Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Mikropartikel Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb) Terhadap Sifat Fisik dan Sensori Sabun Transparan Minyak Kelapa Sawit Neswati, Neswati; Didi Ismanto, Sahadi; Derosya, Vioni
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.6380

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat penambahan yang terbaik dari ekstrak gambir (Uncaria gambir, Roxb) dalam bentuk mikropartikel pada sabun transparan berbasis minyak sawit. Penambahan berbagai tingkat mikropartikel ekstrak gambir akan mempengaruhi sifat fisik dan sensori sabun transparan. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dengan perbesaran 200x ukuran mikropartikel ekstrak gambir berkisar antara 12,1 – 22,8 µm. Penelitian ini menggunakan 8 perlakuan dengan 2 ulangan, yaitu penambahan mikropartikel ekstrak gambir dengan konsentrasi 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9% dan 10%. Penambahan 3% mikropartikel ekstrak gambir memberikan hasil yang terbaik dengan karakteristik kekerasan 17,53± 1,99 kg/cm2, stabilitas busa 84,18 ± 0,08 %, uji iritasi 0, nilai warna 4,70 ± 0,47  dan transparansi 4,60 ±  0,60.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA MIKRO TEPUNG SALA DAN SALA MENTAH DI PARIAMAN Desi Handayani; Rasyidah Mustika; Vioni Derosya
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.633 KB) | DOI: 10.25077/logista.1.2.51-57.2017

Abstract

ABSTRAK Sebagai salah satu ikon kuliner lokal dari Pariaman, Sumatera Barat, sala lauak telah dikembangkan oleh beberapa industri rumahan. Pada awalnya, sala lauak dijual sebagai jajanan pinggir jalan berupa bulatan-bulatan dari nasi, ikan dan rempah-rempah yang kemudian berkembang pula usaha mengolah tepung untuk membuat sala lauak ataupun sala mentah yang dapat digoreng sendiri oleh konsumen. Oleh karena itu, pada IbM kali ini, industri rumah tangga yang dijadikan mitra adalah Tepung Sala Marna yang memproduksi tepung sala dan Sala Asli Piaman Ela yang memproduksi sala mentah dan sala lauak yang sudah digoreng. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen keuangan, optimasi produksi, perbaikan kemasan dalam menjawab tantangan dan permintaan pasar. Kedua mitra dibantu dalam memperbarui kemasan dan alat produksi serta pengurusan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) sebagai bentuk komitmen mutu dan meningkatkan kualitas. Kata kunci: Sala lauak, Industri rumah tangga, Manajemen keuangan, Akuntansi, Pengemasan ABSTRACT As a typical food from Pariaman, West Sumatera, sala lauak is growing as home industry. In the beginning, sala lauak was only sold as street food made from rice, fish and spices. Nowadays, there is also home industries that produce sala flour and uncooked sala lauak thus consumer can make their own sala lauak at home easily. Thus, there were two home industries as partners in this community service which are ‘Tepung Sala Marna’ producing sala flour and ‘Sala Asli Piaman Ela’ producing uncooked sala and fried sala lauak. The project purposes were to improve financial management, optimize production and packaging in order to support these partners in answering market demands. To increase consumer’s interest, new design for packaging was added. Further, we also gave technical assistance for both partners in achieving PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) licensed as the prove of quality commitment. Keywords: Sala lauak, Home industry, Financial management, Accounting, Packaging
PENGOLAHAN JAGUNG MENJADI SIRUP JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK WANITA TANI DI NAGARI KOTO TANGAH KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM Risa Meutia Fiana; Cesar Welya Refdi; Alfi Asben; Vioni Derosya; Diana Sylvi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.163 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.328

