Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Keberhasilan Program Kesehatan dalam Meningkatkan Cakupan Imunisasi BCG pada Bayi 0-2 Bulan Br Sinuhaji, Lidya Natalia; Sembiring, Adelina
Jurnal Pengabdian Ruru Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi September
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian imunisasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit tuberkulosis (TB) pada bayi. Program promosi kesehatan yang efektif dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi orang tua dalam membawa bayi mereka untuk mendapatkan imunisasi tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan program promosi kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi BCG pada bayi usia 0-2 bulan di sebuah klinik tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang disebarkan kepada orang tua bayi yang telah mengikuti program promosi kesehatan. Selain itu, data cakupan imunisasi BCG di klinik juga dianalisis untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah program promosi dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program promosi kesehatan berhasil meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya imunisasi BCG dan menyebabkan peningkatan signifikan dalam cakupan imunisasi bayi usia 0-2 bulan di klinik. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan program ini meliputi penyampaian informasi yang jelas, metode promosi yang interaktif, serta dukungan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program promosi kesehatan dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan cakupan imunisasi BCG pada bayi. Namun, keberlanjutan program dan penyesuaian dengan kondisi lokal perlu diperhatikan untuk memastikan dampak jangka panjang
Efektivitas Belerang (Sulfur) Terhadap Proliferasi Luka pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Johor Kecamatan Medan Johor Tahun 2023 Sinaga, Martaulina; Tambun, Mastaida; Batubara, Zulkarnain; Sembiring, Adelina; Aritonang, Febrina Asapani; Berutu, Lilis Hartati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3464

Abstract

Dampak yang ditimbulkan akibat komplikasi Diabetes Melitus salah satunya adalah luka yang sulit sembuh, secara langsung berdampak pada status kesehatan Masyarakat. Kejadian kasus Diabetes Melitus yang terus meningkat di kota Medan sebanyak 39.699 tahun 2022, Tujuan penelitian ini untuk mengobservasi Efektivitas Belerang (Sulfur) terhadap Proliferasi Luka pada Penderita Diabetes Melitus. kelompok kasus 5 orang diperoleh keadaan luka sesudah terapi Sulfur yaitu Pada kasus 5 orang diperoleh keadaan luka sesudah terapi Sulfur yaitu pasien mengalami Ukuran luka <4 cm, tidak ada mengalami kedalam luka, tepi luka samar tidak terlihat dengan jelas, tidak ada goa, tidak mengalami tepi jaringan nekrosis, tidak tampak jaringan nekrotik, tidak ada eksudat, tidak terdapat eksudat, luka kering, 4 pasien mengalami warna kulit putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, 1 pasien putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, tidak ada pembengkakan atau edema perifer/tepi jaringan luka, tidak ada indurasi jaringan perifer, pada jaringan granulasi putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, 1 pasien Terang, merah seperti daging; 75 % s/d 100 % luka terisi granulasi, 4 pasien menagalami < 25 % epitelisasi, 1 pasien 75 % s/d < 100 % epitelisasi.Kata kunci: Belerang, Diabetes_Melitus, Efektivitas, Luka, Proliferasi.The impact caused consequence One of the complications of Diabetes Mellitus is difficult wounds recovery, has a direct impact on the health status of the community. Incident continuing cases of Diabetes Mellitus will increase in the city of Medan by 39,699 in 2022. The aim of this research is to observe Effectiveness Sulfur (Sulfur) against Wound Proliferation in Diabetes Mellitus Patients. In the case of five people, the condition of the wound after Sulfur therapy was that the patient had a wound size of <4 cm, there was no depth to the wound, the edges of the wound were faint and not clearly visible, there were no caves, no edges of necrotic tissue, no visible necrotic tissue, no exudate, no exudate, dry wound, 4 patients had white or gray skin color, pale or hypopigmented, 1 patient white or gray, pale or hypopigmented, no swelling or peripheral edema/edge of wound tissue, no induration peripheral tissue, in white or gray granulation tissue, pale or hypopigmented, 1 patient Bright, fleshy red; 75% to 100% of the wound was filled with granulation, 4 patients experienced < 25% epithelialization, 1 patient 75% to < 100% epithelialization.Keywords: Sulfur, Diabetes_Mellitus, Effectiveness, wound, Proliferation.
EFEKTIVITAS APIUM GRAVEOLENS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI LANSIA KAMPUNG KB PANGKALAN MASYHUR MEDAN JOHOR TAHUN 2025 Simanjuntak, Lisdayanti; Afriani, Dina; Tambun, Mastaida; Sembiring, Adelina; Gurning, Lisbet; Amalia, Suci Rani
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3636

