Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Retrospektif Penggunaan Obat dan Potensi Interaksi Obat Pasien Systemic Lupus Erythematosus Siluh Putu Astini; Ni Nyoman Wahyu Udayani; Herleeyana Meriyani
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v7i2.2271

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus is a complex autoimmune disease involving multiple organs with various clinical manifestations and prognoses. The complexity of treatment and the emergence of drug-related problems demands a greater role of pharmacy in conducting pharmaceutical care. The aim of this study was to explore drug use and to identify potential drug interactions in SLE outpatients at one hospital in Denpasar. This study was a retrospective and observational study collection. The study used secondary data in medical records during January-December 2019. There were 210 SLE people consisting of 12.86% males and 87.14% women. 29.05% of the patients were aged 17-25 years. The most immunosuppressants used were methylprednisolone (48.93%), the most analgetic used was acetaminophen (88.46%). 12.10% of patients had a potentially serious drug interaction, 80.40% had a moderate and 7.5% had minor drug interaction.
Edukasi Perilaku Hidup Sehat di Era Normal Baru Menggunakan Audiobook bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Dwi Arymbhi Sanjaya; Herleeyana Meriyani; RR. Asih Juanita; Nyoman Budiartha Siada
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.96 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1136

Abstract

COVID-19 and changes in the health order in the new normal era have led to health problems, especially in blind people. Blind people have more difficulty accessing and getting health information. Good quality education and providing information with appropriate media are very important to improve a healthy lifestyle in the new normal era. Education and information about the healthy lifestyle in a new normal era with an audiobook aimed to improve knowledge about the healthy lifestyle in the new normal era at Dria-Raba Foundation. The method in this activity was to provide knowledge about the healthy lifestyle in new-normal using the audiobook to 23 blind people at Dria-Raba Foundation. A pre-test and post-test were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to evaluate the efficacy of the audiobook. The result showed a significant increase in knowledge from a score of 70 to 80 (p<0.05), thus education using the audiobook for blind people at the Dria-Raba Foundation to increase knowledge about a healthy lifestyle in new-normal. To improve the health quality of blind people, various types of audiobooks on health topics can be created. ABSTRAK Adanya pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) dan perubahan tatanan kesehatan di era normal baru menyebabkan masalah terkait kesehatan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas sensorik netra menjadi semakin kompleks. Penyandang disabilitas sensorik netra sulit untuk mendapatkan akses dan informasi tentang kesehatan. Dukungan berupa edukasi dan pemberian informasi dengan media yang sesuai menjadi sangat penting untuk memperbaiki perilaku hidup sehat di era normal baru. Pemberian edukasi terkait perilaku hidup sehat di era normal baru dengan menggunakan audiobook bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Dria-Raba tentang perilaku hidup sehat di era normal baru. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan edukasi melalui audiobook kepada 23 orang penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Dria-Raba. Untuk mengukur keberhasilan audiobook, dilakukan pre-test dan post-test yang kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-rank test. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dari skor 70 menjadi 80 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan audiobook bagi penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Dria-Raba mampu meningkatkan pengetahuan para penyandang disabilitas sensorik netra tentang perilaku hidup sehat di era normal baru. Dalam hal meningkatkan kualitas kesehatan bagi para penyandang disabilitas sensorik netra, diharapkan dapat diciptakan berbagai audiobook dengan tema kesehatan lainnya.
Edukasi Kesehatan Reproduksi di Masa Pubertas dengan Menggunakan Media Unik bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Rr Asih Juanita; Dwi Arymbhi Sanjaya; Herleeyana Meriyani; Nyoman Budiartha Siada
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.517 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1591

