Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Hukum Militer Terhadap Anggota Militer Yang Melakukan Desersi Berdasarkan Kitab Undang- Undang Hukum Pidana Militer Akhmad Alfin; Esti Ningrum; Agoes Djatmiko; Haris Kusumawardana
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 26 No. 2 (2024): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.8w8fcn18

Abstract

The aim of this research is to determine the process of applying military law to military members who commit the crime of desertion based on the military criminal code and to find out the obstacles to military law against military members who commit the crime of desertion based on the military criminal code. The type of research in writing this thesis is normative juridical research, and the approach method used is law, analytical and case approaches with clinical legal research writing of a perspective nature. The data collection technique was a literature study. The results show that the application of military criminal law to members of the Indonesian National Army who are proven to have committed a criminal act of desertion is the authority of the military court to try them, then the stages are in the form of investigations carried out by the Military Police on the orders of a superior who has the right to punish (Ankum). Then the investigation file is given to the military prosecutor to be studied, then the military prosecutor makes the indictment to be submitted to the military court, after the court feels that the files from the military prosecutor are sufficient, the military court will try military personnel accused of desertion. Furthermore, the constraints in law enforcement related to the crime of desertion are viewed from 4 interrelated aspects, namely concerning the substance of the law, the legal structure itself, facilities or infrastructure, and society. Settlement of cases in military justice is currently well regulated, however, it is hoped that all those who play a role in the military case settlement process carry out all these stages based on Justice and Positive Law. Keywords: Desertion, Indonesia Military, Military Crime  
Pelayanan Administrasi Kependudukan Pembuatan AktaKelahiran di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan SipilKabupaten Banyumas (Studi Terhadap Pelaksanaan PeraturanDaerah Nomor 18 Tahun 2015 Tentang AdministrasiKependudukan Di Kabupaten Banyumas) Endah Nur Ratri; Wahyu Hariadi; Agoes Djatmiko; Haris Kusumawardana
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 26 No. 1 (2024): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.3sz41790

Abstract

This study aims to find out how the implementation of population administrationservices for making birth certificates at the Department of Population and CivilRegistration of Banyumas Regency and to find out how the obstacles or obstaclesfaced and the efforts made by the Office of Population and Civil Registration ofBanyumas Regency, it can be concluded that the implementation of servicespopulation administration making birth certificates at the Department ofPopulation and Civil Registration of Banyumas Regency in accordance withRegional Regulation Number 18 of 2015 concerning Population Administrationin Banyumas Regency where the service has fulfilled the quality of service well allaspects in the service are based on applicable regulations and have standardprocedures in carrying out properly according to applicable regulations.However, the implementation of the service has not been optimal, there are stillobstacles in its implementation, there are several obstacles and problems thatmust be improved, such as the ability of employees to update the system andHuman Resources for the Department of Population and Civil Registration ofBanyumas Regency.
Pelayanan Jam Kunjungan Warga Binaan Di LembagaPemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Nusakambangan Priliska Salsabila; Esti Ningrum; Haris Kusumawardana; Iskatrinah
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 26 No. 1 (2024): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.a7d0kc38

Abstract

This research aims to determine the visiting hours service for inmates atthe Class IIB Nusakambangan Open Penitentiary and to find out theobstacles faced in the visiting hours service for Inmates at the Class IIBNusakambangan Open Penitentiary. The approach method used in thisresearch is a normative juridical research method and the analysis in thisresearch uses a qualitative analysis method. The results of the research atthe Class IIB Nusakambangan Open Penitentiary, namely that visitinghours services for inmates at the Class IIB Nusakambangan OpenPenitentiary were carried out in accordance with the rules stipulated inthe Operational Standards, Service Standards and GovernmentRegulation No. 99 of 2012 concerning Requirements and Procedures forthe Implementation of the Rights of Inmates in Prisons with theimplementation of visiting schedules, guarantees provided and servicesfrom other visiting hours and obstacles faced in serving visiting hours forinmates at the Class IIB Nusakambangan Open Penitentiary, namelylimited crossings for to the Nusakambangan Open Prison location in thespecial Nusakambangan Island Correctional Area and strict procedures,namely administration regarding the Village Head's certificate. However,despite the obstacles, the Class IIB Nusakambangan Open Penitentiary isworking as a solution, namely providing relief for the Village Head'scertificate to be followed up on the next visit provided that the visitor stillhas one Family Card and continues to provide the best service byproviding video call services so that the WBP can still communicate withtheir families.
Rekomendasi Untuk pengesahan RUU KUHP Priliska Salsabila; Esti Ningrum; Haris Kusumawardana; Iskatrinah
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 17 No. 43 (2015): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.ds5sxw62

