The development of technology and information has brought significant changes in natural sciences learning methods. The integration of digital-based learning and local wisdom is a relevant approach to improving the effectiveness and quality of the teaching and learning process. This study aims to analyze a science learning model that combines digital technology and local wisdom as a response to future challenges. Through a systematic literature review (SLR) approach with the PRISMA method. This article examines 10 studies related to digitalization and local wisdom in science learning. The results of the analysis show that digitalization in science education can improve students' critical thinking skills, creativity, and understanding of the material through the SETS (Science, Environment, Technology, and Society), STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics), hybrid learning approach. , and e-learning. In addition, the integration of local wisdom plays an important role in instilling cultural values and character in students, as well as helping them understand and appreciate their cultural heritage. However, the implementation of this learning model still faces challenges in the form of unequal access to technology and a lack of training for teachers. Therefore, collaboration between government, schools, and communities is needed to ensure adequate infrastructure, human resources, and learning materials. With a planned and holistic approach, the integration of digitalization and local wisdom in science learning is expected to increase the relevance of education and prepare students to face the complexity of future global challenges. ABSTRAKPerkembangan teknologi dan informasi telah membawa perubahan signifikan dalam metode pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Integrasi pembelajaran berbasis digital dan kearifan lokal menjadi pendekatan yang relevan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas proses belajar mengajar. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran IPA yang menggabungkan teknologi digital dan kearifan lokal sebagai respon terhadap tantangan masa depan. Melalui pendekatan systematic literature review (SLR) dengan metode PRISMA. Artikel ini mengkaji 10 penelitian terkait digitalisasi dan kearifan lokal dalam pembelajaran IPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi dalam pendidikan IPA mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta pemahaman siswa terhadap materi melalui pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society), STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics), hybrid learning, dan e-learning. Selain itu, integrasi kearifan lokal berperan penting dalam menanamkan nilai budaya dan karakter pada siswa, serta membantu mereka memahami dan menghargai warisan budaya mereka. Namun, implementasi model pembelajaran ini masih menghadapi tantangan berupa akses teknologi yang tidak merata dan kurangnya pelatihan bagi guru. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan infrastruktur, sumber daya manusia, serta materi pembelajaran yang memadai. Dengan pendekatan yang terencana dan holistik, integrasi digitalisasi dan kearifan lokal dalam pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan relevansi pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi kompleksitas tantangan global masa depan.