Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Campur Kode dalam Vlog OOTD (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier dan Ivan Gunawan Episode “Baru Nge-Gym Igun Nantang Tinju Azka” Dinda, Dinda; Ningsih, Asih Ria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14378

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh campur kode dalam percakapan yang terjadi pada Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan. Campur kode pada penelitian ini merupakan pencampuran dua atau lebih bahasa yakni Bahasa Inggris dengan Bahasa Indonesia oleh penutur dalam suatu percakapan berupa serpihan kata, frasa dan klausa. Tujuan penelitian ini salah satunya untuk mengkaji bentuk campur kode yang terdapat pada vlog tersebut. Jenis penelitian dari vlog ini adalah adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Dengan cara: 1) simak: menonton dan mendengarkan video Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan. (2) mentranskipkan percakapan, peneliti menterjemahkan semua tuturan dialog yang ada dalam video vlog Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan, (3) menginventarisasi data, inventarisasi data adalah memilih dan mengelompokkan data sesuai dengan peneliti kaji yaitu mengolahnya menjadi data kata, frasa, klausa. Hasil penelitian dari vlog tersebut yaitu: campur kode eksternal berupa (1) Kata, (2) Frasa, (3) Klausa. Selanjutnya data yang ditemukan dalam Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan tersebut memperoleh 39 data campur kode bentuk kata, 11 data campur kode bentuk frasa dan 25 data campur kode bentuk kalimat. Jadi total keseluruhan data yang ditemukan dalam video vlog tersebut berjumlah 77 data campur kode. Disimpulkan video vlog ini memberikan banyak motivasi agar kita lebih giat dalam mempelajari bahasa dan mempraktekkan dalam percakapan sehari-hari.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Anekdot melalui Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Rambah Samo Arianti, Rita; Nofrita, Misra; Nuratika, Nuratika; Ningsih, Asih Ria; Hermawan, Hermawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14665

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambah Samo dan aktivitas siswa yang kurang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar siswa dalam menulis teks anekdot siswa melalui model tersebut Numbered Head Together (NHT). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 24 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) penerapan model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran menulis teks anekdot siswa kelas X mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Hal ini terlihat adanya peningkatan aktivitas siswa, sebagian besar pada siklus I memperoleh kategori cukup baik meningkat pada siklus II menjadi baik. (2) Penerapan model Numbered Head Together dalam pembelajaran menulis teks anekdot dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X SMA Negeri 1 Rambah Samo yang terlihat pada prasiklus rata-rata nilai rata-rata kelas 58,29 dengan ketuntasan belajar 16,17%, meningkat pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata kelas menjadi 65,63 dengan persentase ketuntasan 54,16% dan meningkat lagi pada siklus II sehingga diperoleh nilai rata-rata 77,08 dengan persentase ketuntasan 95,83%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Numbered Head Together dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dalam menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambah Samo. Kebaruan penelitian ini adalah adanya metode permainan kata dalam meningkatkan motivasi anak untuk mengikuti pembelajaran menulis teks anekdot.
Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel “Lilin” Karya Saniyyah Putri Salsabila Said Satria, Satria; Ningsih, Asih Ria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14918

