Raharjo, Anis
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edit Foto Prewedding Menggunakan AI Di Gungde Photo Jaya, I Gede Nanda Kumara; Saryana, I Made; Raharjo, Anis
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5267

Abstract

Teknik editing foto prewedding menggunakan kecerdasan buatan (AI) di Gungde Photo adalah ide dari projek independen penulis. Kelebihan menggunakan AI adalah untuk mempermudah editing foto seperti menambah objek dan menghapus objek di suatu foto. Generatif Fil, atau lebih dikenal dengan istilah generative fill dalam konteks teknologi dan seni, merujuk pada konsep pembuatan konten atau karya yang dihasilkan melalui algoritma atau model berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bersifat generatif. Pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah proses pengeditan digital. Penelitian ini membahas perangkat lunak yang menggunakan AI Generative Fill untuk mengedit foto dan gambar. Perangkat lunak tersebut meliputi Adobe Photoshop, Skylum Luminar, Corel PaintShop Pro, dan GIMP. Dengan menganalisis fitur dan kemampuan masing-masing perangkat lunak, penelitian ini memberikan wawasan tentang pemanfaatan AI dalam pengeditan digital dan untuk meningkatkan estetika visual foto prewedding.
Jajanan Khas Bali Dalam Fotografi Komersial Putra, Made Bagaskara Dwi; Bratayadnya, Putu Agus; Raharjo, Anis
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5270

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman kebudayaan dan juga kuliner nusantara. Kuliner nusantara adalah suatu bentuk keanekaragaman hayati dari sabang hingga merauke, setiap kuliner tidak hanya menawarakan cita rasa yang unik, tetapi juga menyimpan nilai – nilai budaya dan tradisi turun temurun yang telah diwariskan.salah satu contoh dari kuliner nusantara yaitu jajanan tradisional khas Bali. Jajanan khas Bali merupakan salah satu hasil dari budaya kuliner Indonesia yang beragam. Jajanan khas Bali tidak hanya untuk dikonsumsi saja namun dipergunakan sebagai saranan dan prasarana dalam prosesi upacara keagamaan. Pada saat ini, jajanan khas Bali menjadi perhatian khusus karena nilai jual yang mulai menurun. Hal ini menjadi tonggak awal untuk mulai mengangkat jajanan khas Bali kembali dengan melibatkan food photography melalui fotografi komersial. Dalam konteks ini, jajanan khas Bali sebagai objek dalam fotografi komersial, khususnya dalam ranah food photography dengan memanfaatkan teknik fotografi yang tepat, dan jajanan Bali dapat ditampilkan dengan daya tarik yang kuat dan mengunggah selera, sehingga mampu menarik perhatian konsumen lokal maupun internasional. Melalui food photography dengan memadukan kombinasi antara estetika visual, pencahayaan yang tepat, dan pengaturan komposisi yang tepat sehingga menghasilkan foto kelezatan makanan dan juga mencerminkan budaya dan tradisi Bali yang dikemas secara tradisional dan modern.
Visualisasi Busana Macan Studio: Inspirasi Budaya Berpakaian Bali Dalam Fotografi Bali Kuno Fadjarai, Jeremy Angus; Raharjo, Anis; Dharmawan, I Made Adi
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5275

Abstract

Macan Studio merupakan sebuah studio kreatif di bidang fashion yang berfokus pada menghasilkan busana dengan desain unik, nyentrik, dan memiliki daya tarik visual yang kuat. Setiap karya mereka dirancang untuk mencuri perhatian melalui penggunaan warna, motif, potongan, dan siluet yang unik, nyentrik, dan absurd. Berawal di Pulau Bali, Macan Studio memadukan ide-ide kreatif yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari para pendirinya, Ican dan Manda, di pulau yang kaya budaya ini. Elemen seni tradisional Bali seperti pakaian adat, tarian, musik, dan upacara adat memberikan pengaruh besar terhadap karya-karya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya fotografi yang inovatif dan menarik dengan memadukan busana khas Macan Studio dengan gaya berpakaian tradisional Bali dan juga mengambil estetika fotografi Bali kuno. Mengambil elemen visual dari masa lampau, karya ini menghadirkan interpretasi modern yang menggambarkan suasana Bali tradisional dalam konteks kontemporer. Melalui pendekatan fotografi konseptual, karya ini diharapkan mampu membawa kita seolah menelusuri kembali sebuah suasana Bali di masa lampau, namun dengan sentuhan modern dari busana kontemporer.
Penciptaan Foto Sport Basket Dalam Teknik Fotografi Strobo Nanda, I Gusti Ngurah Agung Agasthia; Raharjo, Anis; Garmita, I Komang Yorda
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5295

