Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Makna Tuturan Pantang Larang dalam Masyarakat Minang Daerah Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Ningsih, Asih Ria; Efendi, Rinja; Arianti, Rita
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ld.v14i1.109321

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melestarikan  sastra  sebagian  lisan  salah satu kaian Folklor yakni tuturan pantang larang agar tidak hilang dalam kehidupan masyarakat dan masih dilestarikan dengan baik oleh masyarakat. Khususnya pada masyarakat minang di daerah ujungbatu kabupaten Rokan hulu Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi tuturan larangan yang terdapat di   daerah Ujungbatu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian ini adalah tiga orang minang yang merantau ke daerah Ujungbatu. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, rekam dan pencatatan data. Berdasarkan temuan dan pembahasan ditemukan empat puluh tuturan pantang larang pada masyarakat minang di derah Ujungbatu. Penelitian ini mendeskripsikan tentang makna yang ada dalam tuturan larangan, dimana kategorinya difokuskan pada lingkaran hidup manusia
Pelatihan Menulis Cerita Pendek Bagi Siswa di SMA Negeri 3 Rambah Fitri, Anisa; Nofrita, Misra; Nuratika; Arianti, Rita; Ningsih, Asih Ria; Muslim; Hermawan
JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA Vol 5 No 1 (2024): JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Rokania

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56313/jmnr.v5i1.292

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan menulis cerpen kepada siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler peminatan sastra di SMA Negeri 3 Rambah. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen yang menarik dengan tata bahasa yang sesuai kaidah EYD. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama empat minggu melalui pertemuan secara langsung di kelas. Siswa yang tergabung dalam kegiatan ini berjumlah tiga orang yang masing-masing siwa menghasilkan empat cerpen, sehingga total cerpen yang dihasilkan dalam kegiatan pelatihan ini adalah 12 cerpen. Adapun hasil penilaian cerpen setiap minggunya mengalami kenaikan. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan menulis cerpen yang intensif dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen bagi siswa.
Pendampingan Penulisan Cerita Anak Menggunkan Media Papan Cerita di Komunitas Lenggok Media Berbasis Kearifan Lokal di Rokan Hulu Riau Ningsih, Asih Ria; Setiawan, Agung; Fitri, Anisa; Yanti, Disnia Fitri; Syahrini, Lita
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v5i2.1016

Abstract

Di daerah Ujungbatu sudah banyak kalangan masyarakatnya yang sudah tertarik kedunia literasi dan mencoba terjun menjadi penulis sastra. Wadah tempat untuk menyalurkan kreativitas menulis karya sastra orang-orang di daerah tersebut seperti remaja, Guru, ibu rumah tangga, karyawan, dll. Salah satu dikenal dengan Lenggok Media Production (LMP). Lenggok Media adalah suatu grup media kreatif yang memiliki unit media dan beralamat di Gang Topan, Ngaso, Kec. Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Namun dalam menulis khususnya cerita anak, peserta masih memiliki permasalahn seperti kurangnya pengetahuan, tidak adanya bahan bacaan yang cukup. Dengan membuat pendampingan cerita anak ini memberikan gambaran kepada komunitas Lenggok untuk mengetahui langkah-langkah membuat cerita anak. Dalam penulisan cerita anak ini penulis akan dibantu dengan menggunakan media papan cerita. Waktu pelaksanaan pengabdian dimulai tanggal 12 Juni sampai 24 Juni 2024 secara luring dengan melibatkan 30 orang peserta. Kegaiatn ini mendapatkan hasil yang maximal terlihat dari hasil pretest sebelum diberikan pembekalan mengenaii cerita anak yakni 53,4% dan setelah diberikan pembekalan dan pendampingan menulis cerita anak hasilnya meningkat menjadi 93,5%. Dengan adanya pendampingan menulis cerita anak ini dapat menambah ilmu serta meningkatkan skill dalam menulis untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
Analisis Nilai Moral Novel Lembah Air Mata Karya Jalaluddin Al Hasby Lubis Hasibuan, Muhammad Fauzi; Ningsih, Asih Ria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25684