Abstract

Manusia berinteraksi dan berkembang dalam bertutur merupakan bagian dari bahasa. Tanpa bahasa, manusia tidak bisa melakukan komunikasi antar sesama. Ada banyak bahasa yang bisa digunakan untuk berbicara dengan sesama asal bisa dimengerti maka akan terjadi komunikasi, baik secara lisan, tulisan maupun verbal. Bentuk tuturan secara lisan terdapat pada novel “Lilin” karya Saniyyah Putri Salsabila Said. Tuturan yang di teliti peneliti adalah tuturan direktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tindak tutur direktif yang terdapat pada novel “Lilin”. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, tindak tutur direktif yang ditemukan dalam novel ini sebanyak 154 data. diantaranya yaitu: 1) tindak tutur direktif perintah \\sebanyak 105 tuturan, 2) tindak tutur direktif pemesanan sebanyak 1 tuturan, 3) tindak tutur direktif permohonan sebanyak 15 tuturan, 4) tindak tutur direktif pemberian saran sebanyak 33 tuturan. Tindak tutur yang dominan adalah tindak tutur direktif perintah sebanyak 105 tuturan. Sedangkan tindak tutur yang paling sedikit adalah tindak tutur permohonan dan pemberian saran sebanyak 15 tuturan.
Kesalahan Berbahasa pada Anak Usia 3 Tahun dalam Tataran Fonologi di Daerah Kasimang Kasimang Kepenuhan Hilir Kansa, Luckiana; Ningsih, Asih Ria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari bahasa digunakan manusia untuk berkomunikasi dan setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda pada pelafalan berbicara dan bertutur. Setiap tingkatan biasanya memiliki kemampuan berbicara yang berbeda, misalnya pada tingkatan anak-anak yang terorganisasi dalam bentuk satuan-satuan, seperti kata, kelompok kata, dan kalimat. Hal inilah yang menjadikan anak uisa dini sering mengalami kesalahan dalam berbahasa dan ini merupakan proses dalam pemerolehan bahasa khususnya anak usia 3 tahun. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui bentuk pemerolehan bahasa anak usia 3 tahun dengan cara menganalisis ujaran yang diucapkan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Hasil Penelitian dalam kesalahan berbahasa pada anak usia 3 tahun dalam tataran fonologi di daerah Kasimang Kasimang ini meliputi perubahan fonem yang trediri dari 8 data, penghilangan fonem yang terdiri dari 12 data, sementara untuk penambahan fonem tidak ditemukan pada penelitian ini.
Pantang Larang Masyarakat Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu Fitri, Anisa Ade; Ningsih, Asih Ria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantang larang adalah kepercayaan masyarakat yang termasuk dalam prosa lama dan berfungsi untuk mendidik anak-anak atau masyarakat dalam berperilaku dan berinteraksi agar tidak melakukan pantangan-pantangan yang dilarang. Apabila pantangan tersebut tetap dilakukan, maka akan mendapatkan konsekuensi yang berakibat buruk dan menakutkan. Tradisi pantang larang ini masih sering dijumpai di beberapa daerah, salah satunya di Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk pantang larang untuk mendidik dan mengingatkan anak-anak serta melestarikan budaya pantang larang di Desa Aliantan yang berada di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 6 orang warga Desa Aliantan sebagai informan yang terdiri dari satu orang kepala adat, satu orang kepala suku, satu orang laki-laki warga asli desa Aliantan dan tiga orang ibu-ibu warga asli desa Aliantan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan alat perekam suara dan Teknik catat. Hasil penelitian Pantang Larang Masyarakat Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu terdapat 60 data dalam 7 bentuk kategori yaitu: (1) masa lahir, masa bayi dan masa kanak-kanak ditemukan 21 data, (2) tubuh manusia dan obat-obatan ditemukan 13 data, (3) rumah dan pekerjaan rumah tangga ditemukan 4 data, (4) mata pencaharian dan perhubungan ditemukan 3 data, (5) perjalanan dan perhubungan ditemukan 3 data, (6) cinta, pacaran dan menikah ditemukan 10 data, (7) kematian dan adat pemakaman ditemukan 6 data, dan juga dapat menganalisis makna tuturan pantang larang. Sehingga pantang larang saat ini digunakan oleh masyarakat Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu sebagai landasan untuk mendidik anak-anak dan remaja di sekitarnya.
Analisis Citraan dalam Kumpulan Puisi “Bramantya” Karya Mahasiswa Semester II Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Rokania Zuhri, Muhammad Ali; Arianti, Rita; Ningsih, Asih Ria; Zahra, Rani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31302