Abstract

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Dalam olahraga basket tidak sekedar hanya pertandingan, namun olahraga basket juga dapat menjadi pertunjukan seni yang diaplikasikan kesebuah foto, yaitu sport fotografi. Sport fotografi berbeda dengan fotografi lain yang bisa dikomposisikan dengan cermat saat mendidik. Fotografi Sport membuat banyak kesempatan untuk menangkap citra dramatis yang hidup dari sebuah momen olahraga yang akan dinikmati seumur hidup. Sport fotografi adalah fotografi yang bertujuan untuk menangkap momen-momen yang terjadi dalam suatu pertandingan olahraga. Sport fotografi dapat membantu mempromosikan merek, pemain, dan olahraga itu sendiri, foto- foto emosional seperti ekspresi menjadi bukti yang membuat sport fotografi menjadi bidang yang spesial. Bidang olahraga atau sport menjadi salah satu objek yang cukup menarik ketika di foto. Selain sport memiliki daya tarik tersendiri untuk menghasilkan karya yang menarik dibidang fotografi, sport juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para fotografer untuk memotret, dikarenakan dibidang sport memerlukan keterampilan atau skill tersendiri bagi para fotografer untuk mendapatkan hasil yang bagus. Fotografi olahraga dengan teknik fotografi strobo mengacu pada penggunaan lampu kilat (strobo) untuk membekukan gerakan cepat dan meningkatkan pencahayaan dalam foto olahraga. Teknik ini sangat berguna untuk menangkap aksi yang cepat dan dinamis seperti pemain yang melompat, berlari, atau melakukan gerakan lainnya dengan detail yang tajam meskipun dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal. Teknik fotografi strobo merupakan sebuah teknik pengambilan foto yang melibatkan penggunakan flash eksternal atau flash yang berasal dari bukan kamera aslinya.
AKTIVITAS NELAYAN DESA PERANCAK DI KABUPATEN JEMBRANA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Perdana, Ngurah Made Kevin Aria; Raharjo, Anis; Bratayadnya, Putu Agus
Retina Jurnal Fotografi Vol 1 No 1 (2021): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v1i1.325

Abstract

Pantai Perancak merupakan sebuah pantai yang terletak di sebelah barat Pulau Bali, Pantai Perancak memiliki peran besar dalam kemajuan pariwisata yang ada di Bali, banyak hasil laut dieskpor ke berbagai daerah destinasi wisata yang ada di Bali, Pantai Perancak juga dapat dilihat pada saat berkunjung kesana, yaitu terdapat banyaknya perahu besar yang biasa disebut Perahu Seleret oleh warga yang ada disana yang menjadikan Pantai Perancak memiliki banyak keunikan untuk didokumentasikan kedalam sebuah karya fotografi Dokumenter. Penulis melakukan metode observasi mengenai aktivitas warga Pantai Perancak yang berprofesi sebagai nelayan dengan cara mengamati objek terkait dengan pembuatan fotografi Dokumenter ini. Kemudian dijadikan sebuah karya fotografi Dokumenter dengan memanfaatkan teori estetika dimana setiap karya yang dibuat tetap mengandung unsur keindahan, serta adaanya metode EDFAT yang digunakan pencipta untuk merangkum cerita dengan lengkap sesuai dengan keadaan di Pantai Perancak. Untuk membuat sebuah karya fotografi Dokumenter yang memiliki sebuah visualisasi yang baik serta menarik, penulis memulai dengan penciptaan ide, proses pengerjaan dan diakhiri dengan pameran dan presentasi. Untuk visual dari aktivitas warga Pantai Perancak yang berprofesi sebagai nelayan, banyak tahapan yang dilakukan mulai dari persiapan alat untuk mencari hasil laut, lalu adanya persiapan kapal atau yang biasa disebut warga Pantai Perancak Perahu Seleret, hingga menjual hasil laut yang sudah didapatkan. Segala cerita yang telah dirangkai menjadi beberapa karya foto lalu dibuat sedemikian menarik dengan memanfaatkan proses kamar terang agar dapat diterima pesannya dengan baik oleh masyarakat luas maupun setiap orang yang melihat dan menikmati karya tersebut.
TRADISI MAKEPUNG DI KABUPATEN JEMBRANA DALAM FOTOGRAFI ESSAY Negara, I Dewa Putu Ari Kresna Artha; Pramana, I Made Bayu; Raharjo, Anis
Retina Jurnal Fotografi Vol 1 No 1 (2021): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v1i1.327

