Industri kopi Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM, namun masih menghadapi tantangan kualitas, konsistensi, dan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten. Amoza Koffie sebagai usaha kopi skala rumah tangga dan Masterbrew Indonesia sebagai lembaga pelatihan menghadapi kebutuhan peningkatan kapasitas SDM, legalitas usaha, dan digitalisasi bisnis. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan performa bisnis kopi UMKM melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pendampingan digital berbasis kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan analisis kebutuhan, pelatihan dan pendampingan, sertifikasi kompetensi BNSP, digitalisasi bisnis, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–Desember 2024 di Jakarta dan Yogyakarta secara luring dan daring. Hasil program menunjukkan peningkatan kompetensi SDM melalui sertifikasi barista BNSP, keberhasilan perolehan izin PIRT, implementasi website dan aplikasi kasir, serta peningkatan penjualan sebesar 30–53% dan perluasan jangkauan pemasaran. Program ini membuktikan bahwa pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknis, manajerial, komunikasi, dan keberlanjutan efektif meningkatkan daya saing UMKM kopi. Keterlibatan LSPR Institute of Communication and Business memperkuat aspek pendampingan berbasis komunikasi dan bisnis berkelanjutan, serta menjadikan program ini relevan untuk direplikasi pada UMKM sektor lain. Kata kunci: UMKM kopi; pelatihan; sertifikasi; digitalisasi; peningkatan kapasistas; performa The Indonesian coffee industry holds significant potential for MSME development, yet it still faces challenges related to quality, consistency, and a limited supply of qualified human resources. Amoza Koffie, a home-based coffee business, and Masterbrew Indonesia, a vocational training institution, are addressing the need to strengthen human resource capacity, improve business legality, and enhance digitalization. This community service program aims to enhance the capacity and performance of MSME coffee businesses through training, competency certification, and digital mentoring, supported by multi-stakeholder collaboration. The implementation method employs a participatory approach with stages that include needs analysis, training and mentoring, BNSP competency certification, business digitalization, and monitoring and evaluation. Activities will be held from August to December 2024 in Jakarta and Yogyakarta, both offline and online. The program results demonstrate improved human resource competency through BNSP barista certification, successful acquisition of a PIRT permit, implementation of website and cashier applications, and a 30–53% increase in sales and expanded marketing reach. This program demonstrates that a holistic approach integrating technical, managerial, communication, and sustainability aspects effectively enhances the competitiveness of coffee MSMEs. The involvement of the LSPR Institute of Communication and Business strengthens the program's communication-based and sustainable business mentoring components, thereby making it amenable to replication in other MSME sectors. Keywords: coffee MSMEs; training; certification; digitalization; capacity building; performance