Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KRITIK SOSIAL TOKOH KALSITA DALAM NOVEL MALAM UNTUK SOE HOK GIE KARYA HERLINATIENS Saputra, Agung; Dewi, Desyarini Puspita
Pena Literasi Vol 7, No 1 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.1.61-70

Abstract

Kiritik sosial lahir atas permasalahan penting yang ada di tengah masyarakat begitupula karya sastra tercipta dari hubungan pengarang dengan masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan bentuk kritik sosial yang terdapat pada novel Malam untuk Soe Hok Gie karya Herlinatiens. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang terdapat dalam novel Malam untuk Soe Hok Gie karya Herlinatiesn. Penelitian ini menggunakan merode deskriptif kualitatif mengadopsi teori soenjono dengan tinjauan sosiologi sastra. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, maupun paragraf yang mengandung kritik sosial. Adapun sumber penelitian ini yaitu novel Malam untuk Soe Hok Gie karya Helinatiens. Teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan catat. Proses penelitian ini yaitu dengan membaca novel berulang-ulang dilanjutkan dengan mencatat isi keseluruhan teks yang mengandung kritik sosial. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, verifikasi data dengan cara menganalisis isi novel yang mengandung kritik sosial mengunakan teori Soerjono Soekanto tinjauan sosiologi sastra. Hasil penelitian ini dipaparkan sebagai berikut : (1) Masalah kemiskinan, (2) Masalah kejahatan, (3) Masalah disorganisasi keluarga, (4) Masalah generasi muda, (5) Masalah peperangan, (6) Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, (7) Masalah lingkungan hidup, dan (8) Masalah birokrasi.
Pengenalan Karakteristik Bullying dalam Tindak Pidana Melalui Media Antic (Anti Bullying Cards) bagi Guru dan Orang Tua Agung Aditya; Ariesma Setyarum; Hanindya Restu Aulia; Dina Nurmalisa; Afrinar Pramitasari; Desyarini Puspita Dewi
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v2i4.559

Abstract

This study aims to introduce the characteristics of bullying as a criminal act through Antic (Anti-Bullying Cards) as an educational medium for teachers and parents. Bullying is a form of violent behavior that can have negative impacts on victims, especially among children and adolescents. Although bullying frequently occurs in schools and homes, public understanding—particularly among teachers and parents—regarding its legal aspects remains limited. Therefore, this study develops Antic as an educational tool to help teachers and parents identify the signs and effects of bullying while providing insights into its legal implications. The medium is designed as interactive cards containing information on the definition of bullying, its various types, and preventive measures. This approach is expected to raise awareness and enhance the knowledge of teachers and parents about their crucial roles in preventing and addressing bullying, thereby fostering a safer environment for children. The study employs a research-based media development method, incorporating product trials with teachers and parents to gather feedback for further refinement of the medium
Nilai Kepahlawanan pada Film Gundala (2019) Karya Joko Anwar pada Teori Anis Matta M. Ade Putra Bintara; Desyarini Puspita Dewi
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 2 (2025): Bhinneka
Publisher : Universitas Palan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v3i2.1291

Abstract

Gundala (2019) can be seen as a work that not only entertains but also reflects and criticizes Indonesian social realities. This film conveys a message about the importance of courage and solidarity in facing social injustice, as well as raising issues that are relevant to society, such as corruption, economic inequality, and the struggles of the lower classes. This film by Joko Anwar represents heroic values such as courage, patience, willingness to sacrifice, and optimism, which not only inspires but also provides relevant moral learning, especially for the younger generation. This research aims to describe the heroic values displayed in Joko Anwar's Gundala (2019). This research uses a qualitative descriptive research method. The results of this research show that the heroic values found in the film Gundala (2019) by Joko Anwar are in accordance with Matta's (2004) theory. This theory reveals that heroic values contain four symbols, namely Courage, Patience, Willingness to Sacrifice, Optimism and implication.
Pengembangan Buku Pedoman Media Audiovisual Berbasis Kode-QR untuk Pembelajaran Cerita Fiksi SMP Adelia, Nela Korina; Dewi, Desyarini Puspita
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2014

