Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Teknik Pemupukan Tanaman Tembakau di Kelompok Tani Gunung Jaya Nagari Baruah Gunuang Kabupaten Lima Puluh Kota Sari, Novi Yulanda; Mangunsong, Agustinus; Nursamsi, Nursamsi; Syahfitra, Muhammad; Qolby, Friskia Hanatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i3.2255

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya tingkat pengetahuan petani tentang teknis pemupukan tembakau yang sesuai dengan standar budidaya. Hal ini berdampak pada rendahnya tingkat produktifitas tembakau yang dihasilkan oleh petani di Nagari Baruah Gunuang yaitu 0,64 ton/ha dibandingkan dengan rata-rata produktifitas tembakau nasional yang mencapai 1,18 ton/ha. Selain itu, harga tawar dan harga jual tembakau di tingkat petani masih rendah akibat rendahnya kualitas tembakau yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan interaktif dengan mengkombinasikan beberapa metode diantaranya yaitu mengumpulkan informasi dari kelompok tani/petani sasaran terkait permasalahan yang dihadapi, ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktek lansung di lahan petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif dan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani, yang ditunjukkan dengan tingginya antusiasme petani dalam mengikuti kegiatan, mulai dari curah pendapat permasalahan dan kendala-kendala yang dialami petani hingga kesulitan yang mereka hadapi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica) pada Jenis Naungan Berbeda Qolby, Friskia Hanatul; DS, Fefriyanti; Sulastri
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/1zhark72

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia melalui ekspor. Kopi juga berperan sebagai penyedia lapangan kerja, karena hampir 98,43% dikekola oleh Perkebunan Rakyat. Banyak tantangan yang dihadapi dalam produksi kopi berkualitas, terutama aspek agronomis. Tanaman kopi merupakan tanaman C3, yang butuh naungan selama pertumbuhannya. Terbatasnya informasi mengenai pengaruh naungan terhadap pertumbuhan kopi menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-April 2025, di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan A1 (intensitas naungan ±70-80%) dan dan A2 (intensitas naungan ±90-100%). Data hasil penelitian diuji menggunakan uji F taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas naungan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi, diameter batang dan jumlah daun tanaman kopi. Intensitas naungan ±70-80% menunjukkan pertumbuhan vegetatif bibit kopi lebih baik dibanding intensitas naungan ±90-100%.
Pelatihan Penanganan Penyakit Busuk Buah Kakao serta Manajemen Pemasaran dan Keuangan dalam Rangka Pemberdayaan Kelompok Tani Kakao Khairad, Fastabiqul; Qolby, Friskia Hanatul; Putra, Vicka Pramudya
Pelita Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Pelita Masyarakat, September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v6i1.12783

Abstract

This Community Service Program (PKM) collaborated with the Pincuran Ruyuang Farmers Group, which focuses on cacao cultivation and is located in Nagari Solok Bio-Bio, Harau District, Lima Puluh Kota Regency. The main issue in cacao farming production is phytophthora fruit rot, while the management problems include marketing and financial management of the cacao farm. This program's focus was to provide farmer group members with training to address these issues. Several activities were conducted, including community outreach, Good Agricultural Practices (GAP) training for cacao, marketing management training, fruit rot disease control, and liming and fertilization training. The training results showed an 85.48% increase in partners' understanding of GAP and an 83.33% increase in GAP application. Additionally, a reduction in fruit rot disease was observed during the PKM activities. Partners' understanding of marketing and financial management also improved by 85.50%. This increased knowledge is hoped to enable partners to implement better marketing strategies, leading to higher sales and profits.  
Analisis Pendapatan dan Biaya dalam Pengolahan Tembakau Berdasarkan Metode Penjualan di Nagari Baruah Gunuang, Kabupaten Limapuluh Kota: Analysis of Income and Costs in Tobacco Processing Based on Sales Methods in Nagari Baruah Gunuang, Limapuluh Kota Regency Syahfitra, Muhammad; Nursamsi, Nursamsi; Sari, Novi Yulanda; Qolby, Friskia Hanatul; Mangunsong, Agustinus
Journal of Integrated Agribusiness Vol 6 No 2 (2024): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v6i2.5652

Abstract

The area of tobacco land in West Sumatra Province, especially in Limapuluh Kota Regency, experienced a quite drastic decline, reaching 66.6% in the period 2022 and 2023. One of the causes declining land is related to prices and income. Low prices and income can be caused by different marketing methods between farmers. Therefore, the research aims to measure income and costs of tobacco processing based on marketing methods. The data analysis method in this research uses descriptive analysis and the Independent T Test. Descriptive analysis aims to describe the costs of processing chopped tobacco, obstacles and factors that influence farmers to sell chopped and spread tobacco. Meanwhile, the t test was carried out to see whether there was a difference in income between farmers who sold chopped and spread. The research results show that farmers' obstacles in processing chopped tobacco are dependence on sunlight, long processing time, and high processing costs. Meanwhile, the factors that influence farmers to sell expanse tobacco are that it is easy and practical, easy to sell, and requires money immediately. In terms of income, there is a significant difference between farmers who sell chopped and farmers who sell overlay. There is a difference in income of IDR 10,132,630/ha/planting season or 37%.
The Analysis of Cocoa Farming Resilience Indicators in Harau District: Farmers’ Self-Reliance as a Pillar toward Sustainability Khairad, Fastabiqul; Elviati, Elviati; Sidqi, M. Syakib; Ispinimiartriani, Ispinimiartriani; Azel, Farid; Latifa, Dara; Qolby, Friskia Hanatul
Jurnal Agriuma Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Agriuma Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agri.v7i2.16171

Abstract

This study analyzes the dynamics of cocoa production and cultivated area over the past five years and assesses the resilience of cocoa farming in Harau District based on five key indicators. A descriptive quantitative approach was employed using secondary data on cocoa area and production and primary data from a survey of 50 farmers. Data were analyzed using a Likert scale normalized into a resilience index. The results indicate that cocoa production and cultivated area tended to fluctuate and decline. Most farmers were classified as having low resilience (72%), followed by medium (23%) and high (5%). Program and policy support showed the lowest scores, followed by social networks and adaptive capacity. These findings suggest that cocoa farming in Harau District remains vulnerable and lacks sustainability, highlighting the need for strategic interventions through stronger farmer institutions, improved access to resources, technological innovation support, and more inclusive and sustainable policies.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KULIT KAKAO MENJADI KOMPOS SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN Qolby, Friskia Hanatul; Fastabiqul Khairad; Vicka Pramudya Putra
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5658

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bekerja sama dengan Kelompok Tani Inovasi di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak yang aktif melakukan budidaya kakao. Komoditas kakao adalah salah satu komoditas potensial di daerah ini, pada tahun 2024 luas lahan kakao produktif di Kecamatan Guguak mencapai 362 Ha, merupakan produsen kakao terbesar kedua di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan total produksi 165,80 ton/tahun pada tahun 2024. Seiring tingginya produksi, timbul permasalahan limbah pascapanen berupa kulit (73,7%) dan pulp kakao (10,1%) yang menumpuk serta berdampak pada lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan pelatihan pengolahan limbah kulit kakao dan pulp menjadi kompos, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengolahan limbah kulit kakao, serta mengurangi limbah kakao guna mewujudkan pertanian kakao ramah lingkungan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani terkait pengolahan limbah sebesar 85,42% (kategori tinggi) dan penurunan limbah kakao sebesar 90,24%.