classified as poor. Meanwhile, mastery of nouns was classified as quite good with 8 students (36.4%) in the very good category. Meanwhile, mastery of conjunctions showed the lowest results, with 14 students (63.6%) classified as poor and none were classified as very good. This study shows significant variation in vocabulary mastery between categories in first-grade students at UPT SDN 1 Bangkala Barat, Jeneponto Regency. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kosakata bahasa Indonesia kelas I di UPT SDN 1 Bangkala Barat Kabu. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 siswa kelas I di UPT SDN 1 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto yang diperoleh menggunakan teknik purposIe sampling dari populasi penelitian ini yang berjumlah 122 orang. Fokus penelitian ini adalah penguasaan kosakata bahasa Indonesia yang terdiri dari kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata hubung pada siswa kelas I di UPT SDN 1 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data berupa statistik deskriptif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penguasaan kosakata Bahasa Indonesia siswa kelas I di UPT SDN 1 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto paling tinggi terdapat pada kategori kata sifat, dimana 13 siswa (59,1%) tergolong sangat baik. Pada kategori kata kerja, 9 siswa (40,9%) tergolong sangat baik, namun jumlah yang sama juga tergolong kurang. Sementara itu, penguasaan kata benda tergolong cukup baik dengan 8 siswa (36,4%) berada pada kategori sangat baik. Adapun penguasaan kata hubung menunjukkan hasil paling rendah, dengan 14 siswa (63,6%) tergolong kurang dan tidak ada yang tergolong sangat baik. Penelitian ini menunjukkan adanya variasi signifikan dalam penguasaan kosakata antar kategori pada siswa kelas 1 di UPT SDN 1 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto