Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Formulasi Terhadap Mutu Fisik Body Butter Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Sawiji, Repining Tiyas; Jawa La, Elisabeth Oriana; Yuliawati, Agustina Nila
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.898 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v3i1.501

Abstract

Kulit buah naga memiliki beragam manfaat walaupun sering dianggap sebagai limbah. Kulit buah naga mengandung banyak pigmen warna, salah satunya antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan ini mampu mencegah radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini maupun penyakit lainnya. Antioksidan yang terdapat didalam kulit buah naga dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif sediaan kosmetika tubuh salah satunya body butter. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas sediaan body butter adalah emulgator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi, yaitu adanya variasi konsentrasi kadar emulgator (tween 60 : span 60) terhadap stabilitas fisik body butter. Sediaan dibuat dengan 3 macam konsentrasi emulgator tween 60 : span 60 yaitu 1%, 2%, dan 3%. Ketiga formula diuji stabilitas fisiknya dengan uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan daya proteksi. Uji stabilitas fisik dilakukan pada minggu I, II, III, dan IV di suhu ruang. Data pengamatan dianalisis statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil evaluasi sediaan body butter menunjukkan bahwa variasi emulgator tidak memberikan pengaruh tehadap sifat fisik body butter meliputi organoleptis, homogenitas, pH dan daya sebar. Namun mempengaruhi uji daya lekat dan daya proteksi (p>0.05). Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan hasil yaitu formula III lebih stabil dalam penyimpanan selama 4 minggu daripada formula I dan II.Kata kunci : ekstrak kulit buah naga, emulgator, body butter, stabilitas fisikDragon fruit peels has a variety of benefits although it is often considered a waste. Dragon fruit peels contains many color pigments, one of which is anthocyanin which functions as an antioxidant. This content is able to prevent free radicals that cause premature aging and other diseases. Antioxidants found in dragon fruit peels can be used as active ingredients for cosmetics, one of which is body butter. One of the factors that influence the stability of the body butter preparation is an emulgator. This study aims to determine the effect of the formulation, namely the variation in the concentration of emulgator levels (tween 60: span 60) on the physical stability of body butter. The preparations were made with 3 kinds of 60: span 60 emulsifier concentrations of 1%, 2%, and 3%. The three formulas were tested for physical stability by organoleptic, homogeneity, pH, adhesion, dispersion, and protection. Physical stability tests were carried out at weeks I, II, III, and IV at room temperature. Observation data were analyzed statistically with a confidence level of 95%. The results of the evaluation of body butter preparations showed that variations in the emulgator had no effect on the physical properties of the body butter including organoleptic, homogeneity, pH, and dispersion. But it affects the test of adhesion and protection (p> 0.05). Based on the test results, the results obtained are formula III is more stable in storage for 4 weeks than formulas I and II.Keywords: Hylocereus polyrhizus, emulgators, body butter, physical evaluation
Skrining Fitokimia Dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Jawa La, Elisabeth Oriana; Sawiji, Repining Tiyas; Yuliawati, Agustina Nila
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.572 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v3i1.503

