Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Peran Aparat Desa Buncitan dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang Sidoarjo Linda Dwi Rohmadiani; Suning Suning; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Moch Shofwan; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1: June 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/damhil.v2i1.19206

Abstract

Buncitan village has an area of 145.9 hectares with a population of 4,976 people and 1,981 households. The function and role of Sedati Sub-district according to Sidoarjo Regency Regional Regulation No. 9 of 2009 concerning the Regional Spatial Plan of Sidoarjo Regency 2009-2029 is as a settlement, industry and trade on a local, regional and international scale. The issuance of the Job Creation Law and Government Regulation on the Implementation of Spatial Planning that changes the authority of local governments in district or city spatial planning needs to be socialized to village officials, so that they are expected to increase their participation in supporting spatial planning. The method of implementing the activity uses a socialization method that begins with distributing a pre-test and ends with a post-test regarding understanding in the implementation of spatial planning. The results obtained were the initial condition of the level of understanding of village officials about their role in the implementation of spatial planning of 78% while post-socialization increased to 100%. The findings of community service that can be input for the local government are the need for socialization and ease of accessing the district spatial plan regional regulation document for the Buncitan Village community. 
Pengaruh Tutupan Lahan dan Suhu Permukaan Terhadap Potensi Risiko Bencana di Kabupaten Sidoarjo Nuurlaily Rukmana, Siti; Moch. Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.255

Abstract

The dynamic development of the city affects the high use of land. Therefore, changes in the pressure of natural spaces, including conservation spaces, also experience changes in function. The high pressure on natural spaces such as open spaces, water catchment areas, and wetlands has caused a decrease in the ability to absorb and store water during the rainy season. Hence, flooding is commonly occurred, especially in urban areas. This also took place in Sidoarjo Regency, where there has been a significant change in land cover. Prior studies showed that changes in land cover are due to the transformation of built-up area of 13.83% in 2008–2018. This caused an increase in surface temperature, which was initially 23 °C in 2008 to 25 °C in 2018. In addition, the Sidoarjo Regency also has a moderate level of susceptibility to flooding. This research aims to determine the effect of land cover and surface temperature on disaster risk with respect to the five selected hazards. The method used was a quantitative, explorative, and spatial approach. In order to find out the characteristics of land cover, the analysis method was the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Furthermore, to identify the characteristics of surface temperature distribution, an analysis of Land Surface Temperature (LST) was carried out, followed by a regression analysis using the Statistical Program for Social Science (SPSS). Land cover and surface temperature do not affect the disaster risk in the Sidoarjo Regency, which is the result of this study.Abstrak Perkembangan kota yang dinamis mempengaruhi tingginya penggunaan lahan, sehingga perubahan desakan ruang alami termasuk ruang konservasi juga mengalami perubahan fungsi. Tingginya desakan ruang alami seperti ruang terbuka, kawasan resapan air dan lahan basah mengakibatkan menurunnya kemampuan dalam menyerap dan menampung air pada saat musim hujan, sehingga tidak jarang pula terjadi banjir khususnya di kawasan perkotaan. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo, yang telah mengalami perubahan tutupan lahan yang cukup signifikan. Berdasarkan penelitian terdahulu, perubahan tutupan lahan dibuktikan dengan adanya transformasi penggunaan lahan terbangun sebesar 13,83% pada tahun 2008–2018. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan suhu permukaan, yang awalnya 23 °C pada tahun 2008 menjadi 25 °C pada tahun 2018. Selain itu, Kabupaten Sidoarjo juga memiliki tingkat kerawanan bencana banjir di tingkat sedang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tutupan lahan dan suhu permukaan terhadap risiko bencana pada lima jenis ancaman bencana terpilih. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, eksploratif, dan keruangan (spasial). Guna mengetahui karakteristik tutupan lahan, maka metode yang digunakan adalah analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Selanjutnya, guna mengidentifikasi karakteristik persebaran suhu permukaan, maka dilakukan analisis Land Surface Temperature (LST), dilanjutkan dengan analisis regresi menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Tutupan lahan dan suhu permukaan tidak mempunyai pengaruh terhadap potensi risiko bencana di Kabupaten Sidoarjo merupakan hasil dari kajian ini.  
The Public Perceptions and Preferences on Brahu Temple as a Cultural Heritage (Bejijong Village, Trowulan Mojokerto) Rukmana, Siti Nuurlaily; Sucipto, Sucipto; Eliyanto, Aprillia Putri; Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 15 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v15i1.8604

Abstract

The Mojokerto Regency government program is nothing compared to the number of tourists who visit the Brahu temple attraction because there has been a decrease in the number of visitors within the last five years, from 2017-2021. Based on data from the East Java Cultural Heritage Protection and Preservation Agency (BPCB), the number of visitors who visited Brahu Temple was 62,854 in 2017, and there were 1068 people in 2021. The study aimed to determine public perceptions and preferences of Brahu Temple as a Cultural Heritage in Bejijong Village, Trowulan District, Mojokerto. The data collection methods used were observation and a questionnaire. The descriptive and qualitative research methodology uses IPA analysis techniques (Importance Performance Analysis). The study results show that the main priority for visiting a Cultural Heritage site at Brahu Temple is the temple's culture and values. It means visitors who visit the temple have particular goals or interests because they want to know and learn things. It includes temple culture in the form of aesthetics, originality, and the age of the temple, as well as the values contained in a Cultural Heritage at Brahu Temple such as Educational, Religious, Cultural, and Historical Values. In this case, the public perception and preference of Brahu Temple as a Cultural Heritage from the IPA analysis with 115 respondents found that the results
Kinerja Suroboyo Bus dalam mendukung Transportasi Massal di Surabaya Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit; Kristian, Jhon; Rukmana, Siti Nuurlaily
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i2.2177

