Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Rumah Kreatif dan Inovasi Sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat Kampung Muara Bahari Anita Yunia; Janette Maria Pinariya
Journal of Servite Vol. 1 No. 1 (2019): Journal of Servite
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/102001120193

Abstract

Banyaknya jumlah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia, membuat semakin banyak upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dari berbagai pihak, salah satunya adalah pihak pemerintah Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain menjalani tugas pokok dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN juga menerapkan program pemberdayaan alternatif sebagai program pendukung untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Kampung Muara Bahari merupakan salah satu wilayah sasaran program pemberdayaan alternatif yang dilakukan BNN Kota Jakarta Utara bersama PT Indonesia Power UPJP Priok. Pemberdayaan alternatif ini dilakukan berdasarkan banyaknya pengguna narkoba yang direhabilitasi serta temuan kasus narkoba di wilayah tersebut. Upaya pemberdayaan di kampung Muara Bahari ini dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi dengan menghadirkan berbagai program kreatif dan inovasi melalui metodologi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Selain untuk meminimalisir angka pengguna narkoba, tujuan pemberdayaan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat dan klien pascarehabilitasi narkoba. Berdasarkan hasil evaluasi, upaya pemberdayaan yang dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi ini membawa banyak perubahan kepada masyarakat. Selain dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan ini membuat tali silaturahmi masyarakat kampung Muara Bahari menjadi saling terjaga. Banyaknya jumlah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia, membuat semakin banyak upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dari berbagai pihak, salah satunya adalah pihak pemerintah Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain menjalani tugas pokok dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN juga menerapkan program pemberdayaan alternatif sebagai program pendukung untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Kampung Muara Bahari merupakan salah satu wilayah sasaran program pemberdayaan alternatif yang dilakukan BNN Kota Jakarta Utara bersama PT Indonesia Power UPJP Priok. Pemberdayaan alternatif ini dilakukan berdasarkan banyaknya pengguna narkoba yang direhabilitasi serta temuan kasus narkoba di wilayah tersebut. Upaya pemberdayaan di kampung Muara Bahari ini dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi dengan menghadirkan berbagai program kreatif dan inovasi melalui metodologi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Selain untuk meminimalisir angka pengguna narkoba, tujuan pemberdayaan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat dan klien pascarehabilitasi narkoba. Berdasarkan hasil evaluasi, upaya pemberdayaan yang dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi ini membawa banyak perubahan kepada masyarakat. Selain dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan ini membuat tali silaturahmi masyarakat kampung Muara Bahari menjadi saling terjaga. Kata Kunci: Indonesia Darurat Narkoba, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan Alternatif, Pencegahan dan Pemberantasan
Indonesia’s Response to Covid-19 Outbreak: Raising Awareness through Community Engagement and Actionable Volunteer Contribution Janette Maria Pinariya; Carelyn Josephine; Wulan Yulianti; Anita Yunia
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 6, No 2 (2021): December 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i2.596

Abstract

The world is in the grip of a health crisis due to the unforeseen consequences of the COVID-19 pandemic causing a substantial increase in distress associated with pain, depression, and loss. Indonesia is not handling the epidemic properly at this early stage due to a lack of planning and readiness on the part of the country. The government subsequently established the COVID-19 national task force, a COVID-19 assistance centre that reflects the government's readiness and urgency in dealing with the COVID-19 pandemic. At the national and regional levels, the task force reports directly to the president, organizes and encourages all connected agencies to respond to the COVID-19 crisis. The task force's other responsibility is to raise awareness about COVID-19 to the general public. The study aims to determine how Indonesia's COVID-19 task force volunteers can act as a communication aid for the public as a source of empowerment during the pandemic, as well as to examine risk communication and community engagement. This research uses a qualitative approach using the theory of social support. As a result, this study has identified new volunteering approaches for Indonesia's COVID-19 task force that could act as a support system as well as improvements on their approach on community engagement with the public.
Program Berbasis Masyarakat dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Kabupaten Pandeglang Anita Yunia; Janette Maria Pinariya; Diandra Forceila; Lystia Ivana
Communicare : Journal of Communication Studies Vol. 7 No. 2 (2020): Communicare : Journal of Communication Studies
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Institut Bisnis dan Komunikasi LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/101007220205

Abstract

Since 1950, the need for the global economy related to natural disasters has increased 14 fold. The natural disaster that occurred in 2018, put Indonesia into the country with the highest number of victims in the world, which was caused by three rare phenomena. This study discusses about the Desa Tangguh Bencana program as a strategic step for community-based disaster risk reduction in the Pandeglang Regency, which is one of the areas that has the impact of damage and casualties from the tsunami phenomenon in the Sunda Strait. This study aims to obtain information about the activity steps and communication strategies of the program which refers to the concept of disaster mitigation according to George D. Haddow and Kim S. Haddow in 2014. The research method uses a descriptive qualitative approach with an interpretive paradigm. Data was collected through semi-structured interviews and other supporting documents, which were analyzed using the Miles & Huberman method and tested for credibility by triangulation of sources. The results showed that community participation in this program is the main key as a planning initiator to the implementing activities. These disaster risk reduction efforts are carried out by identifying community risks, determining action plans, funding, involving opinion leaders as parties raised by the community, forming messages, to the communication channel mechanism.
Sosialisasi dan Edukasi Digital Marketing pada Komunitas BGBJ di Bantar Gebang Menghadapi Era 4.0 Janette Maria Pinariya; Diandra Forceila; Lystia Ivana; Anita Yunia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.6148

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi masalah yang sedang berkembang di Bantar Gebang yaitu sebagai salah satu wilayah daerah Bekasi yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah terakhir kawasan megapolitan Jabodetabek. Bantar Gebang selama ini dikenal sebagai daerah kumuh dengan kondisi perekonomian masyarakat bertaraf rendah (miskin). Sehingga muncul inisiatif anak-anak muda untuk membentuk suatu komunitas usaha kecil dengan memanfaatkan limbah kayu, plastik, dan kertas sebagai bahan dasar pembuatan produk kreatif, yaitu komunitas The Kingdom of BGBJ (Biji-Biji Bantar Gebang). BGBJ dibangun atas bantuan, dukungan, dan dedikasi para pengunjungnya. Komunitas ini menyediakan berbagai pelatihan, pendampingan, bantuan sandang, papan dan pangan untuk masyarakat yang tidak memiliki akses ke sumber daya ini. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan ini, diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memutus siklus kemiskinan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. Namun untuk dapat mengembangkan program ini, BGBJ mengakui bahwa sumber daya yang dimilikinya belum paham akan strategi pemasaran. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pemasarannya yang hanya dilakukan sebatas pada komunikasi offline yaitu Word of Mouth (WoM). Dengan permasalahan tersebut, maka dibuatlah suatu program pemberdayaan kepada peserta komunitas BGBJ dan masyarakat tentang pemahaman pemasaran digital (digital marketing) serta kegiatan pendukung lainnya yang bermanfaat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan model community development yang diberikan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi serta pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan, terhitung dari bulan Juni – Agustus 2020. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan ini dapat diterima secara efektif dan para peserta dinilai sudah siap untuk beradaptasi menghadapi era 4.0. Hal ini dapat diukur berdasarkan survei yang dilakukan sebelum maupun setelah kegiatan pemberdayaan dilakukan. Meskipun demikian, terdapat evaluasi bahwa pengembangan program ini harus dilakukan secara berkelanjutan, dikarenakan masih terdapat sebagian peserta yang memerlukan arahan dan bimbingan lebih lanjut.Kata kunci: BGBJ; digital; media sosial; strategi pemasaran; 4.0.Socialization and Digital Marketing Education to the BGBJ Community in Bantar Gebang Facing Era 4.0 ABSTRACTThe purpose of this activity is to address a growing problem in Bantar Gebang, known as one of the Bekasi areas which is used as the final waste disposal site for the Jabodetabek megapolitan area. Bantar Gebang has been known as a slum area with low economic conditions (poor). So that the initiative of young people emerged to form a small business community by utilizing wood, plastic, and paper waste as basic materials for making creative products, they are The Kingdom of BGBJ (Bantar Gebang Seeds) Community. BGBJ was built on the help, support and dedication of its visitors. This community provides a variety of training, mentoring, clothing, shelter and food assistance for people who do not have access to these resources. With this empowerment, it is hoped that it can provide an alternative for the community to break the cycle of poverty and create a healthy and safe environment. However, to be able to develop this program, BGBJ admits that its resources do not understand the marketing strategy. This can be seen from its marketing activities which are only limited to offline Word of Mouth (WoM) communication. With these problems, an empowerment program was made for BGBJ community participants and the public regarding the understanding of digital marketing (digital marketing) and other useful supporting activities. The method of implementing activities is carried out with a community development model approach which is given in the form of socialization and education as well as training and mentoring for 3 months, starting from June - August 2020. The result showed that the empowerment activity can be accepted effectively, and the participants are considered ready to adapt to the 4.0 era. This can be measured based on a survey conducted before and after the empowerment activity was carried out. However, there is an evaluation that the development of this program must be carried out continuously, because there are still some participants who need further direction and guidance.Keywords: BGBJ; digital; social media; marketing strategy; 4.0.
Komunikasi Mitigasi sebagai Langkah Strategis Pengurangan Risiko Bencana di Provinsi Banten Mary Lemona; Anita Yunia; Janette Maria Pinariya
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 3, No 02 (2020)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v3i02.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan dan komponen strategi komunikasi mitigasi bencana BPBD Provinsi Banten sebagai bentuk langkah strategis pengurangan risiko bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstuktur kepada informan BPBD Provinsi Banten dengan fokus penelitian komunikasi mitigasi bencana menurut Haddow Haddow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi masih dianggap menjadi langkah yang tepat untuk mendukung program utama dalam mengedukasi masyarakat Provinsi Banten. Kesenian tradisional sebagai alat sosialisasi budaya sadar bencana serta fasilitas teater, media massa dan media sosial sebagai saluran komunikasi modern membuat serangkaian kegiatan komunikasi mitigasi BPBD Provinsi Banten menjadi efektif dan efesien.
Respon Krisis Twitter PLN saat Listrik Mati Massal Tahun 2019 untuk Mempertahankan Reputasi Perusahaan Wulan Yulianti; Mursal Boer; Anita Yunia; Janette Maria Pinariya
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.149