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara alami sebagai tanaman kaya antioksidan, sebaliknya pemanfaatan dari kulit buah naga merah belum sepenuhnya dimaksimalkan. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa selain daging buah, kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk pengobatan karena kaya akan antioksidan. Hal tersebut dapat digunakan sebagai dasar dan pilihan untuk menghasilkan produk obat tradisional dari kulit buah naga merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada kulit buah naga merah berupa skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT) pada senyawa aktif yang disinyalir terkandung didalam kulit buah naga merah yang dapat dimanfaatkan dalam produk kefarmasian. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% diperoleh rendemen ekstrak sebanyak 2,96%. Skrining fitokimia dilakukan sebagai uji pendahuluan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kulit buah naga merah, dilanjutkan dengan KLT untuk mempertegas hasil reaksi positif. Hasil skrining dan KLT diperoleh kulit buah naga merah positif mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, steroid dan potensial untuk dijadikan obat tradisional.Kata kunci :kulit buah naga merah, skrining fitokimia, KLT, metabolit sekunder Red dragon fruits (Hylocereus polyrhizus) generally has been widely known Indonesian as a plant that rich in antioxidant  however, the Red dragon fruits peel is not fully utilized. Some of studies have been conducted indicating that as well as its fruit flesh, Red dragon fruits peel can be beneficial as a source for treatment and traditional medicinal products since it is also rich of antioxidants.This research aims to identify the content of secondary metabolites on the Red dragon fruits peel  in the form of phytochemical screening and thin-layer chromatography (TLC) in the active compounds which can be utilized in the product of  Pharmacy. Extraction is conducted by maceration using the 96% ethanol solvent in order to produces extracts as much as 2.96 %.  Phytochemical screening is delivered as a preliminary test to identify the content of secondary metabolites contained in the peel of  Red dragon fruit peel and continued with the TLC to confirmed give positive  results. Results of  the screening and TLC obtained that the peel of  Red dragon fruits positive contains alkaloids, tannins, flavonoids, steroids and potential to be used as traditional medicineKeyword : Red dragon fruit peel, phytochemical screening, TLC, secondary metabolites 
FORMULASI TABLET KUNYAH EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVP SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIKNYA Sawiji, Repining Tiyas
Acta Holistica Pharmaciana Vol 1 No 1 (2019): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v1i1.3

Abstract

Bahan pengikat dapat mempengaruhi sifat fisik tablet kunyah. PVP merupakan bahan pengikat sintetik yang berkemampuan sebagai pengikat kering. Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan salah satu tanaman obat herba yang berkhasiat sebagai antioksidan, antimual, dan antihipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PVP sebagai bahan pengikat dan mengetahui konsentrasi PVP yang dapat menghasilkan formula terbaik, sehingga menghasilkan tablet kunyah ekstrak kelopak bunga rosella yang berkualitas. Ekstrak kelopak bunga rosella diperoleh dengan metode maserasi menggunakan alkohol 70%. Dalam penelitian ini dibuat tiga formula menggunakan bahan pengikat PVP dengan variasi konsentrasi PVP 5,0%, 7,5%, dan 10,0% menggunakan metode granulasi basah. Granul yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi waktu alir, sudut diam, dan susut pengeringan. Granul kemudian dicetak menjadi tablet. Tablet kunyah yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan tanggapan rasa. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Kolmogorov-Smirnov, anava satu jalan, Tukey test menggunakan program SPSS 12.0 for windows dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PVP dengan berbagai variasi konsentrasi tidak berpengaruh terhadap keseragaman bobot akan tetapi berpengaruh terhadap kekerasan dan kerapuhan tablet kunyah. Konsentrasi PVP 5,0% merupakan formula yang terbaik, karena dengan konsentrasi PVP yang kecil sudah dapat memenuhi syarat sifat fisik dan evaluasi terhadap tanggapan rasa. Kata kunci : PVP, Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), Tablet Kunyah
MANFAAT SUPLEMEN DALAM MENINGKATAN DAYA TAHAN TUBUH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 Yani, Ketut Tia Pran Anggar; Kurnianta, Putu Dian Marani; Cahyadi, Kadek Duwi; Esati, Ni Ketut; Sawiji, Repining Tiyas; Darmawan, Gede Agus; Pramana, I Gede Komang Aditya; Sujayanti, Luh Gede Tina; Putra, Kadek Ria Dwitya; Purnamasari, I Gusti Ayu Putu Prima
Acta Holistica Pharmaciana Vol 3 No 1 (2021): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v3i1.33