Abstract

Jagung merupakan komoditas unggulan kedua setelah padi dalam pembangunan pertanian Sumatera Barat dengan target produksi 1 juta t pada tahun 2015 Pemanfaatan jagung di Nagari Koto Tangah belum optimal.Jagung yang terdapat di Nagari Koto Tangah dimanfaatkan sebagai pakan ternak.Pengembangan jagung menjadi produk yang lebih lanjut dapat menjadi komoditas unggulan agribisnis. Pengolahan hasil tanaman jagung dimaksudkan untuk memperpanjang masa simpan jagung, meningkatkan nilai estetika jagung, meningkatkan keanekaragaman makanan dengan bahan dasar jagung, meningkatkan nilai jual, dan daya saing olahan jagung. Permasalahan jagung dari sisi kelembagaan yang ada pada kelompok tani jagung yaitu masih banyak petani jagung yang belum mampu mengolah jagung menjadi produk turunannya Produk turunan jagung yang mudah dilakukan dengan menerapkan teknologi yang sederhana yaitu dengan menjadikan jagung menjadi sirup jagung. Usaha pengelolaan jagung menjadi sirup jagung ini dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Tujuan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan produk olahan jagung seperti sirup jagung dan melihat peluang sirup jagung jika di produksi sehingga meningkatkan pendapatan petani jagung di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Metode analisis yang digunakan yaitu menganalisis aspek teknis dan produksi, kelayakan usaha dengan menghitung nilai BEP, aspek pemasaran, aspek manajemen dan organisasi dan dukungan masyarakat. Berdasarkan aspek yang diamati tersebut produk ini layak untuk dilaksanakan dengan beberapa perbaikan.Kelayakan usaha dilihat berdasarkan nilai BEP. Nilai BEP untuk sirup jagung yaitu 2.268 botol atau Rp. 22.680.000.
Program Pendampingan Pengurusan Legalitas Produk bagi KWT Bengke Sakato Pengolah Kelapa di Kabupaten Padang Pariaman Wenny Surya Murtius; Neswati Neswati; Gunarif Taib; Sahadi Didi Ismanto; Novelina Novelina; Vioni Derosya; Purnama Dini Hari
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

These activity partners are members of the women farmer (KWT) group whose activities are centered on processing coconut fruit into a variety of coconut-derived products. Among the coconut derivative products produced by KWT are VCO, coconut oil and nata de coco. Product legality is a standard that has become a reference for consumers in buying a product. Producers who want their products to be known and have more value in the eyes of consumers must meet these standards. Among the legality of products that become consumers' reference are P-IRT, Halal, BPOM, SNI and so on. The activity was carried out using the andragogy method (counseling and hands-on practice). This activity involved several parties who were directly related to this program. The results of the activity showed that KWT was very enthusiastic and immediately made improvements to several things suggested by the licensing agency, including the use of equipment and production layouts. It was concluded that this KWT will immediately obtain BPOM licensing so as to increase the selling value and the amount of VCO product sales.
OPTIMASI PRODUKSI MALTODEKSTRIN BERBASIS PATI SAGU MENGGUNAKAN α-AMILASE DAN METODE SPRAY DRYING Vioni Derosya; Anwar Kasim
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.434 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.28-32.2017

Abstract

Sagu (Metroxylon sagu Rottb) merupakan sumber pati melimpah di Indonesia namun belum dimanfaatkan secara optimal. Di satu sisi, Indonesia masih mengimpor pati termodifikasi termasuk maltodekstrin yang berbahan dasar pati untuk memenuhi kebutuhan industri terutama obat-obatan dan pangan. Produksi maltodekstrin dari pati sagu diharapkan dapat mendukung pengembangan produk turunan pati berbasis tanaman lokal. Pada penelitian ini, maltodekstrin berbasis pati sagu diproduksi menggunakan spray dryer dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% sedangkan enzim alfa amilase yang digunakan adalah 0,05 ml dan 0,1 ml.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi konsentrasi substrat pati sagu dan konsentrasi enzim yang menghasilkan maltodekstrin dengan kadar air, rendemen, viskositas, dan gula reduksi terbaik. Kadar air dari maltodekstrin berbasis pati sagu berkisar dari 3,46-5,68% dengan rendemen berkisar 17,84 - 41,36 %, viskositas 0-32 BU, dan gula pereduksi berkisar antara 0,73-1,47 %.
Analisis Kimia dan Sifat Antibakteri Sabun Transparan Berbasis Minyak Kelapa Sawit dengan Penambahan Ekstrak Mikropartikel Gambir Neswati Neswati; Sahadi Didi Ismanto; vioni derosya
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.379 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i2.1832

