Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh E-Commerce dan Pengetahuan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha pada Pedagang Online di Kota Makassar Dalam Perspektif Islam Emi Sri Rahayu Fatimah; Niluh Anik Sapitri
El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ekonomi Syariah EL-IQTISHOD
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh signifikan e-commerce terhadap minat berwirausaha pada pedagang online di Kota Makassar dalam perspektif Islam (2) Mengetahui pengaruh signifikan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada pedagang online di Kota Makassar dalam perspektif Islam (3) Mengetahui pengaruh signifikan e-commerce dan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada pedagang online di Kota Makassar dalam perspektif Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian berupa penelitian survey, dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan cara menyebar kuesioner secara online kepada 95 reponden dengan teknik non-probability sampling berupa purposive sampling, pengolahan data dilakukan dengan SPSS 20 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial: (1) e-commerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha dengan nilai signifikan 0,000 <0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak (2) pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H2 diterima dan H0 ditolak (3) e-commerce dan pengetahuan kewirausahaan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H3 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil penelitan di atas bahwa e-commerce dan pengetahuan kewirausahaan memberikan pengaruh yang besar terhadap minat berwirausaha pada pedagang online di Kota Makassar dalam perspektif Islam.
Penerapan Akad Musyarakah Mutanaqisyah Sebagai Alternatif Solusi Pembiayaan KPR Dalam Perbankan Syariah Fatimah, Emi Sri Rahayu; Sapa, Nasrullah bin; Wijaya, Abdi
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4752

Abstract

This article discusses the application of musyarakah mutanaqisyah related to KPR (Home Ownership Credit) financing in the sharia banking system. The purpose of this article is to provide an overview of the application of the musyarakah mutanaqisyah contract as an alternative KPR (Home Ownership Credit) financing solution in sharia banking. Apart from that, this article also analyzes the obstacles in implementing musyarakah mutanaqishah contracts on KPR (Home Ownership Credit) in sharia banking. The research method used is the library research method or library study. Literature studies are devoted to revealing information sourced from scientific texts originating from books or scientific journals that are relevant to the topic being discussed. The research results obtained show that the application of the musyarakah mutanaqishah contract in mortgage financing in sharia banking has several advantages as an alternative solution in sharia financing, namely where the bank and the customer both own an asset that is the object of the agreement. Because they have mutual rights to do so, banks and customers mutually maintain the agreed cooperation.
Konsep Ekonomi Islam Versi Al-Mawardi dan Al-Ghazali fatimah, emi sri rahayu; Masse, Rahman Ambo; Kara, Muslimin
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v7i2.2199

Abstract

ABSTRACT This article discusses the concepts of Islamic economic thought according to Al-Mawardi and Al-Ghazali. The purpose of this article is to study the economic thinking of Muslim scholars who lived during the Abbasid dynasty, namely Al-Mawardi and al-Ghazali. The research method used in writing this article is literature review. Literature reviews are used to analyze previous research related to the topic in this article. The research results obtained show that Al-Mawardi and Al-Ghazali through their thinking have studied Islamic economics comprehensively by showing that Al-Mawardi's thoughts about the state and economic activity, the concept of public loans, taxation, the urgency of state financial institutions (baitul maal), and the concept of justice is still very relevant in the current context.Then, Al-Ghazali's economic analysis focuses on a number of topics, such as the development of trade and markets, production, barter, and money, and the role of government and public finance. Meanwhile, Al-Ghazali's economic theory begins with the idea of maslahah which covers all human endeavors and establishes strong ties between humans and society.
Smartpreneur 5.0: Building a Digital Generation with an Islamic Entrepreneurial Spirit Among the Youth of PERMAI Malaysia K, M. Yusuf; Alam, Syamsu; Rahmah, Syahidah; Wahyuni, Sri; Fatimah, Emi Sri Rahayu
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 4 No. 2 (2025): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v4i2.1553