Abstract

Peristiwa mati listrik massal telah memberikan kerugian bagi sektor usaha dan layanan publik hingga mencapai triliunan rupiah. Peristiwa ini menjadi tranding di Twitter yang mengantarkan PLN pada situasi krisis. Berlandaskan Situational Crisis Communication Theory (SCCT), crisis response merupakan dimensi penting dalam penanganan sebuah krisis dan dapat berpengaruh pada reputasi perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada 100 followers Instagram PLN @pln_123. Hasil penelitian menunjukan, terdapat pengaruh langsung crisis responsibility untuk mempertahankan reputasi perusahaan. Terdapat pengaruh langsung rebuilding response PLN untuk mempertahankan reputasi perusahaan. Kemudian, terdapat pengaruh langsung crisis responsibility dan rebuilding response melalui Twitter PLN secara bersama sebesar 45,9% dan 54,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Pemilihan media saat menangani krisis menjadi faktor penting agar penanganan yang dilakukan bisa berjalan efektif. Studi ini juga mencatat semakin pentingnya fungsi sosial media dalam menangani suatu peristiwa krisis.
Kampanye Marketing Public Relations BeBASEkspresi Mengenai Perubahan Stigma Standar Kecantikan Perempuan Indonesia Dalilah Adani; Wulan Yulianti; Anita Yunia; Janette Maria Pinariya
Journal of Research on Business and Tourism Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Research on Business and Tourism
Publisher : Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.822 KB) | DOI: 10.37535/104001220211

Abstract

Standar kecantikan masih menjadi ancaman secara psikologis bagi banyak wanita dimulai dari remaja hingga dewasa. Seiring dengan tersebarnya keragaman, keunikan dan pesona perempuan Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, stigma dan cara pandang kecantikan menjadi tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kesadaran, mengubah pandangan, mengedukasi para pembaca tentang pentingnya konsep Marketing Public Relations pada kegiatan Kampanye BeBASEkspresi dari brand Base terhadap pandangan publik pada standar kecantikan di Indonesia, serta mengetahui dampak yang akan ditimbulkan dari kampanye ini, baik dampak positif maupun negatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) dengan informan internal, eksternal, serta studi kepustakaan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa antusias masyarakat dalam kampanye ini sangat besar, hal ini dilihat dari partisipasi serta feedback masyarakat dalam kampanye tersebut. Meskipun kampanye hanya dapat dilakukan secara online, hal ini tidak menjadi penghambat Base untuk semangat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang standar kecantikan wanita di Indonesia. Dengan kampanye ini diharapkan para perempuan tidak perlu merasa khawatir pada stigma atau perspektif tentang kecantikan, dengan segala yang dimilikinya diharapkan para perempuan di Indonesia juga bisa mengembangkan rasa percaya diri untuk mengekspresikan dirinya.
Sosialisasi Buku Saku Tangkal Hoaks Covid-19 untuk Mahasiswa Sebagai Agent of Change Rapikah Harnum; Janette Maria Pinariya; Wulan Yulianti; Alfiona Harwinda; Anita Yunia
Journal of Servite Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of SERVITE
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/102004220222