Abstract

Gambir extract microparticle is adding the value of palm oil-based transparent soap. Catechin content from extract gambir has the antibacterial activity to Staphylococcus aureus. As microparticle, extract gambir can be absorbed well into skin pore when applied as one of transparent soap contents. Thus, this research aimed for obtaining information related to the optimum concentration of extract gambir in microparticle, based on chemical characteristic and antimicrobial. Gambir was locally obtained from Pangkalan, 50 Kota District, West Sumatera. Gambir was diluted in ethanol then ultrasonified in order to get gambir as microparticle. There were 8 treatments and duplicated which were 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9% and 10% of gambir extract addition. From this study, the optimum addition of gambir extract was 5% with 26.11% of water and volatile content, 1.0823% was insoluble in ethanol, 0.96% of free fatty acid, 46.48% of fatty acid, 13.86% unsaponifiable fraction, and the inhibition zone diameter of  Staphylococcus aureus was 36.6 mm. 
PENILAIAN RISIKO TERHADAP POSTUR KERJA PADA PEKERJA PABRIK KARET INDONESIA Taufiq Ihsan; Shinta Silvia; Vioni Derosya; Tivany Edwin; Mita Sari Dewi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.902 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.116-122

Abstract

Keluhan nyeri muskuloskeletal sering terjadi di tiga pabrik karet remah terbesar yang berlokasi di Padang, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk pekerja di area produksi. Pengambilan data postur karyawan menggunakan bantuan kamera video serta lembar observasi. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 135 pekerja area produksi basah dan 213 pekerja area produksi kering. Penilaian REBA menunjukkan bahwa 72,34% dari pekerjaan yang diperiksa termasuk dalam kategori risiko menengah. Skor REBA tertinggi di area produksi basah adalah dalam proses pengeringan alami. Sebaliknya, di area produksi kering, skor REBA tertinggi adalah dalam proses mengangkat kontainer dari truk. Berdasarkan Standar Indonesia No.7269 / 2009 tentang perhitungan beban kerja, ini menunjukkan bahwa pekerjaan di pabrik-pabrik tersebut berada dalam kategori beban kerja sedang dengan pengeluaran energi 200-350 kkal/ jam (46,81%). Hasil uji statistik dari hubungan antara usia, masa kerja, beban kerja, dan area kerja pada pekerjaan postural menunjukkan bahwa beban kerja adalah yang paling terkait dengan postur pekerja. Tindakan untuk memperbaiki postur kerja berdasarkan analisis REBA adalah dengan menyesuaikan posisi alat atau mesin dengan ketinggian tubuh pekerja, memperhatikan waktu kerja, dan waktu istirahat. Yang paling mendesak adalah menggunakan alat saat mengangkat wadah.  Abstract[Risk Assessment of Work Posture In Indonesian Crumb Rubber Factories Workers] Musculoskeletal pain complaints often occur in the three largest crumb rubber factories located in Padang, Indonesia. This study aimed to analyze the work posture using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method for workers in the production area. Retrieval of employee posture data utilizing the help of video cameras and observation sheets. Respondents consisted of 135 wet area workers and 213 dry area workers. The REBA assessment showed that 72.34% of the work examined was included in the medium-risk category. The highest REBA score in the wet area was in the natural drying process. In dry areas, the highest REBA score is in the process of lifting containers from trucks. Based on Indonesian Standard No.7269 / 2009, this shows that work in these factories was in the category of moderate workloads with an energy expenditure of 200-350 kcal/hour (46.81%). Statistical test results from the relationship between age, work-period, workload, and work area on postural work indicated that workload was most related to worker posture. Action to improve postural work was to adjust the position of the tool or machine with the height of the worker's body, pay attention to work time, and rest periods.Keywords: Musculoskeletal, Exposure assessment, work posture, REBA, crumb rubber factories
Peningkatan Produktivitas Ikan Lele dengan Teknik Bioflok pada Komunitas Agrana (Agribisnis Anak Nagari) di Nagari Muaro Paiti Kec. Kapur IX Kab. Lima Puluh Kota Ifmalinda Ifmalinda; Vioni Derosya; Silvia Rosa
Warta Pengabdian Andalas Vol 30 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.30.1.179-185.2023

