Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERBANDINGAN HIDROGRAF SATUAN AMATAN DAN HIDROGRAF SATUAN SINTESIS (DAS MAROS SUB DAS MAROS TOMPUBULU) Agusalim, M.; Nanda, Abd. Rakhim; Praja, Soemitro Emin; Syah, Erwin
TEKNIK HIDRO Vol. 11 No. 1 (2018): TEKNIK HIDRO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v11i1.2435

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase perbedaan hasil perhitungan antara hidrograf satuan amatan (Metode Collins) dengan metode hidrograf satuan sintesis (Metode Snyder) dan (Metode Nakayasu),untuk mengetahui parameter-parameter yang digunakan dalam kedua metode tersebut mengakibatkan perbedaan debit puncak (Qp), waktu mencapai puncak (Tp) dan waktu dasar (Tb) pada kedua metode tersebut. Dari hasil penelitian ini, maka kami dapat menarik beberapa kesimpulan terkait Penerapan Metode HS Collins dan HSS Snyder Pada DAS Maros sub DAS Maros-Tompobulu yaitu, kedua metode yang digunakan dalam tugas akhir ini memiliki parameter yang berbeda dalam pengaruh terhadap perubahan waktu mencapai puncak dan debit puncak. Pada metode HS Collins parameter Lc menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak. Dan pada metode HS Snyder parameter α dan tg yang menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak.
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BACARI DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI TERSIER DI DESA PALAMBARAE KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Praja, Soemitro Emin; Margie Dayana, Lucke Ayurindra; Burhanuddin, Fathurrahman; Agusalim, M.; Rumata, Nini Apriani; Nurhidayat, M.
Jurnal BALIRESO Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v9i2.306

Abstract

Evaluasi Pengelolaan Sampah Domestik Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar Chalsum, Uky; Burhanuddin, Fathurrahman; Emin Praja, Soemitro; CHALSUM , UKY
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/msp7js56

Abstract

ABSTRAK Permasalahan sampah domestik di wilayah pesisir dan pulau kecil menjadi isu lingkungan yang semakin kompleks, termasuk di Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Keterbatasan lahan, sarana prasarana, serta rendahnya partisipasi masyarakat menyebabkan sistem pengolahan sampah belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengolahan sampah di Pulau Lae-Lae berdasarkan aspek pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan menggunakan standar pelayanan minimal persampahan dan scoring evaluative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan sampah domestik di Pulau Lae-Lae masih berada pada kategori cukup hingga kurang baik, terutama pada aspek pengolahan dan pengangkutan sampah, dan dilakukan 1 penambahan armada pengangkutan sampah yang di asumsikan kapasitas armada 500kg/rit, ritasi 30 menit dan 2 kali pengangkutan, serta sampah akan diolah berdasarkan jenisnya. Kesimpulannya, diperlukan peningkatan sistem pengolahan berbasis masyarakat serta dukungan infrastruktur yang memadai.   Kata Kunci: Evaluasi, Pengolahan sampah, Kernel Density, Sampah Domestik   ABSTRACT The problem of domestic waste in coastal areas and small islands is becoming an increasingly complex environmental issue, including on Lae-Lae Island, Ujung Pandang District, Makassar City. Limited land, infrastructure, and low community participation have resulted in the waste management system not being optimal. This study aims to evaluate the waste management system on Lae-Lae Island based on aspects of storage, collection, transportation, and processing. The research method used is descriptive quantitative and data collection techniques through field observations, questionnaires, and secondary data from related agencies. The analysis was conducted using minimum waste service standards and evaluative scoring. The results show that domestic waste management on Lae-Lae Island is still in the adequate to poor category, especially in the aspects of waste processing and transportation. One additional waste collection fleet was carried out with an assumed fleet capacity of 500 kg/trip, 30 minutes of trips and 2 transportation times, and waste will be processed based on its type. In conclusion, an improvement in the community-based processing system and adequate infrastructure support is needed.   Keywords: Evaluation, Waste Processing, Kernel Density, Domestic Waste.
Analisis Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Pengaruhnya terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Belopa Isfa Astutik; Burhanuddin, Fathurrahman; Praja, Soemitro Emin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qm262m21

Abstract

ABSTRAKAlih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian di Kecamatan Belopa meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan permukiman serta infrastruktur, yang berdampak pada berkurangnya lahan pertanian dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif Deskriptif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis spasial deskriptif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk melihat perubahan penggunaan lahan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengelolaan perubahan pemanfaatan lahan. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa dalam periode 2019–2025 terjadi penurunan luas lahan sawah dari 1027,72 Ha menjadi 982,51 di Kecamatan Belopa yang sebagian besar beralih menjadi kawasan permukiman, tambak, dan infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis SWOT diperoleh nilai IFAS sebesar 0,60 dan EFAS sebesar 1,04. Nilai tersebut menempatkan posisi Kecamatan Belopa pada Kuadran I (Strategi Agresif/SO), yang menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki kekuatan internal yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi peluang eksternal. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi potensi ekonomi wilayah, pengendalian alih fungsi lahan pertanian secara berkelanjutan, penguatan perlindungan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B), serta pengembangan diversifikasi mata pencaharian masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan tata ruang dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Luwu. Kata Kunci: Perubahan pemanfaatan lahan, lahan pertanian, kondisi sosial ekonomi, IFAS, EFAS, SWOT, Kecamatan Belopa. ABSTRACTThe conversion of agricultural land to non-agricultural use in Belopa Subdistrict has increased in line with population growth and the development of settlements and infrastructure, which has resulted in a reduction in agricultural land and the socio-economic conditions of the community. The research method used was a descriptive quantitative approach with a survey method. Data collection techniques were carried out through observation, questionnaires, and documentation. Data analysis used descriptive spatial analysis based on Geographic Information Systems (GIS) to observe changes in land use, as well as SWOT analysis to formulate strategies for managing changes in land use. The spatial analysis results show that in the 2019–2025 period, there was a decrease in rice field area from 1027.72 Ha to 982.51 Ha in Belopa District, most of which was converted into residential areas, ponds, and infrastructure. Based on the SWOT analysis results, the IFAS value was 0.60 and the EFAS value was 1.04. These values Placing Belopa District in Quadrant I (Aggressive Strategy/SO) indicates that this region has internal strengths that can be leveraged to address external opportunities. The recommended strategies include optimizing the region's economic potential, controlling the conversion of agricultural land in a sustainable manner, strengthening the protection of sustainable food agricultural areas (KP2B), and developing diversification of community livelihoods. This study is expected to serve as a basis for consideration in the formulation of spatial planning and sustainable development policies in Luwu Regency. Keyworsds: Changes in land use, agricultural land, socioeconomic conditions, IFAS, EFAS, SWOT, Belopa District.