Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR DAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MGMP GEOGRAFI KABUPATEN ALOR Sunimbar, Sunimbar; Manek, Agustinus Hale; Rahmawati, Arfita; Wulakada, Hamza H.; Pamungkas, Bella Theo Tomi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.26418

Abstract

Abstrak: Kompetensi profesional, merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mendesain pembelajaran geografi. Pendidik yang profesional adalah pendidik yang selalu memperbaiki dan meningkatkan kompetensinya dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan proses dan hasil pembelajaran yang bermutu. Upaya untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui pelatihan penyusunan modul ajar dan pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar pada MGMP geografi kabupaten Alor. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah 1) meningkatkan kemampuan guru geografi pada MGMP geografi di kabupaten Alor dalam mendesain modul ajar dan pembelajaran deferensiasi kurikulum merdeka belajar. 2) Meningkatkan pemahaman guru geografi dalam menyusun modul ajar geografi dan pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar pada MGMP Geografi di Kabupaten Alor. Peserta yang diikutsertakan dalam pelatihan ini sebanyak 20 orang guru geografi yang tergabung dalam MGMP geografi Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah,diskusi, latihan,dan tes. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah lebih dari 70 persen peserta telah memahami cara menyusun modul ajar geografi dan mampu mendesain pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar.Abstract: Professional competence is one of the abilities that teachers must have in designing geography learning. Professional educators are educators who always improve and improve their competence in the learning process so that quality learning processes and outcomes are expected. Efforts to improve their professional abilities through training in the preparation of teaching modules and independent learning curriculum deferred learning at MGMP geography Alor district. The objectives of this training are 1) to improve the ability of geography teachers at the geography MGMP in Alor district in designing teaching and learning modules for the differentiation of the independent learning curriculum. 2) Improving the understanding of geography teachers in compiling geography teaching modules and decentralized learning of the independent learning curriculum at the Geography MGMP in Alor Regency. The participants who participated in this training were 20 geography teachers who are members of the Alor Regency geography MGMP. The methods used in this training are lectures, discussions, exercises, and tests. The results obtained from this training are that more than 70 percent of the participants have understood how to compile geography teaching modules and are able to design independent learning curriculum differential learning.
PELATIHAN TANGGUH BENCANA SEROJA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN WARGA SEKOLAH DASAR Sunimbar, Sunimbar; Wulakada, Hamza H.; Samin, Mikael; Mari, Natalia Adel H. N.; Sukmawati, Sukmawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.10308

Abstract

Abstrak: Bencana cuaca ekstrem yang dipicu siklon tropis Seroja telah berdampak luar biasa kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada awal April 2021 lalu BMKG merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya siklon tropis 99S yang kemudian dikenal luas sebagai Siklon Seroja. Upaya mitigasi bencana perlu di sampaikan kepada masyarakat terutama pada siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan umum terkait sadar bencana dan pemahaman mengenai pentingnya literasi kebencanaan dan spesifikasi cara pencegahan (pra bencana), menanggulangi (pasca bencana) serta evakuasi mandiri (tanggap darurat) yang dapat dilakukan oleh siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode kontekstual berbantuan media booklet. Untuk mengetahui peningkatan belajar siswa, siswa diarahkan untuk mengerjakan soal pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat literasi terkait mitigasi bencana bagi siswa SD Inpres Kuanheum masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan adanya hasil evaluasi kegiatan yang menunjukkan siswa belum terbekali dengan edukasi mitigasi yang cukup. Penggunaan media berupa booklet ringkas inovatif sesuai untuk diterapkan bagi siswa sekolah dasar SD Inpres Kuanheum untuk menggugah ketertarikan dalam membaca dan belajar. Edukasi literasi mitigasi bencana harus diimbangi dengan integrasi dalam materi pelajaran formal di sekolah dan pembiasaan secara berkelanjutan. Abstract:  The extreme weather disaster triggered by tropical cyclone Seroja has had a tremendous impact on the people of East Nusa Tenggara (NTT). In early April 2021, BMKG released two tropical cyclones that could have an impact on extreme weather. One of them was tropical cyclone 99S which became widely known as Cyclone Seroja. Disaster mitigation efforts need to be conveyed to the community, especially to elementary school students. This community service activity aims to provide general insights related to disaster awareness and understanding of the importance of disaster literacy and specifications on how to prevent (pre-disaster), overcome (post-disaster) and self-evacuation (emergency response) that can be carried o ut by elementary school students. The method used is a contextual method assisted by the media booklet. To find out the improvement of student learning, students are directed to do pre-test and post-test questions. The results of the activity showed that the level of literacy related to disaster mitigation for students of SD Inpres Kuanheum was still lacking. This is shown by the results of the evaluation of activities that show that students have not been equipped with sufficient mitigation education. The use of media in the form of innovative concise booklets is suitable to be applied to elementary school students of SD Inpres Kuanheum to arouse interest in reading and learning. Disaster mitigation literacy education must be balanced with integration in formal subject matter in schools and ongoing habituation.
Analisis Potensi Sumber Daya Perikanan dalam Menunjang Kesejahteraan Nelayan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang Alfair, Farhan Naufal; Sunimbar, Sunimbar; Rahmawati, Arfita
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29994

Abstract

Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dijadikan sumber penghidupan bagi masyarakat nelayan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana respon masyarakat nelayan terhadap potensi sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan; dan 2) mengetahui respon masyarakat nelayan terhadap peran sumber daya perikanan terhadap kesejahteraan mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara probability sampling yang melibatkan 79 responden dari masyarakat nelayan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, serta uji regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sebagian besar masyarakat nelayan setuju bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, hal ini dibuktikan dengan 81% responden menyatakan Setuju; 2) sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, hal ini dibuktikan dengan sebagian besar responden menyatakan Setuju (81%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan, sehingga pengelolaan yang berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Modalitas Belajar pada Pembelajaran Geografi: Tinjauan Literatur dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Manek , Agustinus Hale; Sunimbar, Sunimbar; Ersani, Erry
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v13i2.94765

Abstract

Geography learning can encourage and inspire students to think critically, analytically, and creatively in identifying, understanding, and solving problems. Geography learning involves differences in student characteristics in absorbing and processing information. However, learning effectiveness can be influenced by understanding according to student characteristics, especially related to the learning modality used in absorbing information. This article aims to examine in depth the role of learning modalities in geography learning, as well as assess the effectiveness of modalities in learning. The method used in writing this article is a literature review of various literature by analyzing various sources relevant to the learning topic and learning styles. The results of the study found that geography learning that integrates various modalities in a multimodal manner is more effective in improving conceptual understanding in learning. Therefore, contextual, adaptive, and experienced geography learning is highly recommended to accommodate the diversity of student characteristics and encourage the optimal achievement of 21st-century competencies.
Tinjauan Perilaku Pedagang dalam Penanganan Sampah di Pasar Inpres Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur Tahun 2023 Watowutung, Rahmi Yati; Wulakada, Hamza H.; Sunimbar, Sunimbar
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 2 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i2.6920

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni, 1) untuk mengetahui perilaku pedagang dalam penanganan sampah yang ditinjau dari faktor predisposisi,  2) untuk mengetahui perilaku pedagang dalam penanganan sampah yang ditinjau dari faktor pemungkin dan 3) untuk mengetahui perilaku pedagang dalam penanganan sampah yang ditinjau dari faktor penguat di pasar Inpres Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dimana jenis penelitian ini yang syarat dengan nuansa angka - angka dalam teknik pengumpulan data di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian mengenai perilaku pedagang dalam penanganan sampah di pasar Inpres Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur Tahun 2023 menyatakan bahwa (1) di tinjau dari faktor  predisposing,  berdasarkan tiga parameter yaitu pengetahuan masuk dalam kategori tidak baik dengan persentase 72,05%, sikap masuk dalam kategori baik dengan persentase 52,94%, dan tindakan pedagang dalam penanganan sampah masuk dalam kategori tidak baik dengan persentase 63,97%. (2) ditinjau dari  faktor kemungkinan (enabling factor) pedagang pasar Inpres Waiwerang dalam penanganan sampah masuk dalam kategori tidak baik dengan persetan 66,18%. (3) ditinjau dari faktor penguat (reinfoching factor) pedagang pasar Inpres dalam penanganan sampah masuk dalam kategori tidak baik dengan persentase 50,74%.
Pemanfaatan Air Tanah (Sumur Gali) dan Kualitasnya Untuk Keperluan Air Minum di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Ripo, Maria Karmelia; Sunimbar, Sunimbar; Hasan, Muhammad Husain
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 2 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Pemanfatan Air Tanah Sumur Gali Di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, (2) mengetahui Kualitas Parameter Fisika (Suhu, Bau, Rasa, Warna, Kekeruhan, dan TDS) serta Kelayakannya Sebagai Keperluan Air Minum Di Desa Oelansi Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian Survei deskriptif kuantitaif. Teknik pengumpulan data yaitu, observasi, pengukuran di lapangan, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisisdata deskriptif kuantitatif (data numerik) melalui tahap pengolahan data dan kesimpulan. Hasil penelitian sebagai berikut : (1) Masyarakat desa Oelnasi memanfaatkan air sumur gali untuk keperluan air bersih setiap harinya untuk: minum, MCK, memasak, membersihkan rumah, menyiram tanaman, cuci motor, cuci pakaian. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata volume kebutuhan air bersih tiap Kepala Keluarga ( Kk ) sebesar 383,93 liter perhari. (2) Analisis kualitas air tanah di desa Oelnasi untuk parameter fisika ( rasa, warna,bau, suhu, kekeruhan, dan TDS) didapatkan hasil memenuhi baku mutu atau tidak melampaui standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017 Tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan hygiene sanitasi, kolam renang, solus per aqua, dan permandian umum.
Analisis Sistem Pengolahan Lahan Pertanian Padi Sawah Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Muda, Maria Yuniati; Hasan, Muhammad Husain; Sunimbar, Sunimbar
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1571

