Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS TEKNIK EDITING PROGRAM “BELADAS” DALAM MENINGKATKAN KETERTARIKAN PENDENGAR DAN NETIZEN RADIO ELSHINTA Habibullah, M. Sultan; Ritonga, Muslimin
Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Laboratorium Pembelajaran Bahasa, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buanakata.v3i1.1483

Abstract

This study aims to analyze the supporting and inhibiting factors affecting the effectiveness of editing techniques in the Beladas program, and identify the specific editing methods used by Radio Elshinta Palembang’s production team. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through direct observation at the Elshinta Palembang studio, in-depth interviews with editors, announcers, and producers, and the analysis of program archives and digital content uploaded to the official Instagram and YouTube channels of Elshinta Palembang. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, display, and conclusion drawing. The results show that the effectiveness of editing techniques in the Beladas program is supported by the editor’s technical skills, consistent sound branding, dynamic program structure, and integration of audience participation through social media. Conversely, inhibiting factors include limited human resources, tight production schedules, technical recording issues, and suboptimal digital distribution strategies. Properly implemented editing techniques have proven to enhance audience attraction through clear audio quality, structured and engaging narration, and creative content adaptation on social media.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas teknik editing dalam program Beladas, serta mengidentifikasi teknik editing yang digunakan oleh tim produksi Radio Elshinta Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung di studio Radio Elshinta Palembang, wawancara mendalam dengan editor, penyiar, dan produser program, serta analisis dokumentasi berupa arsip siaran dan unggahan konten digital pada kanal Instagram dan YouTube Elshinta Palembang. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas teknik editing dalam program Beladas didukung oleh keterampilan editor dalam pengolahan audio, konsistensi sound branding, struktur siaran yang dinamis, serta integrasi partisipasi audiens melalui media sosial. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan antara lain keterbatasan sumber daya manusia, waktu produksi yang singkat, kendala teknis rekaman lapangan, dan belum optimalnya strategi publikasi digital. Penerapan teknik editing yang baik terbukti meningkatkan ketertarikan audiens melalui kualitas audio yang jernih, ritme siaran yang komunikatif, serta kemasan konten digital yang menarik di Instagram dan YouTube.
ANALISIS PENGARUH EDITING VIDEO TERHADAP KONTEN MEDIA SOSIAL DI RADIO ELSHINTA PALEMBANG Bramantyo, Ganesha; Ritonga, Muslimin
Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Laboratorium Pembelajaran Bahasa, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buanakata.v3i1.1484

