Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Developing Children's Independence Through Experience-Based Learning: Making Fruit Salad at Nur Hidayah TPA: Pengembangan Kemandirian Anak Melalui Pembelajaran Berbasis Pengalaman membuat Salat Buah di TPA Nur Hidayah M Wagio M Wagio; Rinawati Zailani; Dwi Elsi Flora S
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2026.18.1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis munculnya perilaku kemandirian anak melalui pembelajaran berbasis pengalaman pada kegiatan pembuatan salad buah di TPA Masjid Nur Hidayah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 anak berusia 3–8 tahun sebagai peserta kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan dialog reflektif dengan lima peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui pengelompokan temuan berdasarkan indikator inisiatif, pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil observasi, dokumentasi, dan dialog reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 dari 15 anak terlibat dalam menentukan kegiatan dan memilih bahan serta komponen salad buah, sedangkan seluruh peserta berhasil menyelesaikan satu porsi salad buah sampai tahap akhir. Selain itu, 12 anak menunjukkan keberanian mengambil keputusan dan berinteraksi dengan membantu teman selama kegiatan. Lima peserta yang mengikuti dialog reflektif menyatakan keinginan untuk mengulangi kegiatan di rumah. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman langsung dalam aktivitas sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari memberikan ruang bagi munculnya perilaku kemandirian, terutama melalui kesempatan memilih, mengambil keputusan, bertanggung jawab, menyelesaikan tugas, dan merefleksikan pengalaman. Kegiatan pembuatan salad buah dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual dalam pendidikan nonformal berbasis komunitas untuk menyediakan pengalaman yang mendukung perilaku kemandirian dan keterampilan hidup anak.
IMPLEMENTATION OF MAKEUP TRAINING FOR THE EMPOWERMENT OF SOCIALLY VULNERABLE WOMEN AT LKP KOMOJOYO KOMORATIH YOGYAKARTA Sumartini Martin; Rinawati Zailani
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v8i2.68105

Abstract

Makeup training can provide women with vocational competencies that support greater independence and opportunities for economic participation. This study aims to examine the implementation of makeup training and its contribution to the empowerment of socially vulnerable women at the Komojoyo Komoratih LKP in Yogyakarta. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing semi-structured interviews, direct observation, and documentation. Data were obtained from the head of the institution, instructors, and training participants and analyzed through data reduction, data display, and verification of conclusions. The results indicate that the training implementation was organized based on participant needs, job opportunities, and market demand. Learning emphasized bridal makeup through demonstrations, hands-on practice, repetition, mentoring, and ongoing evaluation. Participants developed competencies in makeup, paes (paes) or cengkorongan (traditional bridal attire), hair styling, bridal accessories, and traditional wedding attire. The training was also associated with increased self-confidence, communication, social interaction, and perceived recognition from family and the surrounding community. Some participants have begun using their skills to obtain makeup jobs, although others have not achieved economic independence due to limitations in capital, equipment, clients, marketing, practice opportunities, and post-training mentoring. This study shows that effective vocational training can support technical, psychosocial, and economic empowerment, but sustainable economic outcomes require ongoing support after the training is completed.