Abstract

Penelitian ini menganalisis nilai moral yang terdapat dalam novel Lembah Air Mata karya Jalaluddin Al Hasby Lubis serta implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan nilai moral dalam novel berdasarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan diri sendiri. Hasil analisis menemukan 35 data kutipan yang mencerminkan aspek moral tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral dalam hubungan manusia dengan sesama manusia memiliki persentase tertinggi (54,2%), diikuti oleh nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan (34,2%) dan nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri (11,4%). Dominasi nilai moral dalam hubungan antar manusia mengindikasikan bahwa novel ini menekankan pentingnya interaksi sosial dan empati dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini memiliki relevansi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam penguatan literasi dan pembentukan karakter siswa. Dengan menganalisis novel ini, siswa dapat memahami nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya serta mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat menjadi media yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral yang positif dalam pendidikan.
SARCASM IN THE COMMENTS COLUMN OF VIRGOUN'S INSTAGRAM ACCOUNT Rahmadani, Pesilia; Ningsih, Asih Ria
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 8 No 1 (2025): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language is a very important factor in everyday life. Language as a complement in communicating with the opposite sex both in groups and individually. Communication can be established when a speaker interacts with his interlocutor in community life. Language also plays the most important role in developing social media. In the application of social media, language is used as a form of communication and conveying data. This makes spoken language used to speak directly can become written language. Therefore, the use of written language with a sarcastic style of language arises. One way of communicating that often occurs and is often used by society is sarcasm, which expresses ideas or opinions through various forms of expression containing satire, criticism and ridicule. Sarcasm often occurs in community life. One of them is the use of sarcasm on Instagram accounts, precisely in the comments column. The purpose of this study was to describe the form of netizen sarcastic language in the comments of the virgoun Instagram account. The method used is a qualitative descriptive method. Based on the results of the research conducted, the netizens' sarcastic language in Virgoun's Instagram account comments found 116 data in the form of words, phrases, clauses and sentences.
Analisis Kalimat Imperatif dalam Ceramah Habib Bahar Bin Smith di Youtube Angga, Willi; Ningsih, Asih Ria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29078

