Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Etika Komunikasi dalam Penyiaran Konten Selebritis di Program Insert Trans TV di Era Digital Marliana, Dina; Syahputra, Muhammad Ihsan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 1 (2024): JUPIN Februari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.256

Abstract

Maraknya informasi di media sosial di era digital seakan menggeser posisi media mainstream. Beriringan dengan itu, berita hoaks tak terbendung lagi. Beberapa konten tayangan televisi dianggap kalah cepat dengan media sosial. Hal ini yang kemudian membuat redaksi pemberitaan kekurangan informasi. Beberapa narasumber memilih untuk menggunakan media sosial peribadinya sebagai media klarifikasi. Redaksi Insert Trans TV dengan narasumber utama selebritis menghadapi dilema tersebut. Hingga akhirnya tim redaksi mengambil konten klarifikasi selebritis di channel media sosial. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana etika redaksi Insert dalam memanfaatkan berita di media digital. Penelitian ini menggunakan tiga dimensi etika komunikasi yaitu dimensi aksi, dimensi moral dan dimensi tujuan. Metode penelitiannya kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data didapat dari wawancara mendalam serta observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa konten selebritis yang ditayangkan di Trans TV beberapa diambil dari media digital seperti YouTube dan Instagram narasumber. Hal ini untuk tetap memenuhi standar penyiaran Indonesia. Redaksi Insert tetap menerapkan kode etik jurnalistik dalam peliputan dan penulisan naskahnya. Konten tayangan adalah hasil dari komodifikasi virtual dimana redaksi menambahkan narasi, voice over, gambar-gambar pendukung hingga backsound musik yang sudah menerapkan etika penyiaran. Hingga tayangan Insert memiliki konten sendiri dengan menambahkan narasumber lain jadi tayangannya tetap memiliki dua sisi atau cover both side bahkan menjadi program mengklarifikasi berita hoaks di media digital.
Konstruksi Personal Image Branding Feni Rose sebagai Presenter Program Televisi Marliana, Dina; Ganesya, Viotty Danar
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.399

Abstract

Menjadi seorang presenter harus memiliki ciri khas yang akhirnya bisa menjadi daya jual eksis di dunia pertelevisian. Feni Rose hadir sebagai presenter infotainment langsung memiliki ciri khas dalam membawakan acara. Sosoknya terkesan tegas sesuai dengan pembawaan programnya. Personal branding Feni Rose terbentuk dari program fenomenal ‘Silet’. Di balik kesan presenter yang tegas, Feni Rose ternyata memiliki kepribadian yang unik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana seorang Feni Rose mengkonstruksi personal image branding agar bisa eksis sebagai presenter di televisi. Penelitian ini menggunakan delapan hukum personal, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan dan nama baik. Menggunakan metode fenomenologi dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa Feni Rose secara natural mem-branding dirinya sebagai presenter talk show. Hal ini sejalan dengan kepribadiannya yang perfectionist, tegas dan detail. Menjadi diri sendiri membuatnya justru terlihat berbeda yang kemudian menjadi ciri khasnya.
Kiprah Pendongeng Sunda dalam Melestarikan Tradisi Lisan Masyarakat Sunda Abad Ke-20 Marliana, Dina; Permana, Agus; Mukarrom, A. Soheh
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol. 9 No. 2 (2025): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the role of Sundanese storytellers in preserving the oral tradition of the Sundanese people in the 20th century by using historical methods. The historical methods used include heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography. At the heuristic stage, various sources in the form of radio recordings, local media archives, fairy tale transcripts, character interviews, and performance documentation were collected to trace the activities of Sundanese storytellers. The results of the analysis showed that Sundanese storytellers play an important role as a transmitter of cultural values, language keepers, as well as a link between tradition and society in the context of modernization. Through historical interpretation, it is found that storytellers not only maintain the traditional form of fairy tales, but also adapt to the development of media such as radio, tapes, and social media today. Thus expanding the range of Sundanese oral culture. The results of this study confirmed that the gait of Sundanese storytellers has become a significant factor in maintaining the sustainability of oral traditions as the cultural identity of the Sundanese people.