Abstract

Curah hujan di Kabupaten Manggarai merupakan curah hujan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur namun demikian masih terjadi gagal panen yang diakibatkan oleh beberapa factor diantaranya hama dan anomaly cuaca ekstrim beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui sistem pengolahan lahan pertanian padi sawah Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus kewilayahan. Metode pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjukan bahwa: 1) dalam pengolahan lahan pertanian melibatkan semua gender baik laki-laki maupun perempuan.2) Kebijakan pemerintah desa maupun adat mengikat aktivitas pertanian masyarakat lodok .3) aktivitas pertanian dilakukan dua kali setahun yaitu januari sampai mei dan juni sampai desember. 4) Penggunaan alat pertanian menggunakan alat tradisional dan modern 5) varietas padi yang dominan digunakan adalah padi  longko rembung.
Pemetaan Lahan Kritis di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Manalu, Tugma Jaya; Sunimbar, Sunimbar; Haryani, Poppy; Sejati, Martina Ayu
Jurnal Geografi Vol 21 No 2 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i2.26070

Abstract

Tourism development in South Kuta Subdistrict has driven an increase in construction activities for residential needs, infrastructure, and supporting tourism facilities. These activities have led to the growing potential of critical land in the South Kuta Subdistrict. This study aims to determine the distribution and area of critical land in South Kuta Subdistrict. The data used in this study includes administrative maps, forest area maps, erosion maps, land use maps, and slope maps. A few methods used included overlay and scoring of maps based on parameters. The study results showed that the non-critical land area is 4.212,16 ha, potentially critical land is 2.601,51 ha, moderately critical land is 3.197,24 ha, and critical land is 102.08 ha. The non-critical land classes tends to dominate the northern part, while the critical land is more spread out in the southern part. The northern part is the area that developed earlier with more structured planning, such as the Nusa Dua area. Critical land requires prioritized handling by implementing appropriate conservation techniques to prevent further damage. Conservation efforts that can be made include planting ground cover plants to prevent surface erosion, and the government’s role is essential in enforcing building permits on critical lands.
Kesiapan Bencana Terhadap Zonasi Bahaya Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok Making, Valentina Wua; Sunimbar, Sunimbar; Rahmawati, Arfita
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v11i1.733

Abstract

Settlement relocation is a crucial step in protecting communities from the risk of natural disasters, especially in areas prone to volcanic eruptions. The objectives of this study are to: 1) determine the condition of settlements before and after relocation in Lamawolo Village; and 2) determine the disaster mitigation in Lamawolo Village before and after relocation, Ile Ape Timur District, Lembata Regency. The research method used is a qualitative method where data is collected from primary and secondary data sources through observation, interviews, and documentation. Data analysis used is the interpolation technique and the Miles and Hubermen Interactive model (1992). The results of the study show that: 1) the Lamawolo Village settlement before relocation was in zone III of a high-level disaster-prone area, with a distance of 10 km from Ile Lewotolok Volcano, with a steep to very steep slope. Meanwhile, the new settlement in Tanah Merah after relocation is in a low-level danger zone with a distance of 17 km with a flat slope; 2) Disaster mitigation before relocation was carried out through evacuation based on the socialization of evacuation routes by the Lembata Regency Regional Disaster Management Agency. The impact of the Ile Lewotolok Volcano eruption affected 138 families, with 6 seriously injured, 2 slightly injured, and 2 fatalities. After relocation, mitigation focused on saving the remaining results of the disaster, such as agricultural and livestock. Based on the results of the evaluation and observation, the Tanah Merah location was declared safe for relocation and became a new place for the community.