Abstract

Sex education for children with disabilities has been rarely getting attention from educated people. Lack of sex education made them tend to be easily manipulated thus they were often used as object of sexual harashment. The aims of this activity was to provide education using braille books as media to blind people on how to maintain the health of their reproductive organs and avoid various of sexual vilence. The implementation of this activities was using a Small Group Discussion (SGD) for 24 blind people at Yayasan Pendidikan Dria Raba. The questionnaire was used to evaluate the success of providing the education by measuring the level of knowledge through pre-test and post-test scores. The activity result shows that the provision of education using Braille books increased the knowledge of blind people at Yayasan Pendidikan Dria Raba. The median (minimum-maximum) pre-test and post-test scores were 65 (30-80) and 85 (50-100), respectively. Education using Braille books for bind people was able to increase knowledge about how to maintain the health of their reproductive organs and avoid sexual harassment or violence. In order to improve the quality of health for blind people, it is hoped that various Braille books with other health themes can be created.
Edukasi Penatalaksanaan Penyakit dan Pengelolaan Obat Secara Mandiri pada Era New Normal di Yayasan Pendidikan Dria Raba Herleeyana Meriyani; Dwi Arymbhi Sanjaya; Rr. Asih Juanita; Nyoman Budiartha Siada
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.567 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1592

Abstract

Corona Virus Disease (Covid-19), which was declared as pandemic by the World Health Organization in March 2020, had a major impact on the entire world population, including people with disabilities. The aims of this activity were to provide information about the self-disease management of several diseases for blind people in the new normal era and provide information to caregivers at the Yayasan Pendidikan Dria Raba Bali regarding the management of medicines storage. This action was conduct-using audiobook for people with visual disabilities and banners for caregivers at the Yayasan Pendidikan Dria Raba. To measure the effectiveness of these activities was comparing pre-test and post-test score statistically with a 95% confidence level. This action was attended by 28 participant consist of 24 blind people and 4 caregivers. The results showed a significant increase between the pre-test and post-test scores of educational blind participants from 65 to 85 (p<0.05). The results showed a significant increase in the pre-test and post-test caregiver’s score from 74 to 91 (p<0.05). The education increase the knowledge of blind people and caregivers at the Dria Raba Education Foundation. Furthermore, other audiobook with various health topics for instance infection control needs to be created to improve the health quality of blind people.
Pendidikan Pola Hidup Sehat Dan Penggunaan Obat Yang Rasional Sejak Dini Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Ketut Agus Adrianta; Herleeyana Meriyani; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 2 No. 1 Oktober, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v2i1.42

Abstract

Kebiasaan sederhana bisa membantu anak untuk menjaga kesehatannya dengan baik. Kita bisa memberi contoh kepada mereka sehingga mereka mau melakukannya tanpa paksaan. Sebagai bagian dari tenaga kesehatan, Apoteker dapat berkontribusi secara signifikan dalam membantu program pemerintah dalam mendidik anak agar membiasakan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain adalah aktif memberikan edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat, memberikan role model dari pendidikan yang mengutamakan kebersihan serta memperkenalkan penggunaan obat yang rasional kepada masyarakat. Dengan demikian perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat terutama kepada anak-anak sebagai generasi penerus tentang bagaimana menjaga kesehatannya dengan baik, dan pola hidup sehat. Penggunaan obat yang rasional juga sangat baik untuk diperkenalkan sejak dini agar kehati-hatian dalam penggunaan obat tertanam dalam kebiasaan mereka sejak dini. Program edukasi ini diadakan pada tanggal 14 November 2019 di SDN 5 Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat. Program dilaksanakan dalam bentuk edukasi tata cara menjaga kesehatan, dan pemberian sumbangan. Dilaksanakan edukasi penggunaan obat rasional, kebiasaan dari pola hidup bersih, cara mencuci tangan yang benar, sebagai percontohan penerapan pola hidup sehat, serta pengenalan profesi kefarmasian melalui demonstrasi cara peracikan minyak aromatherapy. Desain pretest dan posttest digunakan untuk menilai keberhasilan program. Secara umum terlihat adanya peningkatan pengetahuan peserta kegiatan. Hasil perhitungan menunjukkan median skor pretes adalah 7 sedangkan median skor postes adalah 8,5 sehingga dapat ditentukan adanya peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan sebesar 21,43 %. Menurut hasil uji Wilcoxon diperoleh hasil adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan p = 0,001 dengan taraf kepercayaan 95%.
Tren Penggunaan Antibiotik dan Profil Resistensi pada Kelompok Critical-Priority Bacteria di ICU Rumah Sakit “X” Provinsi Bali (2017-2019) Dwi Arymbhi Sanjaya; Rr Asih Juanita; Herleeyana Meriyani; Nyoman Budiartha Siada; Komang Triani Lestari
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.71717