Abstract

Pembaharuan   hukum   pidana      (Penal Reform) terus  diupayakan  oleh   pemerintah untuk    mewujudkan   bangunan   negara Indonesia    sebagai   negara   hukum   yang berdasarkan    Pancasila   dan   UUD   1945. Berbagai upaya telah dilakukan baik dengan pembentukan undang-undang hukum pidana yang  sesuai  dengan  kebutuhan  waktu  dan jaman     hingga   sekedar     meng-insert (menyisipkan)  pasal  tertentu  dalam produk perundangan yang sudah ada.  Namun semua usaha tersebut belum menjadi sebuah kerjua besar   bagi  kegiatan  pembaharuan  hukum pidana di Indonesia. Sebuah kerja besar yang banyak dinanti adalah terwujudnya kodifikasi hukum pidana Indonesia yang baru yaitu Kitab Undang-undang   Hukum   Pidana   (KUHP) sebagai  ganti  atas   Kitab   Undang-undang Hukum    Pidana    (KUHP)    positif    yang merupakan  terjemahan  dari   Wetboek  van Strafrechtvoor Netherlands Indie (WVSNI).Kodifikasi dan unifikasi  hukum merupakan kebutuhan  dalam upaya membangun sistem  hukum nasional.  KUHP adalah produk perundangan yang diharapkan dapat meujudkan cita-cita suatu kodifikasi dan unifikasi    hukum   pidana    di   Indonesia Rancangan  Kitab  Undang-Undang  Hukum Pidana (RKUHP) memiliki karakteristik yang unik karena merupakan basil dari rekodifikasibukum   pidana     nasional      Indonesia. Karakteristik ini berbeda dengan Rancangan Undang-Undang   (RUU)   lainnya.    Dengan adanya rekodifikasi hukum pidana nasional ke dalam  RKUHP  ini,    maka  segala  macarn ketentuan    perundang-undangan   pidana menjadi     tersatukan    (terunifikasikan) (Moeljatno,2008: 18)  secara sistematis dalam satu buku khusus.  
Perusakan Lingkungan Hidup di Indonesia SebagaiPelanggaran Hak Aasi Manusia Haris kusumawardana
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 21 No. 2 (2019): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.t2g0vf94

Abstract

Kenyataan menunjukkan lingkungan hidup semakinrusak oleh ulah manusia, lingkungan diposisikan sebagai obyekeksploitasi. Terkait dengan HAM atas lingkungan hidup, denganmenempatkan negara sebagai benteng HAM, maka dalam pengelolaansumber daya alam dan lingkungan hidup, rakyat harus ditempatkansebagai kepentingan yang utama. Hak atas lingkungan hidup yang baikdan sehat, dalam pemenuhannya mencakup lingkungan fisik danlingkungan sosial. Menjadi fokus dari penelitian ini, hak atas lingkunganhidup yang baik dan sehat sebagai hak asasi manusia belum mendapatapresiasi secara positif baik pada tingkat global maupun nasional, meskisudah ada DUHAM, resolusi, kovenan, dan pengaturan dalam ketentuanhukum positip tingkat nasional.
ERA GLOBALISASI DAN MODEL HUKUM RESPONSIF BERBASIS KEDAULATAN TUJUAN Haris kusumawardana
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 22 No. 1 (2020): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.n1q9yp51

Abstract

Era globalisasi merubah segala aspek kehidupan manusia tidak terkecualiuntuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalamberjalannya kegiatan berbangsa dan bernegara, penegakan hukum dankeberlangsungan ekonomi menjadi aspek penting didalamnya. Negaradituntut untuk menentukan pola serta formula yang cocok dalampenyusunan hukum nasional dalam bidang ekonomi untuk mencapaikepentingan nasional dan internasional. Dengan model hukum responsifberbasis kedaulatan tujuan, fungsi hukum sebagai mekanismepengintegrasi antara kepentingan nasional dan kepentingan internasionalakan tercapai. Sebaliknya, apabila hukum itu lebih mengedepankankepentingan internasional tanpa memperhatikan karakteristik lokal,fungsi hukum cenderung tidak efektif. Model hukum yang diperlukandalam era globalisasi adalah model hukum responsif berbasis kedaulatantujuan yang ditopang dengan pemeberdayaaan masyarakat danprofesionalisme.
Eksistensi Perjanjian Internasional di Era Global Haris kusumawardana
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 23 No. 2 (2021): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.g6676t77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisiseksistensi perjanjian internasional di era globalisasi. Penelitian inimerupakan penelitian hukum yuridis normatif yang bersifat deskriptif.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Dalampergaulan internasional, negara-negara tidak sedikit yang mengalamipermasalahan dalam menjalankan hubungannya. Hal ini menjadikanperan perjanjian internasional amat terasa penting keberadaannya, gunamengatur berbagai hal yang menjadi kesepakatan negara-negara dalammelaksanakan hubungan dengan negara lain. Untuk itu peran perjanjianinternasional di era globalisasi menjadi topik yang penting untuk dibahas.Hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kepatuhan negara dalammenjalankan perjanjian internasional. Penerapan perjanjian internasionalsecara baik oleh para negara yang terlibat didalamnya menjadi tujuan atasdibentuknya perjanjian internasional tersebut.
Permasalahan Hukum Limbah Cair Industri di Indonesia Haris kusumawardana; Wahyu Hariadi; Agoes Djatmiko
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 24 No. 2 (2022): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.xvcg0p07

