Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potential Stunting in Riverside Peoples (Study on Pahandut Urban Village, Palangka Raya City) Shinta, Herlina Eka; Utami, Purnama Julia; Adiwijaya, Saputra
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 3 (2020): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v3i3.1092

Abstract

The purpose of this study was to determine the potential occurrence of stunting for residents who live on the river side, especially residents who live and inhabit the Kahayan River. And the subject is women who are pregnant, have a toddler. The study was conducted with a qualitative method, a descriptive approach used to explain stunting potential for people who live on riverside. This study uses purposive sampling, data collection techniques used: interviews, observation and documentation. The findings of this study are the environmental health conditions of people who live on riverside are very bad, if it refers to WHO standards, because there are no adequate sanitation facilities related to water management and disposal of solid and liquid waste, plus the habits of people who still throw garbage directly into the river. Environmental health in the community should be improved through collaboration of various institutions, in process to change the behavior patterns of disposing of garbage in the river.  Second Findings the potential for stunting in the riverside communities is quite large, because the majority of peoples doesn’t count nutritional content in food, so awareness and empowerment should be done. So that in the future there will be an increase in the quality of health of children, mothers and adolescents.
Pendidikan Politik Untuk Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Dalam Pilkada Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024 Yanur, Murniyati; Iskandar, Dian; Zulfauzan, Ricky; Putra, Mahardiawan; Hutapea, Charles; Panjika, Yunus Praja; Satriawan, Bismar Harris; Sandi, Jhon Retei Alfri; Haridiso, Anyualatha; Lestariono, Wijoko; Alam, M. Doddy Syahirul; Asmawati, Yunita; Fauzi, Erinda Alfiani; Utami, Purnama Julia; Irwan, Andi Ilmi Utami; Kahayanto, Edi; Sirait, Mahmuddin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kp8crp08

Abstract

Kalimantan Tengah sebagai salah satu dari 37 Provinsi yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serempak pada November nanti, memiliki beragam pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya masalah partisipasi pemilih. Berkaca dari pemilihan kepala daerah sebelumnya, Kalimantan Tengah menjadi daerah yang tingkat partisipasi politik mayarakatnya selalu di bawah rata-rata nasional. Pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2015 dan pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2020, secara berturut-turut tidak pernah mencapai Tingkat partisipasi yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum secara nasional yaitu 77,5 persen. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengusung tema pendidikan politik ini adalah masyarakat umum  yang  masuk daftar  pemilih tetap dalam pemilu dan menjadi pemilih potensial untuk  pemilihan kepala daerah Kalimantan Tengah. Kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpatisipasi dalam proses politik khususnya dalam pemilihan kepala daerah. Melalui program pendidikan politik masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya berpartisipasi karena memahami bahwa pilihan mereka akan berdampak pada kualitas pemerintahan dan masa depan daerah, serta menjadi lebih sadar untuk meningkatkan partisipasi dalam proses politik yang ditunjukan dengan keputusan untuk berpartispasi pada hari pemungutan suara. Disamping itu kegiatan ini membuat masyarakat lebih melek politik yang nantinya tentu akan meningkatkan kualitas dari demokrasi pada masa mendatang sebagai hasil pendidikan politik yang berkelanjutan.