Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Relationship Between a History of Chronic Energy Deficiency and the Incidence of Stunting in Toddlers Aged 24-59 Months Desweni, Erin; Ihsan, Hafiza Fil; Pasalina, Putri Engla
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i1.176

Abstract

Background: The prevalence of stunting in Indonesia is 43% among children aged 24-59 months and 41.2% among children aged 12-23 months. The prevalence of stunting in toddlers in West Sumatra in 2020 was 25.6%. The prevalence of stunting in toddlers in Padang City in 2021 was 22.6%. Stunting carries the risk of reduced intellectual potential and impaired growth. The purpose of this study was to determine the relationship between a history of anemia during pregnancy, chronic energy deficiency, and pre-pregnancy body mass index (BMI) with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in Balai Gadang Village, within the Air Dingin Community Health Center (Puskesmas) working area of ​​Padang City in 2022.Methods: The type and design of this study were descriptive analytical with a case-control design. This study was conducted in the Air Dingin Community Health Center working area of ​​Padang City from January to March 2022. The population was 1,356 people and the sample size was 25. Sampling was carried out using a consecutive sampling technique. Data analysis was performed bivariately using the chi-square test.Results: The results of this study indicate a relationship between a history of anemia and the incidence of stunting (p=0.000), a history of Chronic Energy Deficiency (p=0.000), and a history of pre-pregnancy body mass index (BMI) and the incidence of stunting (p=0.000).Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between a history of anemia during pregnancy, Chronic Energy Deficiency, and pre-pregnancy BMI with the incidence of stunting
HEPSIDIN SEBAGAI BIOMARKER ANEMIA PADA IBU HAMIL Pasalina, Putri Engla; Faisal, Afrah Diba
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.641

Abstract

Latar Belakang :World Health Organization (WHO) memperkirakan 20% populasi di dunia mengalami anemia pada tahun 2011 dan 38% diantaranya adalah wanita hamil. Hormon hepsidin merupakan parameter baru yang dapat mengidentifikasi anemia berdasarkan penyebabnya.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar hepsidin antara kelompok non anemia, kelompok anemia defisiensi besi dan kelompok anemia non defisiensi besi pada ibu hamil.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional comparative. Jumlah sampel sebanyak 36 orang yang terdiri dari kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Pemeriksaan kadar Hemoglobin dilakukan dengan alat hematologi analyzer, sedangkan kadar hepsidin dan feritin diukur dengan metode ELISA. Uji bivariat menggunakan uji Kruskal Wallis.Hasil :Hasil penelitian menemukan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia defisiensi besi (37,67 ± 3,91 ng/ml)  lebih rendah dibandingkan kelompok non anemia (51,89 ± 28,83 ng/ml) dan hampir sama dengan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia non defisiensi besi (37,51 ± 7,90 ng/ml). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar hepsidin di antara ketiga kelompok tersebut. (p=0,25).Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang bermakana pada kadar hepsidin di antara kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Sebaiknya dilakukan pengembangan penelitian mengenai hubungan hepsidin dengan anemia dengan pemeriksaan yang lebih komplit serta menggunakan media urin.