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mendorong para penyiar untuk secara efektif memanfaatkan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas. Radio Elshinta Palembang memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok untuk menghadirkan konten video yang menarik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyuntingan video terhadap efektivitas konten penyiar radio di media sosial. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, hasilnya menunjukkan bahwa kualitas penyuntingan video, termasuk transisi, warna, teks, dan ritme, berdampak signifikan terhadap keterlibatan dan imersi pemirsa. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuntingan video memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas dan keterlibatan konten media digital penyiar.   Advances in digital technology have encouraged broadcasters to effectively utilize social media to reach a wider audience. Radio Elshinta Palembang utilizes platforms such as Instagram and TikTok to deliver engaging video content. This study aims to analyze the impact of video editing on the effectiveness of radio broadcasters' content on social media. Using qualitative descriptive analysis, the results indicate that the quality of video editing, including transitions, color, text, and rhythm, significantly impacts audience engagement and immersion. These findings suggest that video editing plays a crucial role in enhancing the quality and engagement of broadcasters' digital media content.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP RADIO SEBAGAI SUMBER INFORMASI TERPERCAYA DI ERA DISINFORMASI DIGITAL Putra, M. Defri Ananda; Ritonga, Muslimin
Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Laboratorium Pembelajaran Bahasa, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buanakata.v3i1.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap Radio Elshinta Palembang sebagai sumber informasi terpercaya di tengah meningkatnya disinformasi digital. Generasi Z yang tumbuh dalam budaya media sosial cenderung mengutamakan kecepatan informasi, namun mulai meragukan keakuratan berita di platform digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun media sosial lebih dominan digunakan, Radio Elshinta Palembang tetap dianggap kredibel karena memiliki proses verifikasi berita yang jelas, independensi redaksi, serta penyajian informasi yang faktual. Faktor yang memengaruhi tingkat kepercayaan Generasi Z meliputi kredibilitas media, adaptasi teknologi, relevansi konten, dan literasi digital audiens. Radio Elshinta Palembang berperan penting sebagai media referensi dan verifikasi di tengah banjir informasi digital yang tidak selalu valid.   This research aims to analyze Generation Z's perception of Radio Elshinta palembang as a trusted source of information amidst increasing digital disinformation. Generation Z, who grew up in a social media culture, tends to prioritize the speed of information, but is starting to doubt the accuracy of news on digital platforms. This research uses a qualitative descriptive approach with interview techniques, observation and documentation studies. The results show that even though social media is more dominant in use, Radio Elshinta Palembang is still considered credible because it has a clear news verification process, editorial independence, and factual information presentation. Factors that influence Generation Z's level of trust include media credibility, technological adaptation, content relevance, and audience digital literacy. Radio Elshinta Palembang plays an important role as a reference and verification medium amidst a flood of digital information that is not always valid.
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA DI KECAMATAN KEMUNING KOTA PALEMBANG Oktaviani, Sri Rizky; Yenrizal, Yenrizal; Ritonga, Muslimin
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.8025

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas diri, di mana interaksi sosial berperan besar dalam mengembangkan konsep diri dan pola hubungan interpersonal. Dalam konteks toxic relationship, komunikasi memiliki peran sentral karena strategi komunikasi yang tidak tepat dapat memperkuat dinamika hubungan yang destruktif. Kecamatan Kemuning dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya intensitas interaksi remaja dan keragaman latar sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk manajemen komunikasi yang digunakan remaja dalam menghadapi toxic relationship serta mengidentifikasi kondisi hubungan tidak sehat yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam remaja berusia 21–22 tahun yang memiliki pengalaman dalam hubungan toxic. Data dianalisis melalui proses pengorganisasian, interpretasi, dan penarikan makna berdasarkan konsep manajemen komunikasi, manajemen konflik, dan interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih banyak menggunakan strategi komunikasi pasif, terutama diam, menghindar, dan mengalah sebagai mekanisme perlindungan diri. Strategi ini dipilih karena konflik dimaknai sebagai ancaman terhadap keselamatan fisik maupun emosional. Kondisi toxic relationship yang dialami informan mencakup kekerasan psikologis, fisik, dan finansial yang berlangsung secara kronis. Pengalaman ini menimbulkan rasa tidak aman, ketergantungan emosional, dan citra diri negatif, serta menormalisasi perilaku abusif sebagai bagian dari hubungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pola komunikasi remaja dalam hubungan toxic lebih berorientasi pada bertahan daripada menyelesaikan konflik, dan pemaknaan tersebut terbentuk melalui proses interaksi simbolik yang terus berlangsung.
KOMUNIKASI EDUKASI TENAGA KESEHATAN KEPADA IBU HAMIL MENGENAI PENCEGAHAN STUNTING (Studi Terhadap Puskesmas Babat Toman) Anggriani, Yuni; Ginting, Eraskaita; Ritonga, Muslimin
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.8052

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin yang mencatat angka kasus cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan menguraikan bentuk komunikasi edukasi yang diberikan tenaga kesehatan kepada ibu hamil serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaan edukasi pencegahan stunting di Puskesmas Babat Toman. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dilakukan melalui penyebaran brosur, penyelenggaraan kelas ibu hamil, kunjungan rumah, pemberian makanan tambahan (PMT), serta kegiatan penyuluhan di posyandu yang disampaikan dengan pendekatan persuasif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku ibu hamil. Hambatan yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman ibu hamil, pengaruh budaya, keterbatasan tenaga dan waktu, minimnya sarana pendukung, serta kurangnya alokasi pendanaan. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi edukasi berperan penting dalam upaya pencegahan stunting, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kecukupan sumber daya, pemilihan strategi komunikasi yang tepat, serta kemampuan tenaga kesehatan menyesuaikan bentuk edukasi dengan karakteristik penerima pesan.
ANALISIS KONSTRUKSI IDENTITAS INTELEKTUAL DALAM KONTEN YOUTUBE CHANNEL FERRY IRWANDI Ritonga, Muslimin; Saputra, Sepriadi; Ridho, Muhammad
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.7820

Abstract

Fenomena pergeseran ruang publik ke ranah digital menjadi latar utama penelitian ini, di mana media sosial terutama YouTube berfungsi sebagai arena baru bagi pembentukan identitas, legitimasi, serta produksi wacana intelektual. Salah satu figur yang menonjol dalam konteks tersebut adalah Ferry Irwandi, seorang kreator konten yang dikenal melalui narasi reflektif dan kritik sosial. Melalui kanal YouTube-nya, menunjukkan bagaimana individu membangun identitas dan wacana melalui strategi komunikasi digital yang terencana dan konsisten. Penelitian ini menganalisis identitas yang dibangun dari konten oleh channel Youtube Ferry Irwandi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis (CDA) yang berlandaskan teori diskursif. Melalui observasi konten video, dokumentasi, serta analisis komentar audiens untuk memahami relasi,makna, dan praktik sosial dalam proses konstruksi identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas intelektual pada konten channel Ferry Irwandi terbentuk melalui tiga strategi utama, yaitu: (1)framing wacana reflektif yang mengarahkan audiens untuk berpikir kritis dan rasional; (2)kurasi diri dan personal branding yang konsisten dalam gaya visual, naratif, dan retorika; serta (3)komunikasi partisipatif yang mendorong dialog dan keterlibatan aktif audiens. Elemen-elemen naratif, visual, dan gaya komunikasi berperan penting dalam membangun kredibilitas Ferry sebagai figur intelektual publik yang reflektif dan komunikatif. Penelitian ini menunjukkan identitas di ruang digital tidak dibangun secara tunggal oleh kreator, melainkan merupakan hasil konstruksi kolaboratif antara kreator dan audiens melalui praktik komunikasi reflektif dan partisipatif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa YouTube berpotensi menjadi arena pembentukan intelektualitas publik baru di era media partisipatif, sekaligus membuka ruang bagi kajian komunikasi digital tentang legitimasi, citra, dan otoritas intelektual dalam ruang publik digital.
Komunikasi Interpersonal Barista dalam Membangun Personal Branding di Kedai Kopi (Studi pada Memory Coffee Palembang) Sari, Ima Novita; Ginting, Eraskaita; Ritonga, Muslimin
Jurnal Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v17i1.12437

Abstract

Perkembangan industri kedai kopi di Indonesia menjadikan coffee shop tidak hanya sebagai tempat menikmati minuman, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial antara barista dan pelanggan. Dalam konteks pelayanan, komunikasi interpersonal barista berperan penting dalam membangun hubungan dengan pelanggan sekaligus membentuk personal branding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal barista kepada pelanggan serta bagaimana komunikasi tersebut membentuk personal branding barista di Memory Coffee Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap barista dan pelanggan. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal barista berlangsung melalui komunikasi verbal dan nonverbal seperti sapaan ramah, percakapan ringan, penggunaan bahasa yang sopan, kontak mata, senyuman, serta sikap pelayanan yang responsif. Interaksi yang terjadi secara berulang membentuk persepsi pelanggan terhadap karakter barista sebagai individu yang ramah, komunikatif, dan profesional dalam memberikan pelayanan.