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup akan terus munculsecara serius diberbagai pelosok bumi sepanjang penduduk bumitidak segera memikirkan dan mengusahakan keselamatan dankeseimbangan lingkungan. Demikian juga di Indonesia,permasalahan lingkungan hidup seolah-olah seperti dibiarkanmenggelembung sejalan dengan intensitas pertumbuhan industri,walaupun industrialisasi itu sendiri sedang menjadi prioritasdalam pembangunan. Kesan pelik semakin jelas bisa dilihatapabila kita mencoba memperhatikan respon maupun persepsipara pihak yang berwenang mengenai permasalahan lingkungnhidup, baik hakim, jaksa, kepolisian, pengacara, pengusahamaupun masyarakat umum. Metodeologi pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatife,yaitu pendekatan yang menggunakan konsep legalitas positivtis.
Sengketa Lingkungan Hidup (Analisis Kasus Pencemaran LimbahIndustri PT. Marimas di Semarang Terhadap Sumber Air Warga) Teguh Anindito; Wahyu Hariadi; Haris Kusumawardana
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 25 No. 1 (2023): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.jgs1xt87

Abstract

Pencemaran air merupakan masuknya atau dimasukkannyaorganisme, zat, energi, dan komponen Iain ke Iingkungan hidup oIehkegiatan manusia yang meIampaui baku mutu Iingkungan yangditetapkan”. Pembuangan sisa kegiatan usaha berupa Iimbah oIeh PT.Marimas ke sungai adaIah bentuk pencemaran Iingkungan, insidensaIuran pipa Iimbah yang menuju ke perairan bocor sehinggamenyebabkan sumber mata air warga di sekitar pabrik tercemar dantidak bisa dimanfaatkan. OIeh karenanya, diperIukan ketegasan hukumterhadap peIaku pencemaran bertujuan untuk menciptakan keadiIan,kemanfaatan dan kepastian hukum.Undang-Undang PengeIoIaan danPerIindungan Iingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009 (seIanjutnyadisebut UUPPIH), sebagai peraturan perundang-undangan fungsionaI,membagi penegakan Iingkungan hidup menjadi tiga jenis: administratif,perdata dan pidana. 
Tinjauan Yuridis Terhadap Cara Penyelesaian Pembiayaan MurabahahBermasalah (Studi Kasus Di KSPPS Nururrohmah Al Barokah) Haris kusumawardana; Wiwin Mochtar Wiyono; Emy Handayani
Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Vol. 25 No. 2 (2023): MAJALAH ILMIAH CAKRAWALA HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/chk.k0btyv35

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui carapenyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah/ kredit macet diKSPPS Nurrurrohmah Al Barokah. Untuk mencapai tujuan tersebutpenulis menggunakan metode pendekatan yang dipakai adalah yuridisempiris. Dengan metode pegumpulan data observasi dan wawancara.teknik analisis data deskriptif, dimana peneliti menggambarkan tentanggambaran kondisi dan situasi di KSPPS Nururrohmah Al Barokah. Carapenyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah/ kredit macet diKSPPS Nurrurrohmah Al Barokah adalah Pemberitahuan melaluitelepon kepada nasabah yang telat melakukan pembayaran;pemberian surat penagihan I; penagihan langsung oleh pengelola(apabila surat penagihan pertama tidak berhasil); penagihan olehPengurus tidak berhasil, nasabah akan diminta untuk datang kekantor dan menemui pengurus agar permasalahan dapatterselesaikan dengan baik-baik melalui perundingan. Cara terakhiryang dilakukan oleh pihak BMT adalah melalui sita jaminan