Subandiyah Azis
Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMILIHAN PERKERASAN PENINGKATAN JARINGAN JALAN DI PROPINSI KALIMANTAN UTARA DENGAN AHP Hepi Nurtanto; Kustamar; Subandiyah Azis
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i1.1020

Abstract

Selama ini penentuan jenis lapisan perkerasan jalan dilakukan berdasarkan kriteria kerusakan jalan dan hasil musyawarah rencana pembangunan provinsi (musrenbangprov), yang kemudian dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang terdiri dari unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Biro Perekonomian dan Pembangunan serta Biro Keuangan Dan Asset dengan kriteria-kriteria: anggaran dan teknis jalan. Namun bagaimana kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi urutan prioritas itu belum didasarkan atas suatu metode apapun yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga masalah urutan penentuan jenis lapisan perkerasan jalan ini masih selalu menjadi polemik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bobot aspek, bobot kriteria dan urutan prioritas yang dipertimbangkan dalam penentuan alternatif Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara. Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 18 responden dari orang-orang yang mengetahui dan terlibat didalam proyek Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil penelitian, Bobot aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah Aspek Biaya dengan bobot sebesar 0.399, Aspek Metode Pelaksanaan dengan bobot sebesar 0.182, Aspek Teknis dengan bobot sebesar 0.140, Pengembangan Wilayah dengan bobot sebesar 0.279. Bobot kriteria sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah A1 dengan bobot sebesar 0.183, A2 dengan bobot sebesar 0,360, A3 dengan bobot sebesar 0.071, A4 dengan bobot sebesar 0.385, B1 dengan bobot sebesar 0.215, B2 dengan bobot sebesar 0.102, B3 dengan bobot sebesar 0.683, C1 dengan bobot sebesar 0.367, C2 dengan bobot sebesar 0.208, C3 dengan bobot sebesar 0.165, C4 dengan bobot sebesar 0.260, D1 dengan bobot sebesar 0.631, D2 dengan bobot sebesar 0.211 dan D3 dengan bobot sebesar 0.157 dan Urutan prioritas perkerasan peningkatan jaringan jalan di Propinsi Kalimantan Utara adalah Jalan Hot Mix dengan bobot menyeluruh dengan bobot sebesar 0.653 dan Lapen dengan bobot sebesar 0,347.
ANALISA KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK - PROYEK PEMBANGUNAN PASAR SEMI MODERN DI KABUPATEN MALANG Nurkolis; Subandiyah Azis; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1025

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek Pembangunan Pasar Semi Modern di Kabupaten Malang pada tahun anggaran 2012 dan 2013 banyak mengalami keterlambatan waktu pelaksanaan yang diperkirakan rata-rata mencapai 12% dari jaduwal yang sudah ditentukan. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan waktu pelaksanaan dan mengetahui faktor yang paling dominan, serta strategi untuk mengatasinya. Metodologi analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 52 responden dari pihak Owner, Kontraktor dan Konsultan Pengawas yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek-proyek Pembangunan Pasar Semi Modern di Kabupaten Malang pada tahun anggaran 2012 dan 2013. Berdasarkan hasil penelitian, dengan uji F didapatkan bahwa secara simultan faktor Lingkungan Kerja, Material, Peralatan, Tenaga Kerja, Metode Pelaksanaan Pekerjaan, Metode Penjadwalan Pekerjaan, Biaya dan Koordinasi dan Komunikasi Antar Stakeholder berpengaruh secara simultan terhadap Keterlambatan Waktu Pelaksanaan. Namun berdasarkan Uji t secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Keterlambatan Waktu Pelaksanaan adalah faktor Peralatan, Metode Pelaksanaan Pekerjaan, Metode Penjadwalan Pekerjaan dan Koordinasi dan Komunikasi Antar Stakeholder. Faktor yang paling dominan adalah faktor Koordinasi dan Komunikasi Antar Stakeholder. Strategi untuk mengatasinya adalah Sebelum dimulainya pekerjaan sebaiknya terlebih dahulu adanya kesepakatan antar stakeholder mengenai jumlah pedagang yang akan ditampung dan dimensi/ukuran kios nantinya.
ANALISA SKALA PRIORITAS DENGAN AHP UNTUK PENGALOKASIAN DANA PEMELIHARAAN JALAN DI KABUPATEN BLITAR Retiono Pratanto; Subandiyah Azis; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1028

