Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI HUKUM PERATURAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA DI KOTA BALIKPAPAN Sari Damayanti; Piatur Pangaribuan
Jurnal de Facto Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penyalahgunaan narkotika di Kota Balikpapan, sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan beberapa hal antara lain karena Kota Balikpapan yang terletak pada posisi Stategis dan mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pengaruh globalisasi, arus transportasi yang sangat maju dan penggeseran nilai matrialistis dengan dinamika sasaran opini peredaran gelap. Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yuridis normatif, karena sasaran dalam penelitian ini diarahkan pada hukum dan aspek-aspek norma hukum. Upaya pemberantasan tindak pidana narkotika di Kota Balikpapan berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dapat di tempuh dengan beberapa metode, diantaranya ialah metode pencegahan. Metode tersebut merupakan hal paling mendasar bagi masyarakat guna untuk lebih teredukasi perihal penyalahgunaan narkotika. Upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba Di Kota Balikpapan dapat melalui pendekatan Pendekatan secara Promotif yaitu program preemtif atau program pembinaan. Program ini ditujukan kepada masyarakat yang belum memakai narkoba, atau bahkan belum mengenal narkoba. Kendala dalam pemberantasan tindak pidana narkotika Di Kota Balikpapan dibagi menjadi 3 Faktor diantaranya pertama, Faktor Penegak Hukum yaitu terkendala oleh jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) atau personel sehingga pada saat melakukan proses penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Balikpapan bekerja sama dengan Polresta Balikpapan dan Ditresnarkoba Polda Kaltim selain itu terbatasnya sarana dan prasarana tidak adanya ruang tahanan atau sel untuk pelaku yang tertangkap tangan oleh Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Balikpapan.
Jenis - Jenis Serangga Yang Tertarik Dengan Warna Di Kebun Melon (Cucumis melo L.) Sari Damayanti; Dian Mutiara; Yunita Panca Putri
Indobiosains 2023: Volume 5 No 2 Agustus 2023
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indobiosains.v5i2.12371

Abstract

Research on the Order of Diptera on Melon Plant (Cucumis melo L.) was conducted in April - May 2022.”The purpose of the study was to examine the interest of insects in melon plants to various colors in the agrotorism of the Kenten Laut melon garden. This study uses a purposive sampling method, namely by color traps using 4 colors, namely, yellow, green,blue, and red. Observation parameters include the number of insects contained in each trap, color and type of head, mouth apparatus, limbs, antennae, and wings. The results obtained 70 insects fromthe order Diptera. The types of insects found were, Bactrocera dorsalis., Lucilia sp.,”Hermetia illucens, Musca domestica., the insects collected had different morphological types.  
Kemampuan Material Pasir Puya Teraktivasi Sebagai Fotokatalis pada Pengurangan Metilen Biru dalam Larutan Berair Sari Damayanti; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Titin Anita; Ari Widiyantoro
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v14i1.88872

