Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Nilai Tambah Pada Agroindustri Manggis Melalui Pengembangan Produk Teh dan Sirup Berbasis Kulit Manggis Santosa, Santosa; Derosya, Vioni; Asben, Alfi; Azrifirwan, Azrifirwan; Permata, Deivy Andhika; Fiana, Risa Meutia; Kasim, Fitriani; Neswati, Neswati; Ismanto, Sahadi Didi; Dewi, Kurnia Harlina; Rahmi, Ira Desri; Yulianto, Kiki; Putri, Annisa; Rahayu, Lisa; Saputra, Hendra; Rozalia, Rozalia; Sari, Dini Novita
PATRIOTIKA: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limau Manis Village as Kampung Manggis is supported by the production of mangosteen in Padang City which is number 2 (two) in West Sumatra and 80% of mangosteen in Padang City comes from Pauh Subdistrict, with the center being in Limau Manis Village and the existence of Kampung Manggis brings hope for the community to improve their economy and will have an impact on the economy of the Padang City community. The skin of mangosteen fruit can be processed into value-added products. However, farmers and local businesses still face several challenges, such as the lack of knowledge and technology to process mangosteen peels into economically valuable products. Abundant mangosteen peels during the harvest season are often discarded or burned, causing environmental impacts such as soil and air pollution. However, due to the lack of public knowledge on mangosteen peel processing as waste, an innovative solution is needed to turn mangosteen peel waste into a new source of income through the development of competitive derivative products. This community service activity is designed as a strategic step to empower the community, optimize local potential, and build an innovative, sustainable mangosteen agroindustry, creating value-added products and improving the economic welfare of the community. In addition, this activity is also expected to be a model of agroindustry development based on local potential that can be developed. The purpose of this community service activity is to provide training in improving the knowledge, skills of the community in processing mangosteen skin, increasing the added value of mangosteen skin into mangosteen skin tea and mangosteen skin syrup products that have a broad impact on economic, social and environmental improvement.
Karakteristik Permen Keras (Hard Candy) dan Permen Lunak (Soft Candy) dengan Penambahan Ekstrak Buah Bit, Ekstrak Bunga Telang dan Ekstrak Kulit Secang Sari, Dini Novita; Rozalia, Rozalia; Kirana, Kayla Sasi; Andriani, Gina
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.61

Abstract

Permen merupakan produk pangan yang dibuat dari gula atau pemanis dengan atau tanpa tambahan bahan lain, serta dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu permen keras dan permen lunak. Permen keras memiliki tekstur padat dan tidak melunak saat dikunyah, sementara permen lunak memiliki tekstur elastis dan lebih mudah dikunyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik permen keras (hard candy) dan permen lunak (soft candy) dengan penambahan ekstrak buah bit, ekstrak bunga telang dan ekstrak kulit secang. Hard candy dibuat dengan pemanasan larutan sukrosa dan glukosa hingga suhu tinggi, sedangkan soft candy melibatkan penambahan gelatin untuk menghasilkan tekstur yang kenyal. Pengamatan yang dilakukan yaitu kadar air, kadar abu, kadar sukrosa, kekerasan dan Uji Organoleptik. Hasil analis terhadap permen yaitu pada hasil pengujian kadar air menunjukkan perbedaan signifikan antara permen keras dan lunak. Pada permen keras, memiliki hasil antara 2,105% - 6,095%. Sebaliknya, permen lunak memiliki kadar air yang bervariasi, dengan hasil analisis kadar air pada K3 menunjukkan kadar air rendah antara 0,505% dan K4 yaitu 24,815% dan K5 yaitu 12,875%, kadar abu pada permen keras dan lunak telah memenuhi standar yang berlaku. Pada permen keras, kadar abu berada di bawah batas SNI yaitu 2,0%, sedangkan pada permen lunak telah memenuhi batas maksimal yaitu kurang dari 3%. Pada pengujian kadar gula, permen keras memiliki nilai 14°Brix, sedangkan permen lunak memiliki nilai 2°Brix dan 7°Brix. Pada analisis kekerasan, permen keras memiliki nilai 8,5 gforce, sedangkan permen lunak menunjukkan nilai yang bervariasi, dengan K5 memiliki kekerasan tertinggi 793,0 gforce, K3 207,5 gforce, dan K4 22,5 gforce. Pada uji organoleptik permen keras dan permen lunak menunjukkan perbedaan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Permen keras memiliki warna merah muda dan merah pekat, aroma manis, rasa dominan manis, dan tekstur padat. Permen lunak memiliki warna biru, coklat, dan merah, aroma smoky dengan bau gelatin, rasa pahit, asam, dan gosong, serta tekstur kenyal dan lengket.