Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Bridging Nations, Building Growth: Peran Linkages Internasional dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Studi Kasus Kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia Mei 2025) Pahlevi, Davin Prayoga; Angraini, Anggita; Ginaristi, Eka Putri; Kamila, Shafa; Dianto, Ari Tri; Nuraya, Ahmad Setiawan
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.672

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk memahami peran keterkaitan internasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Meskipun berbagai studi telah membahas pengaruh perdagangan internasional dan investasi asing terhadap ekonomi nasional, kajian yang secara khusus mengaitkan aspek diplomasi bilateral dengan pertumbuhan ekonomi masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi hubungan internasional terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui studi kasus kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025 serta kerja sama energi antara Royal Golden Eagle (RGE) dan Total Energies. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari dokumentasi berita resmi media kepresidenan dan sumber media terpercaya lainnya yang membahas isu kunjungan dan kerja sama bilateral tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur, sementara analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari informasi yang diperoleh secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterkaitan internasional memainkan peran signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama melalui enam aspek utama: perdagangan internasional, arus modal asing, kontribusi ekspor-impor terhadap PDB, integrasi ekonomi regional, stabilitas nilai tukar, serta peran lembaga dan kebijakan ekonomi. Studi ini menegaskan bahwa diplomasi ekonomi dan sinergi kebijakan makro sangat krusial dalam merespons tantangan dan peluang ekonomi global. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literatur terkait diplomasi ekonomi serta memberikan pemahaman yang lebih kontekstual dan aplikatif mengenai peran kerja sama internasional dalam pembangunan ekonomi Indonesia
Studi Perbandingan: Dampak Kasus Korupsi Pt Antam Terhadap Reputasi Bumn Di Indonesia Dan Perusahaan Tambang Di Negara Lain Mardianto, Rahmad; Destiana, Rega; Indriyani, Rivani; Putri, Shabilla Risty Eka; Mardiani, Tri; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Nuraya, Ahmad Setiawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi tetap menjadi isu utama yang berdampak pada reputasi perusahaan, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan penting dalam perekonomian nasional. PT Aneka Tambang Tbk (PT Antam), sebuah BUMN di sektor pertambangan, terlibat dalam kasus korupsi yang melibatkan 109 ton emas, yang berdampak signifikan terhadap kepercayaan publik dan investor. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak kasus korupsi PT Antam terhadap reputasi BUMN di Indonesia serta membandingkannya dengan kasus serupa di perusahaan tambang negara lain. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif komparatif dengan menelaah laporan keuangan, liputan media, serta survei persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus PT Antam memiliki dampak besar terhadap reputasinya, yang semakin terdegradasi akibat kelemahan dalam tata kelola dan manajemen krisis. Dibandingkan dengan skandal sejenis di Brasil, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat, dampak yang dialami PT Antam lebih parah akibat rendahnya efektivitas dalam mitigasi risiko serta kurangnya transparansi. Penelitian ini menyoroti pentingnya reformasi tata kelola di BUMN Indonesia guna memperkuat akuntabilitas dan transparansi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi longitudinal mengenai pemulihan reputasi PT Antam serta membandingkan strategi pemulihan perusahaan secara global.
Optimal Strategies to Increase National Income in Realising Golden Indonesia 2045 Hali, Azmal; Sadiah, Halimahtus; Dewi, Zahra Devina; Syahputra, Muhammad Zhafran; Desilva, Valendra; Nuraya, Ahmad Setiawan
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2416

Abstract

The Golden Indonesia 2045 is Indonesia's vision established in 2019, aiming for the country to become developed and prosperous by its centennial of independence. This paper outlines the key factors necessary for Indonesia to rank among the world's top five economies, including enhancing human resource quality, infrastructure development, technological advancement, business transformation, and stakeholder engagement while ensuring national stability. Utilizing a qualitative method, this research analyzes data from various journals and official government reports. The findings indicate that achieving economic independence requires a blend of adaptive fiscal policies, innovative industries, and a skilled workforce, all of which are essential to accelerate Indonesia's economic growth.
Keterkaitan Danantara dengan Stabilitas Keuangan Makro di Indonesia: Sebuah Pendekatan Teori Ekonomi Makro Ayu, Catur Diah; Febiani, Fasya; Ardhani, Furkon; Leonardo, Muhammad; Syahwa, Nabillah; Nuraya, Ahmad Setiawan
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2418