Abstract

Pasir puya adalah residu penambangan emas yang mengandung mineral berharga seperti zirkon, ilmenit dan besi oksida. Studi ini mengeksplorasi potensi pasir puya sebagai fotokatalis setelah melalui proses aktivasi melalui metode fusi alkali dan kalsinasi. Penelitian ini bersifat eksperimental  bertujuan untuk mengkarakterisasi pasir puya sebelum dan setelah aktivasi serta melihat performanya sebagai fotokatalis dalam mendegradasi metilen biru. Analisis X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), gas sorpsi dan Diffuse Reflectance-UV (DR-UV) digunakan untuk mengkarakterisasi material pasir. Uji kemampuan fotokatalitik pasir dilakukan dengan mengukur penurunan konsentrasi metilen biru dalam kondisi tanpa penyinaran dan disinari lampu halogen dan UV dengan keberadaan pasir. Analisis XRF menunjukkan bahwa pasir puya yang telah melalui reaksi fusi alkali mengandung Fe2O3, TiO2 dan ZrO2 sebagai komponen utamanya. Proses aktivasi pasir melalui kalsinasi meningkatkan luas permukaan spesifik dan membentuk fase anatase TiO2 disamping mineral oksida besi. Energi celah pita dari pasir puya tanpa kalsinasi dan pasir puya yang telah dikalsinasi (aktivasi) tidak jauh berbeda.  Pasir puya yang diaktivasi baik dalam keadaan gelap maupun terang menunjukkan kemampuan lebih baik daripada pasir puya yang tidak diaktivasi. Di bawah lampu UV, pasir yang diaktivasi menurunkan konsentrasi metilen biru hingga 72,7% dalam penyinaran selama 120 menit, sedangkan pasir yang tidak dikalsinasi mampu menurunkan 65,3% metilen biru dalam waktu yang sama. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pasir puya yang telah diaktivasi berpotensi menjadi fotokatalis yang efektif, membuka kemungkinan baru untuk pemanfaatan pasir puya, residu penambangan emas sebagai sumber material fotokatalis.
Manhaj Mutakallimin in Usul Fiqh: Theoretical Foundations for Contemporary Islamic Economic Ijtihad Sari Damayanti; Mustofa Hasan; Dudang Gojali; Sri Dewi Anggadini
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.9145

Abstract

This article aims to examine in depth the Manhaj Mutakallimin within Ushul Fiqh as a theoretical foundation for the development of contemporary Islamic economic ijtihad. The study arises from the awareness that global economic transformation requires an Islamic legal paradigm capable of addressing challenges of rationality, relevance, and public interest while maintaining its normative foundation. Using a qualitative approach through library research, this study explores the epistemological principles of the Manhaj Mutakallimin as articulated by key scholars such as al-Juwaini, al-Ghazali, and Fakhr al-Din al-Razi. The analysis focuses on its rational structure, deductive reasoning from the revealed sources, and theological orientation that positions reason as a partner to revelation in deriving legal rulings. The findings indicate that the Manhaj Mutakallimin provides a solid theoretical framework for the emergence of Islamic economic ijtihad grounded in maqā ṣ id al-syarī'ah, rationality, and social justice. This approach proves relevant in addressing modern economic issues such as Islamic fintech regulation, digital financial instruments, and problem-based fiscal policies. Thus, the Manhaj Mutakallimin not only represents a methodological legacy in Ushul Fiqh but also offers a foundational paradigm capable of integrating revelation, reason, and context in constructing a just and sustainable Islamic economic system. Keywords: Manhaj Mutakallimin, Ushul Fiqh, Ijtihad, Islamic Economics, Maqā ṣ id al-Syarī'ah
Implementation Al- qawā ʿ id Al- fiqhiyyah Al- asāsiyyah in Islamic Economics through Donation-Based Crowdfunding Sari Damayanti; Hasan Bisri; Ayi Yunus Rusyana; Sri Dewi Anggadini
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 1 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i1.9164

Abstract

Abstract This article examines the implementation of al-qawā ʿid al-fiqhiyyah al-asāsiyyah in contemporary Islamic economic practices, particularly in the donation-based crowdfunding model. Fiqhiyyah principles are general guidelines that can be applied to address modern muamalah issues. With the development of financial technology, donation-based crowdfunding practices have become a popular new socio-economic instrument in Indonesia and the world. This analysis shows that the five main fiqhiyyah principles (al-umūr bi maqāsidihā, al-yaqīn lā yazūlu bi al-syakk, al-masyaqqah tajlib al-taysīr, al- ḍ arar yuzāl, al- ʿ ādah mu ḥ akkamah) can be used as a legal basis to ensure that donation-based crowdfunding runs according to sharia principles, is safe, and beneficial to society. This article also discusses crowdfunding theory, the history and development of crowdfunding institutions, the problems faced, as well as solutions and future prospects. Keywords: Qawā ʿ id Fiqhiyyah, Crowdfunding, Islamic Economics, Donations, Muamalah .