Abstract

Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, dan Escherichia coli merupakan kelompok critical-priority bacteria yang telah mengalami multi drug resistant (MDR) dan sering ditemukan di Intensive Care Unit (ICU). Isolat bakteri-bakteri berjumlah lebih dari 75% mengalami MDR di ICU sebuah rumah sakit umum daerah di Bali, Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tinggi berkaitan dengan tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pola resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat berbeda di setiap wilayah yang disebabkan oleh adanya perbedaan lingkungan dan perbedaan tingkat penggunaan antibiotik di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penggunaan antibiotik sistemik, pola resistensi dan hubungan antara tingkat penggunaan dengan persentase resistensi bakteri terhadap antibiotik pada kelompok critical-priority bacteria di ICU rumah sakit “X” provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian ekologikal yang menggunakan data sekunder selama tahun 2017-2019. Analisis tren penggunaan antibiotik dianalisis menggunakan time series analysis. Hubungan antara tingkat penggunaan antibiotik dan persentase resistensi bakteri prioritas kritis dianalisis dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik gentamisin, amikasin, dan siprofloksasin mengalami peningkatan tren penggunaan sedangkan ampisilin, ampisilin-sulbaktam, seftazidim, dan meropenem mengalami penurunan tren penggunaan. Time series analysis menunjukkan penggunaan antibiotik yang fluktuatif. Selain itu, didapatkan bahwa A. baumannii masuk dalam dua kategori fenotipik CDC yaitu, carbNS_Acine dan MDR_Acine sedangkan K. pneumoniae masuk dalam kategori ESCklebsiella. Tingkat penggunaan antibiotik sistemik di ICU dengan persentase resistensi E. coli, K. pneumoniae, dan P. aeruginosa di ICU (p&lt;0,05) terdapat hubungan signifikan, tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan antibiotik sistemik pada pasien di ICU dengan persentase resistensi bakteri A. baumannii (p&gt;0,05).
Antibiotic consumption and resistance: a 3-years ecological study for four critical groups of bacteria in a general regional hospital Dwi Arymbhi Sanjaya; Nyoman Budiartha Siada; Rr Asih Juanita; I Putu Yudistira Mahaputra; Made Gek Adisti Kamalia; Herleeyana Meriyani
Pharmaciana Vol 14, No 1 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i1.27321

Abstract

Pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter baumannii, Escherichia coli, and Klebsiella pneumoniae are the most critical groups of multi-drug resistant (MDR) bacteria that cause a threat in hospitals. This study identified the trend of antibiotic consumption, antibiotic resistance pattern, and the relationship between antibiotic consumption and antibiotic resistance in a critical group of bacteria in a general regional hospital. This ecological study was based on retrospective data from inpatient databases in a general regional hospital over three years (2017-2019). The trend for annual antibiotic consumption over 2017-2019 was defined as defined daily doses/100 bed-days. The relationship between total antibiotic consumption and the percentage of antibiotic resistance among four isolated critical bacteria was explored in time series analysis and linear regression. The most frequently used antibiotic was ampicillin (220.33 DDD/100 bed-days), ciprofloxacin (126.86 DDD/100 bed-days), and ampicillin-sulbactam (126.34 DDD/100 bed-days). There was a significant relationship between antibiotic consumption (ampicillin, ampicillin-sulbactam, ceftazidime, gentamicin, amikacin, and ciprofloxacin) in DDD/100 bed-days and antibiotic resistance in E. coli, K. pneumoniae, and P. aeruginosa (p<0.05) but not statically significant in A. baumannii (p=0.062). The annual usage fluctuated or remained stable, with no statistically significant trends change. The relationship between antibiotic consumption and antibiotic resistance was significant in three out of four critical groups of bacteria.
Kualitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Community-Acquired Pneumonia di Salah Satu Rumah Sakit di Bali Meriyani, Herleeyana; Sanjaya, Dwi Arymbhi; Juanita, Rr. Asih; Siada, Nyoman Budiartha
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v10i1.7592

