Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH INNOVATIONS DAN SOCIAL INFLUENCE TERHADAP COMMITMENT DAN BEHAVIOURAL INTENTION Riska Agustin; Kurniawati Kurniawati
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi) Vol 6 No 3 (2022): Edisi September - Desember 2022
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.888 KB) | DOI: 10.31955/mea.v6i3.2238

Abstract

Penggunaan aplikasi mobile khususnya pada layanan pesan-antar makanan telah menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam industri makanan untuk menarik lebih banyak pelanggan dan membangun komitmen dengan mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak persepsi pelanggan terhadap variabel inovasi konsep layanan, inovasi proses layanan, inovasi pengalaman pelanggan, dan dampak sosial terhadap engagement dan behavioral intention. Desain penelitian yang digunakan ialah menyebarkan kuesioner kepada 207 responden dengan metode purposive random sampling. Variabel penelitian dianalisa menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software SmartPLS. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan positif antara Service concept innovation Service process innovation, Customer experience innovation, dan social influence berpengaruh positif terhadap variable commitment. Begitupun Service concept innovation, Customer experience innovation, dan social influence terhadap Behavioural Intention.sedangkan Customer experience innovation ditemukan pengaruh negative terhadap behavioral intention.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK Riska Agustin; Abbas, Ngatmin; Nur Khasanah, Afifah; Rahma Sari, Fani
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 2 (2024): MEI
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i2.950

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru baik di sekolah maupun dalam masyarakat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi peran dan hambatan yang dihadapi guru dalam kedua konteks tersebut. Di sekolah, guru memainkan peran penting dalam menciptakan interaksi edukatif yang mendidik, menunjukkan kewibawaan, dan mengontrol perilaku siswa. Sementara itu, di masyarakat, guru berperan sebagai pengajar, pendidik, teladan, dan rujukan yang membantu mengembangkan nilai-nilai seperti kejujuran, kesadaran, dan kemampuan berpikir kritis pada siswa, peran guru dalam membentuk karakter Islami di sekolah dan masyarakat menjadi fokus utama. Guru diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai seperti kejujuran, kesadaran, dan keterampilan berpikir kritis pada siswa. Namun, terdapat berbagai hambatan yang dihadapi oleh guru dalam memenuhi peran mereka, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Upaya guru dalam meningkatkan peran mereka di masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pendidikan dan masyarakat secara keseluruhan. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat beragam, termasuk sebagai manajer kelas, pemimpin opini, inovator, dan pengembang karakter. Guru juga diharapkan berkontribusi pada perbaikan tatanan sosial dan budaya di masyarakat melalui kreativitas dan inovasi. Dengan demikian, peningkatan peran guru dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan
Social Entrepreneur Model: Analysis of Muslim Women's Economic Empowerment Through Emping Crackers Industry in Tulungagung Siti Kalimah; Sirajul Arifin; Riska Agustin; Riza Hafizi, Muhammad
ASAS Vol. 17 No. 02 (2025): Asas, Vol. 17, No. 02 Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/

Abstract

The role of women in the economic sector extends beyond the domestic sphere to include participation in business, employment, and public decision-making. However, many women continue to experience structural barriers such as gender discrimination and limited access to economic opportunities. This phenomenon is also evident in Ngadirejo, Tulungagung, where the emping-melinjo industry dominated by Muslim women faces challenges related to business competition, resource limitations, and sustainability. This study aims to analyze the economic empowerment of Muslim women in the emping industry using the Social Entrepreneurship Model. Employing a qualitative descriptive approach, the research describes the dynamics of women’s empowerment based on data gathered through purposive sampling involving Muslim women entrepreneurs, community leaders, and supporting institutions. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, and analyzed using thematic categorization aligned with the components of social value, civil society, innovation, and economic activity. The findings reveal significant positive impacts at the individual, household, and community levels, including increased financial independence (social value), expanded access to training and business capital supported by local networks (civil society), adoption of digital tools and creative business practices (innovation), and enhanced household income and poverty reduction through women’s active involvement in production and management (economic activity). Overall, the study demonstrates that the emping-melinjo industry serves as an effective vehicle for advancing women’s economic empowerment, strengthening family welfare, and promoting gender-inclusive economic development within rural communities.
Stabilitas Harga dan Permintaan Bahan Baku Ikan Lele pada UMKM Seafood Mas Galang Garut Mochammad F. Abdissalam; Kemal F. Saputra; Risa Salsabila; Riska Agustin; Ira Murwenie
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh fluktuasi dan stabilitas harga terhadap permintaan bahan baku ikan lele pada Usaha Seafood Mas Galang di Garut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan berjumlah lima orang (pemilik usaha dan empat pedagang) dipilih melalui purposive sampling. Data primer diperoleh dari wawancara semi-terstruktur pada November 2025, sedangkan data sekunder bersumber dari BPS, KKP, dan marketplace. Hasil menunjukkan harga ikan lele di Garut relatif stabil sejak 2022 (beli Rp18.000–27.000/kg, jual Rp26.000–30.000/kg). Fluktuasi kecil (Rp500–2.000/kg) dipicu musim panen dan harga pakan, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap permintaan bahan baku. Permintaan Seafood Mas Galang stabil 67,5 kg/bulan, sementara pedagang pasar 5–100 kg/hari. Stabilitas harga menjadi kunci keberlanjutan pasokan UMKM pengolahan ikan lele