Abstract

Dinas Perhubungan Kota Surabaya pada Tahun 2018 berinovasi menghadirkan transportasi Suroboyo Bus atau Trans Metro. Suroboyo Bus merupakan transportasi massal yang diharapkan dapat memperbaiki sistem transportasi di kota Surabaya untuk mengurangi kemacetan dan juga mendukung visi kota Surabaya yang berkelanjutan. Salah satu tujuan transportasi massal adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tahun semakin bertambah. Hadirnya Suroboyo Bus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum baik masyarakat lokal maupun pendatang. Kajian ini difokuskan pada rute 3 yang berawal dari halte Unesa dan pemberhentian akhir di halte ITS. Rute 3 merupakan rute terpadat dan terpanjang dari 6 rute yang dilewati oleh Suroboyo Bus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja Suroboyo Bus berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan no. 27 tahun 2015, mengidentifikasi pandangan masyarakat, serta mengetahui arahan rekomendasi kebijakan terhadap transportasi suroboyo bus dalam mendukung transportasi massal di Surabaya. Kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan Suroboyo Bus sebagai transportasi massal di kota Surabaya. Metode penelitian Kinerja Suroboyo Bus Dalam Mendukung Transportasi Massal di Surabaya merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik analisis deskriptif evaluative, analisis (IPA), dan Teknik triangulasi. Metode pengumplan data berupa observasi, kuesioner, dokumentasi, dan instansi. Hasil dari penelitian pada rumusan pertama kinerja Suroboyo Bus dari aspek Kondisi halte belum mencapai kinerja yang baik karena masih terdapat 7 halte yang tidak sesuai dengan standar teknis yang ada. Aspek Kondisi Bus, Penerapan SOP, Kelayakan Kendaraan, Peralatan keselamatan, Fasilitas Kesehatan, Perlengkapan lalu lintas dan angkutan jalan dan Fasilitas penyimpanan dan pemeliharaan mencapai kinerja yang bagus karena sudah sesuai dengan standar teknis. Pandangan Masyarakat terhadap Suroboyo bus masih ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian terutamanya adalah kondisi halte (tempat sampah dan kenyamanan), kapasitas angkut penumpang bus, tabung pemadam kebakaran. Arahan rekomendasi adalah perlu penambahan fasiltias yang tersedia di halte dan juga penambahan kapasitas jumlah angkut bus. 
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penyusunan Peta Persebaran Produk UMKM Desa Buncitan Shofwan, Moch; Sagung Alit Widyastuty, Anak Agung; Rohmadiani, Linda Dwi; Suning, Suning; Rukmana, Siti Nuurlaily; Tribhuwaneswari, Annisa Budhiyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 1 (2024): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i1.378

Abstract

Buncitan Village is one of the UMKM villages in Sidoarjo which is located near the east coast of Sidoarjo. Based on the results of the 2023 survey, Buncitan Village has the potential for small-scale industries, especially household industries such as the food and beverage industry, weaving, and so on. The types of MSMEs in this village are quite diverse, so a spatial location should be made for the location of the MSMEs for each type in the form of a map of the distribution of MSMEs. The purpose of this PKM is community empowerment in making maps of the distribution of MSMEs in order to increase sales of Buncitan Village, Sedati District, Sidoarjo Regency. The solution offered is the dissemination of understanding and empowerment of making maps of the distribution of MSMEs in Buncitan Village. Based on the results of this PKM activity, it can be seen the types of businesses and MSMEs in Buncitan Village along with their distribution of spatial patterns.
Analisis Kemampuan Lahan Permukiman di Kawasan Strategis Ekonomi Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tri Bhuwaneswari; Lutfi Zulkarnain
Jurnal Penataan Ruang Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Penataan Ruang 2020
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan lahan permukiman semakin lama semakin terbatas seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk yang membutuhkan lahan permukiman. Khususnya di kawasan strategis, yang pastinya menjadi kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi dibandingkan dengan kawasan – kawasan yang lain. Hal ini dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang selalu bermukim mendekati lokasi yang mereka butuhkan, karena hal ini akan mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi kemampuan lahan permukiman di kawasan strategis dan penentuan prioritas pengembangan lokasi permukiman sebagai pendukung kawasan strategis ekonomi di kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Pendekatan kajian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengukuran, pengklasifikasian dari kemampuan lahan di kecamatan Manyar Gresik. Pendekatan kajian dalam menentukan prioritas pengembangan lokasi permukiman menggunakan teknik analisis overlay dengan memperhatikan asas kesesuaian, keberlanjutan dan kesempatan.  Hasil dari kajian ini adalah kemampuan lahan kecamatan Manyar Gresik memiliki 2 kelas pengembangan, yaitu pengembangan sangat tinggi 56% dan tinggi 44%. Ketersediaan lahan dapat menampung penduduk untuk bermukim selama 20 tahun kedepan dengan dasar tingkat DDPM > 1. Prioritas lokasi pengembangan permukiman dengan klasifikasi pengembangan sangat tinggi mencakup 14 desa dengan luas 5.312 Ha, sedangkan prioritas lokasi pengembangan permukiman dengan klasifikasi pengembagan tinggi mencakup 9 desa dengan luas 2.230 ha.