Abstract

Community-acquired pneumonia (CAP) is an infectious disease with high morbidity and mortality rates. Antibiotics are essential therapies for bacterial CAP. The use of antibiotics is a critical point in CAP treatment. Inappropriate use of antibiotics leads to antibiotic resistance. The study aimed to evaluate the proper use of antibiotics in CAP patients and identify the relationship between the appropriate use of antibiotics and the use of single/combined antibiotics with prolonged length of stay. This study was a cross-sectional study with retrospective data collection at a general hospital in Bali. Evaluation of the proper use of antibiotics was done using the Gyssens algorithm. The relationship between the appropriate use of antibiotics and the type of antibiotic (single/combined) with the length of stay was carried out using the Chi-square test with a 95% confidence interval. There were 151 CAP patients as samples in this study consisting of 55.63% men and 44.37% women with a median age of 60 years (18-89). The appropriate use of antibiotics was 17.88%, while 82.18% of the total antibiotic use was inappropriate. The Inappropriate use of antibiotics in category IIA (incorrect dosage) is 3.97%, category IIIB (inappropriate interval) is 4.64%, category IVC (cheaper alternative antibiotics were available) is 41.72%, and category V (no indication) is 37.79%. There is no significant relationship between the appropriate use of antibiotics and prolonged LOS [p>0.05; OR: 1.132 (CI: 0.466-2.746)] however the use of antibiotics (single or in combination) significantly affects the prolonged LOS [p<0.05; OR: 0.027 (CI: 0.004-0.204)].
Studi Retrospektif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Covid-19 dengan Pneumonia di Rumah Sakit “X” Provinsi Bali, Indonesia Siada, Nyoman Budiartha; Juanita, Rr Asih; Sanjaya, Dwi Arymbhi; Meriyani, Herleeyana
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v10i1.7637

Abstract

COVID-19 with bacterial pneumonia co-infection is a condition with bacteria present in COVID-19 patients. The prevalence of bacterial co-infection in COVID-19 patients ranges from 12.4%–50%. This study aims to determine the relationship between the appropriate use of antibiotics and the severity of inpatients with COVID-19 and pneumonia co-infection at Hospital "X" Bali Province, Indonesia. This research is an observational study with a cross-sectional approach. Data collection was carried out retrospectively on medical record data of COVID-19 inpatients with pneumonia co-infection at Hospital "X" Bali Province, Indonesia for the period January - December 2021. The sampling technique used total sampling according to inclusion and exclusion criteria. Appropriate use of antibiotics antibiotic was analyzed using Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) version 9.1. The patient severity index was an assessment based on the Pneumonia Severity Index (PSI) score. The relationship between the appropriate use of antibiotics and the severity of inpatients with COVID-19 and pneumonia co-infection was analyzed using Fisher's test. Of the 80 COVID-19 inpatients with pneumonia co-infection, 90% experienced inappropriate use of antibiotics. Fisher's test results showed that there was no significant relationship between the appropriate use of antibiotics and the severity of inpatients with COVID-19 and pneumonia co-infection at Hospital "X" Bali Province, Indonesia (p > 0.05).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELADI TIKUS (Typhonium flagelliforme) DENGAN METODE DPPH (1,1- Diphenyl-2-Picryhidrazyl) Adrianta, Ketut Agus; Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Meriyani, Herleeyana
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i1.1047

Abstract

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) suku Araceae merupakan salah satu tanaman obat Indonesia, yang diduga berkhasiat membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker, menekan efek negatif dari proses pengobatan modern (khemoterapi) seperti rambut rontok, nafsu makan hilang, rasa mual dan rasa nyeri di tubuh, bersifat antivirus dan anti bakteri. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dengan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun keladi tikus yang terdapat di Sidakarya, Denpasar, Bali. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap ekstrak etanol daun keladi tikus dilakukan dengan metode penangkapan radikal DPPH. Pengujian ini diawali dengan penyiapan sampel, kemudian diekstraksi dengan metode ultrasonik dengan pelarut etanol. Uji aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil persentase peredaman diplotkan untuk mendapat kurva regresi linier. Sehingga didapat persamaan y = bx + a dan nilai IC50 dihitung dari persamaan regresi linier yang diperoleh. Uji aktivitas antioksidan etanol daun keladi tikus diukur pada panjang gelombang 518 nm. Dari kurva regresi diperoleh persamaan regresi adalah y = 0.527x + 9.891 dan R2= 0,985. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 76.10 ppm. Antioksidan yang terkandung dalam ekstrak etanol daun keladi tikus dikatagorikan dalam antioksidan kuat.