Abstract

Pemerintah daerah dituntut mengoptimalkan anggaran yang terbatas. Jalan sebagai salah satu infrastruktur penopang perekonomian membutuhkan pengalokasian dana yang tepat. Usulan masyarakat melalui musrenbang dan proposal merupakan sarana yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam pengalokasian dana pemeliharaan jalan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan non teknis meski hal tersebut belumlah optimal dan terukur. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan besarnya bobot aspek dan kriteria dan memperoleh urutan rangking alternatif ruas jalan di Kabupaten Blitar yang perlu untuk dilakukan pemeliharaan serta memperoleh prioritas penentuan ruas jalan yang akan dilakukan pemeliharaan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia. Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 61 responden yang mengetahui dan terlibat di dalam pengalokasian dana pemeliharaan jalan di Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, didapatkan urutan aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemeliharaan ruas jalan adalah aspek teknis (C) dengan bobot 37,3%, aspek usulan masyarakat (B) dengan bobot 25,3%, aspek pemerataan hasil pembangunan (D) dengan bobot 16,0%, aspek pengembangan wilayah (A) dengan bobot 11,0%, aspek biaya (E) dengan bobot 10,5% dan bobot kriterianya untuk A1 sebesar 14,4%, A2 sebesar 9,5%, A3 sebesar 13,5%, A4 sebesar 12,8%, A5 sebesar 25,0%, A6 sebesar 24,7%, B1 sebesar 14,4%, B2 sebesar 9,5%, B3 sebesar 13,8%, B4 sebesar 12,9%, B5 sebesar 25,1%, B6 sebesar24,3%, C1 sebesar 25,3%, C2 sebesar 28,8%, C3 sebesar 21,1%, C4 sebesar 24,9%, D1 sebesar 25,3%, D2 sebesar17,6%, D3 sebesar 24,1%, C4 sebesar15,4%, D5 sebesar 17,7%, E1 sebesar 33,3%, E2 sebesar 20,8, E3 sebesar 19,0% dan E4 sebesar 26,9%. Sedangkan Urutan alternatif ruas jalan di Kabupaten Blitar yang perlu untuk dilakukan pemeliharaan adalah Kuningan - Kanigoro (F1) dengan bobot 22,5%, Nglegok - Penataran (F2) dengan bobot 22,2%, Lodoyo - Serang (F5) dengan bobot 19,9%, Bendo - Maron (F3) dengan bobot 18,4%, Sengon - Pijiombo (F4) dengan bobot 17,0%. Serta urutan prioritas penentuan ruas jalan yang akan dilakukan pemeliharaan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia adalah Kuningan - Kanigoro (F1), Nglegok - Penataran (F2), Lodoyo - Serang (F5) dan Bendo - Maron (F3).
PENGENDALIAN PROYEK DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PRESERVASI DAN PELEBARAN JALAN RUAS PALANTARAN-KASONGAN-TANGKILING Noor Ramsi; Subandiyah Azis; I Gede Surya
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 1 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i1.3028

Abstract

Secara umum pengendalian merupakan proses membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Pengandalian tidak akan bisa dilakukan jika kegiatan pekerjaan belum dimulai, dan kegiatan tidak dapat dimulai tanpa perencanaan. Pelaksanaan Pekerjaan tanpa perencanaan kurang mendapatkan hasil yang diinginkan bahkan merugikan. Jika hasil analisis pengendalian pekerjaan tidak memenuhi standar, perubahan-perubahan atau perencanaan ulang akan terjadi pada pekerjaan selanjutnya. Dengan demikian, perencanaan dan pengendalian adalah proses yang terus menerus berulang dilakukan dan merupakan hal yang tidak terpisahkan sampai proyek diselesaikan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengendalian biaya dan waktu adalah Metode Konsep Nilai Hasil (earned value). Konsep ini merupakan suatu konsep perhitungan anggaran biaya sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan. Ketiga indikator Konsep Nilai Hasil yang meliputi ACWP, BCWP, dan BCWS, maka dapat dihitung nilai varian biaya dan jadwal (CV dan SV), indeks kinerja biaya dan jadwal (CPI dan SPI) dan Perkiraan Perkiraan Biaya dan jadwal penyelesaian proyek (EAC dan EAS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data primer (observasi dan wawancara) dan data sekunder (RAB, time schedule dan laporan mingguan). Analisa dan interprestasi hasil dari penelitian ini adalah dari hasil pengolahan data pada minggu ke-14 Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalan Ruas Palantaran – Kasongan – Tangkiling, dapat disimpulkan bahwa varian biaya dan waktu proyek dari hasil analisa diperoleh nilai CV = Rp. -3.436.221.766,44 menunjukan biaya yang diperlukan lebih besar daripada biaya anggaran dan SV = Rp. 188.233.253,16 menandakan sampai pada saat pelaporan pelaksaan proyek pekerjaan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan, CPI < 1, menandakan biaya pelaksanaan lebih besar dari biaya yang direncanakan dan SPI > 1, menandakan waktu pelaksanaan lebih cepat dari jadwal yang direncankan. Sedangkan EAC = Rp. 47.761.391.475,55 menandakan perkiraan biaya pengeluaran untuk proyek lebih besar dari rencana anggaran proyek dan EAS = 35,83 minggu menandakan perkiraan penyelesaian pelaksanaan proyek lebih cepat dari waktu yang direncanakan.