Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Peningkatan Soft Skill melalui Personal Branding Bagi Siswa SMK di Kota Bandung Oktafien, Shinta; Santoso, Anton Budi; Qibtiyah, Mariah Rabiatul; Rahmayanti, Rima
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15694

Abstract

Sampai dengan saat ini tingkat pengangguran di Indonesia masih menjadi permasalahan utama yang perlu dicarikan solusinya agar tidak berdampak kurang baik pada keberhasilan pertumbuhan ekonomi. Adapun salah satu faktor yang menjadi penyebab masih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, khususnya bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), adalah kurangnya kemampuan soft skill yang dimiliki oleh para lulusan SMK tersebut. Padahal, kemampuan ini sangat diperlukan dalam dunia kerja yang meliputi beberapa aspek penting, seperti kepemimpinan, empati, berpikir kritis, komunikasi, kerjasama tim, dan lainnya. Oleh sebab itu, dalam upaya meningkatkan soft skill para lulusan SMK, maka diperlukan program pelatihan yang bertujuan agar para lulusan tersebut memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja. Tujuan diselenggarakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk membantu para siswa dan siswa SMK PGRI Kota Bandung agar menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis saja, tetapi juga mampu bersaing di dunia kerja dengan kemampuan soft skill yang mumpuni. Kegiatan PkM ini diadakan pada hari Kamis, tgl. 08 Agustus 2024, yang dihadiri oleh para siswa dan siswi kelas XII dan X SMK PGRI Kota Bandung yang berjumlah sebanyak 125 orang, serta beberapa orang guru yang mendampinginya. Penyampaian materi yang disampaikan oleh tim anggota pelaksana PkM lebih difokuskan pada upaya peningkatan soft skill siswa melalui strategi personal branding. Di samping itu, materi yang disampaikannya pun tidak hanya berupa penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga berupa praktek dan simulasi, sehingga para siswa memiliki kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah dipelajarinya.
Meningkatkan Kompetensi Kewirausahaan melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Souvenir Decoupage Bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kec. Lengkong Kota Bandung Oktafien, Shinta; Agustriyana, Darwis; Anggapradja, Indra Taruna; Rahmayanti, Rima; Qibtiyah, Mariah Rabiatul; Budiansyah, Yusep
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18172

Abstract

Saat ini, produk kreatif telah menjadi salah satu sektor yang bertumbuh dengan sangat pesat dan berperan penting dalam pengembangan perekonomian negara ini. Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman budayanya memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan produk-produk yang kreatif dan unik, serta bernilai jual tinggi di pasar internasional. Namun, tampaknya masih banyak rintangan dan kendala yang dihadapi oleh para pelaku industri kreatif dalam upaya mencapai potensinya tersebut. Adapun salah satu rintangan utama yang sering dihadapi oleh para pelaku industri kreatif adalah kurang terampilnya pelaku industri kreatif dalam menciptakan produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual yang tinggi dan diterima di pasar internasional. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan keterampilan berwirausaha dan pengembangan ide-ide kreatif tersebut, maka diperlukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan anggota TP-PKK Kecamatan Lengkong Kota Bandung yang berdampak pada peningkatan peluang ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Lengkong untuk mendapatkan penghasilan dan kesejahteraan hidup. Kegiatan PkM ini diadakan pada hari Kamis, tgl. 13 Februari 2025 yang bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Lengkong Kota Bandung. Peserta yang mengikuti acara PkM ini merupakan para anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kec. Lengkong Kota Bandung yang berjumlah sebanyak 27 orang. Penyampaian materi yang disampaikan oleh para tim anggota pelaksana PkM difokuskan pada materi tentang berwirausaha, serta materi tentang pengenalan souvenir DeCoupage. Dalam penyampaian materinya, pemateri tidak hanya menyampaikan teori secara teoritis, tetapi juga dalam bentuk praktik atau berupa simulasi. Dengan begitu, peserta pun berkesempatan untuk mempraktikkannya materi yang dipelajarinya tersebut secara langsung.
PERAN MODERASI SUBJECTIVE NORMS PADA HUBUNGAN ATTITUDE DAN INTENTION TO SHARE KNOWLEDGE DALAM SISTEM PENGELOLAAN SDM PERGURUAN TINGGI Kristianto, Eugenius Tejo Sukmojati; Santoso, Adi; Qibtiyah, Mariah Rabiatul
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 1 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v10i1.19099

Abstract

This study aims to analyze the effects of extrinsic reward, social trust, sense of self-worth, and expected association on attitude toward knowledge sharing, as well as to examine the moderating role of subjective norms on the relationship between attitude and intention to share knowledge. The study employs a quantitative approach by distributing questionnaires to 80 non-academic staff members and analyzes the data using multiple regression and moderated regression analysis (MRA). The results show that sense of self-worth and expected association have a significant effect on attitude toward knowledge sharing, whereas extrinsic reward and social trust do not exhibit significant effects. Attitude toward knowledge sharing is proven to have a significant effect on intention to share knowledge. In addition, subjective norms act as a moderating variable that strengthens the influence of attitude on intention. These findings confirm that psychological and relational factors have a stronger contribution than external incentives in shaping knowledge-sharing behavior. Theoretically, this study enriches the development of the Theory of Reasoned Action (TRA) in the context of knowledge management in higher education. From a managerial perspective, this study recommends that organizations prioritize the strengthening of individual competencies, enhancement of psychological rewards, and facilitation of a collaborative culture supported by social support and leadership that fosters habitual knowledge sharing.
PENINGKATAN DAYA SAING LULUSAN SMK BINA WISATA LEMBANG MELALUI PERSONAL BRANDING Qibtiyah, Mariah Rabiatul; Budiansyah, Yusep; Rahmayanti, Rima; Oktafien, Sinta; Rohendra, Tito; Agustriyana, Darwis; Taruna, Indra
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6041

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 9.01% pada Februari 2025 mencerminkan kesenjangan kompetensi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Fenomena ini tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan penguasaan hard skill, tetapi juga oleh lemahnya soft skill serta kurangnya pemahaman siswa mengenai personal branding. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Widyatama di SMK Bina Wisata Lembang berfokus untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan pelatihan komprehensif tentang pengembangan citra diri profesional. Metode kegiatan meliputi survei awal untuk melihat sejauh mana materi Soft skill diberikan di dalam kurikulum sekolah, penyusunan program pengembangan soft skill, pelaksanaan pelatihan, simulasi wawancara kerja (role play), dan evaluasi melalui kuesioner. Sebanyak 40 siswa kelas XI mengikuti pelatihan yang berfokus pada penerapan personal branding dalam kepemimpinan, pembuatan CV yang menarik, serta teknik menghadapi wawancara kerja. Hasil evaluasi menunjukan terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap konsep personal branding, yang ditunjukkan dengan kenaikan skor rata-rata dari 47% (sebelum pelatihan) menjadi 73% (setelah pelatihan). Sementara itu, tingkat kepercayaan diri siswa dalam menghadapi wawancara kerja, yang diukur dari simulasi role play dan kuesioner, menunjukkan kenaikan sebesar 45%. Secara keseluruhan, 95% dari 40 siswa peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan meningkatkan motivasi mereka untuk bersaing di dunia kerja. Program ini memberikan dampak nyata dengan membekali siswa pemahaman praktis tentang membangun citra diri profesional, beretika, dan berintegritas, sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja. Kegiatan PkM diharapkan menjadi model pengembangan soft skill berkelanjutan di lingkungan pendidikan vokasi dan dapat meningkatkan citra diri profesional untuk lulusan sekolah vokasi.