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut inovasi pembelajaran yang memadukan teknologi dan pengembangan keterampilan peserta didik. Dalam pembelajaran cerita fiksi di SMP, metode konvensional masih mendominasi, sehingga peserta didik kurang tertarik dan kesulitan memahami materi. Media audiovisual berbasis kode QR ditawarkan sebagai solusi karena mampu menyajikan materi secara visual, interaktif, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan menyusun buku pedoman penggunaan media audiovisual berbasis kode QR untuk pembelajaran cerita fiksi di SMP. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan konseptual melalui studi pustaka pada artikel, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi temuan, mengelompokkan tema, lalu mensintesis konsep untuk dirumuskan dalam pedoman praktis. Rancangan pedoman mencakup latar belakang, tujuan, langkah teknis pembuatan QR, contoh implementasi pembelajaran, serta evaluasi. Produk kemudian divalidasi oleh ahli bidang pendidikan bahasa dan teknologi pendidikan, yang menilai pedoman praktis dan layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman ini dapat menjadi acuan sistematis bagi guru dalam mengintegrasikan media audiovisual berbasis QR code. Meski demikian, efektivitasnya masih perlu diuji melalui implementasi langsung di kelas untuk memastikan dampaknya terhadap pemahaman dan keterlibatan peserta didik.
Semiotika Pesan Moral dalam Film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja Cindy Tri Anggiri; Desyarini Puspita Dewi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1356

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji semiotika Roland Barthes pada film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja. Kajian semiotika Roland Barthes dalam penelitian ini hanya terfokus untuk menemukan makna yang terkandung dalam film Budi Pekerti, yaitu dengan melakukan analisis pada simbol berupa gambar, dialog, juga gerak tubuh yang ditampilkan dalam film. Film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja merupakan salah satu karya sastra yang menggunakan simbol sebagai media penyampaian pesan atau informasi. Teori analisis Roland Barthes dipilih untuk penelitian ini karena suatu tujuan; teori tersebut telah digunakan secara luas dalam penelitian semiotik dan secara konsisten menunjukkan keandalannya, pemilihan teori ini juga selaras dengan objek penelitian yang mengandung simbol sehingga dapat diamati menggunakan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana data dan pembahasannya dilaporkan dalam bentuk deskripsi atau uraian, dengan teknik baca dan catat sebagai teknik yang digunakan dalam pengumpulan data. Melalui hasil dan pembahasan yang telah dilakukan, dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja memuat 10 data yang mengandung pesan moral, dari 10 data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada 6 pesan moral yag terkandung, yaitu : (1) Kejujuran, (2) Keberanian, (3) Bertanggungjawab, (4) Kritis, (5) Pengendalian Emosi, dan (6) Menghargai Hidup. Kata kunci : Film, Budi Pekerti, Semiotika
PENGUATAN LITERASI SASTRA ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN APRESIASI SASTRA DI SDN PODOSUGIH 01 KOTA PEKALONGAN Nurmalisa, Dina; Setyarum, Ariesma; Puspita Dewi, Desyarini; Pramitasari, Afrinar; Arifianti, Ika; Azizah, Dewi; Aditya, Agung
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5458