Abstract

Smartpreneur 5.0 Programme: Building a Digital Generation with an Islamic Entrepreneurial Spirit the PERMAI Malaysia Youth Generation was implemented as an effort to improve digital-based entrepreneurial literacy based on sharia values. This activity was designed through stages of preparation, material delivery, workshops, and evaluation with a participatory approach. The evaluation, which used pre-tests and post-tests, showed a significant increase in participants' understanding of five key indicators, namely the basics of Islamic entrepreneurship, digital business concepts, digital marketing strategies, Islamic financial management, and digital business idea design. These results demonstrate the effectiveness of the training methods in strengthening the digital entrepreneurship understanding and skills of the younger generation. In addition to increasing knowledge, this activity also produced several important outputs, including training modules as learning references, innovative digital-based Islamic business idea designs, participants' digital business accounts as real implementations, and activity documentation that can be used as a reference for similar programmes in the future. Furthermore, the impact of the activity did not stop at the cognitive aspect, but also touched on the character dimension, namely shaping a creative, innovative entrepreneurial spirit based on Islamic ethics. Thus, Smartpreneur 5.0 succeeded in achieving its planned objectives while making a real contribution to producing a highly competitive young generation with a strong spiritual foundation
Maksimalisasi Laba dalam Perspektif Maslahah Emi Sri Rahayu Fatimah; Amiruddin; Wahyuddin Abdullah, Muhammad
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 1 No 2 (2024): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujujan ialah maksimalisasi laba dimana proses dan hasil aktifitas sebuah perusahaan dianalisis dari perspektif maslahah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan dengan metode studi pustaka (literature rivew) dengan sumber data sekunder yang diperoleh melalui buku, jurnal, artikel, data laporan, dan berbagai sumber keilmiahan yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan dari aktifitas maksimalisasi laba, yang merujuk pada efisiensi perusahaan menggunakan konsep biaya, waktu dan performan, dimana ditemukan tenaga kerja berkorban dalam konteks kesejahteraan dan kesehatan. Namun, perusahaan berusaha melaksanakan kewajibannya dibidang sosial melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah sebagai pertanggungajwaban manajemen terhadap hak orang lain. Tujuan kemaslahatan dalam maksimalisasi laba sedikit tercedarai sehingga perlu pemberian pemahaman kepada manajemen tentang perlindungan dan pembentukan dalam maqashid Syariah. Penilitian ini dapat teraplikasi pada proses sustainability perusahaan pada manajemen organisasi.
Penerapan Akad Musyarakah Mutanaqisyah Sebagai Alternatif Solusi Pembiayaan KPR Dalam Perbankan Syariah Fatimah, Emi Sri Rahayu; Sapa, Nasrullah bin; Wijaya, Abdi
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4752

Abstract

This article discusses the application of musyarakah mutanaqisyah related to KPR (Home Ownership Credit) financing in the sharia banking system. The purpose of this article is to provide an overview of the application of the musyarakah mutanaqisyah contract as an alternative KPR (Home Ownership Credit) financing solution in sharia banking. Apart from that, this article also analyzes the obstacles in implementing musyarakah mutanaqishah contracts on KPR (Home Ownership Credit) in sharia banking. The research method used is the library research method or library study. Literature studies are devoted to revealing information sourced from scientific texts originating from books or scientific journals that are relevant to the topic being discussed. The research results obtained show that the application of the musyarakah mutanaqishah contract in mortgage financing in sharia banking has several advantages as an alternative solution in sharia financing, namely where the bank and the customer both own an asset that is the object of the agreement. Because they have mutual rights to do so, banks and customers mutually maintain the agreed cooperation.
Implementation of Maqasid al-Syari’ah in Islamic Banking: Historical Analysis, Urgency, and Review of Al-Daruriyyat Al-Khams Indicators Emi Sri Rahayu Fatimah; Andi Muh. Taqiyuddin BN; Yusril Mahendra; Zulfajrin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5033