Abstract

Makepung merupakan salah satu tradisi yang terdapat di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini puncak kegembiraan kaum petani dalam mensyukuri hasil panen raya mereka. Pencipta bertujuan untuk memperkenalkan tradisi makepung ini pada wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jembrana, melalui fotografi essay. Fotografi essay dalam genre foto seri yang disusun dari karya fotografi murni, menjadi foto yang memiliki tulisan yang bertujuan menceritakan tradisi tersebut. Pencipta menerapkan teknik fotografi dengan ide yang dituangkan kedalam karya foto dan dapat menyampaikan pesan melalui karya foto essay tradisi makepung di Kabupaten Jembrana. Metode yang pencipta gunakan ialah metode observasi dan wawancara dan proses penciptaan karya fotografi ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide atau gagasan, tema dan objek yang akan diciptakan yaitu tradisi makepung dalam fotografi essay. Penerapan teori EDFAT yaitu entire, detail, frame, angle, time sebagai landasan teori penciptaan. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam upaya membuat karya foto essay atau foto berseri di Kabupaten Jembrana. sehingga mengatahui rangkaian acara tradisi makepung dari awal hingga akhir.
MAKANAN KOREA DALAM KARYA FOOD PHOTOGRAPHY Karmilasari, Ayu Putri; Raharjo, Anis; Candrayana, Ida Bagus
Retina Jurnal Fotografi Vol 1 No 1 (2021): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v1i1.330

Abstract

Makanan Korea merupakan masakan yang tumbuh dari budaya dan lingkungan Korea, memiliki citra rasa masakan yang tergolong unik mulai dari segi rasa, penataan, dan penyajiannya sehingga menjadi daya tarik setiap orang. Menvisualisasikan ide makanan Korea yang terdiri dari makanan pembuka atau appetizer, makanan tengah atau main course dan makanan penutup atau dessert menggunakan teknik-teknik fotografi. Pengumpulam data dalam penciptaan karya menggunakan metode observasi dan metode eksperimen. Metode observasi digunakan untuk mengamati langsung makanan Korea yang disajikan pada sebuah restoran “Chingu” dan food photography digunakan untuk membuat foto makanan menjadi lebih hidup, serta melakukan wawancara dengan pemilik restoran mengenai makanan Korea. Metode eksperimen dengan melakukan percobaan pada saat tahap pemotretan, mencoba menggunakan cahaya buatan dan bereksperimen dengan angle yang berbeda-beda. Dilanjutkan proses pengeditan yang dilakukan dengan pemilihan foto dan mencoba-coba dengan mengubah gelap terang, croping, penghapusan objek-objek yang mengganggu, hingga menghasilkan keserasian hasil pengeditan dengan konsepnya. Setelah melalui berbagai proses hingga penciptaan terhadap food fotografi, didapatlah kesimpulan yaitu: pencipta dapat memahami makanan Korea dan memperkenalkan kepada masyarakat melalui sebuah karya visual. Penguasaan nilai-nilai estetika juga sangat berperan untuk memberi nilai keindahan dalam sebuah karya fotografi. Visualisasi karya foto ini mengangkat makanan Korea sebagai upaya untuk menyampaikan citra rasa masakan Korea yang menonjolkan unsur rasa, tekstur, warna, bentuk dan selera melalui visualnya
PEMBUATAN GENTENG DI DESA PEJATEN DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Nariani, Ni Putu Lita; Raharjo, Anis; Candrayana, Ida Bagus
Retina Jurnal Fotografi Vol 1 No 2 (2021): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v1i2.788

