Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR DAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MGMP GEOGRAFI KABUPATEN ALOR Sunimbar, Sunimbar; Manek, Agustinus Hale; Rahmawati, Arfita; Wulakada, Hamza H.; Pamungkas, Bella Theo Tomi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.26418

Abstract

Abstrak: Kompetensi profesional, merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mendesain pembelajaran geografi. Pendidik yang profesional adalah pendidik yang selalu memperbaiki dan meningkatkan kompetensinya dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan proses dan hasil pembelajaran yang bermutu. Upaya untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui pelatihan penyusunan modul ajar dan pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar pada MGMP geografi kabupaten Alor. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah 1) meningkatkan kemampuan guru geografi pada MGMP geografi di kabupaten Alor dalam mendesain modul ajar dan pembelajaran deferensiasi kurikulum merdeka belajar. 2) Meningkatkan pemahaman guru geografi dalam menyusun modul ajar geografi dan pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar pada MGMP Geografi di Kabupaten Alor. Peserta yang diikutsertakan dalam pelatihan ini sebanyak 20 orang guru geografi yang tergabung dalam MGMP geografi Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah,diskusi, latihan,dan tes. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah lebih dari 70 persen peserta telah memahami cara menyusun modul ajar geografi dan mampu mendesain pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar.Abstract: Professional competence is one of the abilities that teachers must have in designing geography learning. Professional educators are educators who always improve and improve their competence in the learning process so that quality learning processes and outcomes are expected. Efforts to improve their professional abilities through training in the preparation of teaching modules and independent learning curriculum deferred learning at MGMP geography Alor district. The objectives of this training are 1) to improve the ability of geography teachers at the geography MGMP in Alor district in designing teaching and learning modules for the differentiation of the independent learning curriculum. 2) Improving the understanding of geography teachers in compiling geography teaching modules and decentralized learning of the independent learning curriculum at the Geography MGMP in Alor Regency. The participants who participated in this training were 20 geography teachers who are members of the Alor Regency geography MGMP. The methods used in this training are lectures, discussions, exercises, and tests. The results obtained from this training are that more than 70 percent of the participants have understood how to compile geography teaching modules and are able to design independent learning curriculum differential learning.
PELATIHAN TANGGUH BENCANA SEROJA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN WARGA SEKOLAH DASAR Sunimbar, Sunimbar; Wulakada, Hamza H.; Samin, Mikael; Mari, Natalia Adel H. N.; Sukmawati, Sukmawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.10308

Abstract

Abstrak: Bencana cuaca ekstrem yang dipicu siklon tropis Seroja telah berdampak luar biasa kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada awal April 2021 lalu BMKG merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya siklon tropis 99S yang kemudian dikenal luas sebagai Siklon Seroja. Upaya mitigasi bencana perlu di sampaikan kepada masyarakat terutama pada siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan umum terkait sadar bencana dan pemahaman mengenai pentingnya literasi kebencanaan dan spesifikasi cara pencegahan (pra bencana), menanggulangi (pasca bencana) serta evakuasi mandiri (tanggap darurat) yang dapat dilakukan oleh siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode kontekstual berbantuan media booklet. Untuk mengetahui peningkatan belajar siswa, siswa diarahkan untuk mengerjakan soal pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat literasi terkait mitigasi bencana bagi siswa SD Inpres Kuanheum masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan adanya hasil evaluasi kegiatan yang menunjukkan siswa belum terbekali dengan edukasi mitigasi yang cukup. Penggunaan media berupa booklet ringkas inovatif sesuai untuk diterapkan bagi siswa sekolah dasar SD Inpres Kuanheum untuk menggugah ketertarikan dalam membaca dan belajar. Edukasi literasi mitigasi bencana harus diimbangi dengan integrasi dalam materi pelajaran formal di sekolah dan pembiasaan secara berkelanjutan. Abstract:  The extreme weather disaster triggered by tropical cyclone Seroja has had a tremendous impact on the people of East Nusa Tenggara (NTT). In early April 2021, BMKG released two tropical cyclones that could have an impact on extreme weather. One of them was tropical cyclone 99S which became widely known as Cyclone Seroja. Disaster mitigation efforts need to be conveyed to the community, especially to elementary school students. This community service activity aims to provide general insights related to disaster awareness and understanding of the importance of disaster literacy and specifications on how to prevent (pre-disaster), overcome (post-disaster) and self-evacuation (emergency response) that can be carried o ut by elementary school students. The method used is a contextual method assisted by the media booklet. To find out the improvement of student learning, students are directed to do pre-test and post-test questions. The results of the activity showed that the level of literacy related to disaster mitigation for students of SD Inpres Kuanheum was still lacking. This is shown by the results of the evaluation of activities that show that students have not been equipped with sufficient mitigation education. The use of media in the form of innovative concise booklets is suitable to be applied to elementary school students of SD Inpres Kuanheum to arouse interest in reading and learning. Disaster mitigation literacy education must be balanced with integration in formal subject matter in schools and ongoing habituation.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS OUTDOOR STUDY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL PESERTA DIDIK Manek, Agustinus Hale; Pamungkas, Bella Theo Tomi; Andrinata, Andrinata; Sunimbar, Sunimbar; Samin, Mikael
Jurnal Geografi Vol 21 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i1.22301