Abstract

Maqasid al-Syari'ah is a fundamental pillar of Islamic law, oriented towards achieving human welfare, particularly in the economic sphere. This approach plays a strategic role as a philosophical foundation for the practice, product development, and the system of Islamic banking, enabling them to respond ethically to contemporary business dynamics. This study aims to examine in depth the definition, urgency, classification, and historical trajectory of Maqasid al-Syari'ah, and to analyze its implementation in the current Islamic banking industry. The method used is library research, in which data are collected from primary and secondary sources and analyzed descriptively and analytically. The results of the study indicate that the evolution of Maqasid al-Syari'ah thought transcends the historical phases of pre-codification and codification. This study confirms that the implementation of Maqasid al-Syari’ah in Islamic banking is not merely the fulfillment of formal legal aspects, but rather the embodiment of five main indicators (al-daruriyyat al-khams), namely the protection of religion (al-din), soul (al-nafs), reason (al-’aql), descendants (al-nasl), and property (al-mal). By integrating these values, Islamic banking is expected to mitigate negative practices such as usury, fraud, and corruption, thereby realizing substantive economic justice. The implication is that strengthening the understanding of Maqasid al-Syari’ah is crucial for stakeholders to maintain the integrity, business morality, and competitiveness of Islamic banking amidst rapid global progress.
REKONSTRUKSI AKUNTABILITAS CSR PERBANKAN ISLAM INDONESIA BERDASARKAN PARADIGMA TEORI PERUSAHAAN SYARIAH (SET) Emi Sri Rahayu Fatimah; Nurhadisa Nurhadisa; Juanda Zulqadri
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i1.4224

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep pertanggungjawaban sosial (Corporate Social Responsibility) perbankan syariah melalui lensa Shariah Enterprise Theory (SET). Berbeda dengan teori konvensional yang berfokus pada kepentingan pemilik modal (egoistic), SET menawarkan paradigma yang menyeimbangkan dimensi materi dan spiritual (altruistik) berdasarkan metafora amanah dan zakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) terhadap literatur akuntansi dan pelaporan kinerja bank syariah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perbankan syariah merupakan entitas bisnis sekaligus sarana mencapai maqashid al-syariah. Implementasi SET memberikan kerangka pertanggungjawaban komprehensif, mulai dari dimensi vertikal kepada Allah SWT hingga dimensi horizontal kepada manusia dan lingkungan. Konsekuensi fundamental adopsi SET adalah pergeseran pengakuan kinerja dari laba (profit) menjadi distribusi nilai tambah (value-added). Transformasi ini mewajibkan entitas syariah mendistribusikan kekayaan secara adil guna menjaga keseimbangan kepentingan individu dan jamaah yang diwujudkan melalui instrumen zakat. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan standar akuntansi syariah agar lebih mencerminkan esensi spiritualitas dan keadilan ekonomi yang substantif.
Transformation of Halal Industry in Indonesia: From Religious Compliance to A New, Competitive Economic Paradigm Emi Sri Rahayu Fatimah; Azizah S; Dewi Fortuna; Andi Muh. Taqiyuddin BN
Indonesian Journal of Islamic Business and Economics (IJIBE) Vol 8 No 1 (2026): IJIBE
Publisher : Islamic Economic Scholar Association and Faculty of Economics and Business Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.ijibe.2026.8.1.19290

Abstract

Trend industri halal global menjadi isu krusial yang penting untuk dibahas oleh para penggiat ekonomi syariah, karena halal tidak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan dan kepatuhan umat muslim terhadap syariah akan Namun kini telah berkembang menjadi standar utama berskala global. Tujuan dari kajian ini ialah untuk menggambarkan secara komprehensif terkait potensi pengembangan industri halal di Indonesia, sehingga hasil penelitian dapat dijadikan sebagai rujukan dalam mengembangkan industri halal di Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknikpengumpulan data dilakukan melalui studi literatur (literature review) dengan memanfaatkan sumber data sekunder yang dihimpun dari buku, jurnal ilmiah, artikel, serta berbagai laporan terkait. Hasil penelitian ini adalah Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin industri halal dunia dengan menerapkan strategi pengembangan industri halal ini. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah untuk segera memperkuat sinergi antar lembaga dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya fokus pada aspek legalitas, tetapi juga pada penguatan infrastruktur teknologi. Bagi pelaku industri, kajian ini menekankan pentingnya mengadopsi standar halal sebagai standar kualitas global untuk meningkatkan daya saing ekspor. Secara akademis, studi ini memperkuat teori bahwa kehalalan telah bergeser dari sekadar kepatuhan religius menjadi paradigma ekonomi baru yang kompetitif. Dengan demikian, untuk mencapai wacana pemerintah tersebut diperlukan berbagai sinergi dan partisipasi dari berbagai pihak guna agar dapat mencapai kesuksesan tersebut.