Abstract

The creator was interested in bringing up the theme of Making Tiles in Pejaten Village in Documentary Photography because of the modern roof tiles from outside Bali which could be a threat from the existence of pejaten tiles. Pejaten Village has been famous for its tile making from the past until now. Pejaten tile has a characteristic that is on the tile product there is the name "Pejaten" which is made with a direct printing technique from a tile mold made with a press. The purpose of this creation is to document the making of pejaten roof tiles in documentary photography. In the process of creating this photographic work, the creator uses the method of creation, namely direct observation by visiting the tile craftsmen in Pejaten Village and conducting interviews to find out how the roof tiles are made in Pejaten Village and the creator also observes the condition and situation of the object to be photographed and The creator applies several photography techniques into his photo works such as stop action, framing, point of view and lighting. The result of this creation is documentary photography which contains about the making of roof tiles starting from the selection of materials, mixing materials, printing, drying and finally the existence of making roof tiles in Pejaten Village is very important for the people there because the majority of the people there work as tile craftsmen and earn wages/salaries from selling. rooftile. Through documentary photography, it is hoped that it will be able to document the manufacture of roof tiles in Pejaten Village so that the existence of roof tiles in Pejaten Village is preserved in the form of documentary photography. Keywords: Tile Making, Pejaten Village, Documentary Photography
VISUALISASI DEWI PERTIWI DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Saputra, Kadek Indra Dwi; Raharjo, Anis; Bratayadnya, Putu Agus
Retina Jurnal Fotografi Vol 1 No 2 (2021): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v1i2.789

Abstract

Environmental problems can result in the destruction of valuable nature such as forests, rivers, beaches and others, besides that environmental problem can also damage biodiversity which is very important for humans. Mother Earth as a picture of the Earth that is fertile in supporting the living things in it. To convey the meaning contained in the visualization work of Dewi Pertiwi, the creator conveys the meaning contained in the work of Dewi Pertiwi in expression photography, so that it can be understood by the general public. In the creation of this work the creator used digital imaging techniques. The creator uses the exploratory method and the observation method. In translating the Visualization of Dewi Pertiwi into visual works, the creator uses a semiotic theory which not only examines the denotative level to the connotative level, in addition to building the aesthetic value in this work the creator uses the aesthetic theory of photography. In the preparation of the work also pay attention to the visual elements. The visual elements in this work show more natural damage than the 4 elements in Panca Maha Butha, namely, fire, earth, water, air, accompanied by colors, textures and lines that are set by the creator into image processing. In addition to these elements, this work also prioritizes composition, balance, and complexity in order to achieve a unity in realizing the Visualization of the Goddess of Mother Nature in Expression Photography. The message conveyed in this work is that one day photographic works can be used as a reflection of what is happening in nature today, including as a form of awareness, reminder and the importance of protecting nature. In making each work, it must have a meaning and beauty value in each of his works, so that photography can be accepted more widely by the community. Keywords: Visualization, Dewi Pertiwi, Expression Photography
PROSES PENGOLAHAN GARAM DI DESA KUSAMBA, DAWAN, KLUNGKUNG DALAM PHOTOGRAPHY STORY Yana, Sang Made Dwiki Hendri; Saryana, I Made; Raharjo, Anis
Retina Jurnal Fotografi Vol 2 No 2 (2022): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v2i2.1281

Abstract

Kusamba Village, Dawan District, Klungkung Regency, Bali is a salt-making area that is very famous for its distinctive taste and traditional processing. These salt farming skills have been passed down from generation to generation until now. This salt farming activity is carried out in a conventional way with traditional equipment. Although the number of salt farmers is decreasing day by day, the remaining farmers are still persistent in maintaining their business to meet the economic needs of their families. The purpose of this research is to raise, promote and know the salt processing process in Kusamba Village, Klungkung Bali in story photography. Meanwhile, the benefits of this research are that it can increase knowledge, think creatively, give satisfaction to the creator and contribute references to ISI Denpasar and the public can know the process of processing salt in Kusamba Village, Klungkung Bali. In this study used the method of observation, interviews, literature study. Meanwhile, to analyze the work, aesthetic theory is used, namely: idetional and technical levels and EDFAT theory. This research produced 15 story photography works that explain the process of processing salt in Kusamba Village, Klungkung Bali from sand selection, watering sand with sea water, drying, sand distillation, drying under the sun, crystallization, dredging salt grains, salt packaging and marketing processes. Meanwhile, how to visualize it can be concluded from the existence of internal and external factors in the application of ideas, observations, literature studies, photo shoots, selection, image processing, printing and exhibitions.