Abstract

Media sosial membuat informasi dapat dengan mudah diakses tanpa batas jarak dan waktu. Namun, kemudahan ini tidak jarang dimanfaatkan oleh oknum atau kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita palsu (hoaks). Terutama selama masa pandemi Covid-19 berbagai hoaks terus beredar dari awal mula munculnya virus hingga cara penanganan. Salah satu penyebab maraknya hoaks yang beredar di media sosial karena kurangnya tingkat literasi digital. Maka dari itu, untuk meningkatkan literasi digital melawan hoaks Covid-19 di media sosial dilakukan sosialisasi buku saku melalui webinar dengan sasaran utama adalah mahasiswa Indonesia yang memiliki peran sebagai agen perubahan. Teori yang digunakan yaitu nine steps of strategic planning public relations oleh Ronald D Smith dan metode Community Based Research (CBR). Melalui kegiatan webinar buku ini, terjadi peningkatan persentase literasi digital mahasiswa sebesar 10,41% mengenai pemahaman dalam menerima informasi hoaks. --- Social media has made information to become accessible regardless of distance and time. However, this benefit tends to be misused by irresponsible individuals to spread fake news (hoaxes). During the Covid-19 pandemic particularly, numerous hoaxes were spread starting from the origin of the virus to the ways of treating it. One of the causes of hoaxes spreading on social media was the lack of digital literacy. Therefore, to increase digital literacy against Covid-19 hoaxes on social media, pocketbook socialization is carried out through webinars. The target is Indonesian students as agents of change. The theory used is the nine steps of strategic planning public relations by Ronald D Smith and the Community based research (CBR) method. Through this book's webinar activity, there was an increase of students' digital literacy percentage by 10.41% regarding the understanding of receiving false information.
Komunikasi Mitigasi Bencana di Kota Industri Cilegon Yunia, Anita; Yulianti, Wulan; Harwinda, Alfilonia; Pinariya, Janette Maria
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 4 No. 2 (2023): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103004220231

Abstract

Indonesia's geographical and geological factors, which are located on the Pacific Ring of Fire, are one of the factors causing earthquakes, volcanic eruptions, tsunamis, floods, landslides, and extreme weather. One area that is of concern to the government in its disaster management efforts is Cilegon City, Banten Province because it has a fairly high level of disaster vulnerability. This city has the potential for a large earthquake accompanied by a tsunami with waves as high as 8.28 meters which holds the potential for danger in the form of technological failures that cause damage to infrastructure, disease, the environment, and even death to humans. This research aims to analyze program steps and mitigation communication strategies in the city of Cilegon. This research was conducted in January – September 2022 in Cilegon City, Banten Province. The method used in this research is descriptive qualitative. The results show that efforts focused on dealing with disasters in Cilegon City were carried out through outreach and education. As a follow-up to this activity, the community will be empowered with training and assistance which will later be further developed with capacity-building activities to improve community skills in disaster response.
Edukasi Manajemen Event untuk Lembaga Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Setyaningtyas, Emilya; Yulianti, Wulan; Yunia, Anita; Sihombing, Aprida
Journal of Servite Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of SERVITE
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/1020054220233

Abstract

Rumah Autis merupakan lembaga sosial yang menangani anak autisme dan anak berkebutuhan khusus dari keluarga prasejahtera yang kini sudah terbentuk sebanyak 7 cabang. Rumah Autis telah menyelenggarakan berbagai event setiap tahunnya dan salah satunya yaitu IBK’S Day (Insan Berkebutuhan Khusus), sebagai ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan autisme, dan meningkatkan penerimaan anak berkebutuhan khusus di masyarakat. Namun setelah dilakukan observasi dalam penyelenggaran manajemen event dan wawancara terhadap pengurus Rumah Autis. Menunjukan jika mereka masih menghadapi permasalahan terkait  manajemen risiko, pemahaman terkait perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam melaksanakan suatu event. Maka dari itu dibutuhkan edukasi manajemen event untuk lembaga pendidikan berkebutuhan khusus Rumah Autis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan praktek. Adapun peserta yang mendapatkan edukasi yaitu pengurus dan tenaga pendidik atau guru dari Rumah Autis. Dimana mereka juga berperan sebagai panitia dan kepengurusan dalam menyelenggarakan event atau acara. Hasil evaluasi menunjukkan setelah dilakukan kegiatan edukasi manajemen event menunjukkan terjadinya kenaikan persentase pemahaman dari jawaban benar peserta di hari pertama yaitu 28 % dan di hari ke dua yaitu 16 %. Melalui edukasi ini diharapkan informasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui event dapat disampaikan secara terarah, terukur, dan tepat sasaran. ______ Rumah Autis is a social institution that handles children with autism and children with special needs from underprivileged families, which has now formed 7 branches. Rumah Autis has organized various events every year and one of them is IBK'S Day (Insan Berkebutuhan Khusus), as a place to increase public awareness of autism, and increase the acceptance of children with special needs in society. However, after observations in organizing event management and interviews with the management of Rumah Autis. It shows that they still face problems related to risk management and understanding related to planning, implementation, and evaluation in carrying out an event. Therefore, event management education is needed for educational institutions with special needs for Rumah Autis. The method used in this community service activity is to use lecture and practice methods. The participants who get education are administrators and educators or teachers from Rumah Autis. Where they also act as committees and management in organizing events or events. The evaluation results showed that after the event management education activities were carried out, there was an increase in the percentage of understanding from the correct answers of the participants on the first day, namely 28% and on the second day, namely 16%. Through this education, it is hoped that the information to be conveyed to the public through events can be delivered in a directed, measurable, and targeted manner.