Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Diet Rendah Cairan Dengan Restriksi Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: The Correlation Of Low Fluid Diet Erudition With Fluid Restriction In Chronic Kidney Disease Patients Indrawan, I Wayan Gede; Agustini, I Gst Ayu Ratih; Dewi, Desak Putu Risna
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i2.136

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan suatu kondisi yang mengharuskan dilakukan pembatasan cairan agar tidak terjadi edema. Penatalaksanaan pembatasan cairan ini harus tepat. Untuk itu, dibutuhkan pengetahuan tentang diet cairan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan diet rendah cairan dengan restriksi cairan pada pasien GGK. Metode: Desain penelitian menggunakan cross-sectional, jumlah sampel 70 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan diet cairan dan lembar observasi Interdialytic Weight Gain.  Uji korelasi menggunakan Spearman-Rank. Hasil: Sebanyak 38,6% responden dengan pengetahuan baik memiliki pembatasan cairan sesuai peningkatan IDWG kategori Ringan. Ditemukan hasil perhitungan nilai p = 0,00 (<α = 0,05), nilai R = 0,477. Kesimpulan: Responden memiliki pengetahuan yang cukup baik. Terdapat hubungan pengetahuan diet rendah cairan dengan restriksi cairan pada pasien gagal ginjal kronis dengan kekuatan korelasi sedang.
PENGENALAN DAN PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER BEKAM PADA MASYARAKAT DESA : Introducting and Provisioning Of Complementary Cupping Therapy In Village Communities Lestarini, Putu Ayu; Solehah, Eka Lutfiatus; Dewi, Desak Putu Risna
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.24

Abstract

Latar Belakang: Terapi komplementer bekam juga dikenal sebagai terapi cupping, adalah praktik pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya. Kenyataanya masih banyak masyarakat yang belum begitu mengenal dan dapat merasakan pengobatan komplementer bekam secara langsung Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengenalan, pemahaman, dan pengalaman kepada masyarakat Desa Cepaka mengenai terapi komplementer khususnya terapi bekam sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory. Pelaksanaan bertempat di Desa Cepaka Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan selama 2 hari yaitu pada tanggal 3-4 Oktober 2024. Peserta berjumlah 29 orang. Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 70 dan setelah diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 90. Sebesar 83% peserta merasakan puas dan adanya perubahan setelah dilakukan terapi.. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan penyuluhan dan Sebagian besar masyarakat merasakan puas dengan layanan terapi komplementer bekam.
KORELASI DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISIS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE STADIUM V DI RSU X DENPASAR Desak Putu Risna Dewi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan gagal ginjal kronik / CKD stadium akhir perlu menjalani hemodialisis secara rutin dan permanen atau sampai keputusan transplantasi ginjal telah ditentukan. Sebagian besar pasien yang menjalani hemodialisis perlu untuk menjalani terapi ini dengan frekuensi 3 hari perminggu selama 3 hingga 5 jam setiap kali terapi. Hemodialisis menjadi teknik yang dipilih untuk membantu pasien dalam mengontrol tekanan darah serta keseimbangan mineral dalam tubuh. Masalah dalam penelitian ini yaitu adakah hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalani hemodialisis pada pasien CKD Stadium V di RSU X Denpasar. Mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan penderita CKD stadium V dalam menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Identifikasi hubungan hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalani hemodialisis ditemukan hubungan yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik dukungan keluarga maka semakin patuh dalam menjalani terapi hemodialisis
HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ARI CANTI GIANYAR: Relationship between Health Locus of Control and Self-Management in Stroke Patients in the Inpatient Room of Ari Canti Gianyar Hospital Dewi, Desak Putu Risna; Lestarini, Putu Ayu; Solehah, Eka Lutfiatus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.27

Abstract

Latar Belakang: Pasien stroke membutuhkan waktu lama untuk sembuh sehingga diperlukan manajemen diri untuk patuh melaksanakan rehabilitasi dan kontrol serta mencegah serangan berulang yang mengakibatkan kondisi semakin parah. Pelaksanaan manajemen diri pada pasien stroke dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu, salah satunya yaitu keyakinan untuk mengendalikan kesehatannya yang disebut dengan istilah health locus of control. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke. Metode: Jenis penelitian Deskriptip Korelasional dengan rancangan cross- sectional study. Jumlah sampel 45 orang dipilih dengan Purposive Sampling. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah kuesioner, analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian health locus of control sebagian besar 20 responden (44,4%), manajemen diri sebagian besar 22 responden (48,9%). Hasil uji Rank Spearman didapatkan angka p value sebesar 0,000 menunjukkan ada hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke, nilai Coefisien corelation 0,955 menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah positif. Kesimpulan: health locus of control yang tinggi menyebabkan pasien memiliki keyakinan bahwa dirinya mempunyai kontrol atas kesehatan dirinya, sehingga pasien tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatannya dan mematuhi anjuran-anjuran untuk melakukan manajemen stroke. Simpulan: health locus of control berhubungan signifikan dengan manajemen diri pada pasien stroke.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA: Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Dewi, Desak Putu Risna; Lestari, Ni Luh Putu Lely; Oktavyanti, Dwi; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.38

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
Pengaruh Pemberian Edukasi Dengan Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Manajemen Diri Pada Pasien Diabetes Melitus : The Effect of Leaflet-Based Education on Knowledge of Self-Management Among Patients with Diabetes Mellitus Jayanti, Ni Putu Dewi; Dewi, Desak Putu Risna
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i1.70

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan tentang manajemen diri pada pasien diabetes melitus masih terbatas dimiliki bagi beberapa pasien dan hal tersebut merupakan hal penting untuk diperhatikan untuk mencegah adanya komplikasi penyakit yang lebih buruk. Pemberian edukasi menjadi upaya yang penting dilakukan melalui beberapa media, salah satunya leaflet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi dengan leaflet terhadap pengetahuan tentang manajemen diri pada pasien diabetes melitus di Poliklinik Rumah Sakit Balimed Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test, yang melibatkan 31 responden serta ditentukan dengan teknik purposive sampling. Edukasi dilakukan selama satu kali dalam waktu 15 menit. Alat ukur pengetahuan menggunakan Kuisioner. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon sign rank. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebesar 14,68 menjadi 16,42 setelah diberikan intervensi. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Sign Rank diperoleh nilai Zhitung = 4,062 dan nilai p = 0,000 (<α=0,05). Kesimpulan: Pemberian edukasi dengan leaflet secara konsisten efektif meningkatkan pengetahuan pasien diabetes melitus tentang manajemen diri.