Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Pendidikan Karakter Anak Melalui Pendidikan Budaya Di Sanggar Karawitan Dhalem Kawijayan Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban Sawitri; Nurpeni P; R Adi Deswijaya; Pradnya Paramita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.349

Abstract

Pendidikan karakter anak sebuah hal yang seolah biasa melainkan sangat perlu diperhatikan. Pendidikan adalah suatu tatanan yang memberikan aturan tertentu sehingga dapat menjadi sebuah perilaku yang harus ditatati, karakter sebuah watak manusia yang baik dan buruk.Budaya sebuah kegiatan pada masyarakat untuk berkumpul, berkesenian dan berorganisasi dengan tujuan yang sama.Pendidikan karakter dapat diterapkan sejak dini atau anak- anak, pada anak sanggar di Dhalem Kawijayan sebuah sanggar yang berkesenian pada bidang karawitan, pedalangan dan tari bahkan tergantung pementasan jenis ini dapat dikolaburasikan dengan pelatihan intensif. Pendidikan karakter dibutuhkan anak pada sanggar untuk melatih etika kesopanan, dalam berbicara, bergaul, berkarya sehingga menjadi peribadi yang baik. Budaya yang adiluhung adalah budaya yang mengajarkan perilaku pendidikan karakter bangsa sehingga anak takul Allah, taat pada guru, patuh pada orang tua, bersikap baik pada sesama.Tingginya budaya apabila karakter itu baik dan ada pada diri siswa atau anak sanggar sebagai pelestari budaya.
NILAI PENDIDIKAN SERAT JAYABAYA KARYA RADEN NGABEHI RONGO WARSITO Sumarsono, Djoko; Priyatiningsih, Nurpeni; Deswijaya, R. Adi
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v1i2.403

Abstract

Penelitian ini terkait dengan ramalan Jayabaya Musarar berhubungan dengan makna yang terkandung dan nilai pendidikan didalamnya. Popularitas Jangka Jayabaya tergolong tinggi dikalangan masyarakat jawa secara umum dan masyarakat Kediri khususnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap mitologi masih berakar kuat dalam mentalitas masyarakat Indonesia. Serat Musarar adalah gubahan Raden Ngabehi Ranggawarsita yang perlu dilestarikan. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam serat Musarar diantaranya:1) Nilai yang berhubungan dengan Tuhan, nilai ini ditemukan diantaranya percaya dan ketaatan kepada Tuhan, 2) Nilai yang berhubungan dengan diri sendiri, Nilai diantaranya kecerdasan, dan cinta ilmu, 3) Nilai yang berhubungan dengan sesama, nilai ini ditemukan pada nilai gotong royong, patuh dan aturan sosial, dan keadilan, 4) Nilai yang berhubungan dengan alam sekitar atau lingkungan, nilai ini berupa sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya, dan 5) Nilai yang berhubungan dengan kebangsaan, nilai ini dapat berupa nasionalis dan menghargai keberagaman. Kata kunci: nilai pendidikan, ramalan, jayabaya.
NILAI KARAKTER PADA PERIBAHASA, PEPATAH DAN SALOKA JAWA SEBAGAI PEMBELAJARAN KARAKTER UNTUK GENERASI PENERUS BANGSA Sawitri, Sawitri; Bengat, Bengat; Deswijaya, R. Adi; Priyatiningsih, Nurpeni
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v1i2.407

Abstract

Sifat atau karakter budi pekerti yang luhur diusahakan dan dibina. Bangsa Indonesia yang dulu sebagai bangsa yang ramah pada era modern menjadi sangat berkurang bahkan ada yang sudah sama sekali hilang. Rasa keprihatinan ini yang membuat penulis mengungkapkan dalam sebuah tulisan. Nilai karakter dari peribahasa, pepatah dan saloka meiliki nilai luhur yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Bangsa yang bermoral adalah bangsa yang menghargai dari nilai-nilai banganya sendiri. Padaperibahasan anak polah bapa kepradah, busuk ketekuk pinter keblinger, sedangkan saloka yaitu asu mbalang kalung wong. Peribahasa , pepatah, saloka dapat sebagai kiblat manusia menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi sosok panutan bagi anak dan keturunan sehingga terselamatkan anak dan cucu bagi kehidupan yang semakin hilang budayanya. Nilai pendidikan karakter yang baik   menjadikan pribadi bangsa yang baik. Pendidikan karakter dapatdigunakan untuk generasi penerus kita bangsa Indonesia. Kata Kunci: Nilai, Karakter , Peribahasa, Bebasan, Saloka.
Makna Simbolik Sesajen Sedulur Papat Lima Pancer Ing Dhusun Kedungwungkal Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan (Studi Kasus Keluarga Cipto Tukiman-Gami) Pratiwi Priyanto, Anidya Indah Kusuma; Priyatiningsih, Nurpeni; Deswijaya, R. Adi
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v2i2.1509

