Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Educational Inequality In Indonesia I Made Suartana; Gede Raharja Dangin; I Gede Kusuma Wahyudi; Basilius Redan Werang
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2565

Abstract

Education plays a crucial role in advancing the nation and improving the quality of human resources in Indonesia. However, the education gap remains a major issue that needs to be addressed immediately, both in terms of access, quality, and outcomes. This article examines various forms of education gaps, such as differences in access between urban and rural areas, obstacles to access to education for women, disparities in education quality between elite private and public schools, and variations in learning outcomes as reflected in student participation and achievement levels. This research uses a literature review method, analyzing recent sources from the past ten years to identify the causes, challenges, and solutions. The study reveals that the gap is caused by socioeconomic, geographic, and cultural factors, as well as imbalances in policies and resources. Therefore, addressing the education gap requires a comprehensive approach, encompassing quality improvement in disadvantaged areas, equitable access to technology, teacher training, and the implementation of fair and inclusive policies. It is hoped that these efforts will create quality education and equal opportunities for all Indonesian children, regardless of social or geographic background.
Perbandingan Arsitektur Runtime WebAssembly dan Native Code pada Pengembangan Website Assardew, Ahmd Mufahras Li Alfazh; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perkembangan web modern menuntut performa yang tinggi, terutama untuk aplikasi editor yang membutuhkan pengolahan gambar yang cepat. Untuk mencapai efisiensi ini terdapat beberapa teknologi arsitektur yang dapat digunakan diantaranya WebAssembly (wasm) dengan basis client side dan native code (framework Actix web) dengan basis server side. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja dari wasm dan native, dengan fokus pengujian pada waktu pemrosesan, pengaruh internet, ukuran file dan penggunaan CPU. Hasil pengujian menunjukkan implementasi wasm unggul dalam waktu pemrosesan karena tidak melakukan request dan menunggu response dari server seperti implementasi native. Kinerja wasm juga lebih stabil pada perubahan kecepatan internet dengan perbedaan waktu hanya 0.02 s pada tiap perubahan kecepatan internet, sedangkan pada implementasi native mengalami penurunan yang seharusnya bisa kurang dari 2s pada kecepatan internet 10 Mbps menjadi lebih dari 1 menit pada kecepatan internet 0.7 Mbps. Pada pengujian penggunaan CPU client implementasi native memiliki keunggulan karena proses dilakukan pada server sedangkan pada wasm memerlukan setidaknya 1 core CPU dan menyebabkan blocking UI threads. Pengujian menggunakan ukuran FHD dan 4K menunjukkan bahwa implementasi Native cukup efektif pada pengujian non-sequence namun pada pengujian sequence implementasi WASM lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan acuan bagi pengembang dalam menentukan arsitektur perangkat lunak, wasm direkomendasikan untuk beban kerja yang membutuhkan kecepatan dan stabilitas performa terlepas dari kondisi jaringan, sementara native lebih cocok untuk prioritas pada load halaman cepat dengan pemrosesan pada server. Kata Kunci— Moder web, WebAssembly, Actix web, Native, Performa, Arsitektur.