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan makna kalimat imperatif pada ceramah Habib Bahar. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik padan pragmatik. Hasil penelitian ini ditemukan sebayak 60 data yang terdiri dari 5 bentuk diantaranya (1) kalimat imperatif biasa sebanyak 22 data yang ditandai dengan penggunaan penanda intonasi perintah dan penambahan partikel –lah, (2) kalimat imperatif permintaan sebanyak 16 data dengan penanda leksikal kata sebaiknya dan coba, (3) kalimat imperatif pemberian izin sebanyak 1 data yang ditandai dengan penanda leksikal kata silakan, (4) kalimat imperatif ajakan sebanyak 4 data dengan penanda intonasi perintah dan penanda kata ayo, mari, yuk, (5) kalimat imperatif suruhan sebanyak 18 data dengan penanda intonasi perintah dan penanda leksikal kata jangan. Dapat dsimpulkan bahwa pada ceramah yang dilakukan oleh Habib Bahar banyak terdapat kalimat imperatif karena dalam tuturan beliau lebih banyak menyampaikan tausiyah dan tidak memutuhkan respon balik dari jamaah.
ANALISIS CAMPUR KODE BAHASA PERSIDANGAN DI PENGADILAN NEGERI PAYAKUMBUH Wahyuni, Neneng; Ningsih, Asih Ria
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2018)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research problemis in using the language we have to see the context or situation. If the formal situation we use the Indonesian language and if the situation is not formal we may use local language or the other. Mixed code is the use of two or more languages ​​in a conversation. The trial is one of the official situations, so the language used is Indonesian. But sometimes in the trial process, this code mix is ​​very common. Based on observations and observations of researchers when the trial took place in court found mixed code. Based on this background, the author is interested and interested to examine the mixed language code trial in Payakumbuh district court. The purpose of this study is to describe the use of mixed language code trial in Payakumbuh District Court.
BENTUK DAN FUNGSI FATIS DALAM KOMUNIKASI LISAN BAHASA MELAYU RAMBAH . S, Novia Kusuma; Ningsih, Asih Ria; Gunawan, Gunawan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2020)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang Bentuk dan Fungsi Fatis dalam Komunikasi Lisan Bahasa Melayu Rambah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskrisipsikan bentuk fatis dalam komunikasi lisan bahasa melayu Rambah, (2) mendeskrisipsikan fungsi fatis dalam komunikasi lisan bahasa melayu Rambah dan (3) mendeskripsikan konteks dalam komunikasi fatis. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskritif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan dalam komunikasi lisan masyarakat melayu Rambah yang mengandung fatis. Pembahasan fatis dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu bentuk dan fungsi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 40 bentuk fatis yang berupa 23 bentuk partikel, 17 kata dan 7 frasa. Bentuk fatis yang dominan digunakan dalam bahasa melayu Rambah adalah fatis bentuk partikel. Dalam penelitian ini ditemukan 29 fungsi fatis yang berupa 19 fungsi memulai, 9 fungsi mempertahankan dan 19 fungsi mengukuhkan. Fungsi fatis yang dominan ditemukan dalam bahasa melayu Rambah adalah fungsi memulai dan mengukuhkan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk pengembangan pengetahuan tentang fatis dan pengembangan bahasa melayu Rambah.
Makna dan Fungsi Tradisi Upah-Upah dalam Masyarakat Desa Batas Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu Nofrita, Misra; Arianti, Rita; Ningsih, Asih Ria; Hermawan, Hermawan; Nuratika, Nuratika
Lingua Susastra Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v4i2.201

Abstract

In Rokan Hulu, there is a unique tradition called Upah-upah. This tradition is interesting to research because it is still used today which serves to restore the spirit. The aim of this study was to describe the form and function of the upah-upah tradition in Batas village. In this study the authors used qualitative methods. The steps for collecting data are, first, making observations regarding the selection of informants taken for research. Second, conduct interviews with informants regarding upah-upahs in Batas village by recording them. Third, transcribe the recording results. Fourth, process the data that has been transcribed and fifth, make an analysis of the results of the data that has been transcribed. The results of research on the meaning and function of the upah-upah tradition of the people of Batas Village, Tambusai District, Rokan Hulu Regency, concluded that the meaning contained in the upah-upah tradition is as a form of gratitude for what God has given, whether in the form of safety from disasters, after giving birth and when starting a new life. Apart from that, the function of the Upah-upah tradition for the people of Batas Village is, first, to restore enthusiasm. Second, provide self-confidence to people who are being paid. Third, welcoming and giving thanks for someone's life journey. Apart from that, wages are used as a tradition to restore or restore a person's enthusiasm, such as after an accident, after giving birth, wages after marriage, wages after completing a treatment, wages after graduating from college, and wages after graduating from college. finished circumcision.
Mantra Penangkal Sakit di Desa Sei Kuning Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Ningsih, Ella Guspia; Ningsih, Asih Ria
Lingua Susastra Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v4i2.199

Abstract

Treatment with mantras is one form of traditional medicine that is still believed and practiced in Indonesia, including in Sei Kuning Village, Rambah Samo Subdistrict, Rokan Hulu Regency. This study aims to describe the form and meaning of mantras to ward off illness in the village. This research uses a qualitative method with an oral literature approach. Data were collected through in-depth interviews with informants who are mantra speakers in the village. The results showed that the form of mantras in Sei Kuning village is in the form of pantun. The types of antidote mantras found include mantras for getting stung, swollen body mantras, headaches, toothaches, and bone diseases. The results of this study show that the mantras in Sei Kuning village have various forms and are used to treat various diseases. The mantras also have deep meanings and contain cultural values that are important to preserve.