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Bramantya" karya Rita Arianti, dkk. 2024, sehingga peneliti ingin menyampaikan secara tertulis pesan/perasaan apa yang ingin disampaikan pengarang dalam setiap bait puisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Bramantya" karya Mahasiswa Semester II Program Studi PBSI, Universitas Rokania. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian peneliti menemukan 5 citraan yang terdapat dalam 6 puisi yaitu citraan penglihatan yang paling banyak digunakan yaitu 20, kemudian yang kedua adalah citraan perasaan sebanyak 13, yang ketiga adalah citraan gerak sebanyak 11, yang keempat adalah citraan pendengaran sebanyak 5 dan yang terakhir adalah citraan penciuman sebanyak 1. Berdasarkan data di atas citraan yang paling dominan adalah citraan penglihatan yaitu 20, karena tema yang diangkat dalam puisi cenderung berupa harapan dalam doa, adanya rasa putus asa, perasaan rindu, cinta dan kasih sayang yang kuat. Penyair mengungkapkan semua gagasan, pikiran dan perasaan tersebut melalui kata-kata yang tidak diungkapkan secara gamblang yang memiliki makna konotatif, sedangkan citraan yang paling sedikit ditemukan adalah citraan penciuman, tema yang diangkat adalah perasaan cinta yang harum dan mekar harum yang melambangkan perasaan hati yang sangat gembira yang menebar harum. Dapat disimpulkan bahwa puisi "Bramantya", yang ditulis oleh mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dibimbing, diarahkan, dan digubah oleh Rita Arianti, Asih Ria Ningsih, Nuratika, dan kawan-kawan pada tahun 2024, merupakan aliran impresionis. Aliran ini menggambarkan kesan sesaat dari sesuatu yang diamati oleh penyair. Impresionisme menggambarkan sesuatu seperti sketsa, tanpa ada yang digambarkan secara jelas.
Analisis Deiksis dalam Novel Hari Terakhir Karya J. Wahab Putri, Diana Jil Karisa; Ningsih, Asih Ria; Nuratika, Nuratika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36581

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam novel sebagai bagian dari kajian pragmatik pada karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk deiksis yang digunakan serta perannya dalam membangun makna tuturan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan tokoh dalam novel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Teknik baca dan catat, kemudian data dianalisis berdasarkan klasifikasi deiksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 25 data deiksis, yang terdiri atas 11 data deiksis persona, 6 data deiksis tempat, dan 8 data deiksis waktu. Temuan tersebut menunjukkan bahwa deiksis persona merupakan jenis deiksis yang paling dominan, yang berperan penting dalam membangun konteks peristiwa dan alur cerita dalam novel secara pragmatik.
BENTUK DAN MAKNA MANTRA PENGOBATAN DI KABUPATEN ROKAN HULU Ningsih, Asih Ria; Nuratika, Nuratika; Prasiwiningrum, Elyandri; Rosinda, Rosinda; Ridho, Ridho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan makna mantra pengobatan tradisional yang berkembang di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Pengobatan tradisional di wilayah ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, khususnya dalam bentuk mantra, dan ritual penyembuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan para praktisi pengobatan (dukun/ tabib, dan tokoh adat), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk mantra pengobatan tradisional di Rokan Hulu berjumlah 20 data mantra, yakni Mantra Pengobatan Kataguran, Mantra sakit Gigi, Mantra Sakit Perut, Mantra penyakit Kulit, Mantra sakik Tulang, Mantra Penyakit hati, dll. Makna yang terkandung dalam praktik pengobatan ini mencerminkan hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual, meminta perlindungan, memohon penyembuhan, menanggalkan/ membuang penyakit dalam tubuh, energi positif, harapan kesembuhan, penggambaran kondisi fisik racun, meminta, penegasan kekuatan Penawar berasal dari tokoh tertentu, kekuatan penyembuhan bersumber dari kalimat tauhid. Dapat disimpulkan bahwa pengobatan tradisional tidak hanya dipahami sebagai usaha penyembuhan fisik, tetapi juga sebagai proses pemulihan keseimbangan batin dan sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian pengobatan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Rokan Hulu.