Abstract

Agribusiness Anak Nagari (Agrana) is a form of business carried out by students and youth of Nagari Muaro Paiti to increase the productivity of activities, develop skills and apply fishery knowledge to the people of Nagari Muaro Paiti. The problems with current partners were inadequate fish ponds and still using bamboo as support for tarpaulin ponds, low-quality tarpaulin, unstructured pool water circulation, water pumps, and fish feed alternatives still need to be maximized, and weak marketing and post-processing capabilities harvest. Based on interviews with the head of Agrana, catfish breeders wish to develop a more productive catfish-growing business with better management. However, due to the limited skills possessed by breeders, more productive cultivation of catfish enlargement, business management, and post-harvest processing cannot be carried out. Therefore, there needs to be a transfer of technology to breeders so that breeders have various advantages in managing catfish enlargement to process yields more independently. The outputs of this program were 1) Ponds and catfish farming using the bio floc system with a diameter of 2 m: 2) Socialization of understanding of catfish farming using the bio floc system, 3) Assistance in catfish farming with the bio floc system (pond preparation, bacteria management, feed fermentation, water management, sorting catfish, and disease prevention).
Tinjauan Strategi Pengemasan Buah dan Sayur dalam Memerangi Food Loss dalam Rantai Pasokan Pascapanen di Indonesia Taufiq Ihsan; Vioni Derosya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1078-1087

Abstract

Buah-buahan dan sayur-sayuran segar memiliki umur simpan yang pendek, terutama jika diangkut secara global, sehingga menimbulkan risiko kehilangan pangan/ food loss yang tinggi, terutama di Indonesia. Pentingnya mengatasi kerugian pangan pascapanen memerlukan optimalisasi rantai pasok, sebuah tugas yang rumit mengingat beragamnya faktor penyebab antar produk dan rantai pasok. Tinjauan ini menawarkan strategi pengemasan untuk meningkatkan umur simpan produk segar di seluruh rantai pasokan. Melalui kajian literatur yang sistematis, 57 artikel yang dipublikasikan dari tahun 2014 hingga 2023 di beberapa negara, dipelajari faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kehilangan pangan. Ini meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan gas pematangan, yang dipengaruhi oleh fisiologi pascapanen, yang menyebabkan perubahan kualitas, matang berlebihan, dan pembusukan mikroba. Tidak adanya rantai dingin, pemantauan kualitas yang tidak memadai, dan manajemen inventaris yang kurang optimal dalam rantai pasokan memperburuk tantangan ini. Identifikasi penyebab kehilangan pangan higrotermal memungkinkan dilakukannya mitigasi terhadap inefisiensi dalam penyimpanan dan pengemasan. Solusi praktisnya mencakup penyesuaian suhu penyimpanan, meningkatkan ventilasi kemasan untuk pendinginan optimal, menjaga kondisi kelembapan yang sesuai, dan menyesuaikan komposisi gas berdasarkan fisiologi unik komoditas. Langkah-langkah pemantauan rantai pasokan juga dirinci guna membantu dalam memahami beragam tindakan, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendorong upaya kolaboratif untuk memerangi kerugian pascapanen.
Adaptasi Pertanian dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Peluang Dan Tantangan Taufiq Ihsan; Vioni Derosya
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is reported to have huge potential impacts on global agriculture, which vary by geographical region, crop or livestock type, and by the nature of the climatic changes. This paper reviews the relevant literature to determine how the economic impacts of climate change on the agricultural sector are compounded and specified at the regional level. The results show that rising temperatures generally reduce crop yields, and that the negative effects can sometimes be offset by increased precipitation. The winners and losers of climate change will vary geographically, but net yield losses are more likely in warmer semi-arid regions. This review also covers some of the methods used to assess the economic impacts of climate change on agriculture, such as experimental and cross-sectional studies and the Ricardian approach - each with its strengths and limitations. It also discusses the need for mitigation and adaptation strategies in the face of the challenges posed by climate change and highlights the need for context-specific approaches. The review concludes with a call for further research into rainfall patterns, the duration of natural disasters and the specific impacts of climate change on crop yields and nutrition.