Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS VERBAL INTERACTION CATEGORIES (VICS) SISWA DAN GURU PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MADRASAH ALIYAH ASSUNNIYAH TAMBARANGAN Nazwa, Radiatun; Abdiah, Nor Amalia; Badali, Muhammad Amin; Prasetya, Laksana Tri
FASAHAH Vol 2, No 01 (2025): FASAHAH
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/fasahah.v2i01.282

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa secara efektif. Namun, pada kenyataannya, masih banyak guru yang mendominasi proses belajar dengan metode ceramah dan pendekatan tradisional, seperti yang ditemukan di MA Assunniyah Tambarangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi verbal antara guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan pendekatan Verbal Interaction Categories System (VICS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik observasi dan wawancara untuk memperoleh data interaksi verbal di kelas XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi verbal selama pembelajaran didominasi oleh guru, dengan keterlibatan siswa yang rendah. Pola ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti metode ceramah yang digunakan guru, budaya pesantren salafiyah yang menekankan adab kepada guru, serta rendahnya rasa percaya diri siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pola komunikasi satu arah masih mendominasi pembelajaran bahasa Arab, sehingga menghambat perkembangan keterampilan berbahasa siswa secara aktif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan interaktif dalam pengajaran bahasa Arab untuk meningkatkan partisipasi siswa dan efektivitas pembelajaran.Kata kunci: Pembelajaran bahasa arab, interaksi verbal, sistem pengkodean VICSABSTRACT Arabic language learning plays a vital role in developing students’ effective communication skills. However, in practice, many teachers still dominate the learning process through lecture-based and traditional methods, as observed at MA Assunniyah Tambarangan. This study aims to analyze the verbal interaction patterns between teachers and students in Arabic language learning using the Verbal Interaction Categories System (VICS). A descriptive-analytical method was employed, using observation and interviews to gather data on classroom interactions in grade XII. The findings reveal that classroom communication is largely teacher-centered, with limited student involvement. Several factors contribute to this pattern, including the use of lecture methods, the influence of salafiyah pesantren culture emphasizing respect toward teachers, and students' low self-confidence. This dominance of one-way communication hinders the development of students’ active language skills. Therefore, this research highlights the need for a more interactive teaching approach in Arabic language instruction to enhance student engagement and learning outcomes.Keywords: Arabic language learning, verbal interaction, VICS.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Angka Pernikahan Dini di Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Badali, Muhammad Amin; Al-Madani, Muhammad Rasyid; Fatimatuzzahra, Nur; Karima, Syifa; Efendy, Noor
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i3.708

Abstract

Abstract Early marriage remains prevalent in Daha Utara District, Hulu Sungai Selatan Regency, despite the Marriage Law No. 16 of 2019, which sets the minimum legal age for marriage. This study aims to identify the factors contributing to the high rate of early marriage in the area. The research employs an empirical legal method, utilizing interviews, observations, and documentation involving local KUA officials, community leaders, and families involved in early marriages. The findings reveal three main factors influencing early marriage: (1) economic factors, where families facing financial hardship marry off their children to reduce the economic burden; (2) educational factors, where youth with lower educational attainment tend to marry early due to limited alternative activities; and (3) pubertal factors, where social norms push for marriage as soon as children reach puberty. Additionally, religious and cultural factors play a significant role in supporting early marriage practices. This study is expected to provide insights into the social and cultural conditions that drive early marriage in Kandangan District. Keywords: Early marriage, economic factors, educational factors, puberty, culture, religion, Kandangan District. Abstrak Pernikahan dini masih sering terjadi di Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, meskipun Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 telah menetapkan batas usia minimal untuk menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka pernikahan dini di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala KUA, tokoh masyarakat, serta keluarga yang terkait pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama yang mempengaruhi pernikahan dini, yaitu: (1) faktor ekonomi, di mana keluarga dengan keterbatasan ekonomi memilih menikahkan anak mereka untuk mengurangi beban; (2) faktor pendidikan, yang menunjukkan bahwa remaja dengan tingkat pendidikan rendah cenderung menikah lebih cepat karena minimnya aktivitas lain; dan (3) faktor pubertas, di mana norma sosial mendorong pernikahan segera setelah anak mencapai usia pubertas. Faktor agama dan budaya juga berperan penting dalam mendukung praktik pernikahan dini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kondisi sosial dan budaya yang memengaruhi fenomena pernikahan dini di Kecamatan Kandangan. Kata Kunci: Pernikahan dini, faktor ekonomi, faktor pendidikan, pubertas, budaya, agama, Kecamatan Kandangan.
Integrasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Fisika dan Matematika Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur’an Era Tranformasi Digitalisasi Ikhsan, Muhammad; Badali, Muhammad Amin; Ferdianur, Ferdianur; Hidayat, Muhammad Nabil Wahyu; Nasrullah, Amin
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Program Pascasarjana, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i2.55

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in Physics and Mathematics education has become a strategic necessity in the era of digital transformation. However, the use of advanced technology without a strong value foundation may lead to ethical and spiritual degradation among learners. This study aims to comprehensively examine the concept, models, and challenges of integrating AI in Physics and Mathematics learning based on Qur’anic values. This research employs a library research method with a thematic content analysis approach, drawing on recent and relevant scholarly sources. The findings indicate that AI has significant potential to enhance learning effectiveness through adaptive learning systems, digital simulations, and objective automated assessments. In the context of Physics and Mathematics, AI facilitates the visualization of abstract concepts, strengthens conceptual understanding, and develops students’ logical and systematic thinking skills. The integration of Qur’anic values serves as a spiritual foundation that guides the use of AI in alignment with principles of monotheism, ethics, and moral responsibility. These values reinforce the understanding that science and technology function as means to recognize divine order and foster ethical awareness. This study concludes that AI integration grounded in Qur’anic values can support holistic education that is academically excellent, digitally adaptive, and spiritually grounded, provided that adequate infrastructure, qualified human resources, and value-based educational policies are in place to support it.   Keywords: Artificial Intelligence, Physics Education, Mathematics Education, Qur’anic Values, Digital Transformation.
Strategi Menghafal Berbasis Talkback pada Siswa Tunanetra di Sekolah Luar Biasa Tenggarong Maryam, Maryam; Riadi, Akhmad; Arbiah, Arbiah; Ferdianur, Ferdianur; Badali, Muhammad Amin; Aditya, M. Rafli; Wati, Intan kurnia
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i9.3503

Abstract

Strategi pembelajaran yang tepat memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa tunanetra, khususnya dalam kegiatan menghafal materi pelajaran. Salah satu pendekatan yang relevan dengan karakteristik siswa tunanetra adalah pemanfaatan teknologi berbasis suara, seperti aplikasi TalkBack. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi menghafal berbasis TalkBack serta mengkaji dampaknya terhadap kemampuan hafalan siswa tunanetra di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenggarong. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 5 siswa tunanetra dan 3 guru pendamping yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan aktif dalam penggunaan TalkBack. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menghafal berbasis TalkBack mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa sebesar 78%, memudahkan pengulangan materi dengan fleksibilitas waktu hingga 85%, serta membantu siswa memahami dan mengingat informasi secara lebih sistematis dengan tingkat retensi hafalan meningkat 62% dibandingkan metode konvensional. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan perangkat, perbedaan kemampuan awal siswa dalam mengoperasikan teknologi, dan kebutuhan pendampingan intensif pada fase awal implementasi. Melalui pemanfaatan TalkBack, penelitian ini mengonfirmasi bahwa teknologi asistensi berbasis audio dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan inklusif bagi siswa tunanetra dalam kegiatan menghafal.