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang bermula di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 telah menyebar pesat sebagai pandemi global hingga ke Indonesia. Tingginya angka kejadian dan dampak mortalitas yang ditimbulkan mendorong dilakukannya berbagai upaya penanganan maupun pencegahan sesuai karakteristik perjalanan penyakit COVID-19. Salah satu upaya pencegahan infeksi maupun perburukan kondisi penderita COVID-19 adalah melalui penggunaan suplemen untuk peningkatan daya tahan tubuh. Diantara berbagai produk suplemen komersil di pasaran, beberapa komponen mikronutrien seperti vitamin B, C, D dan E, seng, dan selenium serta probiotik adalah komponen penting yang memberikan keuntungan dalam mencegah maupun menghadapi infeksi COVID-19. Bukti-bukti ilmiah melalui penelitian telah menunjukkan bahwa masing-masing kandungan suplemen tersebut berperan dalam peningkatan respon imun dan penyeimbang regulasi proses inflamasi dalam tubuh. Dengan demikian, aplikasi penggunaan suplemen adalah upaya rasional untuk menghadapi COVID-19 menuju era new normal, selama suplementasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Optimasi Komposisi Emulgator Formulasi Lotion Dengan Bahan Aktif Ceramide dan Vitamin C Menggunakan Metode SLD Sawiji, Repining Tiyas; Valtina, Ni Putu; Putri, Kadek Mita Wulandari; Dewi, Ni Made Ayu Sukma; Nurjana, Novia Hayyu; Adityawan, Putu Agus Rama
Acta Holistica Pharmaciana Vol 5 No 2 (2023): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v5i2.156

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh yang memiliki peranan penting, permasalahan kulit yang sering terjadi yaitu kusam, kering hingga hiperpigmentasi sehingga diperlukan perlindungan agar tidak menyebabkan kerusakan berlebih pada kulit. Body lotion adalah salah satu kosmetika untuk perawatan kulit yang memiliki fungsi mengurangi dehidrasi pada kulit dan sebagai sumber lembab bagi kulit. Setil alkohol dan CMC-Na adalah agen emulgator yang sering digunakan dalam body lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proporsi emulgator dalam formulasi sediaan lotion dan menguji karakteristik fisik sediaan lotion serta uji hedonik yang berkaitan dengan kepuasan dan kenyamanan responden terhadap sediaan lotion yang telah dioptimasi. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode simplex lattice design (SLD) pada software Design Expert 10.0.3. Desain D-optimal mixture akan digunakan untuk mengoptimasi konsentrasi dari emulgator berdasarkan karakteristik fisiknya yaitu viskositas dan daya sebar. Formulasi lotion optimum menggunakan campuran setil alhokol dan CMC-Na sebagai emulgator kemudian dievaluasi kembali terkait sifat-sifat fisik seperti homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta dilakukan uji hedonik. Komposisi setil alkohol dan CMC-Na sebagai emulgator berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan lotion. Hasil formula optimum menggunakan software Design Expert yaitu formula 5 dengan kombinasi setil alkohol 1,75% dan CMC-Na 2,25% sebagai emulgator yang memliki daya sebar 5,03; pH 6,5; dan viskositas 2900 sebagai syarat suatu sediaan body lotion.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Gelling Agent (Xanthan Gum dan Carbopol) pada Sediaan Serum dengan bahan Aktif Retinoic Acid Sawiji, Repining Tiyas
Acta Holistica Pharmaciana Vol 6 No 1 (2024): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v6i1.157