Abstract

The scientific approach based on Outdoor Study provides an innovative alternative in geography learning by utilizing the environment as a direct learning resource. This study aims to determine the effect of the scientific approach based on Outdoor Study on students' spatial thinking skills. The research design used a quasi-experimental method with a pretest-posttest nonequivalent control group design. The subjects of the study were students of grade XI S.1 and XI S.2 at SMA Negeri 2 Kupang City. The instrument used was a spatial thinking ability test validated by experts. Data analysis used an independent sample t-test through SPSS 16.00 for Windows. The test results showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 which is smaller than 0.05, so it is concluded that there is a significant effect of the scientific approach based on Outdoor Study on students' spatial thinking skills. These findings indicate that geography learning through direct interaction with the surrounding environment can improve spatial thinking skills significantly.
ANALISIS INDEKS RISIKO BENCANA DAN POTENSI KEBENCANAAN (STUDI KASUS ERUPSI GUNUNG ILE LEWOTOLOK DI DESA AMAKAKA KECAMATAN ILEAPE KABUPATEN LEMBATA) Ekeng, Apolonarius Haryanto; Sunimbar, Sunimbar; Manek, Agustinus Hale
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29666

Abstract

Abstrak: Desa Amakaka, terletak di lereng Gunung Ile Lewotolok, rentan terhadap bencana seperti erupsi gunung, banjir bandang, gempa bumi, dan longsor. Aktivitas vulkanik dan siklon tropis Seroja menyebabkan kerugian signifikan, termasuk korban jiwa, gangguan pertanian, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak erupsi serta risiko dan potensi kebencanaan di desa tersebut.Penelitian ini menggunakan data primer, sekunder, wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menganalisis risiko bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok di Desa Amakaka. Pendekatan berbasis indeks menggabungkan bahaya, kerentanan, dan kapasitas daerah melalui analisis spasial dan skoring untuk menghasilkan peta risiko bencana yang relevan dan akurat. Desa Amakaka memiliki indeks risiko bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok sebesar 0,084, dengan kerentanan sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan yang tinggi. Selain erupsi, desa ini rentan terhadap banjir bandang, longsor, dan gempabumi, menjadikannya wilayah berisiko tinggi yang memerlukan mitigasi bencana terpadu. Desa Amakaka memiliki risiko bencana rendah (0,084) untuk erupsi Gunung Ile Lewotolok, namun tetap rentan terhadap longsor dan banjir bandang. Mitigasi bencana perlu ditingkatkan melalui edukasi, infrastruktur, dan sistem peringatan dini. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan peneliti penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengurangi dampak bencana di masa depan.  Abstract: The village of Amakaka, located on the slopes of Mount Ile Lewotolok, is prone to disasters such as mountain eruptions, flash floods, earthquakes, and landslides. Volcanic activity and tropical cyclone Seroja caused significant losses, including casualties, agricultural disruptions, and health. This research aims to identify the impact of the eruption as well as the risk and potential for disasters in the village. This study uses primary, secondary data, interviews, observations, and documentation to analyze the risk of the eruption disaster of Mount Ile Lewotolok in Amakaka Village. The index-based approach combines area hazards, vulnerabilities, and capacities through spatial analysis and scoring to produce relevant and accurate disaster risk maps. Amakaka Village has a disaster risk index for the eruption of Mount Ile Lewotolok of 0.084, with high social, physical, economic, and environmental vulnerabilities. In addition to eruptions, the village is vulnerable to flash floods, landslides, and earthquakes, making it a high-risk area that requires integrated disaster mitigation. Amakaka Village has a low disaster risk (0.084) for the eruption of Mount Ile Lewotolok, but remains vulnerable to landslides and flash floods. Disaster mitigation needs to be improved through education, infrastructure, and early warning systems. Collaboration between the government, the community, and researchers is important to strengthen preparedness and reduce the impact of future disasters.
Analisis Potensi Sumber Daya Perikanan dalam Menunjang Kesejahteraan Nelayan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang Alfair, Farhan Naufal; Sunimbar, Sunimbar; Rahmawati, Arfita
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29994