Abstract

Abstract: This community service activity aimed to strengthen children’s literary literacy among elementary school students through reading children’s stories, storytelling, and story discussion activities. The program was conducted at SDN Podosugih 01 Pekalongan and involved 30 third-grade students. The activities were carried out in two meetings on October 17 and 21, 2025, by a community service team consisting of lecturers and students. The implementation method was designed to be participatory and interactive, positioning students as active subjects in children’s literary literacy activities. Data were collected through observation, documentation, and reflective notes during the activities. The results showed that students demonstrated high enthusiasm in listening to stories, actively participated in discussions, and were able to retell the main ideas of the stories using their own words. In addition, the classroom teacher responded positively and stated that the activities helped foster students’ interest in children’s literary works. Overall, the program had a positive impact on improving students’ focus while listening to stories and increasing their enthusiasm for reading, indicating that children’s literary literacy activities can serve as an effective and enjoyable strategy to strengthen literacy in elementary schools. Keyword: children’s literature; community service; elementary school; literary literacy Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sastra anak pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan membaca cerita anak, mendongeng, dan diskusi isi cerita. Kegiatan dilaksanakan di SDN Podosugih 01 Kota Pekalongan dengan sasaran siswa kelas III yang berjumlah 30 orang dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 17 dan 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan interaktif dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan literasi sastra anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi dalam menyimak cerita, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu mengungkapkan kembali inti cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, guru kelas memberikan respons positif dan menilai bahwa kegiatan ini membantu menumbuhkan minat literasi siswa terhadap karya sastra anak. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif berupa peningkatan fokus siswa dalam mendengarkan cerita serta meningkatnya antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca, sehingga kegiatan literasi sastra anak melalui membaca cerita, mendongeng, dan diskusi dapat menjadi alternatif strategi penguatan literasi yang efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. Kata kunci: literasi sastra; pengabdian masyarakat; sastra anak; sekolah dasar
RAGAM MAKNA SEMANTIK PADA LIRIK LAGU KASIH ABA-ABA KARYA NAYKILLA Ananda Ayu Wahdini; Desyarini Puspita Dewi
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10931

Abstract

Jenis ragam makna dapat ditemukan dan dianalisis disebuah karya sastra. Salah satu jenis karya sastra adalah lirik lagu. Seiring perkembangan zaman, pemilihan kata dalam lirik lagu memiliki perbedaan makna, dari lirik lagu yang mengandung makna kiasan hingga lirik lagu dengan pilihan kata dengan makna langsung, hal ini berpengaruh terhadap pendalaman makna lagunya. Untuk itu penelitian ini akan menganalisis lirik lagu zaman sekarang yang sempat viral yaitu lirik lagu “Kasih Aba-Aba” karya Naykilla didominasi makna sebenarnya atau makna kiasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat. Hasil dari penelitian menunjukkan dari 12 jenis ragam makna teori Abdul Chaer, ragam makna semantik dalam lagu “Kasih Aba-Aba” terdapat 11 ragam makna. Hanya satu jenis ragam makna yang tidak terdapat dalam lirik lagu ini yaitu makna peribahasa. Hasil temuan didominasi oleh makan referensial, makna istilah, dan makna asosiatif. Jumlah keseluruhan data adalah 37 data dengan 23 janis data menunjukkan makna sebenarnya dan 14 data yang menunjukkan makna kiasan, sehingga dapat disimpulkan bahwa lirik lagu “Kasih Aba-Aba” didominasi oleh jenis ragam makna yang menunjukkan makna sebenarnya. Kata kunci : Semantik, ragam makna, lirik lagu.
KATA MAJEMUK DALAM NOVEL 172 DAYS KARYA NADZIRA SHAFA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN KEBAHASAAN TEKS CERPEN DI SMA Novita Khoirun Nisa; Desyarini Puspita Dewi
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10932

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan gagasan, pikiran dan perasaan. Dalam kajian linguistik,salah satu bidang yang membahas pembentukan kata adalah morfologi. Salah satu kajian dalam morfologi yaitu kata majemuk, yakni gabungan dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan makna penggunaan kata majemuk banyak ditemukan dalam karya sastra salah satunya novel yang tidak hanya menyajikan cerita tetapi juga memiliki penggunaan Bahasa yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan makna kata majemuk yang terdapat dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa serta menjelaskan implikasinya terhadap pembelajaran menganalisis kebahasaan teks cerpen di SMA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi. Data penelitian berupa kata majemuk yang ditemukan dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, dan mengelompokkan data. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mendeskripsikan bentuk dan makna kata majemuk berdasarkan teori Chaer. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31 data kata majemuk yang terdiri atas 4 kata majemuk setara dan 27 kata majemuk tidak setara. Kata majemuk tidak setara terdiri atas 19 kata majemuk nonidiomatik dan 8 kata majemuk idiomatik. Kata majemuk setara menunjukkan hubungan sejajar antarkomponen pembentuknya, sedangkan kata majemuk tidak setara menunjukkan hubungan inti dan pewatas. Hasil penelitian dapat diimplikasikan dalam pembelajaran menganalisis kebahasaan teks cerpen di SMA sebagai sumber belajar yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Penggunaan novel populer sebagai sumber pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kata majemuk sekaligus mengembangkan kemampuan analisis kebahasaan.
PENGUATAN LITERASI SASTRA ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN APRESIASI SASTRA DI SDN PODOSUGIH 01 KOTA PEKALONGAN Dina Nurmalisa; Ariesma Setyarum; Desyarini Puspita Dewi; Afrinar Pramitasari; Ika Arifianti; Dewi Azizah; Agung Aditya
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5458

