Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Metode Sabaq, Sabqi, Manzil Pada Program Tahfidzul Qur’an Di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Arif, Arif Aji; Sumalo, Kadir; Muzakki, Muhammad; Rama, Bahaking; Saleh, Syamsudduha
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpaida.v3i2.1445

Abstract

Penelitian ini fokus pada penerapan metode sabaq, sabqi, dan manzil dalam program tahfidzul Qur'an di Pondok Pesantren Nurula Yaqin. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis efektivitas penggunaan metode tersebut terhadap peserta program tahfidzul Qur'an serta mengevaluasi dampaknya terhadap peserta dalam menghafal al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi kasus. Penelitian dilakukan pada periode 15 Agustus-30 Agustus di Pondok Nurul Yaqin, melibatkan populasi sebanyak 30 orang, dengan sampel 13. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi yang melibatkan peserta program tahfidzul Qur'an sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan teknik pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data, serta menggunakan triangulasi untuk meningkatkan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sabaq, sabqi, dan manzil dapat membantu santri dalam memaksimalkan waktu. Prestasi santri mengalami peningkatan yang signifikan setelah penerapan metode ini. Pelaksanaan metode sabaq, sabqi, manzil dilakukan tiga kali sehari pertama waktu sabaq setelah subuh, ke dua sabqi dilaksanakan setelah asar, dan ke tiga manzil dilaksanakan setelah solat isya. Hambatan dalam pelaksanaan metode sabaq, sabqi, manzil meliputi, santri sering bolos ketika hakaqoh berlangsung, tidur di dalam halaqoh, dan rendahnya daya ingat santri. Pelaksanaan metode sabaq, sabqi, manzil cukup baik, hal itu terlihat dalam kurun waktu tujuh bulan dengan kesibukan mereka masing-masing mampu menyetor lima juz sekali duduk, santri mampu mengikuti lomba di tingkat Kabupaten Sorong, dan mampu menjawab pertanyaan pada saat wisuda. Demi mewujudkan generasi qur’ani yang berkesinambungan dan sissilah keilmuan bersambung kepada Rosullah maka pondok seyogyanya menghadirkan muallim yang bersanad dan mensosialisasikan program tahfidz di khalayak umum.
Reputasi Nabi Muhammad Saw Dalam Membangun Peradaban Islam dan Peradaban Dunia Pahero, Usman; Rama, Bahaking; Saleh, Syamsudduha
PILAR Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5mv6pk25

Abstract

Merangkai mulai kata dan makna perjalanan kehidupan baginda junjungan Nabi Muhammad SAW, laksana mata air yang jernih dan tiada henti sepanjang kehidupan. Jernih karena air yang keluar darinya bersumber dari Sang Maha Suci (Al-Quddus). Tiada berhenti sebab bermuara dari Sang Maha Hidup (Al-Hayyu). Karena itu, tidak mengherankan reputasi sosok Rasulullah SAW menjadi sumber insipirasi bagi umat manusia. Tutur katanya menarik untuk dicerna, nasihatnya menjadi menjadi cahaya, sabdanya menjadi acuan. Beliau adalah hamba Allah dan pemimpin bagi umat, panglima di medan perang, politisi teladan, saudagar yang sukses, ayah yang santun dan lembut, serta seorang pengusaha yang sukses dalam meniti karir bisnis yang senantiasa berada dalam bingkai ketaaatan tiada tara, inilah yang membuat Siti Khadijah terpesona terhadap kepribadian dan akhlak yang mulia Rasulullah SAW.Kata Kunci: Reputasi, Nabi Muhammad SAW, Peradaban Islam/Dunia
Sejarah Islam di Jerman Tarhan, Raden Muhammad; Saleh, Syamsudduha; Yunus, Abd Rahim
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14671

Abstract

Meskipun Islam di Eropa bukanlah sesuatu yang baru, keberadaan Muslim di Jerman masih menarik untuk diteliti. Dinamika umat Islam, baik dari sisi internal maupun eksternal, sangat menarik perhatian. Dari sisi internal, Muslim di Jerman berasal dari berbagai etnis dan ras di Asia dan Afrika, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi mereka untuk bersatu dan berintegrasi. Dari sisi eksternal, Islam, yang secara historis bukan agama asli di Eropa, menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru. Tradisi budaya Yahudi-Kristen telah lama menjadi bagian dari Jerman dan Eropa secara umum. Kedatangan sejumlah besar Muslim dari daerah konflik di Timur Tengah dan Afrika baru-baru ini menambah fenomena penting lainnya. Artikel ini berusaha menggambarkan perkembangan Islam dan Muslim di Jerman serta bagaimana mereka berinteraksi dengan rekan-rekan Jerman di tengah tumbuhnya islamofobia di negara ini. Selain itu, artikel ini juga akan mengamati beberapa bentuk perlawanan umat Islam, termasuk radikalisme, dan upaya mereka untuk berintegrasi ke dalam masyarakat Barat.