Abstract

Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dijadikan sumber penghidupan bagi masyarakat nelayan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana respon masyarakat nelayan terhadap potensi sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan; dan 2) mengetahui respon masyarakat nelayan terhadap peran sumber daya perikanan terhadap kesejahteraan mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara probability sampling yang melibatkan 79 responden dari masyarakat nelayan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, serta uji regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sebagian besar masyarakat nelayan setuju bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, hal ini dibuktikan dengan 81% responden menyatakan Setuju; 2) sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, hal ini dibuktikan dengan sebagian besar responden menyatakan Setuju (81%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan, sehingga pengelolaan yang berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Modalitas Belajar pada Pembelajaran Geografi: Tinjauan Literatur dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Manek , Agustinus Hale; Sunimbar, Sunimbar; Ersani, Erry
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v13i2.94765

Abstract

Geography learning can encourage and inspire students to think critically, analytically, and creatively in identifying, understanding, and solving problems. Geography learning involves differences in student characteristics in absorbing and processing information. However, learning effectiveness can be influenced by understanding according to student characteristics, especially related to the learning modality used in absorbing information. This article aims to examine in depth the role of learning modalities in geography learning, as well as assess the effectiveness of modalities in learning. The method used in writing this article is a literature review of various literature by analyzing various sources relevant to the learning topic and learning styles. The results of the study found that geography learning that integrates various modalities in a multimodal manner is more effective in improving conceptual understanding in learning. Therefore, contextual, adaptive, and experienced geography learning is highly recommended to accommodate the diversity of student characteristics and encourage the optimal achievement of 21st-century competencies.
Tinjauan Perilaku Pedagang dalam Penanganan Sampah di Pasar Inpres Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur Tahun 2023 Watowutung, Rahmi Yati; Wulakada, Hamza H.; Sunimbar, Sunimbar
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 2 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i2.6920