Abstract

Abstract: This community service activity aimed to strengthen children’s literary literacy among elementary school students through reading children’s stories, storytelling, and story discussion activities. The program was conducted at SDN Podosugih 01 Pekalongan and involved 30 third-grade students. The activities were carried out in two meetings on October 17 and 21, 2025, by a community service team consisting of lecturers and students. The implementation method was designed to be participatory and interactive, positioning students as active subjects in children’s literary literacy activities. Data were collected through observation, documentation, and reflective notes during the activities. The results showed that students demonstrated high enthusiasm in listening to stories, actively participated in discussions, and were able to retell the main ideas of the stories using their own words. In addition, the classroom teacher responded positively and stated that the activities helped foster students’ interest in children’s literary works. Overall, the program had a positive impact on improving students’ focus while listening to stories and increasing their enthusiasm for reading, indicating that children’s literary literacy activities can serve as an effective and enjoyable strategy to strengthen literacy in elementary schools. Keyword: children’s literature; community service; elementary school; literary literacy Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sastra anak pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan membaca cerita anak, mendongeng, dan diskusi isi cerita. Kegiatan dilaksanakan di SDN Podosugih 01 Kota Pekalongan dengan sasaran siswa kelas III yang berjumlah 30 orang dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 17 dan 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan interaktif dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan literasi sastra anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi dalam menyimak cerita, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu mengungkapkan kembali inti cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, guru kelas memberikan respons positif dan menilai bahwa kegiatan ini membantu menumbuhkan minat literasi siswa terhadap karya sastra anak. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif berupa peningkatan fokus siswa dalam mendengarkan cerita serta meningkatnya antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca, sehingga kegiatan literasi sastra anak melalui membaca cerita, mendongeng, dan diskusi dapat menjadi alternatif strategi penguatan literasi yang efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. Kata kunci: literasi sastra; pengabdian masyarakat; sastra anak; sekolah dasar
Klasifikasi Emosi pada Lirik Lagu dalam Album Ruang Tunggu Karya Payung Teduh: Kajian Psikologi Sastra: Classification of Emotions in the Song Lyrics of Payung Teduh’s Album Ruang Tunggu: A Literary Psychology Study Nurmala Sari; Desyarini Puspita Dewi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2984

Abstract

Penelitian ini mengkaji klasifikasi emosi dalam lirik lagu album Ruang Tunggu karya Payung Teduh dengan pendekatan psikologi sastra. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kedudukan lirik lagu sebagai teks sastra populer yang mengekspresikan pengalaman emosional manusia melalui bahasa puitis, citraan, repetisi, dan metafora. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan emosi dominan dalam sembilan lagu pada album tersebut serta menjelaskan representasi psikologisnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa bait lirik yang memuat ekspresi emosi. Data dikumpulkan melalui pembacaan berulang, pencatatan, pengodean, dan pengelompokan berdasarkan teori klasifikasi emosi David Krech, meliputi kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, kemarahan, dan cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesedihan menjadi emosi paling dominan, diikuti cinta, kebahagiaan, dan ketakutan, sedangkan kemarahan tidak muncul sebagai kategori emosi utama. Implikasinya, album Ruang Tunggu merepresentasikan pengalaman emosional reflektif, seperti kehilangan, kerinduan, komitmen, kecemasan, dan penerimaan.