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang kebudayaan tradisional khususnya upacara tradisi. Dalam penelitian ini membahas tentang upacara tradisi Sedulur Papat Lima Pancer di Dusun Kedungwungkal Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan yang dilaksanakan ketika seorang anak sudah dianggap dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan arti sedulur papat lima pancer, prosesi upacara tradisi, dan makna simbolik sesajen dalam upacara tradisi sedulur papat lima pancer.Penelitian makna simbolik sesajen sedulur papat lima pancer di Dusun Kedungwungkal Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan ini mengkaji tentang hakikat simbol, kebudayaan, upacara tradisi, sedulur papat lima pancer dan menjelaskan prosesi tradisi serta makna yang terkandung dalam sesajen dalam tradisi sedulur papat lima pancer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upacara tradisi sedulur papat lima pancer, prosesi dan sesaji mengandung filosofi kehidupan manusia yang disimbolkan melalui berbagai jenang yang mengandung arti bahwa manusia memiliki empat saudara yang mendampinginya sejak lahir. Upacara tradisi ini juga merupakan wujud syukur karena anak telah dewasa sekaligus meminta perlindungan kepada Tuhan agar anak selamat tanpa aral melintang dan dipermudah segala urusan kehidupannya.
Cerita Rakyat Bumi Angker di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri Ditinjau dari Resepsi Masyarakat Santoso, Joko; Nurnaningsih, Nurnaningsih; Deswijaya, R. Adi
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v3i2.1950

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang menghasilkan data-data tertulis atau lisan. Analisis yang dilakukan dengan menganalisis resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Bumi Angker yang terdapat di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bentuk cerita rakyat Bumi Angker, mengetahui sejarah, resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Bumi Angker serta mengetahui nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat Bumi Angker yang terdapat di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ini deskriptif  kualitatif dengan sumber data dibagi menjadi dua, primer dan sekunder. Sumber data primer dari  informan, dan sekunder meliputi aktivitas warga, tempat/ petilasan Bumi Angker. Data berupa transkrip wawancara dan dokumentasi yang berisi informasi tentang bentuk, sejarah, dan resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Bumi Angker.. Hasil penelitian ini meliputi bentuk cerita rakyat yaitu berbentuk fisik dan berbentuk cerita, sejarah cerita rakyat Bumi Angker, resepsi masyarakat terhadap Desa Pengkol, terdiri dari larangan terhadap pejabat dan larangan ketika berada di dalam kawasan Bumi Angker, serta nilai pendidikan yang terkandung di dalam cerita rakyat Bumi Angker meliputi nilai religius, budi pekarti, sosial, dan estetika. Hasil penelitian sebagai kontribusi untuk pengembangan keilmuan kajian konservasi sastra dan budaya Jawa.
The Pesanggrahan Krapyak Giriwoyo: Identifikasi Kerusakan dan Strategi Penanganannya Priswanto, Hery; Marzuki, Irfanuddin Wahid; Chawari, Muhammad; Tjahjono, Baskoro Daru; Deswijaya, R. Adi; Ardiati, Atik
Berkala Arkeologi Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jba.2023.699

Abstract

Pesanggrahan Krapyak Giriwaya is one of the buildings inherited from Kasunanan Surakarta Hadiningrat built by Sri Susuhunan Pakubuwono X. This building is generally in a well-maintained condition. However, many damages require immediate treatment. This research was carried out to identify damage and recommend appropriate treatment. This research uses a qualitative rationalistic method with a focus on observing physical damage in the buildings. Identification of damage becomes the basis for recommendations and handling strategies for conservation activities. The results of the research show that the Pesanggrahan Krapyak Giriwaya building has important historical, scientific, and cultural value, so it needs to be preserved. The building leaks the roof which causes damage to the wood, walls, and floor. Handling of building damage is done by replacement or repair using materials that are suitable or close to the original materials. Apart from that, damage management is carried out through a combination of the use of natural ingredients and chemicals.
Peningkatan Pendidikan Karakter Anak Melalui Pendidikan Budaya Di Sanggar Karawitan Dhalem Kawijayan Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban Sawitri; Nurpeni P; R Adi Deswijaya; Pradnya Paramita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.349

Abstract

Pendidikan karakter anak sebuah hal yang seolah biasa melainkan sangat perlu diperhatikan. Pendidikan adalah suatu tatanan yang memberikan aturan tertentu sehingga dapat menjadi sebuah perilaku yang harus ditatati, karakter sebuah watak manusia yang baik dan buruk.Budaya sebuah kegiatan pada masyarakat untuk berkumpul, berkesenian dan berorganisasi dengan tujuan yang sama.Pendidikan karakter dapat diterapkan sejak dini atau anak- anak, pada anak sanggar di Dhalem Kawijayan sebuah sanggar yang berkesenian pada bidang karawitan, pedalangan dan tari bahkan tergantung pementasan jenis ini dapat dikolaburasikan dengan pelatihan intensif. Pendidikan karakter dibutuhkan anak pada sanggar untuk melatih etika kesopanan, dalam berbicara, bergaul, berkarya sehingga menjadi peribadi yang baik. Budaya yang adiluhung adalah budaya yang mengajarkan perilaku pendidikan karakter bangsa sehingga anak takul Allah, taat pada guru, patuh pada orang tua, bersikap baik pada sesama.Tingginya budaya apabila karakter itu baik dan ada pada diri siswa atau anak sanggar sebagai pelestari budaya.