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni, 1) untuk mengetahui perilaku pedagang dalam penanganan sampah yang ditinjau dari faktor predisposisi,  2) untuk mengetahui perilaku pedagang dalam penanganan sampah yang ditinjau dari faktor pemungkin dan 3) untuk mengetahui perilaku pedagang dalam penanganan sampah yang ditinjau dari faktor penguat di pasar Inpres Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dimana jenis penelitian ini yang syarat dengan nuansa angka - angka dalam teknik pengumpulan data di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian mengenai perilaku pedagang dalam penanganan sampah di pasar Inpres Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur Tahun 2023 menyatakan bahwa (1) di tinjau dari faktor  predisposing,  berdasarkan tiga parameter yaitu pengetahuan masuk dalam kategori tidak baik dengan persentase 72,05%, sikap masuk dalam kategori baik dengan persentase 52,94%, dan tindakan pedagang dalam penanganan sampah masuk dalam kategori tidak baik dengan persentase 63,97%. (2) ditinjau dari  faktor kemungkinan (enabling factor) pedagang pasar Inpres Waiwerang dalam penanganan sampah masuk dalam kategori tidak baik dengan persetan 66,18%. (3) ditinjau dari faktor penguat (reinfoching factor) pedagang pasar Inpres dalam penanganan sampah masuk dalam kategori tidak baik dengan persentase 50,74%.
Pemanfaatan Air Tanah (Sumur Gali) dan Kualitasnya Untuk Keperluan Air Minum di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Ripo, Maria Karmelia; Sunimbar, Sunimbar; Hasan, Muhammad Husain
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 2 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Pemanfatan Air Tanah Sumur Gali Di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, (2) mengetahui Kualitas Parameter Fisika (Suhu, Bau, Rasa, Warna, Kekeruhan, dan TDS) serta Kelayakannya Sebagai Keperluan Air Minum Di Desa Oelansi Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian Survei deskriptif kuantitaif. Teknik pengumpulan data yaitu, observasi, pengukuran di lapangan, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisisdata deskriptif kuantitatif (data numerik) melalui tahap pengolahan data dan kesimpulan. Hasil penelitian sebagai berikut : (1) Masyarakat desa Oelnasi memanfaatkan air sumur gali untuk keperluan air bersih setiap harinya untuk: minum, MCK, memasak, membersihkan rumah, menyiram tanaman, cuci motor, cuci pakaian. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata volume kebutuhan air bersih tiap Kepala Keluarga ( Kk ) sebesar 383,93 liter perhari. (2) Analisis kualitas air tanah di desa Oelnasi untuk parameter fisika ( rasa, warna,bau, suhu, kekeruhan, dan TDS) didapatkan hasil memenuhi baku mutu atau tidak melampaui standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017 Tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan hygiene sanitasi, kolam renang, solus per aqua, dan permandian umum.
Analisis Sistem Pengolahan Lahan Pertanian Padi Sawah Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Muda, Maria Yuniati; Hasan, Muhammad Husain; Sunimbar, Sunimbar
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1571

Abstract

Curah hujan di Kabupaten Manggarai merupakan curah hujan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur namun demikian masih terjadi gagal panen yang diakibatkan oleh beberapa factor diantaranya hama dan anomaly cuaca ekstrim beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui sistem pengolahan lahan pertanian padi sawah Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus kewilayahan. Metode pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjukan bahwa: 1) dalam pengolahan lahan pertanian melibatkan semua gender baik laki-laki maupun perempuan.2) Kebijakan pemerintah desa maupun adat mengikat aktivitas pertanian masyarakat lodok .3) aktivitas pertanian dilakukan dua kali setahun yaitu januari sampai mei dan juni sampai desember. 4) Penggunaan alat pertanian menggunakan alat tradisional dan modern 5) varietas padi yang dominan digunakan adalah padi  longko rembung.
Sosialisasi Potensi Geografis Desa Dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao Hasan, Muhammad Husen; Sunimbar, Sunimbar; Sukmawati, Sukmawati; Musa, Habibi; Andrinata, Andrinata
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2602

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki potensi geografis beragam. Desa Papela Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao dengan karakteristik geografis yang unik , seperti kesuburan tanah, ketersediaan air, keanekaragaman hayati, dan iklim yang mendukung, memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem pangan mandiri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengoptimalkan, dan memanfaatkan potensi geografis desa Papela guna meningkatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan potensi. Kegiatan ini dilakukan melalui diskusi kelompok terarah, observasi lapangan, Hasil pengabdian menunjukkan bahwa bahwa potensi geografis desa Papela Kecamtan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao, baik berupa kondisi geologi, geomorfologi, oseanografi,ekonomi, demografi, sosial budaya dan pedosfer maupun kearifan lokal, memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Pemanfaatan potensi tersebut secara optimal, melalui penerapan teknologi tepat guna, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan penguatan kapasitas masyarakat, mampu meningkatkan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan, dan kemandirian ekonomi desa. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak pendamping menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program, sehingga desa tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pasokan pangan Desa Papela itu sendiri.