Abstract

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Danantara Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara pada 24 Februari 2025, bersamaan dengan disahkannya Undang-Undang BUMN pada 5 Februari 2025. Lembaga ini akan mengelola aset BUMN senilai US$900 miliar atau sekitar Rp14.615 triliun, dengan tujuan mengoptimalkan pengelolaan aset dan dividen BUMN serta mendorong investasi strategis guna pertumbuhan ekonomi. Sebagai sovereign wealth fund (SWF), Danantara berpotensi meningkatkan cadangan devisa, memperkuat nilai tukar Rupiah, serta mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri. Konsolidasi aset BUMN diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke 5,1–5,4% pada 2025, dengan potensi mencapai 8% dalam jangka menengah. Namun, risiko seperti penurunan likuiditas perbankan akibat terserapnya dividen BUMN, serta potensi korupsi dan inefisiensi jika pengawasan lemah, perlu diwaspadai. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan berlapis dan transparansi dalam pengelolaan investasi agar manfaat Danantara dapat dimaksimalkan.
Divestasi PT Freeport: Dampak Terhadap PDB Serta Implikasinya Bagi Ekonomi Papua Argiyanti, Erlinda; Damayanti, Savira; Putria, Alvioli; Manggalih, Galuh Ratna; Febrianti, Adinda Rizka; Nuraya, Ahmad Setiawan
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak divestasi PT Freeport Indonesia terhadap perekonomian Indonesia dan Papua serta sektor pertambangan di wilayah tersebut. Divestasi yang dilakukan pada tahun 2018 dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam industri pertambangan, namun dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Papua masih dirasakan minimal. Meskipun sektor pertambangan seharusnya menjadi sumber pendapatan utama, data menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Papua tetap tinggi, dengan angka mencapai 26,55% pada tahun 2019. Fluktuasi PDRB Papua dan pertumbuhan sektor pertambangan juga menunjukkan tantangan yang dihadapi, dengan pertumbuhan negatif pada tahun 2019, sementara PDB nasional secara keseluruhan menunjukkan tren yang lebih stabil sebelum 2020. Penelitian ini mengkaji kontribusi PT Freeport terhadap PDB Indonesia serta implikasi dari kebijakan divestasi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pemahaman yang lebih baik mengenai dinamika ekonomi Indonesia dan Papua setelah divestasi.
Dinamika Ekonomi Makro dan Pendapatan Nasional: Analisis Dampak Deflasi Pertama dalam Dua Dekade di Indonesia Pahlevi, Davin Prayoga; Angraini, Anggita; Ginaristi, Eka Putri; Kamila, Shafa; Dianto, Ari Tri; Nuraya, Ahmad Setiawan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18621

Abstract

Deflation is an economic phenomenon characterized by a continuous decline in the general price level of goods and services. This study examines the impact of deflation on consumption, investment, and economic growth in Indonesia using a quantitative approach with descriptive and inferential analysis. Data from 2000 to 2024 obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) and Bank Indonesia were analyzed using linear regression. The results show that deflation has a negative impact on consumption, as households tend to delay spending in anticipation of further price declines. Investment also decreases due to declining business profits and economic uncertainty. Furthermore, economic growth slows down as both consumption and investment contract. Regression analysis indicates a significant positive relationship between the Consumer Price Index (CPI) and GDP growth, implying that deflation negatively affects economic expansion. The study highlights the need for effective monetary and fiscal policies to mitigate the adverse effects of deflation and maintain economic stability. Addressing deflationary risks through proactive government intervention can help sustain long-term economic growth.