Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PKM Membangun Karakter Wirausahawan dan Menumbuhkan Kreatifitas pada Kelompok Dasawisma Dilingkungan RW 011 Cipinang Melayu Jakarta Timur Pujiastuti, Pujiastuti; Syuhardi, Yossi Indrawati; Sutrisno, Danang; Burhanudin, Burhanudin; Suryana, Andri; Wibowo, Arief Nugroho; Sonny, Micheal; Saputro, Firdaus Budhy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.758

Abstract

Membangun Karakter Wirausahawan dan Menumbuhkan Kreativitas pada Kelompok Dasawisma RW 011 Cipinang Melayu Jakarta Timur" merupakan upaya konstruktif untuk meningkatkan kapasitas anggota Dasawisma dalam aspek wirausaha dan kreativitas. Melalui pendekatan pendidikan karakter dan pelatihan kreativitas, proyek ini berhasil menghasilkan dampak positif, termasuk peningkatan kemandirian, kemampuan mengambil risiko, dan kreativitas anggota. Dengan merancang modul edukasi, menyelenggarakan workshop, dan memberikan mentoring, proyek ini mendorong terbentuknya usaha bersama di dalam kelompok Dasawisma. Keberhasilan ini tidak hanya menguatkan ekonomi kelompok tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara anggotanya. Pentingnya keberlanjutan program ditekankan melalui pendekatan pembinaan kelompok, pemantauan dampak, dan evaluasi berkala. Kolaborasi dengan pihak eksternal menjadi faktor kunci dalam memberikan dukungan tambahan dan memperluas peluang bagi anggota Dasawisma. Kesimpulannya pengabdian kepada masyarakat ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi anggota Dasawisma RW 011 Cipinang Melayu, tetapi juga dapat dijadikan inspirasi bagi upaya serupa dalam membangun karakter wirausahawan dan menumbuhkan kreativitas di tingkat lokal. Melalui pendekatan holistik, proyek ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk masyarakat yang lebih mandiri dan inovatif.
Perbandingan Metode Forward Chaining, Certainty Factor, dan Fuzzy pada Sistem Pakar Prastomo, Andi; Syuhardi, Yossi Indrawati; Mardiyati, Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6072

Abstract

Sistem pakar merupakan salah satu penerapan kecerdasan buatan yang masih relevan dalam mendukung proses pengambilan keputusan pada berbagai domain seperti kesehatan, pendidikan, industri, dan layanan publik. Keberhasilan sistem pakar sangat dipengaruhi oleh metode inferensi yang digunakan dalam menalar fakta dan menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode inferensi yang umum diterapkan pada sistem pakar, yaitu Forward Chaining, Certainty Factor, dan Fuzzy Logic, sehingga dapat diperoleh pemahaman mengenai karakteristik, keunggulan, serta keterbatasan masing-masing metode. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka terstruktur dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) melalui tahapan pencarian literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi (rentang 2016–2025), ekstraksi informasi, serta sintesis temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Forward Chaining efektif digunakan pada sistem pakar berbasis aturan deterministik karena proses inferensinya transparan dan mudah ditelusuri, namun kurang optimal dalam menangani ketidakpastian. Certainty Factor mampu mengakomodasi ketidakpastian melalui nilai tingkat keyakinan pada kesimpulan, sehingga cocok untuk sistem diagnosis yang gejalanya tidak selalu lengkap, tetapi bergantung pada bobot pakar yang bersifat subjektif. Sementara itu, Fuzzy Logic unggul dalam memodelkan data kontinyu dan variabel linguistik yang samar melalui derajat keanggotaan, namun memerlukan desain membership function yang akurat. Penelitian ini menegaskan bahwa tidak terdapat satu metode terbaik untuk seluruh domain, sehingga pemilihan metode inferensi perlu disesuaikan dengan karakteristik data dan kebutuhan output. Selain itu, pengembangan metode hybrid dan peningkatan aspek explainability menjadi arah pengembangan sistem pakar modern.