Abstract

Hypertension is a predominant health issue in the geriatric population, contributing significantly to an increased risk of cardiovascular disease, stroke, and frailty. Major challenges in managing hypertension in the elderly include polypharmacy, declining organ function, and medication adherence. Apium graveolens (celery) contains apigenin and 3-n-butylphthalide, which are known to possess vasodilatory effects. This study aims to evaluate the effectiveness of Apium graveolens administration as a complementary therapy for the prevention and control of stage I hypertension among the elderly in a rural community setting. Methods:This study employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group approach, conducted in Bagun Rejo Village from January to March 2025. The subjects comprised 80 elderly individuals (aged 60 years) with grade I hypertension, selected via purposive sampling. Subjects were divided into two groups: the Intervention Group (n=40), which received a standardized dose of Apium graveolens extract for 8 weeks, and the Control Group (n=40), which received standard lifestyle education. The primary parameters measured were changes in Systolic Blood Pressure (SBP) and Diastolic Blood Pressure (DBP). Data analysis was performed using the Paired t-test and Independent t-test with a 95% confidence level (=0.05).Results: Baseline characteristics between the two groups were homogeneous. After 8 weeks of intervention, the Intervention Group demonstrated a significant reduction in SBP from a mean of 152.4 mmHg to 138.2 mmHg (p < 0.001) and a reduction in DBP from 94.5 mmHg to 86.1 mmHg ($p < 0.05$). Conversely, the Control Group showed no statistically significant changes. Furthermore, no significant gastrointestinal side effects or electrolyte disturbances were observed in the group consuming Apium graveolens, indicating a favorable safety profile for the elderly. Conclusion:The administration of Apium graveolens proved effective in reducing both systolic and diastolic blood pressure in elderly individuals with grade I hypertension . These findings support the potential of Apium graveolens as a safe and affordable adjuvant therapy in community-based hypertension management strategies, aiming to reduce the burden of polypharmacy in the geriatric population. Integration of this program with the Integrated Healthcare Center for the Elderly (Posyandu Lansia) is recommended for sustainability.Keywords: Apium graveolens, Geriatrics, Hypertension, Elderly, Herbal Therapy
Pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu Posyandu Peduli ASI (KIPAS) Dalam Optimalisai Pengolahan Katuk SUM (Snack Ibu Menyusu) Untuk Mencegah Stunting Di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 Pinem, Srilina; Simamora, Lasria; Sembiring, Adelina; Saragih, Ramot; Brahmana, Listra; Rinayanti, Herna; Ernamari; Asih , Kismi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1710

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian Kelompok Ibu-Ibu Posyandu Peduli ASI (KIPAS) dalam mengoptimalkan pengolahan daun katuk menjadi Katuk SUM (Snack Ibu Menyusu) sebagai upaya peningkatan kualitas ASI dan pencegahan stunting pada balita. Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Deli Serdang. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan dukungan gizi seimbang bagi ibu menyusui. Daun katuk dikenal sebagai salah satu tanaman lokal yang berkhasiat dalam meningkatkan produksi ASI, namun pemanfaatannya dalam bentuk olahan pangan masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Ibu-Ibu Posyandu Peduli ASI (KIPAS) dalam mengoptimalkan pengolahan katuk menjadi produk inovatif bernama SUM (Snack Ibu Menyusu) sebagai alternatif camilan sehat dan bergizi untuk mendukung kelancaran laktasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan keterampilan pengolahan pangan, pendampingan produksi, serta evaluasi tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu Posyandu mengenai pentingnya ASI eksklusif dan gizi ibu menyusui, serta keterampilan dalam mengolah daun katuk menjadi produk pangan yang bernilai tambah. Program ini diharapkan mampu mendukung kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kualitas gizi ibu menyusui, serta berkontribusi dalam pencegahan stunting di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
ANALISIS EFEKTIVITAS SELF-MANAGEMENT SUPPORT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA Sembiring, Adelina; Simanjuntak, Lisdayanti; Gurning, Lisbet; Nendah Agreta, Sri Mulati; Diansari Zega, Petra; Mazid Bancin, Abdul
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3761

Abstract

Breast cancer and its treatments impose a complex symptom burden that negatively affects patients’ quality of life. Self-management support (SMS) is a patient empowerment strategy aimed at enhancing independence in nursing care. This study aimed to analyze the effectiveness of SMS on the quality of life of breast cancer patients at Haji General Hospital Medan. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pre–post test control group approach. The sample consisted of 60 respondents (30 in the intervention group and 30 in the control group), selected using purposive sampling. The intervention group received structured education and self-monitoring guidance for 8 weeks. The research instrument used was the EORTC QLQ-C30 questionnaire. Data were analyzed using Paired T-test and Independent T-test. Results: There was a significant increase in the mean quality of life score in the intervention group, from 52.3 to 75.6 (p < 0.001), while the control group showed no significant change (p = 0.125). Intergroup comparison after the intervention revealed a statistically significant difference (p = 0.000). The emotional functioning and pain management domains showed the most substantial improvements. Conclusion: Self-management support is effective in improving the quality of life of breast cancer patients. This intervention is recommended to be integrated into standard oncology nursing care to promote patient independence in managing treatment-related side effects. Keywords: Breast Cancer, Quality of Life, Self-Management Support, Medical-Surgical Nursing.
EFEKTIVITAS AKUPRESUR PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN PENCERNAAN DI UPTD PELAYAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Diansari Zega, Petra; Sembiring, Adelina; Simanjuntak, Lisdayanti; Br Simanjuntak, Emma Dosriamaya Noni; Hastuti Padang, Iin Nina; Batubara, Kevin; Hasianna Sirait, Yomeka
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v6i1.3780

Abstract

Gangguan gastrointestinal merupakan keluhan umum pada lanjut usia akibat proses degenerasi fungsional yang progresif. Seiring dengan peningkatan populasi lansia global, diperlukan intervensi mandiri keperawatan yang aman dan non-farmakologis untuk mengatasi keluhan nyeri pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi akupresur terhadap penurunan tingkat nyeri pada lansia dengan gangguan pencernaan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasi-experiment menggunakan desain one-group pretest-posttest pada 25 responden. Intervensi dilakukan melalui penekanan manual pada titik meridian ST36, ST 25, LI4, dan CV2. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menderita GERD (36%) dan gastritis (32%). Sebelum intervensi, sebanyak 68% responden mengalami nyeri sedang, namun setelah intervensi, angka nyeri sedang menurun menjadi 40% dan nyeri ringan meningkat menjadi 60%. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value = 0,008 (p < 0,05), yang menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian akupresur terhadap penurunan intensitas nyeri gastrointestinal pada lansia.Terapi ini direkomendasikan sebagai asuhan keperawatan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok lanjut usia Keywords: Akupresur, Lansia, Gangguan Pencernaan, Nyeri, Gastrointestinal.