Abstract

Aktivitas dari retinoic acid atau vitamin A dapat mengatasi jerawat, kerutan, noda hitam, dan kerusakan kulit akibat paparan matahari. Formulasi serum biasanya sering ditambahkan vitamin E sebagai zat aktif sebagai aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan konsentrasi gelling agent yang terdapat pada setiap formula. Lima formula serum tersebut menggunakan xanthan gum dan karbopol dengan konsentrasi yang berbeda tiap formula dari formula 1 hingga formula 5. Uji organoleptis masing-masing formula menunjukkan sediaan berwarna kuning pucat, kuning pekat, dan kuning buram, aroma khas kenanga, dan terbentuk tekstur yang kurang kental hingga sangat kental karena perbedaan konsentrasi gelling agent. Uji pH dari semua formula sudah memenuhi syarat yaitu 4,5-6,5 yaitu hasilnya ada pada rentang 4,5-6. Semua formula serum memenuhi persyaratan uji viskositas, daya sebar, dan daya lekat yang baik serta menunjukkan serum tipe M/A. Berdasarkan hasil uji hedonik yang didapat menyatakan bahwa formulasi F3 memiliki nilai kesukaan yang relatif tinggi dibandingkan dengan formula lainnya, hal tersebut dikarenakan tekstur yang tidak terlalu kental ataupun cair dibandingkan dengan yang lain.
EDUKASI PEMAHAMAN BENTUK SEDIAAN FARMASI MELALUI APOTEKER CILIK DI SDN 3 PANARUKAN, TABANAN, BALI Sawiji, Repining Tiyas; Sukarya, Dewa Ayu Kade Devina Krisyanti Dewi; Wikayanti, Ni Putu Ayu Putri
ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/aa.v8i1.10295

Abstract

The public's lack of understanding of drug dosage forms can lead to errors in drug use. These medication errors can affect the success of therapy. Therefore, education on the knowledge of pharmaceutical dosage forms through Apoteker Cilik program can be implemented so that children take an active role in conveying drug-related information to the surrounding environment from an early age. This activity aimed to increase knowledge about the role of pharmacists and drug dosage forms in the community. The method used in this activity is an interactive presentation through PowerPoint media, games, and evaluation (pretest and posttest). The evaluation results of this community service activity showed an increase in knowledge, as seen from the average pretest and posttest scores. The pretest score was 66.79%, while the posttest score was 78.57%. The evaluation data were also analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a significant difference in the participants' knowledge before and after the provision of the material. The test produced a significance value of 0.000 (p 0.05). Based on the results, it can be concluded that this community service activity ran well and made a significant positive difference.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Secang (Biancaea sappan L.) sebagai Obat Luka Bakar Sawiji, Repining Tiyas; Kumanireng, Maria Ariyani Da Costa
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v18i2.2142

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan kulit akibat kontak dengan agen termal, kimiawi, atau listrik. Luas area luka bakar dapat mempengaruhi metabolisme dan fungsi sel tubuh. Penggunaan silver sulfadiazin dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit. Daun secang (Biancaea sappan L.) secara empiris memiliki efek farmakologi yang dapat mempercepat penyembuhan luka bakar. Daun secang berpotensi dikembangkan menjadi obat tradisional, karena mengandung flavonoid yang berperan dalam merangsang penyembuhan luka bakar. Karbopol 940 merupakan agen pembentuk gel yang dapat mempengaruhi karakteristik fisik sediaan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 pada sediaan gel ekstrak daun secang dan melihat stabilitas fisik sediaan gel dengan metode cycling test. Ekstrak daun secang sebagai bahan aktif diformulasikan menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi karbopol 940 sebagai gelling agent, yaitu FI (1%); FII (1,5%); dan FIII (2%). Parameter yang diuji pada sediaan gel adalah karakteristik fisik yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Sediaan gel kemudian diuji stabilitasnya dengan metode cycling test pada dua suhu selama 6 siklus, yaitu suhu dingin ± 4°C selama 24 jam dan suhu panas ± 40°C selama 24 jam disebut dengan 1 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi gelling agent karbopol 940 dengan penambahan TEA berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan gel, dimana terjadi peningkatan pH dan viskositas, sedangkan daya sebar dan daya lekat mengalami penurunan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa FIII memenuhi kriteria fisik dari sediaan gel luka bakar ekstrak daun secang (Biancaea sappan L.) dengan nilai pH 6; daya sebar 5,5 ; daya lekat 1,38; dan viskositas 275. FIII merupakan formula gel yang paling optimum.